Liputan6.com, Jakarta - Mencari peluang usaha yang menjanjikan namun tidak membutuhkan modal besar dan lahan luas kini semakin diminati banyak orang. Terlebih lagi, jika usaha tersebut bisa dijalankan dari rumah tanpa mengganggu kenyamanan tetangga. Kini, ada berbagai pilihan usaha ternak rumahan yang menawarkan potensi keuntungan menarik, bahkan bagi pemula sekalipun.
Konsep usaha ternak skala rumahan ini berfokus pada efisiensi, keberlanjutan, dan dampak minimal terhadap lingkungan sekitar. Dengan pemilihan jenis ternak yang tepat dan pengelolaan yang baik, Anda bisa mengubah hobi menjadi sumber penghasilan stabil. Dari budidaya serangga hingga hewan peliharaan populer, setiap opsi menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal modal, perawatan, dan potensi pasar.
Mari jelajahi bagaimana Anda dapat memulai bisnis peternakan yang menguntungkan dari pekarangan rumah Anda. Artikel ini akan mengulas lima ide usaha ternak rumahan yang memenuhi kriteria tersebut, lengkap dengan panduan praktis untuk memulainya.
1. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu usaha ternak rumahan yang ramah lingkungan dan minim gangguan bagi tetangga. Maggot BSF tidak menimbulkan bau menyengat jika dikelola dengan baik, sehingga cocok dijalankan di lingkungan perumahan tanpa menimbulkan keluhan. Selain itu, usaha ini juga membutuhkan ruang yang relatif kecil dan dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai pakan utama, sehingga sekaligus membantu mengurangi volume sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini tidak mengganggu kenyamanan tetangga sekaligus tetap menguntungkan bagi pemilik usaha.
Modal awal untuk memulai budidaya maggot BSF cukup terjangkau, bahkan bisa kurang dari Rp500.000. Dana ini umumnya dialokasikan untuk kandang sederhana, bibit telur, dan peralatan dasar. Sebagai contoh, bak pembesaran dan jaring lalat dapat disiapkan dengan biaya sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000. Telur maggot BSF dapat dibeli di pasaran dengan harga sekitar Rp5.000-Rp8.000 per gram. Dari 10 gram telur, Anda berpotensi menghasilkan 20-30 kg maggot basah dalam waktu 2-3 minggu.
Pengelolaan budidaya maggot BSF tergolong mudah. Siapkan kandang sederhana untuk lalat BSF bertelur dan media penetasan telur dari boks kardus atau tripleks. Setelah telur menetas, larva dipindahkan ke biopond untuk pembesaran. Maggot BSF mengonsumsi limbah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah busuk, di mana 15 ribu larva BSF mampu menghabiskan sekitar 2 kg limbah organik dalam 24 jam. Maggot BSF kaya protein (30-40% kering, 10-15% basah) dan asam amino esensial, menjadikannya pakan bernutrisi tinggi untuk ayam, ikan, dan hewan peliharaan lainnya. Siklus hidupnya dari telur hingga lalat dewasa sekitar 40-45 hari, dengan waktu panen maggot optimal pada 2-3 minggu setelah menetas.
2. Budidaya Ikan Cupang Hias
Budidaya ikan cupang hias merupakan salah satu usaha ternak rumahan yang sangat ramah lingkungan dan tidak mengganggu tetangga. Ikan cupang tidak berisik, tidak menimbulkan bau, dan bisa dipelihara di wadah kecil seperti akuarium, baskom, atau bahkan gelas, sehingga tidak memerlukan lahan luas. Dengan sifatnya yang tenang dan mudah dijaga kebersihannya, usaha ini ideal dijalankan di rumah tanpa menimbulkan keluhan dari lingkungan sekitar.
Modal awal untuk memulai usaha ternak ikan cupang cukup terjangkau, mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000. Dana ini dapat digunakan untuk membeli indukan berkualitas dan perlengkapan dasar. Fleksibilitas ini memungkinkan banyak orang untuk memulai usaha ini tanpa beban finansial yang berat.
Dalam pengelolaannya, siapkan wadah yang cukup besar untuk ikan cupang dan perhatikan suhu serta kualitas air. Ikan cupang memiliki rongga labirin sehingga dapat hidup di air minim oksigen, tidak selalu memerlukan aerator. Pilih indukan berkualitas; jantan ideal berusia 4-8 bulan dengan badan panjang, sirip terang, dan gerakan lincah, sementara betina berusia 3-4 bulan dengan badan membulat dan perut sedikit buncit.
Proses pemijahan dilakukan di wadah berisi air bersih setinggi 10-15 cm, dilengkapi tanaman air sebagai tempat berlindung burayak. Larva diberi pakan infusoria atau kutu air, kemudian naupli artemia atau microworms setelah satu minggu. Kebersihan akuarium dan penyaring kotoran harus dijaga rutin untuk mempertahankan kualitas air.
3. Budidaya Cacing Tanah
Budidaya cacing tanah merupakan usaha rumahan yang bersih, ramah lingkungan, dan minim gangguan tetangga. Cacing tanah sendiri hampir tidak menimbulkan bau, sehingga aman ditempatkan di rumah bahkan di lingkungan padat penduduk. Yang perlu diperhatikan hanyalah kondisi media atau pakan organik yang digunakan; media yang terlalu basah atau limbah organik yang menumpuk bisa menimbulkan aroma kurang sedap. Dengan pengelolaan yang tepat, seperti menjaga kelembapan media, rutin membolak-balik, dan memastikan limbah organik segar, usaha ini tetap nyaman dijalankan di rumah tanpa menimbulkan keluhan tetangga.
Modal awal untuk memulai budidaya cacing tanah relatif terjangkau, berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000, tergantung jumlah wadah dan bibit cacing yang dibeli. Wadah sederhana seperti ember, kotak kayu, atau wadah plastik dapat digunakan sebagai media budidaya. Media yang digunakan biasanya berupa campuran tanah dan kompos atau limbah organik yang sudah direbus ringan, sehingga aman untuk cacing dan tidak berbau. Bibit cacing tanah dapat dibeli dalam jumlah kecil terlebih dahulu, kemudian diperbanyak secara bertahap untuk meningkatkan produksi.
Pengelolaan budidaya cacing tanah termasuk memantau kelembapan media, membolak-balik media secara ringan, serta membersihkan sisa limbah organik yang menumpuk. Cacing tanah memakan limbah organik seperti sisa sayur, buah, atau dedaunan kering, dan mengubahnya menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi. Wadah harus memiliki ventilasi yang cukup agar udara tetap segar dan media tidak lembap berlebihan. Dengan cara ini, cacing tumbuh sehat, media tetap bersih, dan aroma tetap netral.
Cacing tanah dapat dipanen dalam waktu 4–6 minggu, tergantung kondisi media dan jumlah bibit. Hasil panen bisa dijual sebagai pakan ikan, unggas, atau dijadikan pupuk organik. Dengan pengelolaan yang rutin dan tepat, usaha budidaya cacing tanah menjadi bersih, praktis, menguntungkan, dan aman dijalankan di rumah tanpa mengganggu tetangga.
4. Ternak Ikan Lele
Budidaya ikan lele menjadi salah satu usaha ternak rumahan yang populer karena cepat panen, modal relatif terjangkau, dan potensi keuntungan cukup tinggi. Usaha ini juga tergolong aman untuk lingkungan rumah karena lele tidak berisik, sehingga tidak mengganggu tetangga. Bau dari kolam bisa diminimalkan dengan pengelolaan air yang baik, pembersihan rutin, dan penggunaan sistem resirkulasi atau biofilter sederhana, sehingga tetap nyaman dijalankan di rumah.
Modal awal untuk memulai budidaya lele skala rumahan tergolong rendah, biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 tergantung kapasitas kolam dan jumlah bibit. Biaya ini umumnya digunakan untuk membeli bibit lele, pakan, kolam atau wadah budidaya, dan perlengkapan dasar lainnya. Untuk kolam, bisa menggunakan ember besar, drum plastik, atau kolam terpal ukuran kecil, yang hemat tempat dan mudah dipindahkan.
Pengelolaan budidaya lele relatif sederhana. Pilih bibit lele berkualitas, biasanya berusia 1–2 minggu dengan panjang 3–5 cm, sehat, dan aktif bergerak. Pakan dapat berupa pelet komersial atau campuran pelet dengan bahan organik yang bersih, diberikan 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan ikan. Penting untuk menjaga kualitas air, misalnya dengan mengganti sebagian air setiap minggu atau menggunakan aerator kecil untuk sirkulasi dan oksigenasi. Media air yang bersih juga mengurangi kemungkinan bau yang bisa mengganggu lingkungan sekitar.
Siklus panen lele tergolong cepat, biasanya sekitar 2–3 bulan untuk ukuran konsumsi 200–300 gram per ekor, tergantung jenis bibit dan kualitas pakan. Kolam kecil bisa dikelola dengan intensif dan bersih agar hasil panen maksimal. Dengan perawatan yang tepat, budidaya lele menjadi usaha rumahan yang menguntungkan, bersih, dan ramah tetangga, sehingga ideal dijalankan bahkan di lahan terbatas atau halaman belakang rumah.
5. Ternak Kelinci Pedaging
Budidaya kelinci pedaging menjadi salah satu usaha rumahan yang menjanjikan karena dagingnya bernilai ekonomis tinggi dan kotoran serta urin kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Usaha ini cukup efisien dijalankan di rumah karena kelinci tidak berisik, dan jika kandang dikelola dengan baik, bau bisa diminimalkan sehingga tidak mengganggu tetangga. Kunci untuk menjaga lingkungan tetap nyaman adalah rutin membersihkan kandang, menggunakan alas serbuk kayu atau jerami yang mudah diganti, serta memastikan ventilasi kandang memadai.
Modal awal untuk memulai usaha ini relatif terjangkau. Anda perlu membeli beberapa pasang indukan kelinci, dengan harga berkisar antara Rp100.000–Rp150.000 per pasang. Biaya kandang bisa dimulai dari Rp200.000 untuk kandang sederhana, sehingga total investasi awal cukup ringan bagi pemula. Kandang baterai atau bertingkat disarankan untuk tahap pembesaran, dengan ukuran sekitar 60x40 cm yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran kelinci. Penempatan kandang di sudut rumah atau area yang jauh dari keramaian, asap, dan sumber bau lain juga membantu menjaga kenyamanan lingkungan.
Pengelolaan kandang memerlukan kebersihan rutin minimal dua kali seminggu, termasuk mengganti alas serbuk atau jerami yang kotor dan membersihkan sisa pakan. Kelinci menyukai kondisi kering, jadi pastikan kandang tidak lembap dan ventilasi berjalan baik. Pemilihan indukan berkualitas sangat penting: pilih kelinci sehat, aktif, dengan bulu bersih, mata jernih, dan tidak cacat. Pemberian pakan bergizi seimbang juga menentukan pertumbuhan dan kesehatan kelinci.
Siklus panen kelinci pedaging cukup cepat, biasanya saat berusia 3–4 bulan, memungkinkan perputaran modal yang efisien. Dengan perawatan yang disiplin, usaha ternak kelinci pedaging tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga tetap bersih, rapi, dan ramah tetangga, menjadikannya pilihan ideal bagi yang ingin usaha rumahan di lahan terbatas.
Tips Pengelolaan Umum Usaha Ternak Rumahan
Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan usaha ternak rumahan, beberapa tips pengelolaan umum perlu diperhatikan. Manajemen kandang dan lingkungan adalah kunci; pastikan kandang memiliki ventilasi udara yang baik dan cukup sinar matahari. Hindari menempelkan kandang langsung dengan rumah warga untuk mencegah bau, dan gunakan sistem kandang baterai atau bertingkat pada lahan sempit. Untuk mengurangi bau amonia, manfaatkan probiotik atau mikroba pengurai seperti EM4 yang dicampurkan pada pakan, air minum, atau disemprotkan ke kotoran; sistem kandang litier dengan media organik juga efektif mengontrol bau.
Pemilihan dan perawatan bibit juga krusial. Selalu pilih bibit yang sehat, aktif, dan tidak cacat. Disarankan untuk memulai dari jumlah kecil, sekitar 10-50 ekor, untuk memahami karakter dan kebutuhan ternak secara mendalam sebelum memperbesar skala usaha. Ini membantu meminimalkan risiko dan memaksimalkan pembelajaran.
Manajemen pakan dan kesehatan ternak tidak boleh diabaikan. Berikan pakan bergizi sesuai umur ternak, karena kualitas pakan berpengaruh langsung pada pertumbuhan dan waktu panen. Jaga kebersihan kandang dan peralatan secara rutin untuk mencegah penyakit, serta sediakan air minum yang bersih. Kenali gejala penyakit pada hewan ternak untuk tindakan cepat. Dari aspek bisnis, mulailah secara bertahap, lakukan pencatatan keuangan rapi, dan siapkan mental menghadapi risiko seperti kematian ternak atau fluktuasi harga pasar. Penting juga untuk berkonsultasi dengan pengurus RT/RW mengenai aturan lingkungan atau jenis hewan yang boleh dipelihara untuk menghindari potensi konflik sosial.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa saja usaha ternak rumahan yang tidak mengganggu tetangga dan minim modal?
Lima usaha ternak rumahan yang praktis, hemat biaya, dan ramah tetangga adalah budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF), ikan cupang hias, cacing tanah, dan ikan lele.
2. Berapa perkiraan modal awal untuk memulai budidaya maggot BSF skala rumahan?
Modal awal untuk budidaya maggot BSF dapat dimulai dengan minim, bahkan kurang dari Rp500.000, untuk kandang sederhana, bibit telur, dan peralatan dasar.
3. Bagaimana cara menjaga agar usaha ternak rumahan tidak menimbulkan bau atau gangguan?
Untuk mencegah bau, pastikan kandang memiliki ventilasi baik, hindari menempelkan kandang ke rumah warga, gunakan sistem kandang baterai pada lahan sempit, dan manfaatkan probiotik atau mikroba pengurai seperti EM4 pada pakan atau kotoran.

11 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5507688/original/068423900_1771517094-Gabriel_Silva_melayani_permintaan_foto_bareng_Aremania_yang_datang_ke_sesi_latihan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477499/original/043013100_1768830531-berita-banner-fifa-series-_x600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506834/original/060653000_1771477635-Patung_Confucius__Wikimedia_Commons_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427105/original/091541600_1764326953-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_16.44.40__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402037/original/046776500_1762235036-Kecoak_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507528/original/047458700_1771496063-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507468/original/038956000_1771493245-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507315/original/041240600_1771489708-makan_sahur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2854516/original/011599800_1563258067-Lidah_mertua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507287/original/033455600_1771488621-buah_mini_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506903/original/081245500_1771479346-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507167/original/095338200_1771485827-teras_desa_modern_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507153/original/053804500_1771485091-ternak_sapi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506324/original/047698600_1771428617-1000366559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507039/original/062380100_1771482221-ide_kandang_ayam_portable__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388274/original/093756400_1761116558-woman-running-track-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5506655/original/008869600_1771473668-IMG-20260219-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504990/original/047477200_1771317097-MUkena.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)