Liputan6.com, Jakarta Musim hujan kerap membawa kekhawatiran baru bagi penghuni rumah, terutama dengan meningkatnya kemunculan anakan ular. Fenomena ini bukan tanpa alasan, sebab periode ini bertepatan dengan masa penetasan telur ular yang mencari tempat berlindung. Pemahaman tentang habitat anakan ular di lingkungan rumah menjadi krusial untuk menjaga keamanan seluruh anggota keluarga.
Penyempitan habitat alami akibat pembangunan pesat memaksa ular mencari alternatif tempat tinggal yang aman di sekitar pemukiman. Anakan ular yang baru menetas cenderung memilih tempat yang gelap, lembap, dan minim gangguan manusia untuk berlindung dan tumbuh. Kondisi-kondisi ini ternyata banyak ditemukan di berbagai sudut rumah yang seringkali luput dari perhatian kita, menjadikannya habitat anakan ular di lingkungan rumah yang ideal.
Mengidentifikasi dan memahami habitat anakan ular di lingkungan rumah adalah langkah awal yang sangat penting dalam upaya pencegahan. Dengan mengetahui lokasi-lokasi favorit anakan ular bersembunyi, kita dapat melakukan tindakan preventif yang tepat guna mengurangi risiko pertemuan yang tidak diinginkan.
Berikut ini telah Liputan6 ulas secara komprehensif berbagai habitat anakan ular di lingkungan rumah beserta cara pencegahan yang efektif untuk menjaga rumah tetap aman dari kehadiran reptil berbahaya ini, pada Minggu (30/11).
Area Interior Rumah
Plafon dan Langit-Langit Rumah
Plafon rumah seringkali menjadi salah satu habitat anakan ular di lingkungan rumah yang ideal karena menawarkan kondisi gelap dan lembap, terutama saat musim hujan. Mikroklimat ini sangat cocok bagi anakan ular yang membutuhkan kelembapan tinggi untuk bertahan hidup. Keberadaan tikus di area plafon juga menjadi daya tarik tambahan, karena hewan pengerat tersebut merupakan sumber makanan utama bagi reptil muda ini.
Untuk mencegah anakan ular bersarang di plafon, penting untuk menutup setiap celah atau lubang yang ada dan memangkas dahan pohon yang menyentuh atap rumah. Pemeriksaan rutin kondisi plafon dan pemasangan ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih, yang sangat disukai oleh anakan ular.
Kamar Mandi dan Area Basah
Kamar mandi, dengan kondisinya yang lembap dan minim cahaya, menjadi habitat anakan ular di lingkungan rumah yang sangat menarik. Beberapa kasus bahkan melaporkan kemunculan ular dari lubang kloset. Lingkungan basah dan hangat di kamar mandi menyerupai habitat alami ular di alam liar, terutama bagi spesies yang menyukai area berair.
Pencegahan efektif meliputi menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin dan memastikan pencahayaan yang memadai. Pemasangan saringan pada lubang pembuangan air dan ventilasi yang baik dapat mencegah anakan ular masuk. Menghindari genangan air dan memastikan sirkulasi udara yang lancar akan membuat kamar mandi menjadi kurang menarik sebagai tempat persembunyian.
Kolong Tempat Tidur dan Lemari
Area kolong tempat tidur dan lemari yang jarang dibersihkan menyediakan ruang persembunyian yang ideal bagi anakan ular. Ruang sempit yang gelap dan jarang dijangkau manusia memberikan rasa aman bagi reptil kecil ini untuk bersembunyi atau bahkan membangun sarang. Kondisi ini semakin diperparah jika area tersebut dipenuhi barang-barang seperti kardus atau pakaian yang jarang digunakan.
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan rutin pada area bawah furnitur dan menghindari penumpukan barang sembarangan. Penggunaan rak tertutup atau kontainer berpenutup untuk penyimpanan dapat mengurangi ruang persembunyian. Menjaga pencahayaan yang cukup dan penggunaan pewangi atau kapur barus juga dapat membantu mengusir anakan ular karena mereka cenderung menghindari bau menyengat.
Area Perabotan Dapur
Sudut-sudut tersembunyi di balik perabotan dapur seperti lemari, rak, dan kompor yang jarang dipindahkan dapat menjadi habitat anakan ular di lingkungan rumah yang menarik. Area ini seringkali gelap, hangat dari aktivitas memasak, dan lembap dari uap air, kombinasi ideal untuk anakan ular. Keberadaan remah makanan yang menarik tikus juga secara tidak langsung menarik perhatian anakan ular sebagai predator.
Pembersihan rutin area dapur termasuk memindahkan perabot besar secara berkala merupakan langkah pencegahan efektif. Menutup semua celah atau lubang di belakang perabot, terutama yang dekat saluran air atau dinding luar, dapat mencegah akses masuk anakan ular. Penambahan penerangan di sudut-sudut gelap dan menjaga kebersihan dari sisa makanan akan mengurangi daya tarik area tersebut.
Sepatu dan Rak Sepatu
Sepatu yang diletakkan sembarangan, terutama di area gelap dan hangat, dapat menjadi tempat persembunyian sementara yang ideal bagi anakan ular. Risiko ini meningkat signifikan jika sepatu diletakkan di luar rumah seperti di teras atau dekat taman tanpa pelindung. Anakan ular yang aktif mencari tempat berlindung dapat dengan mudah menyelinap masuk ke dalam sepatu.
Pencegahan terbaik adalah menyimpan sepatu di dalam rumah, khususnya di rak tertutup atau tempat dengan pencahayaan cukup. Penggunaan bahan beraroma tajam seperti kapur barus atau minyak kayu putih di sekitar rak sepatu dapat membantu mengusir anakan ular. Kebiasaan memeriksa bagian dalam sepatu sebelum digunakan, terutama sepatu yang telah lama tidak dipakai, merupakan tindakan preventif yang sangat penting.
Area Eksterior dan Halaman
Bebatuan dan Material Keras di Sekitar Rumah
Bebatuan di sekitar rumah, terutama yang memiliki permukaan lembap dan celah-celah kecil, menjadi habitat anakan ular di lingkungan rumah favorit untuk berlindung dan termoregulasi. Batu-batu yang tersusun tidak rapi atau menumpuk menciptakan ruang-ruang kecil yang gelap dan terlindung, memberikan rasa aman bagi anakan ular. Material keras lainnya seperti tumpukan kayu atau genteng bekas juga dapat berfungsi serupa sebagai tempat persembunyian.
Tindakan pencegahan meliputi merapikan atau menyingkirkan bebatuan yang menumpuk secara tidak teratur di sekitar rumah. Menjaga kebersihan halaman dari tumpukan material yang dapat menjadi tempat bersembunyi dan melakukan pembersihan rutin area sekitar rumah akan mengurangi daya tarik bagi anakan ular. Jika bebatuan diperlukan untuk lanskap, pastikan tersusun rapi dan mudah untuk diperiksa secara berkala.
Semak-Semak dan Rerumputan Tinggi
Area yang dipenuhi semak-semak dan rerumputan tinggi di sekitar rumah menyediakan habitat anakan ular di lingkungan rumah yang sangat ideal untuk bersarang dan berkembang biak. Lingkungan yang hangat, lembap, dan minim pencahayaan seperti ini sangat sesuai dengan kebutuhan natural anakan ular. Vegetasi yang lebat juga menyediakan perlindungan dari predator dan akses mudah ke sumber makanan seperti serangga dan hewan kecil lainnya.
Pemeliharaan rutin halaman rumah dengan membersihkan semak belukar dan memotong rumput tinggi secara berkala merupakan langkah pencegahan yang efektif. Memangkas ranting pohon yang terlalu rimbun dan menghindari penumpukan daun-daun kering akan mengurangi habitat yang tersedia. Menciptakan ruang terbuka di sekitar rumah dengan visibilitas yang baik akan membuat area tersebut kurang menarik sebagai tempat bersembunyi.
Area Penyimpanan dan Storage
Gudang dan Ruang Penyimpanan
Gudang rumah merupakan lokasi yang sangat disukai anakan ular karena umumnya memiliki kondisi lembap, minim pencahayaan, dan jarang mendapat gangguan dari aktivitas manusia. Tumpukan barang yang tidak tertata seperti kardus, kain bekas, atau perabotan lama menciptakan labirin tempat persembunyian yang ideal bagi anakan ular. Kondisi penyimpanan yang stagnan dan jarang dibersihkan memberikan lingkungan yang sempurna untuk bersarang dan berkembang.
Untuk mencegah gudang menjadi habitat anakan ular di lingkungan rumah, implementasi sistem penyimpanan yang terorganisir dengan penggunaan rak tertutup sangat disarankan. Pembersihan rutin dan pengecekan barang-barang yang disimpan, serta pemasangan ventilasi untuk mengurangi tingkat kelembapan akan membuat gudang kurang menarik. Penggunaan penolak alami seperti kapur barus atau minyak sereh dapat memberikan perlindungan tambahan.
Tumpukan Sampah dan Barang Tak Terpakai
Akumulasi sampah atau barang-barang seperti kardus bekas, kain usang, dan perabotan yang tidak terpakai menciptakan habitat bersarang yang ideal bagi anakan ular. Area yang jarang disentuh manusia memberikan rasa aman bagi reptil muda ini, terutama jika kondisinya gelap dan terlindungi dari elemen cuaca. Sampah organik juga dapat menarik hewan kecil yang menjadi sumber makanan bagi anakan ular.
Strategi pencegahan yang efektif meliputi menghindari penumpukan barang yang tidak perlu dan melakukan penyortiran rutin untuk pembuangan atau daur ulang. Menjaga area penyimpanan tetap bersih dan terorganisir dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik akan secara signifikan mengurangi daya tarik bagi anakan ular. Penggunaan wadah tertutup untuk penyimpanan jangka panjang dan memastikan akses mudah untuk pembersihan rutin merupakan praktik terbaik.
Saluran Air dan Gorong-Gorong
Saluran air dan gorong-gorong menyediakan habitat anakan ular di lingkungan rumah yang sangat menarik karena kondisinya yang gelap, lembap, dan terhubung langsung dengan lingkungan luar. Sistem drainase air sering menjadi jalan bagi anakan ular untuk berpindah tempat tanpa terdeteksi, memungkinkan mereka masuk ke dalam rumah melalui lubang pembuangan di kamar mandi atau dapur.
Pencegahan yang efektif meliputi pemasangan saringan atau penutup khusus pada lubang-lubang saluran air dengan jaring yang cukup rapat namun tetap memungkinkan aliran air lancar. Pemeliharaan rutin dengan pembersihan saluran dari kotoran dan puing-puing yang dapat menarik hewan mangsa sangat penting. Penggunaan disinfektan atau air panas secara berkala untuk membersihkan saluran dapat membantu menghilangkan jejak bau yang menarik.
Tips Pencegahan Umum dan Penanganan
Pencegahan Holistik
Pendekatan komprehensif untuk mencegah anakan ular masuk ke lingkungan rumah melibatkan kombinasi modifikasi habitat, praktik sanitasi, dan penghalang fisik. Menjaga kebersihan secara keseluruhan di seluruh area rumah, baik interior maupun eksterior, merupakan fondasi dari strategi pencegahan yang efektif. Inspeksi rutin terhadap titik masuk potensial dan tempat persembunyian harus dilakukan secara sistematis dan konsisten.
Penggunaan penolak alami seperti minyak esensial (peppermint, kayu manis, cengkeh), kapur barus, atau bubuk kopi dapat membantu mengusir anakan ular karena sensitivitas mereka terhadap bau yang menyengat. Menciptakan lingkungan yang terang dan mengurangi tingkat kelembapan di area-area yang rentan akan secara signifikan mengurangi daya tarik habitat tersebut. Koordinasi dengan tetangga untuk implementasi langkah-langkah pencegahan di seluruh komunitas juga dapat meningkatkan efektivitas upaya.
Penanganan Saat Menemukan Anakan Ular
Jika menemukan anakan ular di sekitar rumah, prioritas utama adalah menjaga keselamatan diri dan keluarga dengan tidak panik dan menghindari kontak langsung. Dokumentasi lokasi penemuan dan karakteristik anakan ular dapat membantu profesional dalam identifikasi dan penilaian risiko. Tindakan segera yang dapat dilakukan adalah mengamankan area dan mencegah jalur pelarian sambil menunggu bantuan profesional.
Menghubungi otoritas terkait seperti Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, atau spesialis pengendalian satwa liar merupakan langkah terbaik untuk pemindahan yang aman. Menghindari upaya pemindahan sendiri sangat disarankan karena bahkan ular muda pun dapat berbahaya, terutama dari spesies berbisa. Setelah pemindahan, lakukan inspeksi menyeluruh untuk mengidentifikasi titik masuk potensial dan menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan guna mencegah terulangnya kejadian.
QnA
Q: Mengapa anakan ular lebih sering ditemukan saat musim hujan?
A: Musim hujan bertepatan dengan masa penetasan telur ular yang diletakkan saat musim kemarau. Kondisi lembap dan hangat saat hujan juga menciptakan environment yang ideal untuk survival dan development anakan ular, sehingga aktivitas mereka meningkat.
Q: Apakah anakan ular lebih berbahaya daripada ular dewasa?
A: Anakan ular dari spesies berbisa tetap dangerous karena sudah memiliki venom glands yang aktif. Bahkan beberapa expert mengatakan anakan ular bisa lebih unpredictable dalam behavior mereka dibanding ular dewasa, sehingga tetap harus ditangani dengan extreme caution.
Q: Bahan alami apa yang paling efektif mengusir anakan ular?
A: Bahan beraroma tajam seperti kapur barus, minyak kayu putih, irisan bawang putih, dan coffee grounds terbukti efektif. Essential oils seperti peppermint, cinnamon, dan clove juga dapat digunakan karena anakan ular sensitive terhadap strong scents.

14 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428444/original/008025400_1764506433-1001740678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427771/original/038199200_1764416273-WhatsApp_Image_2025-11-29_at_18.13.15_d2ca92ee.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424861/original/070248100_1764161796-Screen_Shot_2025-11-26_at_19.40.54.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427903/original/026477500_1764438904-Madura_United_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428301/original/070548900_1764491174-Kotak_kecil_untuk_jajanan_pasar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428381/original/061274100_1764498973-SnapInsta.to_591164091_18551155657027265_1443284932842836493_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407930/original/096633000_1762757853-cf17a9d3-a41c-4a41-bbf1-1fbf2e5d9cdd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428281/original/056098600_1764490415-Ide_kebun_sayur_dalam_ruangan.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428181/original/017262900_1764483279-InShot_20251130_131334363.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5230047/original/074237800_1747981052-WhatsApp_Image_2025-05-23_at_1.04.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3366387/original/028515400_1612263343-WhatsApp_Image_2021-01-30_at_13.40.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428254/original/004507400_1764487678-gamis_batik_hijab_modern_model_cardy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428235/original/099153600_1764487207-Celana_panjang_untuk_wanita_gemuk_pendek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427820/original/002920300_1764423680-Borneo_FC_Vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428224/original/099683300_1764486006-Tampak_Depan_Model_Teras_Cor_Dak_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5246653/original/002229300_1749459510-ChatGPT_Image_Jun_9__2025__03_47_18_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5074715/original/071322500_1735790812-afc_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428066/original/020715200_1764475484-model_gamis_monokrom_modern_hijabers.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428152/original/055517600_1764481201-Fashion_gamis_untuk_road_trip_dan_naik_pesawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4397009/original/065822300_1681616079-20230414BL_Stok_Laga_Uji_Coba_Internasional_antara_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Timnas_Lebanon_U-22_67.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338264/original/048399000_1756968798-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339933/original/067743600_1757137253-unnamed_-_2025-09-06T122212.122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749488/original/094430200_1708534731-6_Pesona_Mas-mas_Jawa_Jerman_Nicholas_Saputra_dalam_Balutan_Beskap_Berbagai_Warna__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339299/original/025399500_1757052533-unnamed_-_2025-09-05T125024.466.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228890/original/025290300_1747898841-ChatGPT_Image_May_22__2025__02_14_51_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338093/original/002133400_1756964690-Gemini_Generated_Image_e2yjtbe2yjtbe2yj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314799/original/018068700_1755141741-Screenshot_2025-08-14_101821.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339336/original/027918600_1757053950-Gemini_Generated_Image_g2jz1pg2jz1pg2jz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317791/original/081125900_1755406322-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)