Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara hemat air PDAM tidak hanya akan menghemat tagihan setiap bulannya tapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Tagihan air PDAM yang tiba-tiba melonjak seringkali menjadi kejutan yang tidak menyenangkan bagi banyak rumah tangga.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebocoran tersembunyi yang tidak disadari hingga kebiasaan penggunaan air yang kurang efisien sehari-hari. Mengingat air adalah kebutuhan pokok yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, pengelolaan konsumsinya menjadi krusial untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga.
Tanpa disadari, pemborosan air dapat menguras isi kantong dan memberikan dampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menerapkan cara hemat air PDAM yang praktis dan berdampak signifikan. Langkah-langkah penghematan ini tidak hanya membantu mengurangi beban tagihan bulanan, tetapi juga berkontribusi pada upaya konservasi sumber daya air yang semakin terbatas.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam 11 cara hemat air PDAM yang telah terbukti efektif menekan pengeluaran dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dari perbaikan infrastruktur hingga perubahan gaya hidup, setiap tips dirancang untuk mudah diterapkan di rumah Anda. Mari telusuri daftar lengkapnya dan temukan strategi terbaik untuk mengelola penggunaan air Anda mulai hari ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (10/2/2026).
1. Audit & Perbaiki Kebocoran Segera
Langkah fundamental dalam mengimplementasikan cara hemat air PDAM adalah memastikan tidak ada kebocoran pada sistem perpipaan di rumah Anda. Kebocoran, sekecil apa pun, dapat menyebabkan pemborosan air yang signifikan dan secara langsung memengaruhi jumlah tagihan bulanan. Air yang terbuang percuma akibat kebocoran tetap akan tercatat pada meteran air Anda, sehingga Anda membayar untuk air yang tidak terpakai.
Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin pada seluruh instalasi air di rumah, termasuk keran, pipa, sambungan, hingga toilet. Sebuah kebocoran kecil pada celah pipa dapat membuang sekitar 20 liter air per hari, jumlah yang cukup besar jika diakumulasikan dalam sebulan. Oleh karena itu, deteksi dini dan perbaikan segera adalah kunci untuk mencegah kerugian finansial yang lebih besar.
Jika Anda menemukan indikasi kebocoran, segera ambil tindakan. Untuk kebocoran pada pipa utama sebelum meteran, hubungi kantor PDAM terdekat karena perbaikannya menjadi tanggung jawab mereka. Namun, jika kebocoran terjadi pada instalasi setelah meteran air, seperti pipa di dalam rumah, maka perbaikan menjadi tanggung jawab pemilik rumah. Jangan menunda perbaikan untuk menghindari pemborosan air dan tagihan yang membengkak.
2. Turunkan Tekanan Air di Keran Utama
Salah satu cara hemat air PDAM yang sering terlewatkan adalah dengan mengatur tekanan air dari keran utama. Trik sederhana ini dapat membantu memperlambat putaran meteran air, yang pada akhirnya akan mengurangi debit air yang keluar dan menekan pemborosan. Dengan mengecilkan keran utama, aliran air yang masuk ke dalam rumah tidak akan terlalu deras, memungkinkan penggunaan air yang lebih terkontrol.
Perhatikan meteran air Anda saat air mengalir deras; jika perputarannya sangat cepat, ini mengindikasikan penggunaan air yang sangat boros. Mengurangi tekanan air tidak hanya menghemat air, tetapi juga dapat memperpanjang usia instalasi pipa Anda karena mengurangi beban tekanan pada sistem. Ini adalah metode yang legal dan dianjurkan untuk mengelola konsumsi air di rumah.
Meskipun terlihat sepele, perubahan kecil ini dapat memberikan dampak besar pada tagihan air bulanan Anda. Semakin pelan debit air yang Anda keluarkan, semakin kecil pula biaya yang harus Anda bayarkan kepada PDAM. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menyesuaikan tekanan air di keran utama Anda sesuai dengan kebutuhan, tanpa perlu khawatir akan kecurangan.
3. Ganti Cara Mandi, Gunakan Shower Bukan Gayung
Perubahan kebiasaan mandi merupakan cara hemat air PDAM yang sangat efektif. Mandi menggunakan shower terbukti lebih hemat air dibandingkan dengan menggunakan gayung atau mengisi bak mandi. Bak mandi standar umumnya membutuhkan antara 270 hingga 350 liter air untuk terisi penuh, sementara mandi dengan shower selama 10 menit hanya menghabiskan sekitar 95 liter air, dengan asumsi pancuran air mengeluarkan 9,5 liter per menit.
Efisiensi shower terletak pada kontrol aliran air yang lebih baik dan penyebaran air yang merata, sehingga kebutuhan air untuk membersihkan diri dapat terpenuhi dengan volume yang lebih sedikit. Selain itu, mandi dengan shower juga menawarkan kepraktisan dan kecepatan, menjadikannya pilihan yang lebih efisien dari segi waktu dan sumber daya.
Meskipun demikian, penting untuk memilih shower yang hemat air dan tidak berlama-lama saat mandi. Batasi waktu mandi Anda dan pastikan untuk mematikan aliran air saat mengaplikasikan sabun atau sampo. Dengan demikian, Anda dapat menikmati kesegaran mandi tanpa khawatir akan pemborosan air yang tidak perlu.
4. Matikan Keran Saat Tidak Langsung Digunakan
Kebiasaan sederhana ini adalah salah satu cara hemat air PDAM paling mudah diterapkan dan memiliki dampak signifikan. Banyak dari kita sering membiarkan keran mengalir saat menyikat gigi, mencuci tangan, atau menyabuni piring. Padahal, setiap menit keran mengalir tanpa digunakan, air terbuang sia-sia dalam jumlah yang tidak sedikit.
Dengan mematikan keran saat tidak langsung digunakan, setiap individu di rumah dapat mengurangi pemakaian air hingga 4 liter per menit. Bayangkan berapa banyak air yang dapat dihemat jika kebiasaan ini diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga setiap hari. Ini adalah langkah kecil yang memberikan kontribusi besar terhadap penghematan air dan tagihan bulanan.
Mulai sekarang, biasakan diri untuk menutup keran saat Anda menggosok gigi, menyabuni tangan, atau saat mencuci piring. Pastikan air hanya mengalir saat benar-benar dibutuhkan untuk membilas. Perubahan kebiasaan ini tidak hanya menghemat air, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi sumber daya alam.
5. Maksimalkan Mesin Cuci & Cuci Piring
Penggunaan mesin cuci dan mesin pencuci piring yang bijak juga merupakan cara hemat air PDAM yang patut diperhatikan. Untuk mesin cuci, hindari mencuci pakaian sedikit demi sedikit. Kumpulkan pakaian kotor hingga kapasitas mesin cuci terisi penuh sebelum memulai siklus pencucian. Hal ini memastikan bahwa setiap siklus pencucian menggunakan air dan energi secara paling efisien, menghindari pemborosan untuk beban cucian yang kecil.
Sama halnya dengan mesin pencuci piring, usahakan untuk mengisi penuh mesin sebelum mengoperasikannya. Banyak mesin modern memiliki sensor yang dapat menyesuaikan penggunaan air dengan jumlah cucian, namun mengisi penuh tetap menjadi praktik terbaik untuk efisiensi maksimal. Jika mencuci piring secara manual, jangan biarkan keran mengalir terus-menerus. Gunakan baskom untuk menampung air sabun dan bilaslah piring secara efisien.
Selain memaksimalkan kapasitas, pertimbangkan juga untuk menggunakan mode hemat air atau mode "eco" yang sering tersedia pada mesin cuci dan mesin pencuci piring modern. Mode ini dirancang khusus untuk mengurangi konsumsi air dan listrik tanpa mengorbankan kebersihan. Dengan perencanaan yang baik, Anda dapat menjaga kebersihan rumah tangga sekaligus menghemat penggunaan air PDAM.
6. Tolak Pemborosan di Toilet
Toilet adalah salah satu penyumbang terbesar dalam konsumsi air rumah tangga, dan seringkali terjadi pemborosan yang tidak disadari. Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari adalah menjadikan kloset sebagai tempat sampah. Membuang benda-benda seperti kertas, tisu, atau bekas pembalut ke dalam kloset memaksa Anda untuk menyiram berkali-kali dengan volume air yang besar untuk mendorong sampah tersebut masuk ke saluran pembuangan, yang merupakan pemborosan air yang tidak perlu.
Untuk menghemat air PDAM di area toilet, gunakan siraman secukupnya. Jika kloset Anda memiliki fitur dual flush, manfaatkan fitur ini dengan memilih tombol siraman kecil untuk buang air kecil dan tombol siraman besar hanya saat diperlukan. Fitur ini dirancang khusus untuk mengurangi volume air yang digunakan per siraman, sehingga sangat efektif dalam menekan tagihan air.
Pertimbangkan juga untuk memeriksa kebocoran pada tangki kloset secara berkala. Kebocoran kecil pada katup tangki dapat menyebabkan air terus-menerus mengalir ke mangkuk kloset tanpa disadari, yang akan tercatat pada meteran air Anda. Dengan menjaga kebersihan kloset dan mengelola penggunaannya secara bijak, Anda dapat mengurangi pemborosan air secara signifikan.
7. Daur Ulang Air dengan Cerdas (Reuse)
Konsep daur ulang air atau reuse adalah cara hemat air PDAM yang cerdas dan ramah lingkungan. Ini berarti memanfaatkan kembali air bekas dari satu keperluan untuk kebutuhan lain yang tidak memerlukan air bersih. Contoh paling umum adalah menggunakan air bekas cucian sayuran atau buah untuk menyiram tanaman di halaman rumah. Air ini masih cukup bersih dan mengandung nutrisi yang baik untuk tumbuhan.
Selain itu, air bilasan terakhir dari mesin cuci juga dapat ditampung dan digunakan kembali. Air ini, yang biasanya hanya sedikit mengandung deterjen, bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lantai teras, menyiram toilet, atau mencuci kendaraan. Dengan demikian, Anda mengurangi penggunaan air PDAM untuk aktivitas-aktivitas yang tidak memerlukan air kualitas konsumsi.
Menerapkan daur ulang air memerlukan sedikit perencanaan dan wadah penampungan, namun manfaatnya sangat besar dalam mengurangi konsumsi air bersih dan tagihan bulanan. Ini adalah praktik berkelanjutan yang tidak hanya menghemat uang tetapi juga mendukung konservasi sumber daya air di lingkungan sekitar Anda.
8. Cuci Kendaraan dengan Ember, Bukan Selang
Mencuci kendaraan seperti mobil atau motor seringkali menjadi aktivitas yang memboroskan air jika tidak dilakukan dengan cara yang salah. Penggunaan selang yang dibiarkan mengalir terus-menerus saat mencuci kendaraan adalah salah satu pemicu pemborosan air terbesar. Aliran air yang konstan dari selang dapat menghabiskan puluhan hingga ratusan liter air dalam waktu singkat tanpa disadari.
Sebagai cara hemat air PDAM yang lebih efektif, beralihlah menggunakan ember dan lap. Isi ember dengan air secukupnya, gunakan lap atau spons untuk membersihkan kendaraan, dan bilas dengan air bersih dari ember yang lain. Metode ini memungkinkan Anda untuk mengontrol jumlah air yang digunakan secara lebih presisi, sehingga meminimalkan pemborosan.
Dengan mencuci kendaraan menggunakan ember, Anda tidak hanya menghemat air tetapi juga dapat membersihkan kendaraan dengan lebih teliti. Praktik ini adalah contoh nyata bagaimana perubahan kebiasaan kecil dapat membawa dampak besar pada penghematan air dan tagihan bulanan Anda. Jangan biarkan air bersih terbuang percuma hanya untuk mencuci kendaraan.
9. Pasang Pelampung Otomatis di Toren
Manajemen toren atau tangki air yang baik adalah kunci penting dalam cara hemat air PDAM, terutama untuk mencegah pemborosan akibat luapan air. Seringkali, saat pengisian toren, air meluber keluar karena tidak ada pengawasan yang memadai, menyebabkan air bersih terbuang percuma.
Solusi efektif untuk masalah ini adalah dengan memasang pelampung otomatis pada toren Anda. Pelampung otomatis akan secara otomatis menghentikan aliran air ke dalam toren saat level air mencapai batas yang ditentukan, sehingga mencegah air meluber dan terbuang sia-sia. Ini adalah investasi kecil yang dapat memberikan penghematan besar dalam jangka panjang.
Selain itu, penempatan toren di posisi yang lebih tinggi, seperti di atap rumah, juga dapat menekan biaya tagihan listrik. Dengan mengandalkan gravitasi untuk distribusi air ke seluruh rumah, Anda dapat mengurangi frekuensi penggunaan pompa air, yang pada gilirannya menghemat konsumsi listrik. Optimalkan sistem penyimpanan air Anda untuk efisiensi ganda.
10. Siram Tanaman pada Waktu yang Tepat
Menyiram tanaman adalah aktivitas rutin yang juga dapat menjadi sumber pemborosan air jika tidak dilakukan dengan benar. Salah satu cara hemat air PDAM yang efektif adalah dengan memperhatikan waktu penyiraman. Lakukan penyiraman tanaman di pagi atau sore hari, bukan di tengah hari saat matahari sedang terik.
Pada siang hari, panas matahari yang intens menyebabkan air yang disiramkan ke tanaman akan lebih cepat menguap sebelum sempat diserap oleh akar. Ini berarti Anda membutuhkan lebih banyak air untuk mencapai tingkat hidrasi yang sama bagi tanaman, yang pada akhirnya akan memboroskan air PDAM. Sebaliknya, pada pagi atau sore hari, suhu udara lebih dingin dan penguapan air minimal, sehingga air dapat diserap lebih optimal oleh tanaman.
Selain waktu, perhatikan juga metode penyiraman. Siram langsung ke akar tanaman untuk meminimalkan penguapan dan memastikan air sampai ke tempat yang dibutuhkan. Pertimbangkan juga penggunaan sistem irigasi tetes untuk tanaman di kebun Anda, yang jauh lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan penyiraman manual dengan selang.
11. Tampung dan Manfaatkan Air Hujan
Memanfaatkan air hujan adalah cara hemat air PDAM yang sangat cerdas, terutama saat musim hujan tiba. Dengan menampung air hujan menggunakan ember, tong, atau wadah lainnya, Anda dapat memperoleh sumber air gratis untuk berbagai keperluan non-konsumsi. Air hujan ini dapat menjadi alternatif yang sangat baik untuk mengurangi ketergantungan pada air PDAM.
Air hujan yang ditampung bisa digunakan untuk menyiram tanaman di kebun, membersihkan halaman rumah, mencuci kendaraan, atau bahkan untuk mengisi ulang kolam ikan. Ini adalah metode yang efektif untuk menghemat jumlah air PDAM yang digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut, sehingga secara langsung menekan tagihan bulanan Anda.
Selain manfaat finansial, menampung air hujan juga merupakan praktik yang ramah lingkungan. Ini membantu mengurangi beban pada sistem drainase kota dan mendukung siklus air alami. Dengan sedikit persiapan dan wadah penampungan, Anda dapat mengubah air hujan menjadi aset berharga untuk penghematan air di rumah Anda.
FAQ
Q: Apa cara hemat air PDAM yang paling berdampak besar?
A: Memperbaiki semua kebocoran dan beralih dari mandi gayung ke shower adalah dua cara hemat air PDAM yang paling berdampak besar. Kebocoran air yang mengalir, baik yang digunakan dengan sepengetahuan maupun tidak, akan tetap dihitung pada meteran air.
Q: Apakah boleh mengecilkan tekanan air di meteran/keran utama? Apakah itu curang?
A: Boleh dan tidak curang. Anda berhak mengatur tekanan air yang masuk ke rumah sesuai kebutuhan. Tekanan yang terlalu deras justru mempercepat pemakaian dan berisiko merusak instalasi. Ini adalah cara hemat air PDAM yang legal dan dianjurkan.
Q: Kalau ada keran PDAM sebelum meteran yang bocor, siapa yang bertanggung jawab?
A: Jika titik bocor berada pada pipa sebelum meteran air, maka perbaikannya menjadi tanggung jawab penuh PDAM dan pelanggan tidak akan dikenakan biaya. Namun, apabila instalasi pipa bocor setelah water meter atau jaringan pipa di rumah rusak, maka masalah tersebut menjadi tanggung jawab pelanggan.
Q: Benarkah mandi shower lebih hemat dari mandi gayung?
A: Sangat benar. Mandi gayung cenderung menggunakan lebih banyak air karena kontrol yang kurang presisi dan banyak air tumpah. Shower, terutama yang hemat air, mengalirkan air dengan efisiensi lebih tinggi.
Q: Air bekas apa saja yang bisa didaur ulang untuk menghemat?
A: Air bilasan terakhir mesin cuci, air bekas cucian sayur/buah, dan air AC bisa digunakan untuk menyiram tanaman, mencuci lantai teras, atau menyiram kloset.

11 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498979/original/059605800_1770734286-walsh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495422/original/073242600_1770369479-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498914/original/028104800_1770727977-Mihailo_Perovic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4767650/original/079589500_1709992233-20240309IQ_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta_02.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497399/original/013667300_1770627230-Pertimbangkan_Pompa_Dorong_jika_Ketinggian_Tidak_Mungkin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498690/original/099855300_1770714744-interior_ruangan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489814/original/017529000_1769933678-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498724/original/060007400_1770715312-pohon_jeruk_imlek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496666/original/011294000_1770565561-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3322568/original/053082800_1607839178-fly-5694227_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498681/original/013358500_1770714366-jeruk_di_halaman_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4970194/original/009634900_1729043589-IMG-20241016-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936592/original/061339600_1645054091-brady-rogers-ZGRB8TMT6zQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498899/original/035021600_1770726809-Kamara.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5498896/original/098561900_1770725927-Persija_vs_Arema.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498646/original/088746700_1770713533-pipa_vertikulur7a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315861/original/016856500_1755174118-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__55_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498550/original/028025600_1770710691-kreasi_tutup_botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)