7 Ide Usaha Ternak untuk Anak Muda di Kota, Peluang Cuan di Lahan Sempit

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Ide usaha ternak untuk anak muda di kota semakin relevan seiring berkembangnya industri peternakan yang menawarkan peluang keuntungan stabil, baik jangka pendek maupun panjang. Meski kerap dianggap melelahkan dan kurang diminati, sektor ini justru memiliki potensi besar, terutama pada komoditas dengan permintaan konsisten seperti ayam petelur, ayam pedaging, maupun ternak skala kecil hingga menengah.

Konsep urban farming menjadi solusi inovatif untuk beternak di lahan terbatas, seperti halaman rumah, taman, hingga atap bangunan. Tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap produk peternakan membuka peluang pasar yang luas bagi generasi muda. Selain berpotensi menghasilkan keuntungan, usaha ini juga melatih keterampilan manajemen, konsistensi, serta membentuk karakter wirausaha yang tangguh dan adaptif. Berikut ide usaha ternak untuk anak muda di kota, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (16/2/2026). 

1. Ternak Lele (Ikan Lele)

Budidaya ikan lele sangat direkomendasikan karena kebutuhan pasar yang tinggi di Indonesia dan ikan lele digemari masyarakat karena rasanya yang gurih serta kaya manfaat. Ikan lele digemari masyarakat karena rasanya yang gurih dan kaya akan manfaat. Selain itu, budidaya lele juga cukup mudah karena ikan air tawar yang satu ini terkenal kuat terhadap iklim dan cuaca di Indonesia.

Lele tergolong ikan yang tangguh dan mampu hidup di berbagai kondisi air, bahkan di air got sekalipun, sehingga memudahkan peternak dalam pemeliharaan. Lele itu tergolong sebagai ikan yang tangguh, dia mampu hidup di air got sekalipun sehingga kita bisa memanfaatkan got yang ada di lingkungan kita untuk memelihara lele.

Usaha ini dapat dimulai dengan modal awal sekitar Rp 500.000 untuk pembelian benih, pakan, dan wadah seperti ember besar atau kolam terpal berukuran kecil. Ternak lele dalam ember atau kolam mini membutuhkan modal awal sekitar Rp 500.000, untuk pembelian benih lele, pakan, serta wadah berupa ember besar atau kolam terpal berukuran kecil.

Budidaya lele dalam drum plastik juga menjadi solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan yang ingin mandiri pangan, dengan harga drum plastik berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu. Masa panen relatif cepat, sekitar 2-3 bulan, sehingga perputaran modal bisa lebih singkat.

2. Ternak Ayam Petelur Skala Rumahan

Memelihara ayam petelur di pekarangan rumah dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan telur sehari-hari dan memberikan peluang pendapatan tambahan. Memelihara ayam petelur di pekarangan rumah dapat menjadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin memenuhi kebutuhan telur sehari-hari secara mandiri. Ayam petelur dikenal produktif dan mampu menghasilkan telur secara konsisten hampir setiap hari dengan perawatan yang tepat.

Usaha ini dapat dimulai dengan modal awal sekitar Rp 300.000-500.000 untuk membeli ayam DOC (Day Old Chicken). Dengan modal awal sekitar Rp 300.000-500.000 untuk membeli ayam DOC (Day Old Chicken), memulai ternak ayam petelur dalam skala kecil menjadi salah satu pilihan yang realistis bagi pemula.

Kandang ayam petelur skala rumahan dapat dirancang efisien dan ekonomis, bahkan dengan sistem kandang bertingkat atau vertikal untuk menghemat tempat. Permintaan telur ayam sangat tinggi dan stabil di pasaran. Selain telur, ayam afkir (ayam yang sudah tidak produktif) juga bisa dijual sebagai ayam potong, menambah potensi keuntungan.

3. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh dikenal dengan telur dan dagingnya yang lezat, memiliki nilai jual tinggi, dan permintaan stabil di pasaran. Burung puyuh dikenal dengan telur dan dagingnya yang lezat. Telur puyuh memiliki nilai jual yang tinggi dan permintaan yang stabil di pasaran.

Burung puyuh merupakan hewan yang tenang, kecil, dan dapat menghasilkan telur antara 5 hingga 6 butir telur setiap minggu. Usaha ternak puyuh tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga cocok dijalankan di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.

Modal awal cukup terjangkau, meliputi biaya pembelian bibit puyuh, pakan, dan kandang. Bibit burung puyuh dapat diperoleh sekitar Rp 8 ribu per ekor dan kandang sekitar Rp 200 ribu. Masa panen telur puyuh relatif cepat, sekitar 6-7 minggu, dengan burung puyuh dapat memproduksi telur di umur 35 hari dan produktif di usia 40-50 hari, menghasilkan 200-300 butir per tahun.

4. Ternak Kelinci

Kelinci memiliki banyak manfaat, baik sebagai hewan peliharaan, sumber daging, maupun penghasil bulu. Kelinci memiliki banyak manfaat, baik sebagai hewan peliharaan, sumber daging, maupun penghasil bulu. Daging kelinci dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan rendah lemak, sehingga banyak diminati oleh konsumen yang peduli kesehatan.

Kelinci juga dapat dimanfaatkan air kencingnya sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan. Modal awal untuk memulai usaha ternak kelinci sekitar Rp300 ribuan, meliputi biaya pembelian bibit kelinci, kandang, hingga pakan.

Usaha ternak kelinci tidak memerlukan lahan yang luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Kelinci memiliki siklus reproduksi yang cepat, bisa melahirkan beberapa kali dalam setahun dengan 1-6 ekor anak per kelahiran. Kotoran kelinci juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, memberikan nilai tambah dari usaha ini.

5. Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly)

Budidaya maggot (larva lalat hitam atau Hermetia illucens) adalah solusi menjanjikan untuk penguraian sampah organik secara efisien dan ramah lingkungan. Maggot merupakan larva dari lalat hitam atau Hermetia illucens, menjadi bahan baku utama dalam sistem penguraian sampah makanan secara efisien dan ramah lingkungan.

Maggot mampu mengonversi sampah sisa makanan menjadi pupa dalam waktu relatif singkat, mengurangi volume limbah secara signifikan. Usaha ini dapat dilakukan di lahan sempit, bahkan di pekarangan kosong. Seorang warga Kota Madiun, Jawa Timur, memanfaatkan pekarangan kosong sebagai tempat budidaya Maggot atau binatang sejenis larva pengurai sampah organik.

Budidaya maggot dapat dimulai dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga, menjadikannya solusi sirkular. Maggot tidak hanya sebagai pengurai limbah, tetapi juga sebagai pakan ternak berkualitas tinggi yang kaya nutrisi, terutama untuk ikan, ayam, dan unggas lainnya. Kotoran maggot juga dapat dijadikan pupuk untuk tanaman, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

6. Ternak Jangkrik

Jangkrik banyak dicari sebagai pakan alami untuk burung kicau dan ikan hias, menjadikannya komoditas dengan permintaan pasar yang luas dan terus meningkat. Jangkrik banyak dicari sebagai pakan alami untuk burung kicau dan ikan hias.

Usaha ternak jangkrik dapat dilakukan di lahan sempit, seperti pekarangan rumah atau ruangan tertutup, menggunakan kotak kayu atau kardus bekas sebagai kandang. Usaha ini bisa dilakukan di lahan yang sempit, seperti pekarangan rumah atau ruangan tertutup.

Modal awal untuk memulai usaha ini berkisar jutaan Rupiah. Jangkrik memiliki siklus hidup yang cepat dan mudah berkembang biak, sehingga hasil panen bisa didapatkan dalam waktu singkat, memungkinkan perputaran modal yang efisien.

7. Ternak Ikan Hias

Peminat ikan hias di Indonesia sangat banyak, sehingga bisnis ini berpeluang besar mendatangkan keuntungan. Peminat ikan hias di Indonesia sangat banyak sehingga bisnis ini berpeluang besar untuk mendatangkan banyak keuntungan. Jenis ikan hias yang bisa diternak antara lain ikan mas koi, ikan oscar, ikan arwana, dan ikan cupang, menawarkan variasi produk yang menarik.

Usaha ternak ikan hias dapat dijalankan dengan modal kecil, bahkan sekitar Rp200 ribu untuk membeli indukan berkualitas dan wadah pemeliharaan sederhana seperti botol atau akuarium kecil. Usaha ternak ikan hias juga dapat dijalankan hanya dengan modal Rp300 ribu, asalkan Anda memulainya dari jumlah sedikit. Bagi yang ingin fokus pada ikan hias, ternak ikan cupang bisa menjadi pilihan menarik. Ikan cupang, misalnya, tidak membutuhkan aerator sehingga biaya operasional lebih hemat.

Harga jual ikan hias bisa sangat bervariasi, tergantung jenis, warna, dan bentuknya, dengan potensi keuntungan jutaan rupiah. Penjualan dapat dilakukan secara online melalui media sosial atau marketplace, memperluas jangkauan pasar tanpa perlu toko fisik. Ini membuka peluang besar bagi anak muda untuk berinovasi dalam pemasaran.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

1. Apa saja usaha ternak yang cocok untuk lahan sempit di kota?

Beberapa usaha ternak yang cocok di lahan sempit antara lain ternak lele dalam ember (budikdamber), ternak ayam kampung sistem kandang baterai, ternak puyuh petelur, budidaya jangkrik, dan ternak kelinci. Jenis ternak ini tidak membutuhkan area luas, bisa dilakukan di halaman rumah atau rooftop, serta memiliki perputaran modal yang relatif cepat.

2. Berapa modal awal usaha ternak skala rumahan untuk anak muda?

Modal awal usaha ternak rumahan cukup bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta tergantung jenis ternaknya. Misalnya, ternak lele ember bisa dimulai dengan modal di bawah Rp1 juta, sedangkan ternak puyuh atau ayam petelur membutuhkan modal lebih besar untuk kandang dan pakan. Anak muda bisa memulai dari skala kecil untuk meminimalkan risiko.

3. Apakah usaha ternak di kota tetap menguntungkan?

Ya, usaha ternak di kota tetap menguntungkan karena permintaan pasar terhadap produk hewani seperti telur, daging, dan ikan selalu stabil. Selain itu, kedekatan dengan konsumen memudahkan distribusi dan mengurangi biaya transportasi. Strategi pemasaran digital juga membantu memperluas jangkauan pembeli.

4. Bagaimana cara memasarkan hasil ternak agar cepat laku?

Hasil ternak bisa dipasarkan melalui media sosial, marketplace, hingga grup WhatsApp lingkungan sekitar. Anak muda juga bisa bekerja sama dengan warung makan, katering, atau tetangga sekitar. Menawarkan sistem pre-order dan menjaga kualitas produk menjadi kunci agar pelanggan kembali membeli.

5. Apa risiko usaha ternak di lingkungan perkotaan?

Risiko utama usaha ternak di kota meliputi keterbatasan ruang, potensi bau, penyakit hewan, serta regulasi lingkungan. Oleh karena itu, penting menjaga kebersihan kandang, memilih jenis ternak yang minim bau, serta memastikan sirkulasi udara baik agar tidak mengganggu tetangga sekitar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|