10 Jualan di Teras Rumah atau Teras Minimarket yang Paling Menguntungkan di Tahun 2026

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memulai bisnis kuliner skala kecil dengan memanfaatkan area strategis menjadi pilihan populer bagi para wirausaha pemula. Konsep jualan di teras rumah atau teras minimarket yang paling menguntungkan semakin diminati karena efisiensi biaya operasional dan kemudahan akses konsumen. Lokasi teras yang berada di jalur lalu lalang memberikan visibilitas tinggi tanpa perlu mengeluarkan anggaran pemasaran yang besar untuk menarik pembeli.

Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum emas untuk mengembangkan jualan di teras rumah atau teras minimarket yang paling menguntungkan seiring dengan tren belanja praktis masyarakat urban. Konsumen modern mencari kemudahan membeli makanan berkualitas dengan harga terjangkau di lokasi yang mudah dijangkau. Pemilihan jenis usaha yang tepat dengan mempertimbangkan permintaan pasar, modal awal, dan tingkat pengembalian investasi menjadi faktor penentu kesuksesan.

Berikut ini telah Liputan6 ulas sepuluh pilihan jualan di teras rumah atau teras minimarket yang paling menguntungkan berdasarkan analisis tren konsumsi terkini, pada Jumat (13/2). Setiap rekomendasi bisnis dilengkapi dengan kalkulasi modal dan potensi keuntungan untuk membantu calon pengusaha membuat keputusan tepat. Dengan memilih jualan di teras rumah atau teras minimarket yang paling menguntungkan yang sesuai kemampuan dan kondisi lokasi, kesempatan meraih omzet fantastis terbuka lebar.

1. Bisnis Es Teh Kekinian - Raja Margin Minuman

Es teh modern dengan berbagai varian rasa telah menjadi primadona bisnis minuman. Produk ini memiliki daya tarik universal, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga yang mencari penyegar terjangkau. Dengan bahan dasar air, gula, dan teh yang ekonomis, pengusaha dapat meraup untung berlipat dari setiap gelas yang terjual. Inovasi rasa seperti teh lemon, teh tarik, atau teh susu dapat menambah nilai jual tanpa biaya produksi signifikan.

Modal awal untuk usaha es teh kekinian berkisar Rp2.500.000 hingga Rp3.500.000. Angka ini sudah mencakup booth sederhana, dispenser berkualitas, mesin cup sealer, serta persediaan bahan untuk minggu pertama operasional.

2. Gorengan Premium - Tradisional dengan Sentuhan Modern

Mengangkat gorengan tradisional ke level premium dengan presentasi menarik dan kualitas terjamin menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan. Variasi menu seperti tahu crispy isi, tempe mendoan spesial, atau singkong keju memberikan nilai tambah dibandingkan gorengan konvensional. Target pasar yang luas dari berbagai kalangan ekonomi membuat produk ini mudah diterima masyarakat. Kemasan higienis dengan label merek sendiri dapat meningkatkan nilai yang dirasakan konsumen, sehingga mereka rela membayar lebih.

Anggaran awal sekitar Rp1.500.000 sampai Rp2.500.000 diperlukan untuk memulai bisnis ini. Dana tersebut meliputi peralatan masak standar seperti kompor tekanan tinggi, wajan besar antilengket, etalase kaca, dan stok bahan mentah.

3. Takoyaki dan Okonomiyaki - Sensasi Kuliner Jepang

Street food Jepang terus mengalami pertumbuhan popularitas di Indonesia, dengan takoyaki dan okonomiyaki sebagai menu andalan. Aroma khas yang menguar saat proses memasak menjadi daya tarik alami yang efektif untuk menarik perhatian pengunjung. Produk ini memiliki posisi unik sebagai camilan premium namun tetap terjangkau bagi kalangan menengah. Proses pembuatan yang menghibur juga menambah daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Persiapan modal Rp3.000.000 hingga Rp4.500.000 diperlukan untuk pengadaan cetakan khusus, booth portabel, peralatan pendukung, serta stok awal bahan impor maupun lokal.

4. Ayam Goreng Crispy Rumahan - Comfort Food Sejuta Umat

Ayam goreng homemade dengan bumbu rahasia keluarga memiliki tempat spesial di hati konsumen Indonesia yang menggemari protein hewani. Diferensiasi melalui tingkat kepedasan, marinasi spesial, atau lapisan unik menciptakan cita rasa khas yang membedakan dari kompetitor. Bisnis ini cocok untuk segala waktu makan, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Kemampuan produk bertahan beberapa jam dalam penghangat memudahkan manajemen stok tanpa khawatir limbah.

Investasi awal Rp4.000.000 sampai Rp6.000.000 mencakup penggorengan profesional, etalase penghangat, freezer kecil, dan pasokan ayam segar untuk operasional awal.

5. Corndog dan Sosis Bakar - Snack Praktis Generasi Z

Menu western yang dimodifikasi sesuai lidah lokal ini menawarkan kepraktisan konsumsi sambil berjalan, yang disukai generasi muda. Variasi topping dari keju mozarella, saus sambal, hingga mayones pedas memberikan kustomisasi yang meningkatkan kepuasan pelanggan. Bahan beku yang tahan lama mengurangi risiko kerugian akibat bahan busuk. Visual menarik saat momen cheese pull juga berpotensi menjadi konten viral di media sosial.

Dana awal Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 mencukupi untuk membeli pemanggang gas berkualitas, peralatan pendukung, kotak freezer, dan inventaris makanan beku.

6. Jasuke (Jagung Susu Keju) - Camilan Sehat Mengenyangkan

Jagung rebus dengan topping susu kental dan parutan keju menawarkan alternatif snack bergizi dengan harga terjangkau. Proses pembuatan yang sederhana dan cepat memungkinkan waktu pelayanan singkat, yang penting untuk kenyamanan pelanggan. Citra produk sebagai makanan sehat menarik segmen sadar kesehatan yang terus berkembang. Bahan baku jagung lokal yang melimpah juga menjamin kontinuitas pasokan dengan harga stabil.

Modal ringan Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 sudah cukup untuk memulai dengan panci kukus besar, kompor portabel, kotak pendingin, dan persediaan jagung pipil.

7. Dessert Box dan Salad Buah - Premium Sweet Treats

Tren dessert dalam kemasan praktis terus meningkat seiring gaya hidup modern yang menginginkan kemewahan tanpa repot. Presentasi yang menarik untuk Instagram dengan lapisan cantik meningkatkan kesediaan konsumen untuk membayar lebih mahal untuk produk premium. Target pasar profesional muda dan keluarga modern mengapresiasi kualitas dan estetika. Variasi menu musiman menggunakan buah lokal dapat menekan biaya sekaligus mendukung produk dalam negeri.

Investasi Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 dialokasikan untuk chiller display, kemasan premium, hand mixer, dan bahan baku berkualitas.

8. Telur Gulung Legendaris - Nostalgia yang Profitable

Jajanan klasik ini mendapatkan kebangkitan dengan sentuhan modern seperti topping keju, sosis, atau bahkan wagyu, menarik pelanggan multi-generasi. Pengaturan minimal dan persyaratan keterampilan yang rendah membuat bisnis ini ideal untuk pengusaha pemula. Aroma telur yang dimasak menjadi magnet alami yang menarik pembeli impulsif. Porsi sekali saji dengan harga murah mendorong frekuensi pembelian berulang yang tinggi.

Anggaran super ekonomis Rp800.000 sampai Rp1.500.000 untuk wajan khusus, kompor, meja lipat, dan bahan dasar telur sudah cukup untuk memulai operasional.

9. Thai Bread dan Roti Bakar Premium - Aroma Pemasaran Alami

Roti panggang dengan isian melimpah menciptakan pengalaman sensorik yang memicu perilaku pembelian impulsif. Tingkat kustomisasi yang tinggi dari pilihan roti, olesan, hingga topping memberikan sentuhan pribadi yang dihargai pelanggan. Jam sibuk sore hingga malam bertepatan dengan waktu ngemil pekerja pulang kantor. Kemampuan menu berfungsi sebagai pengganti makanan menambah nilai proposisi.

Modal Rp2.500.000 hingga Rp3.500.000 untuk pemanggang datar profesional, oven pemanggang roti, konter display, dan berbagai olesan premium memberikan pengaturan lengkap.

10. Kopi Gula Aren Artisanal - Kemewahan Terjangkau Harian

Budaya kopi yang merambah semua kalangan membuka peluang untuk kopi spesial dengan harga yang terjangkau. Diferensiasi melalui bahan-bahan lokal seperti gula aren menciptakan proposisi penjualan yang unik. Pendekatan kopi gelombang ketiga dengan pour over atau Vietnamese drip menawarkan pengalaman di luar produk. Loyalitas pelanggan yang tinggi untuk bisnis kopi menghasilkan pendapatan berulang yang stabil.

Biaya pengaturan Rp3.500.000 hingga Rp5.000.000 meliputi peralatan manual brew, penggiling berkualitas, peralatan saji, dan inventaris biji kopi awal.

QnA - Pertanyaan Seputar Usaha Kuliner di Teras

T: Berapa lama waktu balik modal untuk usaha kuliner di teras?

J: Waktu pengembalian modal sangat bervariasi tergantung jenis usaha, lokasi, dan strategi pemasaran yang diterapkan. Untuk usaha dengan modal kecil seperti telur gulung atau jasuke, titik impas bisa dicapai dalam 1-2 bulan dengan asumsi penjualan konsisten. Bisnis dengan modal menengah seperti es teh atau gorengan premium umumnya memerlukan 2-4 bulan untuk balik modal, sedangkan usaha yang membutuhkan investasi lebih besar seperti fried chicken atau coffee booth biasanya mencapai ROI dalam 4-6 bulan.

T: Apakah perlu izin khusus untuk berjualan di teras minimarket?

J: Ya, diperlukan beberapa perizinan untuk legalitas usaha. Pertama, perjanjian sewa atau kerja sama dengan pemilik minimarket yang biasanya berbentuk kontrak tertulis dengan kesepakatan bagi hasil atau sewa tetap bulanan. Kedua, SIUP Mikro atau NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS untuk legalitas usaha. Ketiga, sertifikat halal dari MUI jika target pasar muslim, dan keempat, izin kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat terutama untuk usaha makanan.

T: Bagaimana strategi menghadapi kompetitor di lokasi yang sama?

J: Diferensiasi produk menjadi kunci utama dalam persaingan. Fokus pada nilai jual unik seperti resep rahasia, porsi lebih besar, atau harga yang lebih kompetitif. Membangun hubungan pelanggan melalui program loyalitas sederhana seperti beli 5 gratis 1 menciptakan pelanggan setia. Inovasi yang konsisten dengan menu baru setiap bulan menjaga minat pelanggan.

T: Apa saja biaya operasional bulanan yang harus diperhitungkan?

J: Biaya operasional meliputi sewa lokasi (Rp500.000-1.500.000 untuk teras minimarket), bahan baku (30-40% dari omzet), gas LPG (Rp100.000-300.000), listrik untuk peralatan (Rp150.000-400.000), dan kemasan (5-10% dari omzet). Selain itu, ada biaya transportasi untuk belanja bahan (Rp200.000-500.000) dan pemeliharaan peralatan (Rp100.000-200.000). Jika mempekerjakan karyawan, tambahkan gaji sekitar Rp1.500.000-2.500.000.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|