7 Panduan Membuat Kandang Ayam Kampung Anti Becek Saat Musim Hujan, Ternak Sehat dan Tetap Produktif

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kandang ayam kampun anti becek bisa jadi solusi dari masalah utama yang sering dihadapi oleh peternak ketika memasuki musim penghujan. Kondisi kandang yang menjadi becek, lembap, dan kotor, dapat mengganggu kesehatan ternak. Kelembapan yang tinggi di dalam kandang merupakan media yang sangat disukai oleh bakteri dan virus untuk berkembang biak, sehingga risiko serangan penyakit meningkat tajam.

Kondisi lingkungan yang buruk ini berdampak langsung pada kesejahteraan ternak, ayam akan mudah stres, nafsu makan menurun, hingga produktivitas telur atau daging yang merosot. Jika tidak segera ditangani dengan manajemen yang tepat, angka kematian (mortalitas) pada populasi ayam bisa meningkat drastis yang tentu merugikan peternak secara finansial.

Sebagai solusi, diperlukan desain konstruksi dan perawatan harian yang spesifik. Berikut ini adalah panduan membuat kandang ayam kampung anti becek saat musim hujan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber dan pengalaman praktisi peternakan sukses, Jumat (15/5/2026).

1. Pilih Lokasi & Pondasi yang Lebih Tinggi

Langkah awal dalam membangun kandang yang tahan banjir dan bebas becek adalah menentukan elevasi atau ketinggian lahan. Pastikan posisi kandang berada di area yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya untuk menghindari air masuk ke dalam area hunian ayam.

Sangat disarankan untuk membangun pondasi atau lantai kandang dengan ketinggian minimal 20–30 cm dari permukaan tanah. Hal ini bertujuan agar saat hujan lebat turun, rembesan air tanah tidak naik ke permukaan lantai kandang yang dapat membasahi alas (litter). Lokasi yang strategis juga menjadi kunci utama efisiensi perawatan di bulan-bulan basah.

2. Buat Drainase yang Lancar di Sekeliling Kandang

Sistem drainase yang buruk adalah penyebab utama kandang menjadi becek dan berbau menyengat. Anda wajib membuat selokan atau parit kecil di sekeliling bangunan kandang dengan kemiringan yang cukup agar air hujan langsung mengalir keluar menuju pembuangan utama.

Parit ini memiliki fungsi ganda, yakni selain mengalirkan air hujan agar tidak meresap ke dalam kandang, ia juga berguna untuk menampung limbah cair atau feses yang terbawa air saat proses pembersihan. Dengan drainase yang lancar, kelembapan tanah di sekitar kandang akan tetap terjaga pada level yang aman.

Pastikan parit tidak tersumbat oleh sampah plastik atau tumpukan sekam lama. Drainase yang bersih akan mengurangi populasi lalat dan serangga yang sering menjadi vektor penyakit pada musim hujan.

3. Pastikan Atap Kuat, Lebar, dan Tidak Bocor

Atap adalah pertahanan utama terhadap air hujan. Gunakan material berkualitas seperti genteng, rumbia, atau seng yang terpasang rapat. Sangat penting untuk melakukan audit atau perbaikan atap yang bocor jauh sebelum musim hujan tiba.

Lebarkan bagian atap atau buat teritisan (overstek) yang cukup panjang agar tampias air hujan tidak masuk ke dalam kandang saat ditiup angin kencang. Atap yang bocor, sekecil apa pun, akan mengakibatkan sekam basah dan kotoran menjadi lembap, yang memicu timbulnya gas amonia yang beracun bagi ayam.

Pengalaman dari para praktisi menunjukkan bahwa kelembapan akibat bocornya atap seringkali menjadi pemicu awal penyakit pernapasan pada ayam. Oleh karena itu, pastikan atap berfungsi 100% untuk menjaga kondisi interior tetap kering.

4. Manajemen Litter (Alas Kandang) yang Tepat

Penggunaan litter atau alas kandang yang tepat sangat menentukan tingkat kekeringan lantai. Gunakan campuran sekam padi, serbuk gergaji, atau daun kering dengan ketebalan antara 10–15 cm. Alas ini berfungsi menyerap kotoran dan menjaga suhu kaki ayam tetap hangat.

Kuncinya adalah melakukan penaburan sekam baru setiap hari selama musim hujan untuk menutupi kotoran yang masih basah. Jika litter sudah terasa terlalu lembap atau menggumpal, segera angkat bagian yang basah tersebut dan ganti dengan yang baru.

Alas kandang yang basah sebaiknya dikeringkan di ruangan terlindung yang terkena angin, lalu disemprot desinfektan sebelum bisa digunakan kembali. Jangan biarkan ayam menginjak alas yang becek karena dapat menyebabkan luka pada kaki (bumblefoot).

5. Gunakan Kapur Dolomit untuk Menetralkan Kelembapan

Salah satu bahan yang wajib tersedia saat musim hujan adalah kapur dolomit. Menaburkan kapur dolomit secara berkala di atas alas kandang memiliki manfaat yang sangat besar untuk menjaga stabilitas lingkungan mikro kandang.

Kapur dolomit berfungsi menetralkan pH lingkungan, menyerap kelembapan berlebih pada kotoran, dan secara efektif mengurangi bau amonia yang menyengat. Bahan ini sangat murah dan mudah didapatkan di toko-toko pertanian.

Dengan menaburkan dolomit, risiko berkembangnya jamur dan parasit di atas litter dapat ditekan seminimal mungkin. Ini adalah langkah pencegahan murah namun berdampak besar pada kesehatan pernapasan ayam kampung Anda.

6. Atur Ventilasi & Tirai Kandang dengan Sigap

Pengaturan tirai (dari karung goni atau terpal) harus dilakukan dengan sigap mengikuti perubahan cuaca. Saat hujan deras disertai angin, tirai harus diturunkan sepenuhnya agar air tidak masuk ke dalam area kandang. Namun, Anda tidak boleh menutup kandang secara total tanpa ventilasi. Tetap sediakan celah udara di bagian dinding atas selebar kurang lebih 20 cm agar sirkulasi oksigen tetap lancar dan suhu tidak terlalu pengap.

7. Perlakuan Khusus pada Air Minum & Pakan

Selama musim hujan, kualitas air tanah sering menurun dan pakan mudah berjamur. Berikut panduan perlakuannya:

  • Air Minum: Lakukan filtrasi untuk menyaring lumpur. Tambahkan tawas sekitar 2,5 gram per 20 liter air untuk menjernihkan. Berikan antiseptik atau kaporit dengan sistem 3-2-3 (3 hari diberi, 2 hari air biasa, 3 hari diberi lagi) untuk membunuh bakteri merugikan.
  • Pakan: Pastikan kadar air pakan tidak lebih dari 14% agar tidak mudah berjamur. Gunakan sistem FIFO (First In First Out) agar pakan yang lebih dulu datang segera digunakan, dan simpan karung pakan di atas palet kayu agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin.

Tips Tambahan dari Peternak Berpengalaman

Berikut adalah rangkuman strategi tambahan untuk memastikan keberhasilan ternak Anda di musim basah:

  1. Standby 24 Jam: Jangan meninggalkan manajemen kandang terlalu lama; cuaca bisa berubah dalam hitungan menit dari panas ke hujan lebat.
  2. Pisahkan Area Makan: Letakkan wadah air minum di area yang tidak mudah membasahi seluruh litter agar area tidur tetap kering.
  3. Kebersihan Rutin: Lakukan pengerukan kotoran secara berkala (misal setiap 3 hari sekali) di titik-titik yang paling kotor.
  4. Pemanas Kombinasi: Untuk DOC (anak ayam), gunakan kombinasi pemanas LPG dan arang kayu guna memastikan suhu hangat merata di seluruh ruangan.
  5. Vaksin & Vitamin: Perkuat daya tahan tubuh ayam dengan imunostimulan dan pastikan jadwal vaksinasi dijalankan dengan disiplin.

Pertanyaan Seputar Kandang Ayam Kampung

Q: Apa saja panduan membuat kandang ayam kampung anti becek saat musim hujan?

A: Secara garis besar, panduan ini meliputi pemilihan lokasi pondasi yang tinggi (20-30 cm), pembuatan parit drainase, penggunaan atap yang lebar agar tidak tampias, manajemen alas kandang dengan sekam baru setiap hari, penggunaan kapur dolomit, pengaturan tirai ventilasi, serta menjaga kualitas air minum dan pakan.

Q: Seberapa sering harus menabur sekam baru saat musim hujan?

A: Berdasarkan pengalaman praktisi, penaburan sekam baru sebaiknya dilakukan setiap hari di musim hujan. Hal ini berbeda dengan musim kemarau di mana penaburan sekam hanya dilakukan pada area-area tertentu yang basah saja.

Q: Apa yang harus dilakukan jika sekam sudah terlanjur basah?

A: Sekam yang sudah basah kuyup harus segera dikeluarkan dari kandang. Anda bisa mengeringkannya di tempat yang teduh namun berangin. Setelah kering, semprotkan desinfektan sebelum dicampur kembali dengan sekam baru untuk digunakan lagi.

Q: Apakah kandang open house tetap aman digunakan saat musim hujan?

A: Sangat aman, asalkan manajemen tirainya benar. Banyak peternak sukses mengelola hingga belasan ribu ayam dengan sistem open house di musim hujan dengan memastikan teritisan atap cukup panjang untuk menghalau tampias air.

Q: Berapa suhu ideal untuk DOC (anak ayam) saat musim hujan?

A: DOC sangat rentan terhadap dingin. Suhu ideal harus dijaga tetap hangat dan stabil (sekitar 32-35°C di minggu pertama). Gunakan pemanas tambahan secara nonstop karena suhu udara saat hujan bisa turun drastis secara tiba-tiba.

Q: Apakah perlu memberikan obat cacing secara rutin?

A: Ya, sangat disarankan, terutama untuk ayam yang memiliki masa hidup panjang seperti ayam petelur atau indukan, karena kelembapan tinggi meningkatkan risiko infestasi parasit cacing.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|