7 Cara Menanam Singkong agar Berbuah Banyak dan Besar, Ternyata Bukan Cuma Soal Pupuk

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Menanam singkong memang terlihat sederhana. Batangnya cukup ditancapkan ke tanah, kemudian tanaman dibiarkan tumbuh hingga waktunya dipanen. Namun, kenyataannya tidak semua tanaman singkong mampu menghasilkan umbi yang banyak dan berukuran besar. Ada tanaman yang tampak subur dengan daun lebat, tetapi ketika dicabut justru menghasilkan sedikit umbi atau ukurannya kecil-kecil. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bagian atas tanaman belum tentu berbanding lurus dengan hasil umbinya.

Agar hasil panen lebih maksimal, cara menanam singkong perlu diperhatikan sejak awal, mulai dari memilih stek yang sehat, menyiapkan tanah, menentukan jarak tanam, hingga mengatur tunas dan memberikan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Panduan budidaya dari Kementerian Pertanian juga menempatkan penyiapan lahan, bibit, populasi tanaman, pemupukan, penyiangan, dan pembumbunan sebagai bagian penting dalam budidaya ubi kayu. Bahkan, jarak tanam yang terlalu rapat dapat menghasilkan ukuran umbi yang lebih kecil.

Menariknya, pupuk bukan satu-satunya kunci untuk mendapatkan singkong dengan umbi yang banyak dan besar. Cara mengatur jarak tanam dan memberikan ruang bagi tanaman untuk memperoleh cahaya juga dapat berpengaruh terhadap pembentukan umbi. Sistem double row, misalnya, dikembangkan untuk meningkatkan penerimaan cahaya dan dilaporkan dapat membantu menghasilkan jumlah serta ukuran umbi yang lebih baik. Lantas bagaimana saja cara menanam singkong agar berbuah banyak dan besar? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pilih Stek dari Batang Singkong yang Sehat dan Cukup Tua

Langkah pertama yang tidak boleh disepelekan adalah memilih batang yang akan dijadikan stek. Singkong umumnya diperbanyak menggunakan stek batang, sehingga kualitas bahan tanam sejak awal sangat menentukan bagaimana tanaman tumbuh setelah ditanam. Pilih batang yang sehat, tidak menunjukkan tanda serangan hama atau penyakit, sudah cukup tua, dan berasal dari tanaman induk yang pertumbuhannya bagus. Batang yang terlalu muda atau kondisinya kurang sehat berisiko menghasilkan pertumbuhan awal yang tidak optimal. Panduan teknologi produksi ubi kayu juga merekomendasikan stek dari tanaman yang sudah cukup umur sebagai bahan tanam.

Perhatikan pula bagian batang yang digunakan. Stek sebaiknya dipotong dengan alat yang tajam agar tidak menyebabkan kerusakan berlebihan pada mata tunas. Mata tunas penting karena dari bagian tersebut tunas baru akan berkembang setelah stek ditanam. IPB melalui panduan Good Agricultural Practices untuk ubikayu juga menekankan penggunaan bahan tanam dari varietas yang bermutu serta pemotongan stek secara hati-hati agar mata tunas tidak rusak.

Jika memiliki pilihan varietas, sesuaikan dengan tujuan panen dan kondisi lahan. Jangan hanya memilih bibit berdasarkan ukuran batang atau mengikuti varietas yang sedang digunakan orang lain. Karakter setiap varietas dapat berbeda, termasuk umur panen, bentuk pertumbuhan tajuk, dan potensi hasil. Jadi, sejak tahap awal sebaiknya sudah ditentukan apakah singkong akan ditanam untuk konsumsi rumah tangga, dijual sebagai umbi segar, atau untuk kebutuhan pengolahan.

2. Siapkan Tanah yang Gembur dan Tidak Mudah Tergenang

Singkong memang dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah tumbuh, tetapi bukan berarti dapat ditanam di sembarang kondisi tanah tanpa persiapan. Tanah yang gembur membantu perkembangan akar dan pembentukan umbi di dalam tanah. Sebaliknya, tanah yang terlalu padat dapat membuat perkembangan bagian bawah tanaman kurang leluasa. BPTP Banten menyebutkan bahwa tanah yang baik untuk ubikayu adalah tanah yang gembur agar pertumbuhan dan produksinya dapat berlangsung optimal.

Sebelum menanam, olah tanah hingga cukup gembur dan bersihkan gulma yang berpotensi menjadi pesaing tanaman. Pada lahan tertentu, pembuatan guludan atau bedengan dapat membantu memperbaiki kondisi tempat tumbuh sekaligus pengelolaan air. Teknologi produksi ubikayu dari Kementerian Pertanian, misalnya, mencantumkan pengolahan tanah sekitar 25 cm dan pembuatan guludan sebagai bagian dari persiapan lahan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah drainase. Singkong tidak ideal ditanam pada tanah yang terus-menerus becek karena kondisi tersebut dapat mengganggu perkembangan akar dan umbi. Karena itu, jika lahan mudah menahan air, buat saluran pembuangan atau gunakan guludan yang memungkinkan air berlebih mengalir. Tujuannya bukan membuat tanah kering, melainkan menjaga kondisi tanah tetap cukup lembap tetapi tidak tergenang dalam waktu lama.

3. Atur Jarak Tanam agar Umbi Tidak Saling Berebut Ruang

Jangan menganggap semakin banyak batang yang ditanam dalam satu lahan otomatis menghasilkan singkong lebih banyak. Populasi tanaman yang terlalu rapat justru dapat meningkatkan persaingan antartanaman untuk mendapatkan cahaya, air, dan unsur hara. Panduan budidaya ubi kayu menyebutkan bahwa jarak tanam perlu disesuaikan dengan karakter varietas, sedangkan jarak yang terlalu rapat dapat menghasilkan ukuran umbi yang lebih kecil.

Jarak tanam tidak harus dibuat sama untuk semua kebun. Varietas dengan tajuk yang lebih rimbun membutuhkan ruang yang berbeda dibandingkan varietas dengan pertumbuhan lebih tegak atau ramping. Sebagai gambaran, salah satu petunjuk teknis budidaya mencantumkan jarak sekitar 100 cm antarbaris dan 75–80 cm dalam barisan, tetapi angka tersebut sebaiknya dipandang sebagai pedoman, bukan aturan mutlak untuk semua varietas dan kondisi lahan.

Untuk kebun rumah, prinsip sederhananya adalah jangan menanam batang singkong terlalu berdekatan hanya demi mengisi lahan. Berikan ruang agar tajuk dapat berkembang dan cahaya dapat diterima dengan baik. Dengan jarak yang lebih teratur, pemilik kebun juga akan lebih mudah melakukan penyiangan, pemupukan, pemeriksaan tanaman, hingga pembumbunan. Jadi, pengaturan jarak tanam tidak hanya berkaitan dengan ukuran umbi, tetapi juga menentukan kemudahan perawatan selama tanaman tumbuh.

4. Tanam Stek dengan Posisi dan Kedalaman yang Tepat

Setelah tanah dan jarak tanam siap, perhatikan bagaimana stek dimasukkan ke tanah. Stek tidak sebaiknya ditanam secara asal dengan posisi terbalik karena arah mata tunas berkaitan dengan pertumbuhan tunas baru. Salah satu petunjuk teknis budidaya ubikayu merekomendasikan stek ditanam dalam posisi tegak dengan sekitar dua pertiga bagian stek masuk ke dalam tanah.

Kedalaman tanam juga jangan dibuat terlalu dangkal atau terlalu dalam tanpa mempertimbangkan kondisi tanah. Tujuannya adalah membuat stek cukup kokoh, memiliki bagian yang tertanam untuk membentuk akar, sekaligus memberikan kesempatan mata tunas berkembang menjadi tunas baru. Panduan produksi ubikayu lainnya mencantumkan penanaman stek pada bagian tengah guludan dengan kedalaman tertentu dan posisi vertikal.

Setelah ditanam, pastikan tanah di sekitar stek cukup rapat sehingga batang tidak mudah goyah. Namun, jangan memadatkan tanah secara berlebihan karena dapat mengurangi kondisi gembur yang dibutuhkan akar. Perawatan awal juga perlu diperhatikan, terutama memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup tanpa membuat lahan tergenang. Dengan teknik penanaman yang rapi sejak awal, pertumbuhan tanaman akan lebih seragam dan perawatannya menjadi lebih mudah.

5. Jangan Berlebihan Memberikan Pupuk, tetapi Penuhi Kebutuhan Haranya

Pupuk memang penting dalam budidaya singkong, tetapi bukan satu-satunya penentu besar kecilnya umbi. Tanaman membutuhkan sejumlah unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, dengan kebutuhan yang dapat berbeda menurut kondisi tanah, varietas, dan target produksi. IPB menjelaskan bahwa pemupukan pada ubikayu perlu memperhatikan jenis, dosis, waktu, dan cara pemberiannya.

Pemupukan sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, bukan dengan prinsip “semakin banyak semakin bagus”. Petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian memberikan contoh pemupukan yang dilakukan bertahap, mulai dari pupuk kandang saat pembuatan guludan, pupuk dasar ketika tanam, hingga pupuk susulan beberapa bulan setelah tanam. Pembagian waktu tersebut menunjukkan bahwa nutrisi tidak harus diberikan sekaligus dalam jumlah besar.

Untuk kebun rumah, penggunaan pupuk organik matang seperti pupuk kandang atau kompos dapat menjadi bagian dari perbaikan media tanam, sementara pupuk anorganik sebaiknya mengikuti dosis pada label dan kondisi tanah. Hindari menaburkan pupuk terlalu dekat dengan batang karena konsentrasi pupuk yang tinggi pada satu titik dapat berisiko merusak tanaman. Dengan pemupukan yang terukur, tujuan utamanya bukan sekadar membuat daun semakin lebat, tetapi menyediakan nutrisi yang mendukung pertumbuhan tanaman dan pembentukan hasil di dalam tanah.

6. Kurangi Tunas Berlebih agar Tanaman Tidak Terlalu Rimbun

Setelah stek berhasil tumbuh, biasanya dapat muncul lebih dari satu tunas dari satu titik tanam. Jika semua tunas dibiarkan tumbuh, tanaman dapat menjadi terlalu rimbun dan sumber daya yang tersedia harus dibagi untuk mendukung banyak batang. Karena itu, pengaturan jumlah tunas atau wiwil menjadi salah satu bagian pemeliharaan dalam teknologi budidaya singkong. Panduan Kementerian Pertanian mencantumkan pembatasan tunas sebagai salah satu tahapan penting dalam budidaya ubikayu.

Pada petunjuk teknis tertentu, pengurangan tunas dilakukan sekitar umur tiga bulan dengan menyisakan dua tunas yang pertumbuhannya normal. Sementara panduan budidaya lainnya juga menyebutkan pembuangan tunas berlebih pada fase awal pertumbuhan. Angka tersebut tetap perlu disesuaikan dengan varietas dan sistem budidaya yang digunakan, sehingga jangan menerapkannya secara kaku pada semua tanaman.

Untuk kebun skala rumah, prinsip yang lebih mudah adalah mengamati apakah terdapat terlalu banyak tunas dari satu titik tanam. Pilih tunas yang sehat dan pertumbuhannya paling baik, kemudian singkirkan tunas yang lemah atau berlebihan menggunakan alat yang bersih. Dengan tajuk yang lebih terkendali, tanaman tidak terlalu padat dan pemilik juga lebih mudah melakukan pemeriksaan, pemupukan, serta perawatan di sekitar pangkal tanaman.

7. Rajin Menyiangi Gulma dan Melakukan Pembumbunan

Perawatan setelah tanam sering kali menjadi bagian yang dilupakan karena singkong terlihat seperti tanaman yang tidak membutuhkan banyak perhatian. Padahal, gulma dapat bersaing dengan singkong dalam mendapatkan air, cahaya, dan unsur hara. IPB menjelaskan bahwa pengendalian gulma merupakan salah satu komponen penting dalam pemeliharaan ubikayu karena gulma dapat berkompetisi dengan tanaman untuk memperoleh sumber daya dari tanah.

Penyiangan terutama penting ketika tanaman masih muda dan belum memiliki tajuk yang cukup untuk menutupi area tanah. Salah satu panduan budidaya merekomendasikan penyiangan setidaknya pada fase awal pertumbuhan hingga tanaman cukup berkembang. Setelah itu, kondisi kebun tetap perlu dipantau agar gulma tidak kembali mendominasi. Hindari membiarkan gulma tumbuh tinggi tepat di sekitar tanaman karena persaingan pada fase awal dapat menghambat pertumbuhan singkong.

Selain penyiangan, lakukan pembumbunan dengan menaikkan tanah ke sekitar pangkal tanaman sesuai kebutuhan dan kondisi lahan. Dalam panduan teknologi budidaya ubikayu, pembumbunan termasuk tahapan pemeliharaan yang dilakukan sekitar umur 2–3 bulan, sementara petunjuk teknis lain mencantumkannya pada sekitar umur satu dan tiga bulan. Dengan tanah yang tertata dan gulma terkendali, tanaman mendapatkan kondisi yang lebih baik untuk melanjutkan pertumbuhan hingga pembentukan umbi dan masa panen.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Singkong agar Berbuah Banyak dan Besar

1. Bagaimana cara menanam singkong agar umbinya banyak dan besar?

Kuncinya bukan hanya pada pemberian pupuk. Pilih stek yang sehat, gunakan tanah yang gembur dan memiliki drainase baik, atur jarak tanam, tanam stek dengan benar, berikan nutrisi sesuai kebutuhan, serta lakukan penyiangan dan pembumbunan secara rutin.

2. Apakah pupuk bisa membuat singkong berumbi besar?

Pupuk memang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, tetapi pemberiannya harus tepat jenis, dosis, waktu, dan cara. Pemupukan berlebihan tidak otomatis membuat umbi semakin besar. Kebutuhan hara juga dapat berbeda tergantung kondisi tanah dan varietas singkong.

3. Apa jenis bibit singkong yang bagus untuk ditanam?

Gunakan stek dari tanaman induk yang sehat, bebas dari gejala hama dan penyakit, serta memiliki pertumbuhan yang baik. Pemilihan varietas juga sebaiknya disesuaikan dengan tujuan budidaya, kondisi lahan, dan karakter hasil yang diinginkan.

4. Berapa jarak tanam singkong agar umbinya besar?

Tidak ada satu jarak tanam yang berlaku untuk semua varietas dan kondisi lahan. Jarak perlu disesuaikan dengan karakter tanaman dan tujuan produksi. Yang penting, tanaman tidak ditanam terlalu rapat sehingga harus bersaing mendapatkan cahaya, air, dan unsur hara. Sistem double row juga dikembangkan untuk meningkatkan penerimaan cahaya dan produktivitas pada kondisi tertentu.

5. Apakah singkong harus ditanam di tanah yang gembur?

Ya. Tanah yang gembur membantu perkembangan akar dan pembentukan umbi. Lahan juga sebaiknya memiliki drainase yang baik sehingga tidak terus-menerus tergenang. Kementerian Pertanian menyebut tanah gembur sebagai salah satu kondisi yang mendukung pertumbuhan dan produksi singkong secara optimal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|