7 Rekomendasi Usaha Ternak Unggas Modal Rp1 Juta dengan Panen 1 Bulan

5 hours ago 3
  • Jenis usaha ternak unggas apa saja yang bisa dimulai dengan modal Rp 1 juta dan panen dalam 1 bulan?
  • Berapa lama siklus panen tercepat untuk ternak unggas yang disebutkan?
  • Apa kunci keberhasilan dalam usaha ternak unggas modal kecil?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Rekomendasi usaha ternak unggas modal Rp1 juta dengan panen 1 bulan menjadi pilihan menarik bagi pemula yang ingin memulai bisnis dengan perputaran modal cepat. Sektor peternakan menawarkan peluang menjanjikan, terutama pada jenis ternak dengan siklus panen singkat sehingga keuntungan bisa dirasakan dalam waktu relatif singkat dan risiko kerugian dapat ditekan.

Dengan modal terbatas, lahan yang tidak terlalu luas, serta permintaan pasar yang stabil, usaha ternak unggas skala kecil tetap memiliki prospek cerah. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan bibit sehat, pengelolaan pakan yang efisien, kebersihan kandang, serta strategi pemasaran yang tepat sasaran. Dengan perencanaan matang, modal Rp1 juta pun bisa menjadi langkah awal menuju usaha yang berkembang. Berikut rekomendasi usaha ternak unggas modal Rp1 Juta dengan panen 1 bulan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (16/2/2026). 

1. Usaha Ternak Burung Puyuh Pedaging

Usaha ternak burung puyuh pedaging merupakan salah satu pilihan yang sangat menjanjikan bagi peternak pemula, terutama dengan modal terbatas dan keinginan untuk panen cepat. Burung puyuh pedaging memiliki siklus panen yang sangat singkat, yaitu sekitar 25-30 hari sejak menetas hingga siap jual. Hal ini memungkinkan peternak untuk melakukan perputaran modal yang cepat dan mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.

Untuk memulai usaha puyuh pedaging skala kecil, misalnya 100 ekor, modal yang dibutuhkan bisa dimulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000. Angka ini sangat bergantung pada harga DOC (Day Old Chick) atau DOQ (Day Old Quail) dan pakan di daerah masing-masing. Modal tersebut mencakup pembelian bibit, pakan awal, serta pembuatan kandang sederhana yang tidak memerlukan biaya besar.

Selain itu, burung puyuh tidak membutuhkan lahan yang luas. Kandang berukuran 1x1 meter persegi sudah cukup untuk menampung puluhan ekor puyuh. Kondisi ini sangat cocok bagi peternak di perkotaan atau yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan harga jual puyuh pedaging per ekor sekitar Rp 8.000 - Rp 10.000 dan biaya produksi yang efisien, keuntungan bersih per siklus bisa mencapai 20-30% dari modal awal. Permintaan pasar untuk daging puyuh juga cukup stabil, terutama di rumah makan atau warung makan.

2. Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur

Selain sebagai pedaging, burung puyuh juga sangat potensial untuk usaha petelur, di mana panen telur dapat dilakukan setiap hari setelah puyuh mulai bertelur. Burung puyuh betina mulai bertelur pada usia sekitar 35-45 hari atau sekitar 5-6 minggu. Ini berarti dalam waktu kurang dari 2 bulan, peternak sudah bisa mulai memanen telur. Jika membeli puyuh dara siap telur, panen bahkan bisa langsung dimulai.

Modal untuk memulai usaha puyuh petelur skala rumahan, misalnya 50 ekor, bisa berkisar antara Rp 700.000 hingga Rp 1.200.000. Angka ini sudah termasuk pembelian puyuh dara, pakan, dan kandang baterai sederhana yang relatif murah dan hemat tempat. Puyuh betina dapat menghasilkan telur hampir setiap hari, dengan rata-rata produksi 80-90% per hari dari jumlah populasi.

Produktivitas telur puyuh yang tinggi menjadikannya pilihan menarik, mengingat telur puyuh memiliki permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang baik. Pemasaran telur puyuh juga tergolong mudah, karena banyak dicari oleh pedagang sayur, warung makan, hingga supermarket kecil karena kandungan gizi dan ukurannya yang praktis. Pemasaran dapat dilakukan secara langsung atau melalui pengepul.

3. Usaha Ternak Ayam Broiler Skala Sangat Kecil

Meskipun ayam broiler umumnya membutuhkan modal lebih besar, usaha skala sangat kecil dengan fokus pada panen cepat masih sangat bisa dipertimbangkan. Ayam broiler dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, siap panen pada usia 28-35 hari (sekitar 1 bulan) dengan bobot rata-rata 1,5-2 kg. Siklus panen yang cepat ini memungkinkan perputaran modal yang efisien.

Dengan modal Rp 1 juta, peternak bisa memulai dengan sekitar 20-30 ekor DOC (Day Old Chick) ayam broiler. Modal ini sudah termasuk biaya pakan awal dan kandang sederhana. Fokus pada jumlah yang sedikit pada awalnya akan membantu mengelola modal dan risiko dengan lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa ayam broiler membutuhkan pakan dengan nutrisi tinggi dan konsisten untuk mencapai bobot panen dalam waktu singkat. Manajemen pakan yang baik sangat krusial untuk keberhasilan usaha ini.

Untuk skala kecil, pemasaran dapat dilakukan secara langsung ke tetangga, warung makan lokal, atau pasar tradisional di sekitar lokasi peternakan. Strategi pemasaran langsung ini dapat mengurangi biaya distribusi dan meningkatkan margin keuntungan bagi peternak.

4. Usaha Ternak Ayam Kampung Super (Joper) Skala Kecil

Ayam Kampung Super (Joper) adalah hasil persilangan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, menjadikannya pilihan menarik untuk panen lebih cepat. Ayam Joper dapat dipanen pada usia 45-60 hari dengan bobot sekitar 0,8-1,2 kg, lebih cepat dibandingkan ayam kampung asli yang bisa mencapai 3-4 bulan. Meskipun sedikit di atas 1 bulan, untuk pasar "ayam muda" atau "ayam ingkung", panen di usia 1,5 bulan masih sangat diminati.

Dengan modal Rp 1 juta, peternak bisa membeli sekitar 30-40 ekor DOC Joper, pakan awal, dan membangun kandang sederhana. Biaya pakan per ekor juga lebih rendah dibandingkan broiler karena siklus yang sedikit lebih panjang. Ayam Joper memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit dibandingkan ayam broiler, sehingga risiko kematian lebih rendah. Ini merupakan keuntungan signifikan karena dapat mengurangi potensi kerugian akibat kematian ternak.

Daging ayam Joper memiliki tekstur dan rasa yang mirip ayam kampung asli, sehingga harga jualnya lebih tinggi dan stabil dibandingkan ayam broiler. Permintaan pasar untuk ayam kampung tetap tinggi, menjamin stabilitas penjualan.

5. Usaha Pembesaran DOC (Day Old Chick) untuk Dijual Kembali

Model bisnis ini berfokus pada pembelian DOC (anak ayam umur sehari) dan membesarkannya selama 1-2 minggu sebelum dijual kembali kepada peternak lain yang ingin memelihara ayam yang lebih besar. Siklus perputaran yang sangat cepat, yaitu hanya 7-14 hari, sangat cocok untuk target panen 1 bulan.

Dengan modal Rp 1 juta, peternak bisa membeli sekitar 50-100 ekor DOC, tergantung jenis dan harga di pasaran. Modal ini juga mencakup pakan starter dan biaya pemanas awal. Kandang yang dibutuhkan juga sederhana, cukup kotak brooder dengan pemanas, sehingga investasi awal tidak terlalu besar. Membesarkan DOC hanya dalam waktu singkat juga mengurangi risiko kematian akibat penyakit yang sering menyerang ayam dewasa. Fokus pada fase awal yang krusial ini meminimalkan kerugian.

Permintaan pasar untuk ayam umur 1-2 minggu cukup stabil, karena banyak peternak yang lebih memilih membeli ayam pada usia ini karena dianggap lebih kuat dan risiko kematiannya lebih kecil dibandingkan DOC. Hal ini menciptakan pasar yang solid bagi usaha pembesaran DOC.

6. Usaha Ternak Ayam Petelur Skala Rumahan (Membeli Pullet)

Untuk mendapatkan panen telur dalam waktu 1 bulan, strategi terbaik adalah membeli pullet (ayam dara siap telur) yang sudah mendekati masa produksi. Pullet ayam petelur yang dibeli pada usia 16-18 minggu akan mulai bertelur dalam waktu 1-2 minggu setelah adaptasi di kandang baru. Ini memungkinkan peternak untuk segera memanen telur dalam waktu kurang dari 1 bulan setelah pembelian.

Meskipun harga pullet memang lebih mahal dari DOC, waktu tunggu panen telur jauh lebih singkat. Dengan modal Rp 1 juta, peternak bisa membeli sekitar 5-10 ekor pullet ayam petelur, pakan awal, dan kandang sederhana. Ayam petelur yang sehat dapat menghasilkan telur hampir setiap hari selama masa produktifnya, memberikan pendapatan harian yang stabil.

Untuk skala rumahan, kandang baterai sederhana atau kandang postal kecil sudah cukup untuk menampung beberapa ekor ayam petelur. Fokus utama adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan ayam agar produktivitas telur tetap optimal. Telur yang dihasilkan dapat dijual langsung ke konsumen atau warung di sekitar lingkungan.

7. Usaha Ternak Itik Petelur Skala Rumahan (Membeli Dara Itik)

Mirip dengan ayam petelur, usaha itik petelur juga dapat memberikan panen telur dalam waktu singkat jika dimulai dengan membeli dara itik yang siap bertelur. Dara itik yang dibeli pada usia 4-5 bulan (sekitar 16-20 minggu) akan mulai bertelur dalam waktu 2-4 minggu setelah adaptasi. Ini memungkinkan peternak untuk segera memanen telur dalam waktu kurang dari 1 bulan setelah pembelian.

Dengan modal Rp 1 juta, peternak bisa membeli sekitar 5-8 ekor dara itik petelur, pakan awal, dan membangun kandang sederhana. Meskipun harga dara itik lebih mahal dari DOD (Day Old Duck), waktu tunggu panen telur jauh lebih singkat, sehingga mempercepat perputaran modal. Itik petelur yang sehat dapat menghasilkan telur hampir setiap hari selama masa produktifnya, memberikan pendapatan harian yang stabil.

Telur itik, terutama yang diolah menjadi telur asin, memiliki pasar yang kuat dan stabil. Untuk skala rumahan, kandang postal kecil dengan akses ke air (kolam kecil atau bak) sudah cukup untuk menampung beberapa ekor itik petelur. Itik dikenal lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan ayam, sehingga risiko kerugian akibat kematian ternak cenderung lebih rendah.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik

1. Jenis usaha ternak unggas apa saja yang bisa dimulai dengan modal Rp 1 juta dan panen dalam 1 bulan?

Jawaban: Usaha ternak burung puyuh pedaging, burung puyuh petelur, ayam broiler skala sangat kecil, ayam kampung super (Joper) skala kecil, pembesaran DOC untuk dijual kembali, ayam petelur skala rumahan (membeli pullet), dan itik petelur skala rumahan (membeli dara itik).

2. Berapa lama siklus panen tercepat untuk ternak unggas yang disebutkan?

Jawaban: Burung puyuh pedaging memiliki siklus panen tercepat sekitar 25-30 hari. Usaha pembesaran DOC juga sangat cepat, hanya 7-14 hari sebelum dijual kembali.

3. Apa kunci keberhasilan dalam usaha ternak unggas modal kecil?

Jawaban: Kunci keberhasilan meliputi ketelitian dalam menghitung biaya pakan, pemilihan bibit yang sehat, manajemen kandang yang higienis, serta strategi pemasaran yang langsung menyasar konsumen akhir.

4. Apakah mungkin mendapatkan telur dalam waktu kurang dari sebulan dari ayam atau itik petelur?

Jawaban: Ya, dengan membeli pullet (ayam dara siap telur) atau dara itik yang sudah mendekati masa produksi (usia 16-18 minggu untuk ayam, 4-5 bulan untuk itik), Anda bisa mulai memanen telur dalam 1-4 minggu setelah pembelian.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|