Liputan6.com, Jakarta Perayaan Hari Kemerdekaan selalu menjadi momen meriah di lingkungan kampus. Beragam lomba 17 Agustus mahasiswa digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari yang tradisional hingga yang kreatif dan kekinian.
Tak hanya seru, lomba 17 Agustus mahasiswa juga menjadi ajang pengembangan diri. Mahasiswa bisa menunjukkan kemampuan kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas dalam suasana yang menyenangkan.
Dengan berbagai ide baru setiap tahun, lomba 17 Agustus mahasiswa terus berkembang. Ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang inovatif dan tetap bermakna.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang lomba 17 Agustus mahasiswa untuk memeriahkan Agustusan, Senin (4/8/2025).
Lomba Tradisional Penuh Makna Sejarah
Menurut Saputri et al., (2023) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Volume 2 No 1 (2024), kegiatan perlombaan pada peringatan kemerdekaan menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk membangkitkan semangat generasi muda.
Berikut ini ide lomba 17 Agustus mahasiswa:
1. Tarik Tambang
Lomba ini melambangkan kekuatan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan. Cocok untuk menggambarkan perjuangan kolektif dalam meraih kemerdekaan.
Cara bermain: Dua tim saling menarik tali tambang untuk melewati garis tengah. Tim yang berhasil menarik lawan sepenuhnya ke sisi mereka dinyatakan menang.
2. Balap Karung
Mengingatkan pada masa sulit di mana masyarakat harus beradaptasi dengan keterbatasan, termasuk menjadikan karung sebagai pakaian atau alas kaki.
Cara bermain: Peserta masuk ke dalam karung dan melompat menuju garis finish. Bisa dimodifikasi dengan tambahan helm atau rintangan.
3. Makan Kerupuk
Melambangkan kesederhanaan dan semangat bersaing dalam keterbatasan. Lomba ini juga menciptakan tawa dan keceriaan bersama.
Cara bermain: Peserta memakan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Kerupuk boleh digoyang-goyang oleh panitia untuk menambah kesulitan.
4. Panjat Pinang
Simbol perjuangan keras dan kerja sama dalam menghadapi rintangan demi mencapai sesuatu yang berharga, seperti halnya kemerdekaan.
Cara bermain: Tim bekerja sama memanjat batang pinang licin untuk meraih hadiah di puncak. Strategi dan kekompakan sangat penting.
5. Balap Bakiak
Mengajarkan pentingnya sinkronisasi dan komunikasi dalam tim. Kemenangan hanya bisa diraih jika semua bergerak bersama dengan ritme yang sama.
Cara bermain: Satu tim berisi beberapa orang menggunakan bakiak panjang dan berjalan serempak ke garis finish tanpa terjatuh.
Lomba Kekompakan dan Sportivitas
Mengutip kajian yang di Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ di situs Universitas Muhammadiyah Jakarta - UMJ, perlombaan 17 Agustus bukan hanya sekadar ajang fisik, tetapi juga merupakan ekspresi dari semangat patriotisme, kebersamaan, dan semangat juang. Ada makna yang mendasari perlombaan 17 Agustus, seperti panjat pinang hingga balap karung yang sering dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.
Berikut ini lomba 17 Agustus mahasiswa lainnya:
1. Joget Balon Berpasangan
Menggambarkan keseimbangan dan komunikasi dalam relasi, serta menciptakan momen penuh tawa dan keakraban antar peserta.
Cara bermain: Dua peserta menjepit balon di antara tubuh mereka dan menari mengikuti musik tanpa menjatuhkan balon.
2. Estafet Kelereng
Membentuk ketelitian, kesabaran, dan kerja sama dalam suasana kompetitif yang tetap menyenangkan.
Cara bermain: Peserta membawa kelereng dengan sendok di mulut lalu menyerahkan ke peserta berikutnya. Jika jatuh, harus ulang dari awal.
3. Estafet Tepung
Meningkatkan keterampilan bekerja sama di bawah tekanan waktu, sekaligus menghibur dengan suasana yang cenderung berantakan tapi seru.
Cara bermain: Tepung dipindahkan dari ember ke ember secara berurutan menggunakan tangan tanpa alat. Tim dengan hasil terbanyak menang.
4. Estafet Air (Spons)
Menekankan pentingnya strategi, presisi, dan pembagian tugas dalam satu tim untuk hasil terbaik.
Cara bermain: Spons dicelup air dan diperas ke ember tujuan secara estafet. Tim dengan air terbanyak di ember akhir menang.
5. Estafet Sarung
Melatih kreativitas dalam menyelesaikan tantangan dengan keterbatasan, serta mendorong kerja sama tanpa komunikasi verbal yang berlebihan.
Cara bermain: Sarung dipindahkan dari satu peserta ke yang lain tanpa boleh melepas tangan satu sama lain.
6. Pindah Bola Pingpong dengan Gelas di Dahi
Menguji konsentrasi, keseimbangan, dan kekompakan antar tim dalam suasana santai dan menghibur.
Cara bermain: Peserta menempelkan gelas berisi bola pingpong di dahi dan berjalan tanpa menjatuhkannya hingga garis akhir.
7. Voli Balon Air dengan Kain/Sarung
Melatih strategi dan kerja tim dalam kondisi tidak biasa. Balon yang mudah pecah menambah unsur ketegangan sekaligus keseruan.
Cara bermain: Dua peserta memegang kain/sarung dan melempar balon air ke tim lawan. Tim yang balonnya tidak pecah dan berhasil melempar balik, menang.
Asah Kreativitas dan Pengetahuan
Mengutip buku berjudul Community Dedication (2023) oleh Refni Mayang Sari, Sri Wulan Sari, Idra Refi, tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti lomba agustusan akan membawa suasana kegembiraan hati dan membuat pikiran menjadi senang serta sehat.
1. Pindah Karet Lewat Sedotan
Mengembangkan koordinasi dan kerja tim dengan cara sederhana namun menantang.
Cara bermain: Karet dipindahkan dari sedotan ke sedotan antar peserta tanpa tangan, dilakukan secara estafet.
2. Masukkan Pulpen ke Botol (Tanpa Tangan)
Melatih ketekunan dan fokus individu untuk menyelesaikan tugas dengan keterbatasan gerak.
Cara bermain: Pulpen diikat ke pinggang dengan tali dan peserta harus membungkuk hingga pulpen masuk ke botol tanpa bantuan tangan.
3. Tebak Lagu Wajib Nasional
Menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya musik nasional dan menguji daya ingat.
Cara bermain: Lagu wajib nasional diputar singkat, peserta harus menebak judul secepat mungkin. Bisa menggunakan sistem buzzer.
4. Cerdas Cermat Sejarah Kemerdekaan
Mendorong peserta mengenal lebih dalam sejarah bangsa secara kompetitif dan menyenangkan.
Cara bermain: Tim menjawab soal-soal seputar sejarah Indonesia. Setiap jawaban benar mendapat poin, tercepat dan terbanyak menang.
5. Lomba Video Kreatif / TikTok Merdeka
Memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui media digital.
Cara bermain: Peserta membuat video pendek bertema kemerdekaan, diunggah ke media sosial dengan hashtag khusus. Dinilai dari kreativitas dan pesan.
6. Foto Instagram Tema Kemerdekaan
Menunjukkan semangat nasionalisme melalui visual, sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukatif.
Cara bermain: Mahasiswa mengunggah foto bertema 17 Agustus. Dinilai berdasarkan keunikan konsep dan makna kemerdekaan yang disampaikan.
7. Fashion Show dari Bahan Daur Ulang
Meningkatkan kesadaran lingkungan dan kreativitas dalam berkarya di tengah isu global tentang sampah.
Cara bermain: Peserta membuat busana dari barang bekas lalu mempresentasikan dalam catwalk. Dinilai dari kreativitas, pesan lingkungan, dan penampilan.
Lomba Unik dan Menghibur
1. Sepak Bola Daster
Menghadirkan tawa sekaligus membebaskan ekspresi, menunjukkan bahwa semangat merdeka bisa dinikmati dengan cara apa pun.
Cara bermain: Peserta pria mengenakan daster lalu bermain bola secara normal. Tim dengan gol terbanyak menang.
2. Menyusun Puzzle Kelompok
Menantang kemampuan berpikir cepat dan komunikasi yang efisien antar anggota tim.
Cara bermain: Setiap tim menyusun puzzle dengan gambar bertema kemerdekaan. Tim tercepat menyelesaikan dengan benar adalah pemenangnya.
3. Tebak Kata (Tanpa Suara)
Mengembangkan kreativitas berkomunikasi dan menciptakan momen lucu karena ekspresi berlebihan yang spontan.
Cara bermain: Peserta memperagakan kata tanpa suara. Tim harus menebak sebanyak mungkin dalam batas waktu.
4. Menggambar Wajah Mata Tertutup
Melatih imajinasi dan spontanitas dalam menciptakan karya, walaupun dengan hasil yang lucu.
Cara bermain: Peserta menutup mata dan menggambar wajah di kertas. Gambar terlucu atau paling unik bisa jadi pemenang.
5. Memasukkan Sedotan ke Gelas dengan Hidung
Menampilkan aksi kocak yang membutuhkan keseimbangan dan ketelitian.
Cara bermain: Peserta menggunakan hidung untuk mengambil sedotan dan memasukkannya ke dalam gelas. Peserta tercepat menang.
6. Tahan Tawa
Menguji kesabaran dan pengendalian diri dalam situasi yang absurd atau lucu.
Cara bermain: Peserta duduk dan harus menahan tawa sementara orang lain mencoba membuatnya tertawa. Siapa yang tahan paling lama menang.
Sumber:
- Kajian berjudul Independence Day celebration in growing the spirit of nationalism in Sukahurip Village dipublikasikan di Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Volume 2 No 1 (2024)
- Kajian berjudul Melaksanakan Kegiatan Lomba dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di SDN Bakti Jaya di Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ situs Universitas Muhammadiyah Jakarta
- Buku berjudul Community Dedication (2023) oleh Refni Mayang Sari, Sri Wulan Sari, Idra Refi
Q & A Seputar Topik
Apa saja ide lomba 17 Agustus yang cocok untuk mahasiswa?
Lomba yang cocok antara lain: debat kebangsaan, desain poster kemerdekaan, tarik tambang antarjurusan, tebak lagu nasional, hingga lomba kostum merah putih. Perpaduan antara kompetisi intelektual, fisik, dan kreativitas akan menciptakan acara yang meriah dan bermakna.
Bagaimana cara membuat lomba 17 Agustus tetap seru di lingkungan kampus?
Kunci keseruannya adalah tema yang relevan, kolaborasi antarorganisasi, serta hadiah menarik. Menyesuaikan lomba dengan minat mahasiswa—seperti konten kreator kemerdekaan atau turnamen e-sport tematik—juga bisa meningkatkan antusiasme peserta.
Apakah lomba 17 Agustus mahasiswa hanya terbatas pada kegiatan fisik?
Tidak. Banyak pilihan lomba non-fisik yang justru sangat digemari mahasiswa, seperti kuis sejarah, lomba esai nasionalisme, lomba vlog kemerdekaan, hingga lomba short movie bertema perjuangan. Semua ini dapat dijalankan secara offline maupun online.
Bagaimana cara menyisipkan nilai nasionalisme dalam lomba 17 Agustus mahasiswa?
Nilai nasionalisme bisa disisipkan melalui tema lomba, materi soal, atau aturan main. Misalnya, setiap tim wajib menyebutkan nama pahlawan nasional, menggunakan baju adat, atau mengangkat isu sosial-kebangsaan dalam karya yang dilombakan.
Kenapa penting mengadakan lomba 17 Agustus di kalangan mahasiswa?
Karena mahasiswa adalah agen perubahan. Melalui lomba yang edukatif dan menyenangkan, semangat kebangsaan dapat ditanamkan secara positif. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas kampus dan menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi penerus bangsa.