5 Cara Membuat Pupuk Cair Akar Bambu, Ramuan 2 Minggu Jadi ala KWT Kemuning

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pupuk organik cair (POC) dari akar bambu kini kembali diminati petani dan pegiat kebun rumahan. Selain murah, bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana. Cara membuat pupuk cair akar bambu dijelaskan oleh ibu Yuli, anggota sekaligus pengurus KWT Kemuning, Karangklesem, Purwokerto Selatan.

Saat ditemui Liputan6.com pada 30 Januari 2026, Yuli membagikan cara membuat pupuk cair akar bambu yang sudah ia praktikkan untuk berbagai tanaman di kebun KWT Kemuning.

Menurut Yuli, akar bambu memiliki kandungan unsur hara yang kompleks dan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

"Akar bambu itu gizinya paling kompleks. Buat tanaman itu lengkap, malah katanya melebihi merang," ujar Yuli kepada Liputan6.com pada Jumat (30/1).

Ia menyebutkan, pupuk ini bisa digunakan untuk hampir semua jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah, hingga tanaman hias.

"Bisa, buat semua ini. Semua tanaman bisa pakai," katanya.

Bahan-Bahan POC Akar Bambu

Berikut bahan utama yang digunakan:

  • Akar bambu segar secukupnya
  • Air bersih
  • Tiwul (fermentasi singkong kering)
  • Molase (tetes tebu)
  • Kernipan (bahan tambahan fermentasi, bisa diganti dedak/EM4 sesuai praktik umum)
  • Kulit pisang
  • Kulit bawang merah dan bawang putih
  • Daun-daunan hijau

Tambahan bahan seperti kulit pisang dan kulit bawang berfungsi memperkaya unsur hara sekaligus mengurangi bau selama proses fermentasi.

"Biar enggak bau, campurnya kulit pisang sama daun itu. Pokoknya kulit bawang merah, bawang putih juga," jelasnya.

Cara Membuat Pupuk Cair Akar Bambu

Berikut langkah-langkah pembuatan berdasarkan praktik Yuli yang disesuaikan dengan teknik fermentasi organik umum:

1. Siapkan Akar Bambu

Ambil akar bambu secukupnya. Pilih akar yang masih segar dan tidak busuk. Bersihkan dari tanah, lalu cincang atau cacah kecil-kecil agar proses fermentasi lebih cepat.

"Akar bambu disetor seperti cacah-cacah itu," ujar Yuli.

2. Campur dengan Air Bersih

Masukkan akar bambu yang sudah dicacah ke dalam wadah besar (ember atau drum). Tambahkan air bersih hingga seluruh bahan terendam.

"Airnya itu air bersih. Dicampur terus didiamkan," katanya.

3. Tambahkan Tiwul dan Molase

Masukkan tiwul sebagai sumber karbohidrat untuk mikroorganisme fermentasi. Tambahkan molase secukupnya sebagai makanan bakteri baik. Bahan ini membantu proses fermentasi berjalan optimal dan mempercepat pembentukan mikroba yang bermanfaat.

4. Tambahkan Bahan Organik Lain

Masukkan kulit pisang, kulit bawang merah, bawang putih, dan daun hijau yang sudah dipotong kecil-kecil. Aduk hingga tercampur rata.

5. Fermentasi Selama 2 Minggu

Tutup wadah rapat namun tetap beri sedikit celah udara. Simpan di tempat teduh. Yuli menyarankan untuk mengaduk campuran setiap pagi agar proses fermentasi merata.

"Didiamkan sampai dua minggu. Tiap pagi itu diaduk-aduk," ujarnya.

Tanda fermentasi berhasil adalah muncul gelembung atau buih di permukaan.

"Sampai puih-puih itu. Sudah dua minggu sudah jadi," katanya.

Cara Penggunaan dan Manfaat Akar Bambu untuk Tanaman

Setelah dua minggu, pupuk cair bisa disaring dan digunakan. Namun, sebelum diaplikasikan ke tanaman, pupuk harus diencerkan terlebih dahulu. Yuli menjelaskan, satu liter larutan biang bisa diencerkan kembali sebelum penyiraman.

"Ini kan pakainya per satu botol itu satu liter. Itu buat biangnya. Dicampur lagi air," jelasnya.

Umumnya, takaran aman penggunaan POC adalah 1:10 atau 1:20 (1 bagian pupuk cair dicampur 10–20 bagian air). Penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali pada bagian akar atau disemprotkan ke daun.

Akar bambu secara alami mengandung mikroorganisme baik, termasuk bakteri dan jamur yang membantu memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan penyerapan unsur hara.

Menurut Yuli, hasil penggunaan pupuk ini terlihat cukup signifikan. Ia menambahkan, bahan ini juga lebih mudah didapat di sekitar lingkungan pedesaan, meski kini bambu mulai jarang ditemukan.

"Wit bambu wis langka. Angel. (Pohon bambu sudah jarang, susah). Banyak ditebang ," katanya

Tambahan Pupuk Jamur Trichoderma untuk Akar

Selain POC cair, Yuli juga membuat pupuk berbasis jamur Trichoderma untuk melawan penyakit akar.

Caranya, beras dicuci, dikukus, lalu didinginkan. Setelah itu dimasukkan ke plastik dan diberi bibit Trichoderma, kemudian disimpan di tempat gelap selama sekitar dua minggu.

"Disimpan di tempat gelap. Dua minggu sampai keluar jamurnya. Hijau itu," jelasnya.

Jamur tersebut kemudian digunakan untuk mengendalikan penyakit akar.

"Jamur melawan jamur," ujarnya.

Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan

Alternatif jika tanpa bahan lengkap, misalnya tidak memiliki semua bahan seperti tiwul atau kernipan, proses fermentasi tetap bisa dilakukan dengan kombinasi akar bambu, air bersih, dan molase atau EM4 sebagai starter. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan wadah dan rutin mengaduk selama proses fermentasi.

Pembuatan pupuk cair akar bambu menjadi solusi hemat bagi petani skala kecil maupun kelompok wanita tani seperti KWT Kemuning. Selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, metode ini juga memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar.

Dengan waktu fermentasi sekitar dua minggu, pupuk sudah siap digunakan dan bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis tanaman.

Bagi Yuli dan anggota KWT Kemuning, praktik ini bukan sekadar membuat pupuk, tetapi juga bagian dari kemandirian pangan dan pertanian organik di lingkungan mereka.

"Buat semua tanaman bisa. Yang penting rutin," tutup Yuli.

Bagi Anda yang ingin mencoba bertani organik dari rumah, resep pupuk cair akar bambu ini bisa menjadi langkah awal yang mudah, murah, dan ramah lingkungan.

FAQ

Berapa lama proses fermentasi pupuk cair akar bambu?

Sekitar 2 minggu dengan pengadukan rutin setiap pagi hingga muncul buih.

Apakah pupuk cair akar bambu bisa untuk semua tanaman?

Ya, menurut narasumber bisa digunakan untuk sayur, buah, dan tanaman hias.

Apa fungsi molase dalam pembuatan POC?

Molase menjadi sumber makanan mikroorganisme agar fermentasi berjalan optimal.

Kenapa harus diencerkan sebelum digunakan?

Agar tidak terlalu pekat dan aman untuk akar maupun daun tanaman.

Apa tanda pupuk cair sudah jadi?

Muncul buih atau gelembung hasil fermentasi dan aroma khas fermentasi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|