Liputan6.com, Jakarta - Budidaya serangga kini menjadi salah satu alternatif usaha kecil yang semakin banyak dilirik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Aktivitas ini menawarkan peluang pendapatan tambahan, tanpa membutuhkan lahan luas ataupun peralatan mahal. Banyak pemula mulai mempelajari cara ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh, sebagai langkah awal membangun usaha mandiri berbasis kebutuhan pakan hewan peliharaan seperti burung dan ikan hias.
Minat terhadap usaha rumahan berbasis hewan kecil terus meningkat, seiring kebutuhan pasar terhadap pakan alami terus bertambah. Jangkrik menjadi komoditas sederhana namun bernilai jual stabil sepanjang waktu. Melalui penerapan cara ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh, masyarakat bisa memanfaatkan ruang kosong rumah menjadi area produktif bernilai ekonomi tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Konsep peternakan skala kecil ini sangat cocok bagi pemula, pelajar, hingga ibu rumah tangga yang ingin mencoba usaha sampingan fleksibel. Proses pemeliharaan relatif sederhana serta tidak memerlukan keahlian teknis tinggi. Banyak orang mulai mencari informasi mengenai cara ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh, sebagai solusi usaha praktis di tengah keterbatasan modal dan ruang.
Perkembangan informasi digital turut membuka wawasan baru tentang peluang usaha sederhana berbasis budidaya hewan kecil. Teknik pemeliharaan jangkrik kini semakin mudah dipelajari melalui berbagai sumber edukasi. Penerapan cara ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh menjadi pilihan menarik, bagi siapa saja yang ingin membangun usaha berkelanjutan dari lingkungan rumah sendiri.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/5/2026).
1. Menyiapkan Kandang Sederhana untuk Jangkrik
Langkah awal yang sangat mendasar sekaligus menjadi fondasi utama dalam memulai kegiatan ternak jangkrik adalah proses menyiapkan kandang sederhana yang akan berfungsi sebagai tempat tinggal utama, ruang perlindungan, sekaligus lokasi berkembang biak bagi seluruh populasi jangkrik yang dibudidayakan. Kandang tersebut tidak harus dibuat dari material mahal atau peralatan khusus berbiaya tinggi, melainkan dapat memanfaatkan berbagai bahan bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti potongan kayu, lembaran triplek, kardus tebal yang masih kokoh, hingga kontainer plastik berukuran besar yang sudah tidak terpakai. Hal terpenting yang wajib diperhatikan adalah keberadaan ventilasi udara yang cukup memadai pada struktur kandang agar sirkulasi udara dapat berjalan secara lancar, stabil, dan berkesinambungan, sekaligus menjaga tingkat kelembapan tetap berada pada kondisi yang ideal untuk kehidupan jangkrik.
Ukuran kandang sendiri dapat disesuaikan secara fleksibel berdasarkan skala budidaya yang ingin dijalankan oleh peternak. Untuk pemula yang baru mencoba tahap awal, penggunaan kandang berukuran kecil sudah dianggap sangat cukup dan memadai sebagai sarana percobaan untuk memahami pola hidup serta kebutuhan dasar jangkrik. Di dalam kandang tersebut biasanya juga ditambahkan egg tray bekas atau tempat telur dari bahan karton yang disusun sedemikian rupa agar menciptakan ruang persembunyian alami bagi jangkrik, sehingga hewan tersebut tidak mudah mengalami stres, memiliki ruang gerak yang lebih teratur, dan dapat beradaptasi dengan lingkungan kandang secara lebih cepat.
Selain itu, bagian dasar kandang juga sangat dianjurkan untuk dilapisi menggunakan material kering seperti serbuk kayu halus, kertas bekas yang tidak mengandung tinta berbahaya, atau bahan serupa lainnya yang mampu membantu menyerap kelembapan berlebih di dalam ruang kandang. Kondisi kandang yang senantiasa bersih, kering, dan terkontrol tingkat kelembapannya akan memberikan dampak positif yang sangat signifikan dalam mengurangi risiko kematian jangkrik akibat serangan jamur, bakteri, maupun kondisi lingkungan yang tidak stabil.
2. Memilih Bibit Jangkrik yang Sehat
Bibit jangkrik merupakan salah satu faktor paling krusial yang sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam proses budidaya secara keseluruhan. Pemilihan indukan yang tepat harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan kondisi fisik maupun perilaku jangkrik, seperti tingkat keaktifan gerakan yang tinggi, kelincahan saat merespons rangsangan, serta bentuk tubuh yang proporsional dan tidak menunjukkan adanya kelainan fisik sedikit pun. Jangkrik yang tergolong sehat umumnya memiliki pergerakan yang cepat, respons yang sigap, serta tidak memperlihatkan tanda-tanda kelemahan maupun kecacatan pada bagian tubuh tertentu.
Untuk kebutuhan usaha dalam skala kecil atau pemula, langkah paling bijak adalah dengan membeli bibit jangkrik dari peternak lain dalam jumlah yang tidak terlalu besar terlebih dahulu sebagai tahap awal pembelajaran dan adaptasi. Setelah proses pemeliharaan berjalan dan indukan mulai berkembang biak secara alami, maka hasil keturunan atau anakan jangkrik tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk melanjutkan siklus budidaya berikutnya secara lebih mandiri dan berkelanjutan tanpa harus terus-menerus membeli bibit baru.
Di samping itu, sangat disarankan untuk memilih jenis jangkrik yang umum dibudidayakan di lingkungan peternakan rumahan seperti jangkrik kalung maupun jangkrik alam, karena kedua jenis tersebut dikenal memiliki tingkat adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungan kandang sederhana, lebih tahan terhadap perubahan kondisi sekitar, serta relatif lebih mudah dalam proses pemeliharaan jangka panjang.
3. Menyiapkan Pakan Jangkrik yang Murah dan Efisien
Pakan merupakan salah satu komponen paling vital dalam kegiatan budidaya jangkrik mini karena memiliki pengaruh langsung terhadap kecepatan pertumbuhan, tingkat kesehatan, serta keberlangsungan hidup seluruh populasi jangkrik di dalam kandang. Kabar baiknya, kebutuhan pakan untuk jangkrik tergolong sangat ekonomis, mudah diperoleh, dan bahkan dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di lingkungan rumah tangga sehari-hari.
Beberapa jenis pakan yang dapat digunakan antara lain adalah daun singkong segar, daun pepaya yang masih muda, berbagai jenis sayuran sisa dapur yang masih layak konsumsi, hingga dedak halus yang sering digunakan sebagai pakan tambahan. Selain itu, jangkrik juga memerlukan asupan protein tambahan yang dapat diperoleh dari pelet ikan yang telah dihancurkan agar proses pertumbuhan tubuhnya menjadi lebih cepat, seimbang, dan optimal dalam waktu yang relatif singkat.
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin setiap hari dalam jumlah yang terukur dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan penumpukan sisa makanan di dalam kandang. Sisa pakan yang tidak habis dikonsumsi harus segera dibersihkan secara berkala untuk mencegah timbulnya bau tidak sedap, pertumbuhan jamur, maupun perkembangan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan jangkrik secara keseluruhan.
4. Mengatur Suhu dan Kelembapan Kandang
Jangkrik merupakan jenis serangga yang memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan, terutama pada aspek suhu udara dan tingkat kelembapan di dalam kandang. Kondisi ideal untuk keberhasilan budidaya biasanya berada pada lingkungan bersuhu hangat yang stabil, tidak terlalu panas, serta tidak berada dalam kondisi lembap berlebihan yang dapat mengganggu kenyamanan hidup jangkrik.
Penempatan kandang sebaiknya dilakukan di area yang tidak terpapar sinar matahari langsung secara terus-menerus, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik agar pertukaran udara di dalam kandang tetap berlangsung secara alami dan seimbang. Apabila kondisi lingkungan terlalu lembap, jangkrik akan lebih rentan terserang penyakit, mengalami stres, bahkan berisiko mati secara massal dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani dengan tepat.
Untuk menjaga tingkat kelembapan tetap stabil, Anda dapat melakukan penyemprotan air dalam jumlah sangat sedikit di sekitar area kandang, bukan langsung ke tubuh jangkrik, agar kondisi udara tetap segar tanpa membuat lingkungan terlalu basah. Pengaturan lingkungan seperti ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga produktivitas ternak agar tetap stabil dan berkelanjutan.
5. Proses Perkembangbiakan Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan yang berkembang biak melalui proses bertelur, di mana indukan betina akan meletakkan telur pada media khusus yang telah disiapkan di dalam kandang, seperti pasir lembap yang terjaga kondisinya atau serbuk kayu halus yang memiliki kelembapan seimbang. Media tersebut berfungsi sebagai tempat aman untuk proses peneluran agar telur dapat berkembang secara optimal hingga tiba masa penetasan.
Setelah melewati beberapa hari masa inkubasi, telur-telur tersebut akan menetas menjadi anakan jangkrik berukuran sangat kecil yang kemudian akan mengalami pertumbuhan secara bertahap hingga mencapai ukuran siap panen. Tahapan awal ini merupakan fase yang paling rentan terhadap risiko kematian sehingga membutuhkan perhatian, ketelatenan, serta pengawasan yang lebih intensif dibandingkan fase pertumbuhan berikutnya.
Dengan perawatan yang dilakukan secara konsisten dan tepat, satu siklus budidaya jangkrik mini dalam skala rumahan mampu menghasilkan jumlah populasi yang cukup besar dalam rentang waktu yang relatif singkat, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.
6. Waktu Panen dan Potensi Keuntungan
Jangkrik pada umumnya sudah dapat dipanen ketika memasuki usia sekitar dua puluh lima hingga empat puluh hari, tergantung pada kualitas pakan yang diberikan, kondisi lingkungan kandang, serta intensitas perawatan selama proses budidaya berlangsung. Pada fase tersebut, ukuran tubuh jangkrik telah mencapai tingkat optimal sehingga sudah layak untuk dipasarkan kepada para pembeli.
Permintaan pasar terhadap jangkrik cenderung stabil sepanjang waktu, terutama berasal dari kalangan penghobi burung kicau, pemilik ikan arwana, serta pecinta reptil yang membutuhkan pakan hidup berkualitas secara rutin. Hal inilah yang menjadikan usaha ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh memiliki potensi keuntungan yang cukup menarik meskipun dimulai dari skala kecil dan sederhana.
Dengan pengelolaan yang tepat, disiplin perawatan, serta strategi budidaya yang terarah, usaha ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan tanpa memerlukan investasi awal dalam jumlah besar.
Tips Ternak Jangkrik Mini Skala Rumahan agar Cepat Panen dan Minim Kerugian
Ternak jangkrik mini menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang cukup menarik karena tidak membutuhkan modal besar, tidak memerlukan lahan luas, dan perawatannya relatif sederhana. Meski terlihat mudah, keberhasilan budidaya tetap sangat bergantung pada teknik pemeliharaan yang tepat sejak awal. Dengan memahami beberapa tips dasar, usaha kecil ini bisa berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil dari rumah.
1. Gunakan Kandang Sederhana tapi Fungsional
Kandang menjadi faktor utama dalam keberhasilan ternak jangkrik mini. Anda tidak perlu membeli kandang mahal, cukup gunakan bahan sederhana seperti kayu bekas, kardus tebal, atau kontainer plastik. Yang terpenting, kandang memiliki ventilasi udara yang cukup agar sirkulasi tetap lancar dan tidak menimbulkan kelembapan berlebih.
Tambahkan egg tray bekas di dalam kandang untuk memberikan ruang persembunyian bagi jangkrik. Struktur ini membantu mengurangi stres dan mencegah jangkrik saling bertabrakan atau saling memangsa, terutama pada fase pertumbuhan.
2. Pilih Bibit Jangkrik yang Aktif dan Sehat
Bibit menjadi kunci awal keberhasilan budidaya. Pilih jangkrik yang aktif bergerak, responsif terhadap rangsangan, dan tidak memiliki cacat fisik. Jangkrik yang sehat biasanya terlihat lincah dan tidak lemah saat disentuh atau dipindahkan.
Untuk pemula, sebaiknya membeli indukan dari peternak terpercaya dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Setelah berkembang biak, Anda bisa melanjutkan siklus berikutnya menggunakan hasil ternakan sendiri sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.
3. Atur Suhu dan Kelembapan Kandang
Jangkrik sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Suhu ideal biasanya berada pada kondisi hangat dan stabil, tidak terlalu panas maupun terlalu lembap. Kandang sebaiknya ditempatkan di area teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Jika udara terlalu kering, Anda bisa menyemprotkan air tipis di sekitar kandang. Sebaliknya, jika terlalu lembap, pastikan ventilasi diperbaiki agar udara dapat keluar masuk dengan baik. Keseimbangan ini sangat penting untuk mencegah kematian massal.
4. Berikan Pakan Murah dan Bergizi
Pakan tidak harus mahal untuk membuat jangkrik tumbuh cepat. Anda bisa memanfaatkan bahan alami seperti daun singkong, daun pepaya, sayuran sisa dapur, hingga dedak halus. Untuk mempercepat pertumbuhan, tambahkan pakan berprotein seperti pelet ikan yang dihancurkan.
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin setiap hari dalam jumlah cukup. Hindari penumpukan sisa makanan karena dapat menyebabkan bau tidak sedap dan memicu jamur di dalam kandang.
5. Pisahkan Jangkrik Berdasarkan Ukuran
Salah satu kesalahan umum pemula adalah mencampur jangkrik berbagai ukuran dalam satu kandang. Hal ini bisa menyebabkan jangkrik kecil dimangsa oleh yang lebih besar. Sebaiknya lakukan pemisahan berdasarkan fase pertumbuhan.
Dengan sistem ini, tingkat keberhasilan panen akan lebih tinggi dan kerugian akibat kematian bisa diminimalkan.
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Jangkrik Mini Skala Rumahan
Apa saja keuntungan dari cara ternak jangkrik mini skala rumahan modal receh?
Keuntungan utama adalah modal awal yang relatif kecil, potensi keuntungan besar, permintaan pasar yang stabil sebagai pakan hewan, serta perputaran modal yang cepat karena jangkrik dapat dipanen dalam 35-60 hari.
Bagaimana cara menyiapkan kandang yang ideal untuk ternak jangkrik mini?
Kandang dapat dibuat dari triplek atau papan kayu dengan dimensi sekitar 100x60x30-40 cm, memiliki ventilasi baik, suhu stabil 24-32°C, serta dilengkapi media persembunyian seperti egg tray dan pencegah hama di kaki kandang.
Jenis pakan apa yang direkomendasikan untuk jangkrik agar tumbuh optimal?
Pakan utama adalah pur ayam atau konsentrat tinggi protein (20-23%), yang dapat dioplos dengan bekatul. Tambahan sayuran seperti wortel, bayam, dan daun katuk juga penting, namun hindari sayuran berair tinggi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memanen jangkrik?
Jangkrik dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar 35 hingga 60 hari setelah menetas, tergantung pada jenis dan perawatan yang diberikan.

2 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995017/original/028061200_1779764739-Menanam_Sayur_di_Dinding_Rumah_agar_Tetap_Subur_dan_Tidak_Makan_Tempat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6994642/original/085883100_1779764473-HL_ubi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557713/original/016804300_1776387508-Budikdamber_Patin_dan_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6994003/original/087777000_1779763575-Desain_Kolam_Bebek_Mini_yang_Mudah_Dibersihkan_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6992816/original/038633300_1779762300-Ide_Kebun_Wortel_Gantung_di_Teras_Rumah_Minimalis_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6990768/original/078782400_1779759773-ChatGPT_Image_May_26__2026__08_40_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548762/original/024658400_1775551051-Desain_Gantung_untuk_Teras_Mungil__Hanging_Herbs_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5721101/original/018461600_1778611257-5-hal-yang-dilakukan-orang-cerdas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6949638/original/026301000_1779716879-BRILink_Agen.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6923775/original/010181500_1779694207-Untitledr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5442496/original/021714600_1765540473-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540284/original/055945700_1774694136-InShot_20260328_171527653.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6919538/original/052579000_1779689927-Gemini_Generated_Image_27d68i27d68i27d6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5008201/original/060853500_1731697541-20241116BL_Debut_Kevin_Diks_3.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310770/original/021008100_1754789255-HS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6963622/original/019730000_1779729236-HJLdgZHbkAA1f3o.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6922620/original/077258600_1779693129-jejamuran__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6736452/original/085138800_1779548782-ChatGPT_Image_May_23__2026__10_04_01_PM.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207890/original/044419100_1746284199-Ilustrasi_-_Maarten_Paes_copy.jpg)