Liputan6.com, Jakarta - Daun pepaya kerap hadir sebagai menu rumahan khas pedesaan hingga sajian tradisional di berbagai daerah. Meski kaya manfaat bagi tubuh, rasa getir sering menjadi kendala saat mengolahnya. Banyak orang mencari cara mengolah daun pepaya agar tidak pahit, supaya hidangan terasa lebih nikmat dan tetap menggugah selera keluarga di rumah.
Beragam teknik kemudian diwariskan turun-temurun oleh masyarakat desa, untuk mengurangi rasa getir tersebut. Salah satu metode unik berasal dari wilayah pedesaan di Yogyakarta, tempat warga masih mempraktikkan cara membuat daun pepaya agar tidak pahit, melalui proses peremasan memakai tanah liat bersih sebelum perebusan. Tradisi ini dipercaya mampu menyerap getah dari permukaan daun, sehingga cita rasa lebih bersahabat di lidah.
Seorang warga Desa Wonotawang, Kulon Progo, membagikan pengalamannya terkait teknik tradisional tersebut. “Sejak kecil saya melihat orang tua memakai tanah liat sawah untuk membersihkan daun pepaya. Setelah diremas lalu dicuci sampai bersih, rasanya jauh berkurang pahitnya,” ujar Tono, salah satu penduduk setempat saat ditemui Liputan6.com pada Senin (16/2/2026).
Kebiasaan tersebut tetap bertahan hingga kini, meski banyak metode modern bermunculan. Bagi warga, resep lama terasa lebih ampuh untuk menghasilkan olahan lezat seperti tumis atau buntil. Lantas seperti apa prosesnya? Simak penjelasan lengkap di bawah ini.
Cara Membuat Daun Pepaya Agar Tidak Pahit dengan Tanah Liat
Metode tradisional menggunakan tanah liat hingga saat ini masih dipraktikkan oleh sebagian warga pedesaan, terutama di wilayah yang masih menjaga kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan alami. Cara ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan dipercaya efektif untuk membantu mengurangi rasa pahit khas daun pepaya tanpa menghilangkan cita rasa alaminya.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Pilih Daun Pepaya yang Tidak Terlalu Tua
Gunakan daun pepaya yang masih dalam kondisi segar, berwarna hijau cerah, tidak layu, serta tidak terlalu tua agar teksturnya tetap lembut ketika dimasak dan tidak menghasilkan rasa pahit yang terlalu pekat. Daun yang terlalu tua umumnya memiliki serat lebih kasar serta kandungan getah lebih banyak sehingga memerlukan proses pengolahan lebih lama untuk mengurangi rasa getirnya. Oleh sebab itu, pemilihan bahan baku menjadi tahapan awal yang sangat menentukan keberhasilan proses pengolahan secara keseluruhan.
2. Remas dengan Tanah Liat Bersih
Ambil tanah liat yang benar-benar bersih, biasanya berasal dari tanah sawah yang bertekstur halus, tidak tercampur limbah, serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Letakkan daun pepaya di wadah, lalu balurkan tanah liat tersebut ke seluruh permukaan daun sambil diremas-remas secara perlahan hingga setiap bagian terlapisi secara merata. Proses peremasan ini dilakukan dengan tujuan agar tanah liat dapat membantu menyerap getah putih dan senyawa alami penyebab rasa pahit yang terdapat pada daun pepaya.
“Biasanya kami pakai tanah liat sawah yang bersih, diremas sampai rata, nanti pahitnya jauh berkurang setelah dicuci,” ujarnya Tono, warga Wonotawang, Kulon Progo. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa metode ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan hasil pengalaman panjang masyarakat setempat.
3. Diamkan Beberapa Menit
Setelah seluruh permukaan daun selesai diremas dan terlapisi tanah liat secara merata, diamkan selama kurang lebih 10–15 menit agar proses penyerapan getah berlangsung lebih optimal. Pada tahap ini, tanah liat bekerja secara alami membantu mengikat zat pahit yang menempel di permukaan daun, sehingga ketika nantinya dibilas, sebagian besar getah telah terangkat dan rasa pahitnya berkurang secara signifikan.
4. Bilas Hingga Bersih
Cuci daun pepaya menggunakan air mengalir hingga benar-benar bersih dan tidak ada sisa tanah yang tertinggal pada lipatan maupun permukaan daun. Proses pembilasan perlu dilakukan secara teliti dan menyeluruh untuk memastikan kebersihan bahan sebelum memasuki tahap perebusan. Pastikan air yang digunakan bersih agar kualitas daun tetap terjaga serta aman untuk dikonsumsi.
5. Rebus dengan Air Mendidih
Rebus daun pepaya dalam air yang telah mendidih selama kurang lebih 5–10 menit agar teksturnya menjadi lebih lunak dan sisa rasa pahit semakin berkurang. Pada tahap ini, sebagian orang menambahkan sedikit garam ke dalam air rebusan sebagai upaya tambahan untuk membantu menyeimbangkan cita rasa. Waktu perebusan sebaiknya tidak terlalu lama supaya tekstur daun tidak menjadi terlalu lembek dan kandungan nutrisinya tetap terjaga dengan baik.
Mengapa Daun Pepaya Terasa Pahit?
Daun pepaya terasa pahit karena mengandung berbagai senyawa alami yang memang memiliki rasa getir cukup kuat. Salah satu penyebab utamanya adalah alkaloid dan enzim papain. Alkaloid merupakan senyawa organik yang secara alami terdapat pada banyak tanaman dan sering menimbulkan rasa pahit sebagai bentuk perlindungan diri dari hama.
Selain alkaloid, daun pepaya juga mengandung getah putih (lateks) yang keluar saat daun diremas atau dipatahkan. Getah inilah yang membuat rasa pahit semakin terasa jika daun tidak diolah terlebih dahulu. Semakin tua usia daun, biasanya kadar getah dan senyawa pahitnya juga semakin tinggi.
Faktor lain yang memengaruhi tingkat kepahitan adalah cara pengolahan. Jika daun pepaya langsung dimasak tanpa diremas atau direbus lebih dulu, rasa pahitnya cenderung lebih kuat. Proses seperti peremasan, perebusan, atau penggunaan bahan tradisional seperti tanah liat dan daun jambu biji membantu mengurangi zat pahit tersebut.
Meski terasa pahit, kandungan dalam daun pepaya justru memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti membantu pencernaan dan meningkatkan nafsu makan. Oleh sebab itu, teknik pengolahan yang tepat penting dilakukan agar rasa pahit berkurang tanpa menghilangkan manfaat alaminya.
Tips Agar Olahan Daun Pepaya Lebih Lezat
Agar daun pepaya tidak hanya bebas pahit tetapi juga terasa nikmat saat disantap, ada beberapa tips penting yang bisa diterapkan dalam proses pengolahannya. Teknik yang tepat akan membantu menghasilkan tekstur yang pas dan cita rasa yang lebih menggugah selera.
- Gunakan daun pepaya yang berwarna hijau cerah dan tidak terlalu tua. Daun muda cenderung memiliki rasa pahit yang lebih ringan serta tekstur yang lebih lembut setelah dimasak.
- Pastikan daun sudah diremas, direndam, atau direbus terlebih dahulu sesuai metode pilihan. Proses awal ini sangat menentukan hasil akhir masakan.
- Waktu perebusan yang terlalu panjang dapat membuat daun menjadi lembek dan kehilangan cita rasa alaminya. Rebus secukupnya hingga tekstur cukup empuk.
- Setelah proses perebusan selesai, peras daun untuk mengeluarkan sisa air yang mungkin masih mengandung rasa pahit. Langkah ini membantu rasa menjadi lebih ringan.
- Daun pepaya sangat cocok dipadukan dengan bumbu kuat seperti bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, lengkuas, atau daun salam. Racikan bumbu yang tepat akan menyeimbangkan rasa alami daun.
- Mengombinasikan daun pepaya dengan ikan teri, udang, tahu, tempe, atau santan dapat memperkaya cita rasa dan membuat hidangan lebih gurih.
- Gunakan api sedang saat menumis agar bumbu meresap sempurna tanpa membuat daun terlalu kering atau gosong.
- Daun pepaya yang baru dimasak biasanya memiliki rasa yang lebih nikmat dibandingkan setelah didiamkan terlalu lama.
FAQ Seputar Topik
1. Mengapa daun pepaya terasa pahit?
Rasa pahit berasal dari getah dan senyawa alami seperti alkaloid serta enzim papain yang terkandung di dalam daun.
2. Apa cara membuat daun pepaya agar tidak pahit secara tradisional?
Salah satu cara tradisional adalah meremas daun menggunakan tanah liat bersih, lalu membilasnya hingga bersih sebelum direbus.
3. Apakah semua jenis daun pepaya sama tingkat kepahitannya?
Tidak. Daun yang terlalu tua biasanya lebih pahit dibanding daun muda yang masih segar.
4. Berapa lama daun pepaya perlu direbus agar rasa pahit berkurang?
Umumnya 5–10 menit dalam air mendidih sudah cukup, tergantung ketebalan daun.
5. Mengapa tanah liat bisa membantu mengurangi rasa pahit?
Tanah liat dipercaya mampu menyerap getah dan zat pahit pada permukaan daun sebelum proses perebusan.
6. Apakah tanah liat yang digunakan harus jenis tertentu?
Gunakan tanah liat sawah yang bersih, halus, dan tidak tercemar bahan kimia.

6 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504081/original/083263400_1771223757-teras_rumah_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502185/original/023175100_1770971678-desert_box.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504005/original/070175900_1771219461-Ide_Rumah_Kecil_Tanpa_Banyak_Dinding_agar_Terasa_Lebih_Lapang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504110/original/096522000_1771224711-gamis_outer_transparan_dengan_aksen_tali_pinggang_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504058/original/015318800_1771222376-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504018/original/078163400_1771220547-trainer-man-lying-lifting-dumbbells-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502280/original/082840600_1770975859-ide22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486141/original/013385000_1769577116-Cincin_Nikah_Couple_Tren_2026_yang_Cocok_untuk_Gen_Z_Model_Ukiran_Nama_atau_Tanggal_Pernikahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503998/original/093942900_1771218587-teras_rumah_di_kampung_dengan_pohon_dan_kursi_kayu_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503983/original/062922700_1771217866-Kandang_Ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476182/original/007933900_1768716260-Flare_Pants__Cutbray___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503876/original/024973000_1771215537-Kecoak_Muncul_dari_Kamar_Mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5503596/original/039904600_1771173403-IMG_0803.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503864/original/075752700_1771215191-unnamed-56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503648/original/096431900_1771205874-1000769271.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503852/original/059852100_1771214275-lauk_kering.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503838/original/037188200_1771214123-Sistem_Display_Prasmanan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503793/original/007225900_1771212282-Ternak_Unggas_Rumahan.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)