Liputan6.com, Jakarta - Tren urban farming atau pertanian perkotaan semakin populer di tengah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan saat ini. Praktik ini menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menciptakan ruang hijau di lingkungan yang padat. Konsep integrasi kebun sayur dengan kolam ikan, yang dikenal sebagai akuaponik, menawarkan solusi cerdas yang tidak hanya memaksimalkan penggunaan ruang tetapi juga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.
Dalam sistem akuaponik, air limbah dari kolam ikan dapat menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjernihkan air kolam. Sistem ini mengandalkan teknologi sederhana hingga modern seperti hidroponik, vertikultur, dan akuaponik. Akuaponik menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sirkulasi air, di mana limbah ikan menjadi pupuk alami bagi tanaman.
Artikel ini akan memberikan 10 inspirasi Desain Rumah dengan Kebun Sayur di Atas Kolam Ikan yang dapat diaplikasikan di rumah Anda, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/1/2026).
Sistem Akuaponik Terintegrasi
Sistem akuaponik adalah metode budidaya inovatif yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) dalam satu sistem yang saling terhubung. Dalam sistem ini, kolam ikan berada di bawah, sementara rak atau menara di atasnya digunakan untuk menanam sayuran.
Sistem ini sangat efisien dalam penggunaan lahan karena memanfaatkan satu media air untuk dua jenis budidaya. Kotoran ikan yang mengandung amonia akan diubah menjadi nitrat oleh bakteri menguntungkan, yang kemudian diserap oleh tanaman sebagai nutrisi, sekaligus membantu menjernihkan air kolam.
Akuaponik dapat diterapkan dalam berbagai model seperti sistem rakit apung, sistem aliran atas, sistem aliran bawah, dan sistem pasang surut, yang dapat disesuaikan dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Fleksibilitas ini memungkinkan akuaponik cocok untuk berbagai skala, dari rumahan hingga komersial, dan menjadi solusi cerdas untuk urban farming di lahan terbatas.
Akuaponik Vertikal dengan Pipa PVC/Botol Bekas
Akuaponik vertikal merupakan pengembangan dari sistem akuaponik konvensional yang memanfaatkan ruang secara vertikal. Model ini seringkali menggunakan pipa PVC atau botol bekas yang disusun bertingkat, memaksimalkan setiap inci lahan yang tersedia.
Model ini sangat ideal untuk lahan sempit karena memaksimalkan penggunaan ruang dinding atau area vertikal, seperti balkon atau teras. Dengan lebih banyak lubang tanam dalam area yang sama, produksi sayuran dapat meningkat secara signifikan.
Tanaman seperti kangkung dan ikan lele sering dibudidayakan bersama dalam sistem ini karena kesesuaian nutrisinya. Penerapan akuaponik vertikal tidak hanya efisien dalam penggunaan ruang, tetapi juga memberikan tampilan estetis yang menarik.
Kebun Sayur dalam Pot/Kontainer di Sekitar Kolam
Model kebun sayur ini melibatkan penanaman sayuran dalam pot, ember, atau wadah daur ulang lainnya yang ditempatkan di sekitar kolam ikan. Pot dari tanah liat merupakan pilihan klasik yang digemari karena tampilannya yang alami dan kemampuannya menjaga kelembapan tanah secara optimal.
Fleksibilitas penempatannya memungkinkan penataan ulang sesuai kebutuhan cahaya matahari atau estetika ruang. Model ini cocok untuk menanam berbagai jenis sayuran daun, cabai, atau tomat mini. Pemanfaatan wadah daur ulang seperti botol plastik atau kaleng bekas juga dapat menghemat biaya awal.
Keunggulan lain dari kebun pot adalah kemudahan dalam perawatan dan pengendalian hama, karena setiap pot dapat diperlakukan secara individual.
Rak Tangga Bertingkat di Samping Kolam
Rak tangga, baik yang terbuat dari kayu maupun besi, dapat dimanfaatkan sebagai struktur bertingkat untuk menanam sayuran dalam pot-pot kecil. Susunan bertingkat ini secara efektif mengubah area horizontal yang terbatas menjadi area tanam vertikal yang produktif.
Model ini sangat ideal untuk halaman sempit atau balkon karena memungkinkan penanaman banyak pot kecil secara vertikal. Tanaman seperti daun mint, kemangi, atau selada sangat cocok ditanam dalam pot-pot di rak ini dan dapat tumbuh subur dengan pencahayaan yang cukup.
Selain fungsionalitasnya, rak tangga bertingkat juga dapat menambah nilai estetika pada area sekitar kolam ikan, menciptakan tampilan yang menarik dan menyegarkan.
Kolam Mini Biosystem dengan Tanaman Hidroponik
Desain ini secara khusus memadukan kolam ikan mini dengan kebun hidroponik kecil atau tanaman pot, di mana nutrisi dari air kolam dimanfaatkan oleh tanaman. Contohnya, desain ini dapat memadukan kolam nila dengan kebun mini hidroponik atau tanaman pot.
Model ini mengintegrasikan dua fungsi (kolam dan kebun) dalam satu area kompak, cocok untuk halaman berukuran 1-2 meter persegi. Nutrisi dari air kolam dapat dimanfaatkan tanaman, sedangkan tanaman membantu menjaga kualitas air.
Konsep biosistem mini ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan sistem budidaya yang berkelanjutan dan minim limbah, menghasilkan panen ganda yang bermanfaat.
Kebun Vertikal di Dinding/Pagar Dekat Kolam
Memanfaatkan dinding atau pagar yang berdekatan dengan kolam ikan untuk menanam sayuran secara vertikal adalah solusi cerdas untuk lahan terbatas. Metode ini mengubah area yang sebelumnya tidak terpakai menjadi ruang tanam yang produktif.
Kebun vertikal dapat menampung banyak tanaman dalam pot gantung atau rak bertingkat, menjaga kebun tetap rapi dan mudah diakses untuk perawatan dan panen. Ini juga memberikan sentuhan hijau yang estetik pada lingkungan rumah sekaligus menjadi sumber pangan segar bagi keluarga.
Metode ini bisa diterapkan pada tanaman merambat dan sayuran daun, dan cocok untuk balkon, dinding luar, atau ruang sempit di dalam rumah.
Raised Beds (Kotak Tanam Terangkat) di Samping Kolam
Kotak tanam terangkat atau raised beds yang terbuat dari kayu, bata, atau bahan lain dapat ditempatkan secara strategis di samping kolam ikan. Model ini mendefinisikan area tanam dengan jelas dan dapat diatur secara efisien, bahkan di halaman berukuran 1x1 meter.
Raised beds memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap media tanam dan drainase, serta memudahkan perawatan tanpa perlu membungkuk. Ini juga membantu mencegah hama tanah.
Model ini menawarkan keunggulan dalam pengelolaan tanah dan nutrisi, di mana Anda dapat mengisi kotak tanam dengan campuran tanah yang kaya nutrisi untuk pertumbuhan sayuran yang optimal.
Kolam Drum Biru Modular dengan Integrasi Tanaman
Menggunakan drum plastik biru bekas food grade yang dipotong atau digunakan utuh sebagai kolam ikan modular merupakan solusi hemat biaya dan fleksibel. Drum ini dapat disusun berjajar mengikuti bentuk halaman, memberikan keleluasaan desain.
Drum dapat disusun sesuai bentuk halaman yang tersedia, memberikan fleksibilitas desain untuk memaksimalkan ruang. Solusi budidaya ikan ini tahan lama dan mudah dibersihkan, dengan potensi integrasi tanaman di sekitarnya untuk memanfaatkan air kolam yang kaya nutrisi.
Model kolam drum modular ini sangat cocok untuk pemula karena relatif mudah dipasang dan dirawat. Integrasi tanaman di sekitarnya dapat dilakukan dengan pot atau sistem hidroponik sederhana yang memanfaatkan air dari kolam.
Rooftop Garden dengan Kolam Ikan Terintegrasi
Memanfaatkan atap rumah sebagai rooftop garden dengan kolam ikan terintegrasi adalah solusi inovatif untuk urban farming perkotaan. Konsep ini memaksimalkan ruang yang seringkali tidak terpakai dan dapat menghemat pengeluaran bulanan untuk bahan pangan.
Contoh nyata dari konsep ini adalah "Urban Farm Santai" di Yogyakarta, yang mengelola kebun di atap seluas 36 m². Kebun ini tidak hanya menanam berbagai tanaman buah seperti anggur, stroberi, mangga, dan murbei, tetapi juga tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan temulawak, serta sayuran yang banyak dikonsumsi.
Selain itu, rooftop garden ini juga mengintegrasikan area untuk ayam dan ikan (nila dan azolla), yang kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan ikan konsumsi. Sistem ini terbukti dapat menghemat pengeluaran belanja hingga 75-80% untuk telur, ikan, dan sayuran.
Desain Rumah dengan Akuaponik sebagai Elemen Estetik
Akuaponik tidak hanya berfungsi sebagai sistem budidaya, tetapi juga dapat diintegrasikan sebagai elemen estetik dalam desain rumah. Kolam dan kebun sayur dapat menjadi bagian dari arsitektur rumah, menciptakan tampilan yang modern dan asri.
Sebagai contoh, sebuah desain rumah dengan luas lahan 6x22 meter persegi dapat memiliki akuaponik di bagian belakang taman. Pada akuaponik ini, bagian atas digunakan untuk memelihara tanaman hidroponik, sementara bagian bawah untuk memelihara ikan air tawar.
Terdapat juga lampu untuk menggantikan sinar matahari, sehingga tanaman tetap bisa berfotosintesis meskipun dalam kondisi gelap. Desain ini menunjukkan bagaimana akuaponik dapat menjadi fitur menarik yang menggabungkan fungsi dan keindahan dalam hunian.
Tips Implementasi dan Pemeliharaan
Untuk berhasil dalam mengimplementasikan Desain Rumah dengan Kebun Sayur di Atas Kolam Ikan, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Memulai urban farming adalah langkah tepat bagi Anda yang ingin bercocok tanam tapi tak punya lahan luas, dan aktivitas ini dapat mengurangi kejenuhan serta stres.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:
- Pemilihan Sayuran yang Cocok: Pilih tanaman yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan rumit. Sayuran daun seperti selada, kangkung, bayam, serta tanaman kecil seperti cabai dan tomat ceri sangat cocok untuk area ini. Tanaman seperti kacang polong atau mentimun yang bisa tumbuh secara vertikal juga dapat menghemat ruang.
- Pentingnya Sinar Matahari dan Sirkulasi Air: Pastikan area yang Anda pilih setidaknya terpapar 4-6 jam sinar matahari langsung agar proses fotosintesis tanaman tidak terganggu. Untuk sistem akuaponik, sirkulasi air yang efisien sangat penting agar nutrisi dari kotoran ikan dapat tersalurkan ke tanaman dan air kembali bersih ke kolam.
- Perawatan Kolam dan Tanaman: Jaga kualitas air kolam agar tetap bersih dan sehat bagi ikan, serta bermanfaat bagi tanaman. Lakukan sirkulasi air rutin dan hindari penumpukan limbah organik. Sesuaikan frekuensi penyiraman dengan jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Beri pupuk secara teratur sesuai kebutuhan tanaman, dan periksa tanaman secara rutin untuk tanda-tanda hama atau penyakit.
- Pemanfaatan Barang Bekas: Solusi ekonomis dan ramah lingkungan dalam urban farming adalah dengan memanfaatkan barang bekas. Wadah bekas seperti galon air, botol plastik, kaleng, atau ember dapat diubah menjadi pot tanaman yang unik dan fungsional.
- Pertimbangkan Ikan atau Tanpa Ikan: Jika Anda ingin memaksimalkan nilai satwa liar dari kolam, sebaiknya tidak memelihara ikan karena mereka akan memakan larva serangga dan telur katak. Namun, ikan dapat membantu mengendalikan larva nyamuk. Beberapa orang memilih memiliki dua kolam, satu untuk satwa liar dan satu untuk ikan.
- Menciptakan Level untuk Satwa Liar: Pastikan ada "pantai" atau level yang berbeda di kolam agar makhluk kecil dapat dengan mudah masuk dan keluar.
Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat memastikan sistem kebun sayur di atas kolam ikan Anda tumbuh subur dan produktif, meskipun berada dalam lingkungan perkotaan yang memiliki tantangan tersendiri.
Desain Rumah dengan Kebun Sayur di Atas Kolam Ikan menawarkan solusi yang sangat menjanjikan untuk tantangan urban farming di lahan terbatas. Konsep ini tidak hanya hemat ruang dan produktif, tetapi juga estetik, serta mendukung ketahanan pangan keluarga. Mulailah dengan konsep sederhana dan sesuaikan desain dengan kondisi rumah serta kebutuhan keluarga Anda. Dengan inspirasi desain rumah dengan kebun sayur di atas kolam ikan ini, Anda bisa menciptakan hunian yang hijau, produktif, dan sehat.
FAQ
Q: Apakah kebun sayur di atas kolam ikan cocok untuk lahan sempit?
A: Ya, dengan model vertikal, rak bertingkat, atau pot berjejer, kebun sayur tetap bisa produktif meski lahan terbatas.
Q: Bagaimana cara memastikan tanaman mendapat nutrisi dari air kolam?
A: Gunakan sistem sirkulasi air akuaponik, di mana air kolam yang mengandung kotoran ikan dialirkan ke tanaman lalu kembali ke kolam setelah disaring dan diubah menjadi nitrat oleh bakteri.
Q: Sayuran apa saja yang paling cocok ditanam di sistem ini?
A: Sayuran daun seperti selada, kangkung, bayam, serta tanaman kecil seperti cabai dan tomat ceri sangat cocok untuk area ini.
Q: Apakah kolam ikan bisa ditempatkan di dalam rumah?
A: Bisa, asalkan ada pencahayaan yang cukup untuk tanaman dan sirkulasi udara yang baik.
Q: Berapa perkiraan biaya untuk membuat sistem akuaponik sederhana?
A: Untuk skala konsumsi keluarga, dengan memanfaatkan barang-barang tidak terpakai di rumah, sistem akuaponik sederhana bisa dimulai dengan modal sekitar Rp20.000. Namun, untuk satu perangkat akuaponik yang lebih lengkap, biayanya bisa mencapai sekitar Rp2 juta.

12 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458634/original/001604600_1767085708-Ide_Jualan_Takjil_Bulan_Puasa_2026_yang_Paling_Laris_Kolak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463076/original/044186900_1767598955-Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462934/original/003404400_1767594867-aquaponik_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3153030/original/041690800_1592213946-woman-standing-front-brick-wall-with-cleaning-equipments_23-2147916547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463007/original/005194700_1767597436-Desain_Rumah_Minimalis__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437980/original/023574200_1765269370-Jamur_di_Dinding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457960/original/086940700_1767067523-Inspirasi_Kebun_Rumah_Sambut_Tahun_Baru_2026_yang_Lebih_Hijau_Model_Taman_Air_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456098/original/086700800_1766805484-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463030/original/079621700_1767598025-Gemini_Generated_Image_s7v90fs7v90fs7v9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463338/original/043237400_1767606968-pare__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463468/original/005859800_1767616177-cara_menanam_selada.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463298/original/052175400_1767606098-Model_Roster_Rumah_yang_Cocok_untuk_Jalan_Ramai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463197/original/000810300_1767601615-pagar_besi_lipat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462995/original/031546500_1767597081-Daya_Listrik_Chopper_dan_Blender.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)