Berita ini membuatmu penasaran?
Mengapa pohon alpukat tumbuh lambat meski sudah rutin disiram?Apa hama yang paling sering menyerang pohon alpukat?Bagaimana cara mengetahui akar pohon alpukat mulai busuk?
Baca artikel ini 6x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pohon alpukat menjadi salah satu tanaman favorit yang banyak ditanam di pekarangan rumah karena mampu menghadirkan suasana hijau sekaligus menghasilkan buah yang bernilai tinggi. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan pertumbuhan pohon alpukat terasa lambat meski sudah rutin disiram dan diberi pupuk. Kondisi ini sering membuat pemilik tanaman merasa bingung karena daun tidak kunjung rimbun, batang tumbuh kecil, bahkan tanaman terlihat kurang sehat dalam waktu lama.
Pada dasarnya, pohon alpukat membutuhkan perawatan yang cukup detail agar bisa tumbuh optimal. Faktor seperti kualitas tanah, intensitas sinar matahari, pola penyiraman, hingga serangan hama dapat memengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman. Banyak pemula yang belum menyadari bahwa kesalahan kecil dalam perawatan sehari-hari bisa membuat akar terganggu dan penyerapan nutrisi menjadi tidak maksimal. Akibatnya, pertumbuhan pohon menjadi lambat dan sulit berkembang dengan baik.
Lantas apa saja tantangan merawat pohon alpukat yang membuat pertumbuhan lambat? Berikut penjelasan lebih lengkap dari penanam pohon alpukat selama 13 tahun, Surono (50).
Tantangan Merawat Pohon Alpukat
Surono (50) yang telah aktif menanam pohon alpukat sejak tahun 2003 ini membagikan pengalamannya kepada Liputan6.com tentang tantangan merawat pohon alpukat yang sering kali membuat pertumbuhan menjadi lambat.
Pria asal Gunungkidul, Yogyakarta ini menekan bahwa terdapat beberapa cara yang perlu diperhatikan dan dilakukan. Mulai dari adangan serangan hama dan penyakit hingga kurangnya unsur hara.
"Tantangan terbesar dalam merawat alpukat adalah serangan hama, penyakit akar busuk, serta bunga yang rontok sebelum menjadi buah. Perubahan cuaca ekstrem dan kurangnya unsur hara juga sering menjadi kendala utama," ujar Surono saat diwawancarai Liputan6.com melalui pesan teks pada Selasa (21/4/2026).
1. Serangan Hama yang Membuat Pohon Alpukat Sulit Tumbuh Optimal
Menurut Surono, penanam pohon alpukat yang telah berpengalaman selama 13 tahun, serangan hama menjadi salah satu tantangan terbesar dalam merawat tanaman alpukat. Hama sering datang tanpa disadari dan perlahan merusak kondisi daun, batang, hingga calon buah muda. Beberapa jenis hama yang umum menyerang pohon alpukat antara lain ulat daun, kutu putih, penggerek batang, dan semut yang memicu munculnya jamur di permukaan daun. Ketika serangan dibiarkan terlalu lama, pertumbuhan pohon menjadi lambat karena energi tanaman habis untuk bertahan dari gangguan tersebut.
Hama juga dapat menghambat proses fotosintesis pada tanaman. Daun yang berlubang atau menguning membuat kemampuan pohon dalam menghasilkan makanan menjadi berkurang. Akibatnya, batang tidak berkembang maksimal dan akar menjadi kurang kuat menopang pertumbuhan tanaman. Surono menjelaskan bahwa banyak pemilik pohon alpukat baru menyadari adanya hama setelah kondisi tanaman terlihat layu atau pertumbuhannya berhenti dalam waktu lama. Padahal, pada tahap awal biasanya sudah muncul tanda seperti daun keriting, bercak hitam, atau adanya serbuk halus di batang.
Untuk mengatasi masalah ini, perawatan rutin menjadi hal yang sangat penting. Surono biasanya memeriksa kondisi daun dan batang setiap beberapa hari, terutama saat musim panas karena hama lebih cepat berkembang pada cuaca kering. Membersihkan area sekitar pohon dari rumput liar juga membantu mengurangi tempat persembunyian serangga. Selain itu, penggunaan pestisida organik dari campuran bawang putih atau daun mimba kerap dipilih agar tanaman tetap sehat tanpa merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang.
2. Penyakit Akar Busuk yang Sering Tidak Disadari
Pria asal Gunungkidul, Yogyakarta ini mengatakan bahwa penyakit akar busuk menjadi ancaman serius bagi pohon alpukat, terutama pada musim hujan. Kondisi tanah yang terlalu lembap membuat akar mudah terserang jamur dan akhirnya membusuk secara perlahan. Masalah ini sering tidak langsung terlihat karena kerusakan terjadi di bagian bawah tanah. Banyak orang mengira tanaman hanya kekurangan air atau pupuk, padahal akar sudah tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik.
Ciri-ciri akar busuk biasanya terlihat dari daun yang mulai menguning, layu meski tanah masih basah, serta pertumbuhan batang yang terhenti. Dalam kondisi yang lebih parah, pohon alpukat bahkan bisa mati secara perlahan karena sistem perakarannya rusak total. Surono menjelaskan bahwa kesalahan paling umum adalah menyiram tanaman terlalu sering tanpa memperhatikan kondisi media tanam. Tanah yang padat dan minim drainase membuat air mengendap terlalu lama sehingga akar sulit mendapatkan oksigen.
Untuk mencegah akar busuk, Surono menyarankan penggunaan tanah yang gembur dan memiliki saluran air yang baik. Ia juga lebih berhati-hati dalam penyiraman, terutama saat cuaca sedang sering hujan. Menanam alpukat di area yang terkena sinar matahari cukup membantu menjaga kelembapan tanah tetap stabil. Selain itu, pemberian sekam bakar atau kompos organik juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah agar akar tumbuh lebih sehat dan kuat.
3. Bunga Alpukat Mudah Rontok Sebelum Menjadi Buah
Tantangan lain yang sering membuat petani alpukat kecewa adalah bunga yang rontok sebelum berubah menjadi buah. Menurut Surono, kondisi ini sangat umum terjadi, terutama ketika pohon sedang memasuki masa berbunga lebat. Banyak orang mengira semua bunga akan berkembang menjadi buah, padahal sebagian besar bisa gugur jika tanaman mengalami stres atau kekurangan nutrisi tertentu.
Kerontokan bunga biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti cuaca terlalu panas, angin kencang, kurang air, atau ketidakseimbangan unsur hara. Saat pohon tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tanaman akan secara alami menggugurkan bunga agar energi bisa difokuskan untuk mempertahankan hidup. Surono menjelaskan bahwa masa pembungaan adalah fase paling sensitif dalam pertumbuhan alpukat. Sedikit perubahan lingkungan saja dapat membuat bunga gagal berkembang menjadi buah kecil.
Untuk menjaga bunga tetap bertahan, Surono rutin memberikan pupuk yang mengandung kalium dan fosfor menjelang masa berbunga. Ia juga menjaga kelembapan tanah agar tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Pada beberapa kondisi, pohon alpukat membutuhkan perlindungan dari angin berlebihan karena getaran yang terlalu kuat dapat mempercepat kerontokan bunga. Dengan perawatan yang konsisten, peluang bunga berkembang menjadi buah akan lebih besar dan hasil panen menjadi lebih maksimal.
4. Perubahan Cuaca Ekstrem yang Mengganggu Pertumbuhan
Surono menilai perubahan cuaca ekstrem menjadi tantangan yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Cuaca yang tidak menentu membuat pohon alpukat sulit beradaptasi, terutama ketika musim panas berlangsung terlalu panjang atau hujan turun terus-menerus. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan daun, pembentukan bunga, hingga kualitas buah yang dihasilkan.
Saat cuaca terlalu panas, pohon alpukat cenderung kehilangan banyak cairan sehingga daun mudah layu dan pertumbuhan melambat. Sebaliknya, curah hujan tinggi membuat kelembapan meningkat dan memicu munculnya jamur maupun penyakit akar. Perubahan suhu yang drastis juga dapat membuat bunga mudah rontok sebelum terjadi pembuahan. Menurut Surono, pohon alpukat sebenarnya cukup kuat, tetapi tetap membutuhkan lingkungan yang stabil agar bisa tumbuh optimal.
Untuk menghadapi perubahan cuaca, Surono biasanya menyesuaikan pola perawatan sesuai musim. Pada musim kemarau, ia meningkatkan frekuensi penyiraman dan menambahkan mulsa di sekitar batang agar tanah tidak cepat kering. Sedangkan saat musim hujan, ia lebih fokus menjaga drainase dan mengurangi genangan air di sekitar akar. Perawatan yang fleksibel seperti ini membantu pohon alpukat tetap sehat meski kondisi cuaca sering berubah secara ekstrem.
5. Kurangnya Unsur Hara Membuat Pertumbuhan Terhambat
Kurangnya unsur hara menjadi penyebab lain yang sering membuat pohon alpukat tumbuh lambat. Surono menjelaskan bahwa banyak orang hanya mengandalkan penyiraman tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman. Padahal, pohon alpukat memerlukan unsur hara lengkap seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, serta pembentukan buah.
Tanaman yang kekurangan nutrisi biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti daun pucat, ukuran daun kecil, batang kurus, dan pertumbuhan tunas yang lambat. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat pohon sulit berkembang meski sudah berusia cukup lama. Surono menambahkan bahwa unsur hara di dalam tanah dapat terus berkurang akibat tersapu air hujan atau terserap tanaman lain di sekitar pohon. Karena itu, pemupukan perlu dilakukan secara rutin dan tidak boleh asal-asalan.
Untuk menjaga kesuburan tanah, Surono lebih sering menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk tambahan sesuai kebutuhan tanaman. Kompos, pupuk kandang matang, serta pupuk NPK diberikan secara bertahap agar penyerapan nutrisi lebih maksimal. Ia juga menyarankan pemilik pohon alpukat memperhatikan kondisi daun sebagai tanda awal kekurangan unsur hara. Dengan nutrisi yang cukup dan perawatan yang tepat, pohon alpukat akan tumbuh lebih cepat, rimbun, dan memiliki peluang berbuah lebih baik.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tantangan Merawat Pohon Alpukat yang Membuat Pertumbuhan Lambat
1. Mengapa pohon alpukat tumbuh lambat meski sudah rutin disiram?
Jawaban: Pohon alpukat tidak hanya membutuhkan air, tetapi juga nutrisi, sinar matahari, dan kondisi tanah yang baik. Jika tanah terlalu padat, kekurangan unsur hara, atau akar mulai membusuk, pertumbuhan tanaman tetap bisa melambat meski penyiraman dilakukan setiap hari.
2. Apa hama yang paling sering menyerang pohon alpukat?
Jawaban: Beberapa hama yang sering menyerang pohon alpukat adalah ulat daun, kutu putih, semut, dan penggerek batang. Hama tersebut dapat merusak daun dan batang sehingga proses pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.
3. Bagaimana cara mengetahui akar pohon alpukat mulai busuk?
Jawaban: Ciri-ciri akar busuk biasanya ditandai daun menguning, tanaman layu meski tanah basah, dan pertumbuhan berhenti. Pada kondisi parah, batang bagian bawah juga bisa terlihat lembek atau menghitam.
4. Mengapa bunga alpukat sering rontok sebelum menjadi buah?
Jawaban: Bunga alpukat dapat rontok karena cuaca ekstrem, kekurangan nutrisi, kekurangan air, atau angin terlalu kencang. Tanaman yang sedang stres biasanya menggugurkan bunga agar tetap bisa bertahan hidup.
5. Apakah pohon alpukat membutuhkan banyak sinar matahari?
Jawaban: Ya, pohon alpukat membutuhkan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhan daun, batang, dan buah lebih optimal. Area yang terlalu teduh d

5 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6499358/original/016223200_1779355787-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405071/original/023371500_1762423609-Anak_SD_Baca_Puisi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477664/original/019247900_1768879054-Menanam_kacang_panjang_di_pagar_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410778/original/011400500_1762944721-model_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2728270/original/068785600_1550117087-Program_Indonesia_Pintar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6449406/original/073890000_1779314518-20150914073138-antusiasme-siswa-sd-aceh-lestarikan-permainan-tradisional-tanah-air-006-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6497875/original/097878000_1779354591-Dapur_Semi_Outdoor_Atap_Transparan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6497511/original/019435500_1779354318-cover_rda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6495064/original/060939900_1779352247-Gemini_Generated_Image_wwxqeiwwxqeiwwxq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812985/original/010635700_1714046899-Ilustrasi_anak_sekolah__SD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4892471/original/033847000_1721091341-closeup-shot-beautiful-mourning-dove-resting-twig.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493031/original/084837100_1779350580-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6494911/original/096892800_1779352096-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5131923/original/060273100_1739431722-Ilustrasi_-_Witan_Sulaeman_di_Persija_Jakarta_dan_Timnas_Indonesia_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6490935/original/010176900_1779348892-rumah_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565519/original/050665900_1777027440-SaveGram.App_682051590_18436478374138386_4318806254745356158_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505797/original/066567100_1771396814-Peternakan_Ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6488086/original/054957100_1779346613-kandang_kucing.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)