5 Jenis Usaha Pakan Ternak Modal Kecil tapi Untung Besar, Peluang Cuan Menjanjikan

6 hours ago 3
  • Apa saja jenis usaha pakan ternak modal kecil yang menjanjikan?
  • Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya maggot BSF?
  • Mengapa produksi pakan fermentasi dianggap menguntungkan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Jenis usaha pakan ternak modal kecil tapi untung besar menjadi peluang menarik seiring berkembangnya sektor peternakan di Indonesia. Tingginya kebutuhan pakan berkualitas serta mahalnya harga pakan komersial membuka kesempatan bagi pelaku usaha, termasuk mereka yang memiliki modal terbatas.

Beragam pilihan usaha dapat dijalankan, mulai dari budidaya maggot hingga membuka toko pakan skala rumahan, yang masing-masing memiliki potensi keuntungan menjanjikan. Dengan pengelolaan yang tepat dan memahami kebutuhan pasar, bisnis pakan ternak dapat menjadi sumber cuan yang stabil dan berkelanjutan. Berikut jenis usaha pakan ternak modal kecil tapi untung besar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (16/2/2026). 

1. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu inovasi cerdas dalam mengatasi masalah sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi. Maggot BSF adalah larva dari lalat Hermetia illucens yang kaya protein, berkisar antara 25,22% hingga 41,22%, serta memiliki kandungan lemak tinggi. Kandungan nutrisi ini menjadikannya alternatif pakan unggul untuk berbagai jenis ternak, seperti ikan, ayam, dan lainnya.

Keunggulan budidaya maggot BSF tidak hanya terletak pada nilai nutrisinya, tetapi juga pada kemudahan pengelolaannya. Usaha ini tidak memerlukan lahan yang luas dan sangat cocok dilakukan di lingkungan tropis seperti Indonesia. Maggot BSF juga dikenal mampu mengolah berbagai jenis limbah organik dengan cepat, tanpa menyebarkan penyakit, dan aman bagi manusia.

Siklus panen maggot tergolong cepat dan teratur, umumnya dalam waktu 2-3 minggu sudah dapat dipanen. Selain itu, budidaya ini menciptakan siklus saling menguntungkan; limbah peternakan ayam dapat digunakan sebagai pakan BSF, dan maggot yang dihasilkan dapat menjadi pakan ayam. Maggot juga mengandung antimikroba dan antijamur yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak.

Modal awal untuk memulai budidaya maggot BSF sangat minim, bahkan bisa dimulai dengan sekitar Rp200.000 untuk membeli telur BSF dan wadah sederhana. Harga pupa lalat BSF berkisar Rp150.000 per kilogram, sementara telur BSF dapat dibeli seharga Rp5.000-7.000 per gram, menjadikannya pilihan usaha yang sangat terjangkau.

2. Produksi Pakan Fermentasi

Produksi pakan fermentasi adalah metode efektif untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan serta membuatnya lebih mudah dicerna oleh ternak. Proses ini juga menjadi solusi hemat biaya, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya cenderung mahal. Pakan fermentasi dapat dibuat dari bahan baku lokal yang mudah didapat dan murah.

Bahan-bahan seperti dedak, jagung, ampas tahu, ampas kelapa, jerami padi, dan berbagai limbah pertanian lainnya sangat cocok untuk diolah menjadi pakan fermentasi. Proses fermentasi tidak hanya meningkatkan kandungan protein dan nilai gizi, tetapi juga membantu mengurangi bau kotoran ternak. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi kebersihan lingkungan peternakan.

Pakan fermentasi juga berfungsi sebagai cadangan pakan yang strategis, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan hijauan berkurang. Dengan demikian, peternak dapat menjaga pasokan pakan ternak tetap stabil sepanjang tahun. Modal untuk memulai usaha ini relatif kecil, karena memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diakses dan peralatan sederhana seperti drum atau wadah besar.

Beberapa contoh bahan yang bisa digunakan meliputi tepung kacang hijau, bekatul, jagung, tepung ikan, tepung singkong, tepung kangkung, bungkil kelapa, ampas tahu, bawang putih, probiotik, molase, dan garam. Modal awal untuk usaha pakan ternak skala rumahan, termasuk pakan fermentasi, dapat berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000, menjadikannya pilihan yang menarik bagi pemula.

3. Penjualan Pakan Hijauan

Usaha penyediaan pakan hijauan atau rumput untuk ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba, memiliki potensi besar di Indonesia. Peluang ini masih jarang digarap secara maksimal, padahal permintaan akan hijauan berkualitas sangat tinggi. Hijauan pakan merupakan sumber nutrisi dasar yang esensial bagi ternak ruminansia.

Hijauan menyediakan serat, beta karoten, mineral, protein, dan air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta kesehatan ternak. Dengan menyediakan hijauan pakan berkualitas tinggi, peternak dapat mengurangi biaya pemeliharaan ternak secara signifikan. Hal ini karena ketergantungan pada konsentrat yang harganya terus meningkat dapat diminimalisir.

Berbagai jenis rumput dapat ditanam untuk usaha ini, meliputi rumput gajah, odot, rumput raja, dan leguminosa seperti indigofera. Selain itu, limbah pertanian seperti jerami padi, tongkol jagung, dedak, dan kulit singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya ekonomis, tetapi juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Usaha penjualan pakan hijauan dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, terutama jika pelaku usaha memiliki lahan sendiri untuk menanam. Modal awal dapat disesuaikan dengan skala penanaman dan peralatan yang dibutuhkan, memungkinkan fleksibilitas bagi para pemula yang ingin terjun ke bisnis ini.

4. Pembuatan Pakan Konsentrat Sederhana

Membuat pakan konsentrat sendiri menjadi alternatif efektif untuk menekan biaya pakan dan meningkatkan keuntungan, khususnya bagi ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Konsentrat adalah bahan pakan bernilai gizi tinggi yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serta energi. Kandungan nutrisi lengkap ini sangat vital untuk pertumbuhan optimal ternak.

Dengan meracik konsentrat sendiri menggunakan bahan-bahan lokal, peternak dapat menghemat biaya secara signifikan dibandingkan membeli pakan konsentrat pabrikan. Bahan baku yang bisa digunakan sangat beragam, antara lain onggok, molases, pollard, DDGS, CGF, dan SBM. Pemanfaatan bahan lokal ini juga mendukung ekonomi daerah.

Proses pembuatan konsentrat dapat dilakukan secara sederhana dengan peralatan minimal, seperti wadah besar dan skop. Ini berarti investasi awal untuk alat tidak terlalu besar, sehingga cocok untuk usaha skala rumahan. Fleksibilitas dalam memilih bahan baku juga memungkinkan penyesuaian formula pakan sesuai kebutuhan spesifik ternak dan ketersediaan di pasar.

Modal awal untuk usaha pembuatan pakan konsentrat akan bergantung pada jenis dan jumlah bahan baku yang dibeli. Beberapa sumber bahan konsentrat dapat dibeli secara eceran, memudahkan pelaku usaha untuk memulai dengan skala kecil. Dengan perencanaan yang matang, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan yang stabil.

5. Toko Pakan Ternak Skala Rumahan

Membuka toko pakan ternak skala rumahan, terutama di pedesaan atau area dengan populasi peternak yang padat, merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Permintaan akan pakan ternak terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah peternak, baik skala kecil maupun besar. Hal ini menciptakan pasar yang stabil dan berkelanjutan.

Toko pakan dapat menjual berbagai jenis pakan, mulai dari dedak, jagung, pelet ikan, hingga konsentrat. Selain itu, penjualan vitamin hewan dan obat-obatan ternak juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Keberagaman produk ini akan menarik lebih banyak pelanggan dan memenuhi kebutuhan peternak secara menyeluruh.

Lokasi usaha toko pakan ternak tidak harus strategis di pusat kota; justru di pedesaan atau pinggiran kota, keberadaan toko pakan sangat dicari. Dengan memanfaatkan halaman atau bagian depan rumah sebagai lokasi usaha, biaya sewa tempat dapat dihilangkan. Ini secara signifikan mengurangi modal awal yang dibutuhkan.

Modal awal untuk membuka toko pakan ternak bisa berkisar sekitar Rp5.000.000. Jika menggunakan halaman rumah, modal bisa lebih murah, sekitar Rp5.500.000, karena tidak ada biaya sewa. Perkiraan modal awal untuk belanja bahan baku, sewa tempat (jika ada), gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya bisa mencapai sekitar Rp6.000.000, namun potensi keuntungannya juga besar.

Faktor Pendukung Keberhasilan Usaha Pakan Ternak

Keberhasilan usaha pakan ternak modal kecil sangat didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, ketersediaan bahan baku lokal menjadi penentu utama. Pemanfaatan sumber daya seperti dedak, jagung, jerami padi, bungkil kelapa, molase, dan limbah pertanian lainnya dapat menekan biaya produksi secara signifikan. Efisiensi operasional pun akan meningkat dengan optimalisasi bahan baku lokal.

Kedua, permintaan pasar yang tinggi dan stabil merupakan fondasi kuat bagi bisnis ini. Industri peternakan di Indonesia terus tumbuh, memastikan adanya pasar yang luas untuk produk pakan ternak, baik untuk skala kecil maupun besar. Kondisi ini memberikan jaminan keberlanjutan usaha bagi para pelaku bisnis pakan.

Ketiga, efisiensi biaya produksi adalah aspek krusial. Biaya pakan seringkali menjadi komponen terbesar dalam biaya operasional peternakan, bahkan bisa mencapai 60-70%. Oleh karena itu, kemampuan menyediakan pakan berkualitas dengan biaya rendah sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing usaha.

Terakhir, riset pasar dan inovasi berkelanjutan tidak boleh diabaikan. Melakukan riset pasar secara berkala membantu memahami kebutuhan peternak dan tren industri, seperti pakan organik atau ramah lingkungan. Inovasi dalam formulasi pakan dan pemanfaatan bahan alternatif juga akan membuka peluang baru serta menjaga relevansi produk di pasar.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa saja jenis usaha pakan ternak modal kecil yang menjanjikan?

Beberapa jenis usaha pakan ternak modal kecil yang menjanjikan meliputi budidaya maggot BSF, produksi pakan fermentasi, penjualan pakan hijauan, pembuatan pakan konsentrat sederhana, dan toko pakan ternak skala rumahan.

2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya maggot BSF?

Modal awal untuk budidaya maggot BSF bisa sangat minim, bahkan sekitar Rp200.000 untuk membeli telur BSF dan wadah sederhana.

3. Mengapa produksi pakan fermentasi dianggap menguntungkan? 

Produksi pakan fermentasi menguntungkan karena dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan, membuatnya lebih mudah dicerna, mengurangi bau kotoran ternak, dan menghemat biaya pakan pabrikan yang mahal dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|