Liputan6.com, Jakarta - Usaha depan rumah pinggir jalan desa yang tetap laku meski area sepi ternyata masih sangat banyak diminati masyarakat. Meski tidak berada di pusat keramaian, peluang mendapatkan penghasilan tetap terbuka lebar jika jenis usaha yang dipilih sesuai kebutuhan warga sekitar. Bahkan, banyak bisnis sederhana di desa yang mampu bertahan lama karena minim persaingan dan biaya operasional lebih rendah.
Perubahan kondisi ekonomi setelah pandemi juga membuat banyak orang mulai mencari usaha rumahan yang bisa dijalankan dari halaman rumah sendiri. Tidak sedikit yang akhirnya sukses membuka usaha kecil-kecilan di pinggir jalan desa walaupun lokasi terlihat sepi pengunjung.
Kuncinya bukan hanya ramai atau tidaknya lokasi, tetapi bagaimana usaha tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekitar. Dengan strategi sederhana dan kreativitas, usaha di desa tetap bisa berkembang dan menghasilkan keuntungan stabil setiap hari. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).
1. Warung Lesehan Sederhana
Salah satu usaha yang paling cocok dijalankan di depan rumah pinggir jalan desa adalah warung lesehan sederhana. Meski area terlihat sepi, warung makan tetap dicari karena menjadi tempat singgah pengendara atau warga sekitar saat malam hari.
Menu sederhana seperti pecel lele, ayam penyet, nasi goreng, gorengan, sate usus, hingga kopi hangat biasanya sangat diminati. Modalnya pun tidak terlalu besar karena cukup menggunakan tenda kecil, tikar, dan beberapa meja sederhana.
Keunggulan usaha ini adalah fleksibel. Anda bisa membuka warung mulai sore hingga malam hari ketika suasana desa mulai ramai oleh warga yang pulang bekerja. Jika lokasi memiliki pemandangan sawah atau udara sejuk, justru menjadi daya tarik tambahan bagi pelanggan.
2. Jualan Bensin Eceran atau Pertamini
Usaha bensin eceran termasuk jenis usaha depan rumah pinggir jalan desa yang tetap laku meski area sepi. Di banyak desa, jarak menuju SPBU cukup jauh sehingga warga lebih memilih membeli bensin di pinggir jalan.
Anda bisa memulai dari bensin botolan sederhana hingga menggunakan mesin pertamini mini agar terlihat lebih profesional. Usaha ini sangat cocok dijalankan di jalur yang sering dilalui motor, kendaraan tani, atau mobil pengangkut hasil kebun.
Walaupun keuntungan per liter tidak terlalu besar, penjualannya cenderung stabil setiap hari. Bahkan, usaha ini bisa dijalankan sambil melakukan aktivitas lain di rumah.
3. Jualan Sayur dan Bumbu Dapur
Berjualan sayur di depan rumah juga menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan di desa. Banyak ibu rumah tangga lebih suka membeli sayur dekat rumah dibanding harus pergi jauh ke pasar.
Anda bisa menjual sayur segar, cabai, bawang, tomat, hingga bumbu dapur lengkap. Waktu terbaik untuk berjualan adalah pagi hari karena masyarakat biasanya mencari bahan masakan sejak subuh hingga pagi.
Modal usaha ini relatif kecil karena Anda bisa mengambil barang dari pasar grosir lalu menjual kembali secara eceran. Jika sayuran selalu segar dan lengkap, pelanggan akan datang sendiri meskipun lokasi usaha berada di area yang tidak terlalu ramai.
4. Usaha Gorengan Hangat
Gorengan menjadi makanan favorit hampir semua kalangan. Tidak heran jika usaha gorengan tetap ramai meskipun dijalankan di pinggir jalan desa yang sepi.
Tempe mendoan, bakwan, tahu isi, pisang goreng, dan singkong goreng selalu memiliki pembeli setiap hari. Aroma gorengan hangat yang baru matang biasanya mudah menarik perhatian orang yang lewat.
Agar lebih menarik, gunakan gerobak sederhana dan goreng langsung di tempat supaya pembeli mendapatkan gorengan dalam kondisi hangat. Harga murah dan rasa enak menjadi kunci utama usaha ini bertahan lama.
5. Budidaya Ayam Kampung atau Ayam Petelur
Selain usaha jualan makanan, beternak ayam juga sangat cocok dilakukan di desa. Lokasi yang sepi justru lebih mendukung karena suasananya tenang dan jauh dari keramaian.
Ayam kampung memiliki harga jual cukup tinggi dan banyak dicari rumah makan maupun pasar tradisional. Sementara ayam petelur memberikan pemasukan harian dari hasil telur yang dipanen setiap hari.
Anda bisa memanfaatkan halaman belakang rumah untuk membuat kandang sederhana. Selain dijual langsung, hasil ternak juga dapat dipasarkan secara online atau ditawarkan ke warung makan sekitar desa.
6. Budidaya Lele Kolam Terpal
Budidaya ikan lele menjadi usaha rumahan yang semakin populer beberapa tahun terakhir. Modalnya tidak terlalu besar karena cukup menggunakan kolam terpal dan bibit ikan.
Permintaan ikan lele di Indonesia sangat tinggi, terutama untuk warung pecel lele dan pasar tradisional. Bahkan, usaha depan rumah pinggir jalan desa yang tetap laku meski area sepi seperti budidaya lele tetap memiliki pasar luas karena hasil panen bisa dijual ke luar desa.
Keuntungan lainnya adalah lele termasuk ikan yang cepat panen dan mudah dirawat. Namun, Anda tetap perlu menjaga kebersihan kolam agar tidak menimbulkan bau menyengat.
7. Budidaya Jamur Tiram
Jika rumah berada di daerah sejuk atau lembap, budidaya jamur tiram bisa menjadi pilihan usaha yang menjanjikan. Jamur tiram memiliki banyak peminat karena sering digunakan sebagai bahan masakan sehat.
Untuk memulai usaha ini, Anda hanya perlu menyiapkan kumbung atau ruangan khusus dari kayu untuk menjaga kelembapan jamur. Setelah panen, hasilnya bisa dijual ke pasar, warung makan, hingga restoran vegetarian.
Selain itu, jamur tiram juga dapat diolah menjadi keripik sehingga nilai jualnya lebih tinggi.
8. Produksi Keripik dan Camilan Rumahan
Banyak desa memiliki bahan baku murah yang bisa diolah menjadi camilan seperti keripik singkong, keripik pisang, sale pisang, atau kerupuk tradisional.
Usaha ini cocok dijalankan di rumah karena proses produksinya tidak membutuhkan tempat besar. Bahkan, camilan khas desa sering dicari sebagai oleh-oleh.
Agar lebih menarik, gunakan kemasan yang rapi dan modern. Penjualan tidak hanya mengandalkan pembeli sekitar, tetapi juga bisa dipasarkan melalui media sosial dan marketplace.
9. Kerajinan Tangan Khas Desa
Kerajinan tangan seperti anyaman bambu, ukiran kayu, tas rajut, atau dekorasi rumah memiliki nilai jual tinggi jika dipasarkan dengan baik.
Walaupun dibuat di desa yang sepi, produk kerajinan tetap bisa menjangkau pasar luar daerah melalui internet. Bahkan, produk handmade khas desa sering diminati karena terlihat unik dan tradisional.
Usaha ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki keterampilan membuat kerajinan sendiri di rumah.
10. Warung Sembako Mini
Warung sembako termasuk usaha yang tidak pernah sepi pembeli karena menyediakan kebutuhan harian masyarakat. Anda bisa memulai dari skala kecil dengan menjual beras, telur, minyak goreng, gula, kopi, hingga mie instan.
Di desa yang jauh dari minimarket modern, warung sembako justru menjadi tempat utama warga berbelanja. Meski lokasinya sepi, pelanggan tetap datang karena kebutuhan pokok selalu dicari setiap hari.
Keuntungan usaha ini memang bertahap, tetapi perputaran uangnya cenderung stabil dan minim risiko.
11. Usaha Pakan Ternak dan Kebutuhan Pertanian
Jika lingkungan sekitar banyak petani atau peternak, usaha menjual pakan ternak dan kebutuhan pertanian bisa menjadi peluang bagus.
Anda dapat menyediakan pupuk, bibit sayuran, obat hama, hingga pakan ayam atau ikan. Karena kebutuhan pertanian terus ada sepanjang musim, usaha ini memiliki pasar yang jelas.
Selain itu, usaha seperti ini biasanya jarang memiliki banyak pesaing di desa sehingga peluang bertahan lebih besar.
12. Jasa Penitipan Anak
Jasa penitipan anak mulai banyak dibutuhkan, bahkan di desa. Banyak orang tua bekerja atau membantu di sawah sehingga membutuhkan tempat aman untuk menitipkan anak.
Jika Anda memiliki pengalaman mengurus anak-anak, usaha ini bisa dijalankan dari rumah sendiri. Modalnya tidak terlalu besar, tetapi membutuhkan kesabaran dan lingkungan yang nyaman.
Karena masih jarang ditemukan di desa, peluang menjadi pionir usaha ini cukup besar.
FAQ Seputar Usaha di Desa
1. Apakah usaha di desa bisa menghasilkan keuntungan besar?
Bisa. Jika dikelola dengan baik dan memiliki pasar jelas, usaha di desa dapat memberikan keuntungan stabil bahkan berkembang lebih besar melalui pemasaran online.
2. Usaha apa yang paling cocok di pinggir jalan desa?
Warung makan sederhana, bensin eceran, warung sembako, dan gorengan termasuk usaha yang paling cocok karena dibutuhkan setiap hari.
3. Apakah usaha di daerah sepi tetap bisa ramai pembeli?
Bisa. Selama usaha menyediakan kebutuhan penting masyarakat atau memiliki produk unik, pelanggan tetap akan datang meski lokasi tidak ramai.
4. Bagaimana cara memasarkan usaha desa agar lebih luas?
Manfaatkan media sosial, marketplace, dan grup WhatsApp warga untuk memperkenalkan produk agar jangkauan pembeli semakin luas.
5. Apa keuntungan membuka usaha di desa dibanding kota?
Biaya operasional lebih rendah, persaingan lebih sedikit, dan lingkungan lebih mendukung untuk usaha rumahan atau budidaya.

1 hour ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5926789/original/043708300_1778824596-Pohon_Cabai_Pelangi_dengan_Bunga_Eksotis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541353/original/013122500_1774859948-unnamed_-_2026-03-30T153447.084.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5926328/original/004804200_1778824119-lahan_sempin_rumah_desa_1b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5922482/original/088654000_1778820454-Gemini_Generated_Image_8kucm98kucm98kuc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5763977/original/018403900_1778667023-Toko_Sembako_Pinggir_Sawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5921910/original/080483700_1778819897-hemat_listrik_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753730/original/050896800_1778655197-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5919627/original/063834100_1778817753-pare_dan_timun_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5918458/original/021103300_1778816733-HL_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233925/original/027218500_1748328694-people-working-together-animation-studio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917780/original/025378200_1778816123-Gemini_Generated_Image_crvj54crvj54crvj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917028/original/034191300_1778815389-Model_Rumah_Lansia_dengan_Dapur_Duduk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5488854/original/048604600_1769766680-20260130IQ_Persita_vs_Persija-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917658/original/097641300_1778815915-panduan_membuat_kandang_ayam_kampung_anti_becek_saat_musim_hujan__Hot_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5914780/original/064145900_1778813337-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5915968/original/045605900_1778814440-3616ddba-41dc-4213-81ac-a08c81ef0963.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5915289/original/094303800_1778813792-contoh_halaman_rumah_kecil_yang_bisa_jadi_kebun_mini_produktif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388839/original/018565800_1681100984-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468650/original/068707600_1767965517-PSM_Makassar_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5912616/original/090476900_1778811220-ChatGPT_Image_May_15__2026__09_12_34_AM.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5414733/original/056595300_1763347294-Ivar_Jenner_Timnas_U-22-5.jpg)