Sutil Kayu, Besi, atau Silikon Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan? Katahui Perbedaannya

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Peralatan dapur sering kali dianggap sebagai hal sepele, padahal berperan besar dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan sehari-hari. Salah satu alat yang hampir selalu digunakan adalah sutil atau spatula. Alat ini bersentuhan langsung dengan makanan panas, minyak, dan permukaan wajan dalam waktu lama.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, muncul pertanyaan penting: bahan sutil apa yang paling aman digunakan? Kayu, besi (logam), atau silikon? Setiap bahan memiliki kelebihan, kekurangan, serta potensi risiko yang berbeda jika digunakan secara tidak tepat.

Liputan6.com akan membahas secara mendalam sutil kayu, besi, atau silikon mana yang lebih aman dengan merujuk pada pendapat ahli, jurnal ilmiah, serta laman memasak tepercaya, agar Anda dapat memilih alat dapur yang tidak hanya praktis, tetapi juga aman bagi kesehatan keluarga, Jumat (9/1/2026).

1. Sutil Kayu: Alami dan Ramah Peralatan Masak

Sutil kayu telah digunakan sejak lama dan masih menjadi favorit di banyak dapur rumah tangga. Kayu dan bambu memiliki sifat alami yang tidak menghantarkan panas, sehingga nyaman digunakan saat memasak dalam waktu lama.

Menurut ahli biomedik IPB University, bahan kayu termasuk relatif aman karena tidak mengalami degradasi kimia ketika terkena panas sedang. Selain itu, kayu memiliki sifat antimikroba alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Fiona Mair dari Choice Australia juga menyebutkan bahwa sutil kayu sangat tahan lama dan lebih ramah terhadap permukaan peralatan masak, termasuk wajan antilengket.

Namun, sutil kayu membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak dicuci dan dikeringkan dengan benar, pori-pori kayu dapat menyerap air, minyak, dan sisa makanan yang berpotensi menjadi sarang bakteri. Penggunaan mesin pencuci piring juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan kayu retak, melengkung, atau berserat.

2. Sutil Besi (Stainless Steel): Tahan Panas dan Sangat Awet

Sutil berbahan besi, khususnya stainless steel, dikenal karena ketahanannya terhadap suhu tinggi dan usia pakai yang sangat panjang. Chef Helly Raichura dari Australia menyebutkan bahwa alat masak berbahan logam tidak berisiko meleleh seperti plastik, sehingga cocok untuk dapur sibuk dan masakan bersuhu tinggi.

Dari sisi keamanan kesehatan, stainless steel food-grade umumnya stabil dan tidak melepaskan zat berbahaya ke makanan. Jurnal tentang keamanan peralatan masak menyebutkan bahwa baja tahan karat berkualitas tinggi tidak bereaksi dengan makanan asam maupun berminyak.

Namun, kekurangan utama sutil besi adalah potensi merusak lapisan wajan antilengket. Oleh karena itu, penggunaannya lebih disarankan untuk wajan besi cor, baja karbon, atau panci stainless steel. Selain itu, kualitas stainless steel berbeda-beda; jenis dengan mutu rendah dapat berubah warna atau aus seiring waktu.

3. Sutil Silikon: Alternatif Modern yang Lebih Aman

Menurut Benedikta Diah Saraswati, SSi, MBiomed dari IPB University, silikon food-grade merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibanding plastik konvensional. Silikon tersusun dari rantai silika yang stabil secara kimia dan mampu menahan panas hingga sekitar 250°C.

Keunggulan utama silikon adalah sifatnya yang inert, artinya tidak bereaksi dengan makanan, minyak, atau bahan asam. Silikon food-grade juga tidak mengandung BPA, ftalat, maupun PVC—senyawa yang dikenal sebagai endocrine disruptor dan dapat mengganggu sistem hormon tubuh.

Jenis silikon yang paling direkomendasikan adalah platinum-cured silicone, yang diproses menggunakan katalis platinum sehingga lebih murni dan tahan panas. Diah menegaskan bahwa silikon murni tidak memicu stres oksidatif atau gangguan hormonal meskipun digunakan dalam jangka panjang.

Meski demikian, konsumen perlu waspada terhadap produk silikon murah yang dicampur plastik. Uji sederhana yang disarankan adalah dengan menekuk sutil; jika muncul warna putih atau retakan, kemungkinan besar mengandung campuran plastik.

Perbandingan Keamanan: Sutil Kayu, Besi, atau Silikon Mana yang Lebih Aman?

Jika ditinjau dari sisi kesehatan, sutil kayu, besi, atau silikon mana yang lebih aman sangat bergantung pada cara penggunaan dan jenis peralatan masak yang dimiliki.

  • Sutil kayu aman untuk suhu sedang dan masakan harian, asalkan dirawat dengan baik.
  • Sutil besi paling tahan panas dan awet, tetapi berisiko merusak wajan antilengket.
  • Sutil silikon food-grade menawarkan kombinasi terbaik antara keamanan, fleksibilitas, dan perlindungan peralatan masak.

Ahli IPB menyarankan kombinasi penggunaan: sutil silikon untuk wajan antilengket dan sutil kayu untuk masakan bersuhu sedang. Pendekatan ini dinilai paling ideal untuk dapur rumah tangga modern.

Tips Memilih Sutil yang Aman dan Tahan Lama

  1. Pastikan ada label BPA-free dan Phthalate-free.
  2. Pilih silikon dengan keterangan platinum-cured silicone.
  3. Hindari sutil yang mudah meleleh, berubah warna, atau berbau kimia.
  4. Sesuaikan bahan sutil dengan jenis peralatan masak.
  5. Rawat sutil kayu dengan mencuci manual dan mengeringkannya sempurna.

FAQ Seputar Sutil

1. Apakah sutil plastik aman digunakan?

Sutil plastik berisiko mengalami degradasi termal dan melepaskan zat berbahaya saat terkena panas tinggi, sehingga sebaiknya dihindari.

2. Apakah silikon selalu lebih aman daripada plastik?

Ya, silikon food-grade lebih stabil dan tidak mengandung BPA atau ftalat, asalkan tidak dicampur plastik.

3. Bolehkah sutil kayu dimasukkan ke mesin pencuci piring?

Tidak disarankan karena dapat merusak struktur kayu dan memperpendek usia pakai.

4. Apakah sutil besi berbahaya bagi kesehatan?

Tidak, selama terbuat dari stainless steel food-grade dan digunakan pada peralatan masak yang sesuai.

5. Berapa lama sebaiknya sutil diganti?

Ganti sutil jika retak, meleleh, berubah warna, atau berbau, karena itu menandakan penurunan kualitas bahan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|