12 Usaha Ternak Paling Cepat Besar, Panen Singkat dan Untung Menjanjikan

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak paling cepat besar menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin memperoleh keuntungan dalam waktu relatif singkat. Perputaran modal yang lebih cepat membuat peluang pengembangan bisnis semakin terbuka.

Dengan pengelolaan yang baik, usaha ternak paling cepat besar mampu memberikan hasil optimal tanpa membutuhkan lahan luas. Pemilihan bibit unggul dan pakan berkualitas menjadi faktor penting keberhasilan.

Permintaan pasar yang stabil menjadikan usaha ternak paling cepat besar semakin diminati oleh pemula maupun pelaku usaha berpengalaman. Perawatan konsisten akan membantu ternak tumbuh sehat dan bernilai jual tinggi.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang usaha ternak paling cepat besar, Kamis (19/2/2026).

1. Ternak Ayam Broiler

Ayam broiler merupakan salah satu usaha ternak dengan siklus produksi tercepat, yaitu sekitar 30–40 hari sudah bisa dipanen dengan bobot ideal 1,5–2 kg per ekor. Kecepatan pertumbuhan ini didukung oleh pakan berkualitas tinggi dan sistem pemeliharaan intensif.

Kunci keberhasilan usaha ini terletak pada manajemen kandang, sirkulasi udara, kebersihan, serta pengaturan suhu terutama pada minggu-minggu awal. Permintaan pasar terhadap daging ayam sangat stabil karena menjadi konsumsi harian masyarakat, sehingga potensi perputaran modal relatif cepat dan berkelanjutan.

2. Ternak Bebek Pedaging

Bebek pedaging memiliki masa panen sekitar 40–45 hari dengan bobot yang cukup untuk dipasarkan. Bebek cenderung lebih tahan terhadap penyakit dibanding ayam, sehingga risiko kematian bisa lebih rendah jika dirawat dengan baik.

Pakan dapat dikombinasikan antara pakan pabrikan dan bahan alternatif seperti dedak atau limbah pertanian untuk menekan biaya produksi.

Permintaan dari usaha kuliner seperti warung bebek goreng atau restoran khas daerah membuat prospek usaha ini cukup menjanjikan.

3. Ternak Lele

Lele menjadi primadona budidaya ikan air tawar karena masa panennya hanya 2–3 bulan. Budidaya dapat dilakukan di kolam terpal, beton, maupun bioflok yang lebih modern.

Keunggulan lele adalah daya tahannya terhadap kondisi air yang fluktuatif serta kepadatan tebar yang tinggi. Dengan manajemen pakan dan kualitas air yang baik, tingkat pertumbuhan bisa maksimal. Pasarnya luas, mulai dari pedagang kaki lima hingga pemasok skala besar.

4. Ternak Nila

Ikan nila dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan tingkat kelangsungan hidup tinggi. Masa panen berkisar 3–4 bulan tergantung kepadatan dan kualitas pakan.

Nila cukup mudah beradaptasi di berbagai jenis kolam, baik tanah maupun beton. Permintaan pasar stabil karena rasanya digemari dan mudah diolah menjadi berbagai menu. Selain dijual segar, nila juga bisa dipasarkan dalam bentuk fillet.

5. Ternak Gurame (Sistem Intensif)

Gurame memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding ikan air tawar lain. Dengan sistem budidaya intensif, penggunaan pakan berkualitas, serta kontrol kualitas air yang konsisten, masa panen dapat dipercepat.

Ikan ini banyak diminati restoran dan rumah makan karena tekstur dagingnya tebal. Meski membutuhkan waktu lebih lama dibanding lele, margin keuntungannya cenderung lebih besar.

6. Ternak Kelinci Pedaging

Kelinci memiliki kemampuan reproduksi sangat cepat, dengan masa kebuntingan sekitar 30 hari dan jumlah anak cukup banyak dalam sekali melahirkan.

Dalam 2–3 bulan, kelinci pedaging sudah dapat dipanen. Hewan ini tidak memerlukan lahan luas dan bisa dipelihara secara bertingkat menggunakan kandang baterai. Selain dagingnya, kotorannya juga bernilai ekonomis sebagai pupuk organik.

7. Ternak Kambing

Kambing pedaging seperti Boer atau persilangan unggul mampu mencapai bobot ideal dalam waktu relatif singkat jika diberi pakan hijauan berkualitas dan tambahan konsentrat. Sistem penggemukan selama 4–6 bulan dapat meningkatkan nilai jual secara signifikan.

Permintaan kambing stabil untuk kebutuhan aqiqah, konsumsi harian, dan kurban. Usaha ini cocok untuk daerah dengan ketersediaan pakan alami melimpah.

8. Ternak Domba

Domba memiliki karakter adaptif dan pertumbuhan yang baik, terutama jika menggunakan bibit unggul. Masa penggemukan relatif singkat dengan manajemen pakan tepat.

Permintaan meningkat pesat menjelang Idul Adha, sehingga banyak peternak memanfaatkan momen tersebut untuk meraih keuntungan lebih besar. Selain daging, bulu dan kotorannya juga dapat dimanfaatkan.

9. Ternak Puyuh

Puyuh mulai bertelur pada usia sekitar 35–45 hari, sehingga hasil produksi bisa dinikmati dalam waktu singkat. Produksi telur yang hampir setiap hari membuat arus kas usaha lebih stabil.

Puyuh tidak membutuhkan lahan luas karena dapat dipelihara dalam kandang bertingkat. Selain telur, puyuh afkir juga bisa dijual sebagai pedaging.

10. Ternak Ayam Kampung Super

Ayam kampung super adalah hasil persilangan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding ayam kampung biasa, dengan masa panen sekitar 60 hari.

Dagingnya tetap memiliki cita rasa khas yang disukai konsumen. Harga jualnya cenderung lebih tinggi dibanding ayam broiler, sehingga margin keuntungan bisa lebih baik meski waktu pemeliharaan sedikit lebih lama.

11. Ternak Udang Vaname

Udang vaname memiliki siklus budidaya sekitar 90–100 hari dan sangat diminati pasar ekspor. Sistem tambak intensif dengan aerasi dan manajemen kualitas air yang baik dapat meningkatkan produktivitas.

Walaupun membutuhkan modal dan pengawasan ketat, potensi keuntungan dari udang vaname tergolong tinggi karena nilai jualnya premium.

12. Ternak Jangkrik

Jangkrik memiliki masa panen cepat, sekitar 30–45 hari. Modal awal relatif kecil dan tidak memerlukan lahan luas. Pakan dapat berasal dari sayuran atau dedaunan yang mudah diperoleh.

Permintaan stabil dari penghobi burung, pemilik reptil, hingga peternak ikan hias menjadikan usaha ini menarik sebagai sumber penghasilan tambahan.

Q & A Seputar Topik

Apa saja jenis usaha ternak paling cepat besar?

Jenis usaha ternak paling cepat besar meliputi ayam pedaging, lele, jangkrik, kroto, burung puyuh, bebek petelur, kelinci, ikan hias, maggot, dan cacing tanah.

Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ternak cepat besar?

Modal awal bervariasi tergantung jenis ternak, mulai dari Rp200 ribu untuk jangkrik atau ikan hias, hingga Rp1,8 juta untuk 100 ekor ayam pedaging.

Berapa lama waktu panen untuk usaha ternak paling cepat besar?

Waktu panen sangat cepat, contohnya ayam pedaging 30-35 hari, lele 50 hari, jangkrik 25-40 hari, dan kroto 15-20 hari.

Apakah usaha ternak cepat besar cocok untuk pemula?

Ya, banyak jenis usaha ternak cepat besar sangat cocok untuk pemula karena modal relatif kecil, perawatan mudah, dan tidak membutuhkan lahan luas.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|