Trik Dapat Tiket Pesawat Murah untuk Liburan Hemat, Strategi Cerdas tanpa Korbankan Kenyamanan

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Mendapatkan tiket pesawat super murah di Indonesia sering kali terdengar seperti mitos, padahal jika memahami pola harga, momentum yang tepat, serta keberanian mengambil keputusan di waktu yang tidak biasa, peluang mendapatkan harga miring justru semakin besar. Banyak orang hanya fokus pada promo besar, padahal realitanya ada strategi lain yang lebih konsisten dan bisa diterapkan siapa saja.

Pengalaman ini juga dibenarkan oleh Martina Fajariana (29), solo traveler asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang sudah sering menjelajah berbagai destinasi lokal, termasuk kawasan Indonesia Timur. Dari perjalanan panjangnya yang fleksibel dan penuh mobilitas, Martina menemukan pola-pola menarik terkait waktu terbaik membeli tiket, strategi transit, hingga cara menilai apakah harga murah benar-benar layak disebut good deal atau justru hanya terlihat murah di permukaan.

1. Jangan Takut Cek Mendekati Hari H

Secara umum, banyak panduan menyebutkan bahwa waktu terbaik membeli tiket domestik adalah 30–90 hari sebelum keberangkatan, karena pada rentang tersebut harga cenderung lebih stabil sebelum naik drastis saat kursi mulai menipis. Strategi ini memang aman dan cocok bagi traveler yang sudah memiliki jadwal pasti, terutama untuk perjalanan di musim ramai seperti libur sekolah, Natal, atau Lebaran yang hampir selalu mengalami lonjakan harga signifikan.

Namun pengalaman Martina menunjukkan bahwa ada pengecualian menarik yang patut dicermati, khususnya untuk rute domestik tertentu. Ketika dihubungi oleh Liputan6.com pada Minggu (15/2), ia bercerita bahwa dirinya pernah mendapatkan tiket murah saat bepergian dari Labuan Bajo ke Bali. Ia menjelaskan, jika mengecek harga sebulan sebelumnya, tarifnya masih berkisar Rp1 juta lebih. Namun, saat dicek kembali pada H-2 minggu, harga sempat turun beberapa ratus ribu rupiah, hingga akhirnya pada H-2 keberangkatan tarif benar-benar merosot dari sekitar Rp1,5 juta menjadi hanya ratusan ribu rupiah.

"Strategi ini sudah beberapa kali dicoba dan cukup valid untuk rute domestik tertentu," ujar Martina. 

Meski demikian, ia juga menekankan bahwa pola ini belum tentu berlaku untuk semua rute atau destinasi luar negeri, sehingga tetap diperlukan pemantauan harga secara rutin agar kamu memahami pola pergerakan harga rute yang diincar. Artinya, selain booking 1–3 bulan sebelumnya, tidak ada salahnya tetap memantau harga menjelang keberangkatan karena dalam kondisi tertentu maskapai bisa menurunkan harga untuk mengisi kursi kosong.

2. Manfaatkan Promo Maskapai dan Online Travel Agency Secara Strategis

Maskapai juga secara rutin menawarkan promo musiman, baik dalam rangka ulang tahun perusahaan, pembukaan rute baru, maupun periode low season ketika okupansi kursi menurun. Promo semacam ini biasanya terbatas kuota dan hanya berlangsung dalam waktu singkat, sehingga kecepatan mengambil keputusan menjadi faktor penting.

Selain melalui website resmi maskapai, platform Online Travel Agency (OTA) sering memberikan tambahan diskon berupa cashback, potongan kartu kredit, atau promo tanggal kembar yang bisa membuat harga akhir jauh lebih murah dibanding pembelian biasa. Menggabungkan promo maskapai dan promo pembayaran sering kali menjadi strategi paling efektif untuk menekan biaya perjalanan.

Agar tidak tertinggal informasi penting, aktifkan notifikasi aplikasi dan pantau momen-momen promo besar, namun tetap bandingkan harga antarplatform karena selisih kecil sekalipun bisa berarti cukup besar jika kamu bepergian dalam grup atau keluarga.

3. Fleksibel dengan Tanggal dan Jam Terbang

Harga tiket sangat dipengaruhi oleh pola permintaan, di mana hari Jumat hingga Minggu biasanya lebih mahal karena banyak orang bepergian untuk liburan singkat atau perjalanan bisnis. Jika memungkinkan, pilih keberangkatan di hari Selasa hingga Kamis karena permintaan lebih rendah sehingga harga cenderung lebih kompetitif.

Jam terbang juga memengaruhi harga secara signifikan, karena penerbangan subuh atau larut malam sering kali dibanderol lebih murah dibanding jam favorit seperti pagi dan sore hari. Meskipun jadwalnya kurang nyaman, selisih harga yang didapat bisa cukup besar dan sangat membantu menghemat total anggaran perjalanan.

Gunakan fitur kalender harga di aplikasi pemesanan untuk membandingkan harga beberapa hari sekaligus, sehingga kamu dapat melihat secara visual hari mana yang paling ekonomis sebelum memutuskan membeli tiket.

4. Gunakan Mode Incognito dan Bandingkan Harga dari Beberapa Sumber

Sebagian traveler percaya bahwa pencarian berulang dapat memengaruhi kenaikan harga karena sistem membaca tingginya minat terhadap rute tertentu, sehingga menggunakan mode incognito atau private browsing menjadi langkah preventif yang cukup populer. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari maskapai, banyak orang merasa harga lebih stabil ketika mereka menghapus cookies atau mencari dari perangkat berbeda.

Selain itu, membandingkan harga langsung di website maskapai dan di OTA dapat memberikan gambaran harga paling kompetitif, karena terkadang promo tertentu hanya muncul di satu platform saja. Jangan langsung membeli pada pencarian pertama sebelum memastikan kamu sudah melihat beberapa opsi berbeda.

Langkah sederhana seperti ini tidak membutuhkan biaya tambahan namun bisa memberikan selisih harga yang cukup signifikan, terutama untuk rute dengan harga dinamis yang berubah cepat dalam hitungan jam.

5. Pertimbangkan Rute Alternatif dan Transit

Untuk beberapa destinasi, penerbangan langsung memang lebih praktis tetapi sering kali jauh lebih mahal dibanding rute transit atau kombinasi transportasi lain. Martina menceritakan pengalamannya saat melakukan long trip dari Flores ke Sulawesi Tenggara dan Maluku, di mana harga penerbangan langsung bisa mencapai Rp3 juta sehingga terasa kurang masuk akal untuk anggaran jangka panjang.

Martina menceritakan bahwa dari Flores ia naik kapal ke Makassar karena tidak ada perjalanan langsung menuju Sulawesi Tenggara. Ia menjelaskan bahwa jika harus mengecek tiket pesawat, harganya sangat mahal hingga mencapai Rp3 juta, sehingga ia terpaksa transit di Makassar selama sekitar tiga hari untuk menunggu kapal berikutnya yang menuju Sulawesi Tenggara.

"Namun strategi ini memang membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi penghematan yang didapat cukup signifikan," cerita Martina. 

Jika kamu memiliki waktu fleksibel dan tidak terburu-buru, mempertimbangkan rute alternatif seperti transit panjang atau masuk melalui kota terdekat bisa menjadi solusi realistis untuk menekan biaya tiket pesawat.

6. Hindari Biaya Tambahan dengan Packing Efisien

Biaya bagasi sering kali menjadi komponen tambahan yang membuat tiket murah terasa tidak lagi murah ketika total pembayaran dihitung. Martina yang terbiasa melakukan perjalanan panjang hingga hampir tiga bulan mengaku hanya membawa carrier 25 liter dan daypack 15 liter agar tidak perlu membayar bagasi tambahan.

“Kalau aku biasanya travelling kan long trip yang berbulan-bulan gitu, jadi aku biasanya nyiapin baju yang tipis-tipis kayak kaus. Aku juga lebih milih aku nyuci di lokasi daripada aku harus bawa barang banyak,” ujarnya.

Strategi membawa pakaian ringan dan mencuci di lokasi membuatnya lebih leluasa bergerak tanpa terbebani barang berat.

Dengan mengurangi bawaan dan memaksimalkan bagasi kabin, kamu bisa menghemat biaya tambahan sekaligus membuat perjalanan lebih praktis, terutama jika sering berpindah-pindah tempat dalam satu trip.

7. Hindari Peak Season dan Pilih Low Season

Peak season seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, serta libur sekolah nasional hampir selalu menyebabkan lonjakan harga tiket secara signifikan karena permintaan meningkat tajam dalam waktu singkat, sehingga maskapai menyesuaikan harga mengikuti hukum pasar. Jika memungkinkan, atur jadwal liburan di luar periode tersebut agar peluang mendapatkan harga lebih murah semakin besar.

Low season di Indonesia umumnya terjadi pada Februari hingga Maret serta September hingga Oktober, di mana permintaan perjalanan cenderung lebih stabil dan tidak terlalu padat, sehingga maskapai lebih sering mengeluarkan promo untuk menjaga tingkat keterisian kursi. Selain harga tiket lebih murah, suasana destinasi wisata juga biasanya lebih tenang dan nyaman.

Dengan perencanaan yang matang dan fleksibilitas waktu, kamu tidak hanya menghemat biaya tiket pesawat tetapi juga mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih santai tanpa keramaian berlebihan di bandara maupun tempat wisata.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kapan waktu terbaik beli tiket domestik?

Umumnya 1–3 bulan sebelumnya, tetapi beberapa rute bisa turun drastis di H-2 atau H-3 hari.

2. Apakah booking mendadak bisa lebih murah?

Bisa, terutama jika maskapai ingin mengisi kursi kosong, namun tidak selalu berlaku untuk semua rute.

3. Apakah transit selalu lebih murah?

Tidak selalu, tetapi pada rute tertentu selisihnya bisa sangat signifikan.

4. Bagaimana cara menghindari biaya bagasi mahal?

Bawa barang seperlunya dan maksimalkan bagasi kabin.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|