7 Warna Peralatan Dapur Era 70an yang Ikonik dan Bikin Nostalgia

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Warna peralatan dapur era 70an selalu punya cara sendiri untuk membangkitkan kenangan, terutama bagi mereka yang tumbuh besar di tengah dapur bernuansa hangat khas dekade tersebut. Sekilas warna-warna ini terlihat asing bagi generasi kini, namun bagi yang pernah mengalaminya, tampilannya langsung membawa ingatan ke masa kecil.

Bukan sekadar pilihan estetika, warna-warna tersebut lahir dari semangat zaman yang ingin lepas dari kesan dingin dan formal. Dapur pun berubah menjadi ruang paling hidup di rumah, tempat keluarga berkumpul dikelilingi warna hangat yang terasa akrab dan personal, jauh dari kesan seragam ala pabrik semata.

Berikut ini adalah 7 warna peralatan dapur era 70-an yang bikin nostalgia yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026). Warna-warna ini bukan hanya ikonik pada masanya, tetapi juga menyimpan cerita tentang bagaimana selera desain rumah tangga terbentuk, sekaligus alasan mengapa nuansa nostalgianya masih terasa relevan hingga sekarang.

1. Harvest Gold: Kuning Pudar yang Jadi Andalan Dapur Keluarga

Harvest Gold tampil sebagai kuning pudar dengan sentuhan mustard yang hangat, jauh dari kesan kuning cerah mencolok. Warna ini banyak ditemukan pada oven, mesin cuci piring, mixer listrik, hingga ketel elektrik, menjadikannya salah satu warna peralatan dapur era 70an yang paling mudah dikenali.

Popularitas Harvest Gold erat kaitannya dengan suasana musim panen yang identik dengan kehangatan dan kelimpahan. Warna ini dianggap mampu menghadirkan nuansa rumahan yang nyaman, cocok dengan tren dekorasi interior yang saat itu banyak mengangkat elemen alam serta warna-warna bumi ke dalam ruang keluarga.

Kini, Harvest Gold kembali dilirik penggemar interior vintage yang ingin menghadirkan sentuhan nostalgia tanpa terkesan berlebihan pada dapur modern. Sejumlah produsen bahkan mulai merilis ulang produk elektronik dapur dalam warna serupa untuk menjawab permintaan pasar yang rindu estetika masa lalu namun tetap fungsional.

2. Avocado Green: Hijau Tua yang Mendominasi Setiap Sudut Dapur

Avocado Green adalah hijau tua pekat yang sekilas menyerupai daging buah alpukat yang matang, meski sebagian orang menganggapnya cenderung mendekati hijau lumut. Warna ini menjadi salah satu yang paling banyak dipakai pada kulkas dan kompor sepanjang dekade tersebut, hampir menyaingi dominasi Harvest Gold.

Kepopuleran Avocado Green tidak lepas dari semangat gerakan kembali ke alam yang tumbuh subur pada masa itu, saat masyarakat mulai mengagungkan segala sesuatu yang berbau organik dan segar. Warna hijau pekat ini dianggap merepresentasikan kesegaran, meski hasil akhirnya justru terkesan berat dan gelap di ruang dapur.

Meski sempat dianggap ketinggalan zaman pada dekade-dekade berikutnya, Avocado Green kini justru jadi buruan kolektor barang antik. Banyak pemilik rumah bergaya vintage sengaja mencari kulkas atau kompor lawas berwarna ini demi menghadirkan suasana otentik era 70an di dapur mereka.

3. Burnt Orange: Jingga Gosong yang Berani Tampil Beda

Burnt Orange hadir sebagai warna jingga gelap yang cenderung kemerahan, jauh dari kesan oranye cerah yang biasa dijumpai pada buah jeruk segar. Warna berani ini banyak menghiasi peralatan dapur besar maupun gadget kecil, memberi kontras mencolok di tengah dominasi warna-warna kalem lainnya pada masa itu.

Warna ini identik dengan semangat eksperimen desain yang tumbuh di kalangan pemilik rumah pada era tersebut, yang mulai berani keluar dari kombinasi warna aman seperti putih dan krem. Burnt Orange dianggap mampu menghidupkan suasana dapur, memberi energi visual yang berbeda dari warna-warna bumi lain di sekitarnya.

Karena keberaniannya, Burnt Orange termasuk warna yang relatif sulit ditemukan dalam kondisi orisinal dan mulus di pasar barang bekas saat ini. Kondisi ini membuatnya menjadi salah satu warna paling diburu di kalangan pencinta barang antik yang ingin dapur mereka tampil mencolok sekaligus khas era 70an.

4. Coppertone Brown: Cokelat Kemerahan yang Menghangatkan Suasana

Coppertone Brown menghadirkan gradasi cokelat kemerahan yang hangat, terinspirasi dari kilau tembaga yang mengoksidasi. Warna ini tersebar luas pada berbagai peralatan dapur, mulai dari kulkas, kompor, hingga mesin pencuci piring, memberi kesan mewah namun tetap terasa membumi di tengah ruang dapur keluarga.

Kehadiran Coppertone Brown melengkapi palet warna tanah yang jadi ciri khas dekade tersebut, berdampingan dengan Harvest Gold dan Avocado Green. Ketiganya kerap dipadukan dalam satu ruang dapur, menciptakan tampilan berlapis yang hangat dan menyatu, alih-alih tampil sebagai warna tunggal yang berdiri sendiri.

Saat ini, Coppertone Brown kembali muncul dalam berbagai proyek renovasi bergaya retro-modern. Banyak desainer interior memanfaatkan warna ini sebagai aksen pada elemen kayu atau logam untuk menghadirkan kehangatan khas dapur era 70an tanpa harus mengubah keseluruhan skema warna ruangan menjadi sepenuhnya vintage.

5. Onyx Black: Hitam Mengkilap di Tengah Dominasi Warna Cerah

Onyx Black tampil sebagai hitam pekat mengkilap yang memberi kesan elegan di tengah ruang dapur yang didominasi warna-warna cerah dan bumi. Warna ini biasanya dipakai pada kulkas maupun lemari es dua pintu, menghadirkan tampilan mewah yang berbeda dari kesan hangat dan hidup dari warna lainnya.

Kehadiran warna hitam mengkilap ini menunjukkan bahwa dekade tersebut tidak sepenuhnya seragam dengan warna-warna pastel maupun bumi. Sebagian produsen tetap menawarkan opsi warna klasik seperti hitam dan putih bagi konsumen yang menginginkan tampilan dapur lebih formal, elegan, dan tidak terlalu mencolok dibanding tren utama.

Onyx Black relatif lebih mudah dipadukan dengan gaya dapur masa kini dibanding warna-warna era 70an lainnya. Karena itu, sejumlah pemilik dapur bergaya campuran modern-vintage kerap memilih elemen berwarna hitam mengkilap ini sebagai titik tengah antara nuansa nostalgia dan tampilan kontemporer yang lebih netral.

6. Almond: Cokelat Muda yang Tampil Serbaguna

Almond hadir dalam gradasi cokelat muda keputihan yang menyerupai warna daging kacang almon, menjadikannya salah satu warna paling netral di antara warna peralatan dapur era 70an lainnya. Warna ini banyak dipakai pada kulkas, pemanggang roti, hingga wajan listrik karena sifatnya yang mudah dipadukan.

Karena kesan netralnya, Almond kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin tetap mengikuti tren warna dekade itu tanpa harus tampil terlalu mencolok seperti Avocado Green atau Burnt Orange. Warna ini memberi ruang bagi elemen dekorasi lain untuk tetap menonjol di dalam ruang dapur.

Sifat serbaguna Almond membuatnya lebih mudah bertahan melewati pergantian tren dibanding warna-warna dapur era 70an lain yang lebih berani. Hingga kini, warna senada masih kerap dijumpai pada berbagai perlengkapan rumah tangga modern, meski sudah tidak lagi disebut secara eksplisit dengan nama Almond.

7. Poppy Red: Merah Cerah yang Jarang Ditemui

Poppy Red muncul sebagai warna merah cerah yang terinspirasi dari bunga poppy, namun saat diaplikasikan pada peralatan dapur berukuran besar, kesannya cenderung lebih redup dibanding bayangan warna aslinya. Warna ini tergolong jarang dipakai dibanding warna-warna dominan lain pada masa itu.

Minimnya produksi Poppy Red membuat warna ini tidak pernah benar-benar mendominasi pasar peralatan dapur sepanjang dekade tersebut. Sebagian produsen hanya merilisnya dalam jumlah terbatas, sehingga warna ini kalah populer dibanding pilihan warna tanah yang lebih diminati mayoritas konsumen rumah tangga kala itu.

Kelangkaan itu justru membuat Poppy Red kini menjadi incaran khusus di kalangan kolektor barang antik. Peralatan dapur lawas berwarna merah cerah ini biasanya dibanderol lebih mahal di pasar barang bekas dibanding warna-warna lain yang produksinya jauh lebih masif pada masanya.

Pertanyaan Seputar Warna Peralatan Dapur Era 70an

1. Apa warna peralatan dapur yang paling populer di era 70an?

Avocado Green dan Harvest Gold adalah dua warna yang paling mendominasi peralatan dapur sepanjang dekade tersebut, muncul di hampir semua jenis appliance rumah tangga.

2. Mengapa warna peralatan dapur era 70an didominasi warna tanah?

Warna tanah dipilih karena selaras dengan gerakan kembali ke alam yang berkembang saat itu, menggantikan tren pastel cerah ala dekade sebelumnya.

3. Apakah warna peralatan dapur era 70an sedang tren kembali?

Ya, sejumlah warna seperti Harvest Gold dan Coppertone Brown kembali diminati dalam proyek renovasi dapur bergaya retro-modern belakangan ini.

4. Warna apa yang paling langka ditemukan dari era 70an?

Poppy Red tergolong paling langka karena produksinya terbatas, sehingga kini menjadi incaran khusus kolektor barang antik.

5. Bagaimana cara menghadirkan nuansa warna dapur era 70an di rumah modern?

Cara paling mudah adalah menambahkan aksen warna seperti Coppertone Brown atau Almond pada elemen tertentu, tanpa mengubah keseluruhan skema warna dapur.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|