- Apa model baju wisuda yang paling mudah dipakai ulang?
- Bahan apa yang paling nyaman untuk wisuda seharian?
- Apakah baju wisuda tanpa payet tetap terlihat mewah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Model baju wisuda kini tidak lagi identik dengan kebaya berat penuh payet yang hanya dipakai sekali. Banyak mahasiswi mulai mencari model baju wisuda yang lebih sustainable, nyaman dipakai, dan tetap bisa digunakan kembali untuk acara lain seperti kondangan, lamaran, hingga kerja semi-formal. Tren ini juga diamati langsung oleh Gharma (39), penjahit pakaian wanita asal Klaten, Jawa Tengah, yang menerima banyak permintaan desain wisuda multifungsi.
Dalam wawancara dengan Liputan6.com, Gharma mengungkapkan bahwa pelanggan kini lebih menyukai desain simpel dengan detail elegan yang tidak berlebihan. Menurutnya, kesadaran untuk memiliki pakaian yang tidak sekadar “sekali pakai” mulai meningkat dalam dua tahun terakhir.
Bagi banyak mahasiswa, memilih baju wisuda yang bisa dipakai ulang juga menjadi solusi lebih hemat sekaligus ramah lingkungan. Dengan pemilihan bahan, cutting, dan detail yang tepat, satu set baju wisuda dapat tampil formal saat hari-H tetapi tetap relevan digunakan di berbagai kesempatan lain, Selasa (19/5/2026).
Tren Model Baju Wisuda Bergeser ke Arah Minimalis
Menurut Gharma, tren baju wisuda sekarang mulai meninggalkan model klasik yang penuh payet besar dan detail mencolok. Banyak pelanggan justru datang dengan keinginan desain yang lebih sederhana namun tetap terlihat mahal di foto wisuda.
Ia menyebutkan bahwa salah satu alasan perubahan tren ini adalah banyaknya mahasiswa yang merasa sayang karena baju wisuda mereka akhirnya hanya tersimpan di lemari. Setelah acara selesai, pakaian tersebut sulit dipakai lagi karena tampilannya terlalu formal dan berlebihan.
Karena itu, konsep sustainable fashion mulai diterapkan dalam desain wisuda. Fokusnya bukan hanya pada penampilan saat seremoni, tetapi juga pada fungsi jangka panjang pakaian tersebut.
Semi Blazer Jadi Model Favorit yang Fleksibel
Salah satu rekomendasi model baju wisuda dari Gharma adalah kebaya minimalis dengan cutting menyerupai semi blazer. Model ini dinilai sangat fleksibel karena setelah wisuda selesai, atasannya masih bisa dipadukan dengan berbagai bawahan lain.
Atasan semi blazer berbahan silk premium atau toyobo premium dapat dipakai kembali untuk acara kantor, meeting, hingga kondangan semi-formal. Potongannya yang rapi memberi kesan elegan tanpa terlihat terlalu “pengantin”.
Model seperti ini juga cocok bagi mahasiswa yang tidak terlalu nyaman memakai kebaya tradisional dengan detail berat. Tampilan tetap formal ketika dipadukan dengan rok batik atau kain lilit saat wisuda, tetapi setelahnya mudah di-mix and match dengan celana kain maupun rok polos.
Two-Piece Menjadi Solusi Paling Sustainable
Konsep two-piece atau atasan dan bawahan terpisah menjadi salah satu pilihan paling praktis. Gharma menyarankan kombinasi blouse polos berbahan silk premium dengan bawahan batik model A-line.
Menurutnya, blouse silk memberikan efek jatuh dan glossy yang langsung membuat tampilan terlihat mewah. Namun karena desainnya dibuat polos dan minim detail, atasan tersebut tetap cocok dipakai ulang untuk kegiatan lain.
Sementara itu, bawahan batik A-line juga mudah digunakan kembali untuk acara keluarga, pengajian, hingga kondangan. Model ini jauh lebih fleksibel dibanding gamis atau kebaya menyatu yang penggunaannya terbatas.
Selain itu, sistem two-piece membuat pengguna lebih leluasa bereksperimen dengan gaya berbeda tanpa harus membeli pakaian baru lagi.
Gamis Inner-Outer yang Bisa Bongkar Pasang
Bagi mahasiswa berhijab, model baju wisuda berupa gamis modern masih menjadi favorit. Namun agar lebih sustainable, Gharma menyarankan sistem inner-outer yang tidak dijahit menyatu.
Bagian inner dibuat polos menggunakan bahan toyobo premium atau silk premium. Kemudian bagian outer dibuat dari lace halus atau chantily dengan model kimono atau outer berkancing depan.
Saat wisuda, outer dipakai lengkap dengan belt atau obi agar terlihat formal dan anggun. Namun setelah acara selesai, outer bisa digunakan terbuka tanpa sabuk sehingga tampilannya berubah menjadi lebih santai dan kasual.
Konsep bongkar pasang seperti ini membuat satu pakaian memiliki banyak tampilan berbeda. Selain hemat biaya, pengguna juga tidak cepat bosan dengan model yang sama.
Detail Minimalis Justru Lebih Timeless
Salah satu kesalahan terbesar dalam memilih model baju wisuda adalah penggunaan payet dan brokat berlebihan. Menurut Gharma, detail yang terlalu ramai justru membuat pakaian cepat terlihat kuno.
Ia menyarankan penggunaan payet one tone atau senada dengan warna dasar kain agar hasil akhirnya tetap elegan. Aplikasi payet juga sebaiknya ditempatkan di area tertentu saja, misalnya lengan atau bagian dada, tanpa memenuhi seluruh pakaian.
Untuk bahan brokat, Gharma merekomendasikan lace halus dengan motif kecil atau sedang. Motif besar cenderung membuat tampilan terlihat berat dan sulit dipakai ulang.
Pendekatan minimalis seperti ini membuat model baju wisuda lebih timeless dan tidak mudah ketinggalan tren.
Rekomendasi Bahan yang Nyaman dan Tetap Mewah
Selain desain, pemilihan bahan menjadi faktor penting agar baju wisuda tetap nyaman dipakai seharian. Gharma menyebut ada tiga bahan yang paling sering direkomendasikan kepada pelanggan.
Katun Toyobo Premium
Bahan ini cocok untuk mahasiswa yang menyukai kain adem dan menyerap keringat. Meski berbasis katun, tampilannya tetap formal karena serat kainnya rapat dan jatuh rapi.
Premium Silk
Premium silk menjadi pilihan favorit untuk menciptakan kesan mewah instan. Karakter kainnya ringan, glossy, dan elegan sehingga cocok digunakan untuk atasan wisuda maupun gamis minimalis.
Lace Halus atau Chantily
Bahan lace halus memberikan sentuhan feminin tanpa terlihat berlebihan. Jenis kain ini juga nyaman di kulit dan mudah dipadukan dengan berbagai model inner.
Ketiga bahan tersebut relatif aman digunakan untuk desain sustainable karena mudah dipadukan ulang dengan item fashion lain.
Model Wisuda Ramah Kantong di Bawah Rp500 Ribu
Tidak semua mahasiswa memiliki budget besar untuk menjahit pakaian wisuda. Menurut Gharma, ada beberapa model yang tetap elegan meski biaya jahitnya terbatas.
Pilihan pertama adalah bawahan batik dengan blouse polos berbahan toyobo atau silk premium. Model ini paling aman karena hemat bahan dan mudah dipakai ulang.
Pilihan kedua adalah gamis kombinasi kain polos dan batik. Kombinasi ini memberi aksen formal tanpa membuat biaya membengkak.
Sementara pilihan ketiga adalah baju kurung Melayu minimalis. Potongannya sederhana, hemat kain, tetapi tetap memberikan kesan anggun dan sopan.
Model seperti ini cocok bagi mahasiswa yang ingin tampil cantik tanpa harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk satu hari acara.
Pentingnya Konsultasi Sebelum Membeli Kain
Gharma juga mengingatkan pentingnya konsultasi dengan penjahit sebelum membeli bahan kain. Banyak pelanggan datang membawa foto referensi dari internet tanpa memahami karakter kain yang digunakan pada desain tersebut.
Akibatnya, hasil akhir sering berbeda dari ekspektasi karena bahan yang dipilih tidak sesuai dengan model pakaian.
Misalnya, desain yang seharusnya jatuh dan flowy akan terlihat kaku jika menggunakan kain yang terlalu tebal atau keras. Karena itu, komunikasi dua arah dengan penjahit sangat penting agar hasil jahitan sesuai keinginan.
Ia menyarankan pelanggan membawa referensi gambar sekaligus menjelaskan kebutuhan utama mereka, misalnya ingin baju wisuda yang bisa dipakai lagi untuk kondangan atau acara semi-formal.
Pertanyaan Seputar Baju Wisuda
1. Apa model baju wisuda yang paling mudah dipakai ulang?
Model two-piece seperti blouse polos dan rok batik menjadi pilihan paling fleksibel karena bisa dipadukan dengan banyak outfit lain.
2. Bahan apa yang paling nyaman untuk wisuda seharian?
Katun Toyobo Premium sering direkomendasikan karena adem, menyerap keringat, dan tetap terlihat formal.
3. Apakah baju wisuda tanpa payet tetap terlihat mewah?
Bisa. Kesan mewah dapat muncul dari cutting yang rapi, bahan berkualitas, dan detail minimalis yang elegan.
4. Bagaimana cara membuat gamis wisuda lebih versatile?
Gunakan sistem inner-outer lepas pasang agar tampilannya bisa diubah sesuai acara.
5. Apa kesalahan paling umum saat menjahit baju wisuda?
Membeli kain tanpa konsultasi dengan penjahit sehingga karakter bahan tidak sesuai dengan desain yang diinginkan.

15 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6372567/original/078979500_1779247655-desain_rumah_sederhana_yang_mudah_dipel_dan_tidak_cepat_kotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6371088/original/067979300_1779246249-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370509/original/097119300_1779245595-Pohon_buah_yang_merusak_akar_halaman_depan_rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6368364/original/091509500_1779243518-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370514/original/051173600_1779245693-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547821/original/023788800_1775473215-Teras_dengan_Keramik_Motif_Kayu__Wood_Look_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474253/original/035887400_1768470163-Cara_Menjernihkan_dengan_Potongan_Kentang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4216813/original/026024800_1667788556-amit-talwar-xQKaIyUhsSE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398839/original/041173000_1761898412-unnamed_-_2025-10-31T150757.537.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6297891/original/012580800_1779172376-unnamed__49_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5259276/original/014362300_1750420330-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_Persis_Solo_untuk_Liga_1_2025_2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6292568/original/054511500_1779167185-ide_jualan_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544092/original/043700500_1775051921-Dony.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6318591/original/014725300_1779193606-Pemain_Muda_Terbaik_BRI_Super_League_20252026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5195611/original/062761000_1745379432-ut7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469500/original/006523200_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-04.JPG)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)