Liputan6.com, Jakarta - Produktivitas telur bebek menjadi indikator utama keberhasilan usaha peternakan. Untuk mencapai hasil panen telur yang maksimal, pengelolaan pakan bebek petelur yang tepat dan terencana sangat diperlukan. Pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bebek petelur kiranya wajib diperhatikan untuk mencapai target produksi yang tinggi.
Pengaturan pakan yang efektif mencakup jenis bahan, jadwal, jumlah, serta kualitas pakan yang diberikan. Setiap aspek ini memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan performa reproduksi bebek. Dengan memahami kebutuhan gizi bebek pada setiap fase perawatannya akan membantu peternak dalam menyusun manajemen pakan yang efisien dan sehat.
Apakah saat ini Anda sedang mendalami usaha bebek petelur? Sebagai pedoman, berikut cara mengatur pakan bebek petelur agar produksi telur mencapai titik maksimal dan hasil panen melimpah, Minggu (1/2).
Pemberian Pakan Wajib Tepat Waktu dan Teratur
Konsistensi dalam jadwal pemberian pakan merupakan faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi telur bebek. Bebek petelur membutuhkan asupan nutrisi yang teratur setiap hari guna mendukung proses pembentukan telur. Pemberian pakan yang tidak teratur dapat menyebabkan stres pada bebek, yang pada akhirnya akan memengaruhi jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan.
Jadwal pemberian pakan umumnya dilakukan dua hingga tiga kali dalam sehari. Sebagai contoh, pakan dapat diberikan pada pagi hari sekitar pukul 07.00, siang hari pukul 12.00, dan sore hari pukul 16.00. Dosis pakan yang direkomendasikan adalah sekitar 150 gram per ekor per hari, yang dapat disesuaikan berdasarkan kondisi dan respons bebek.
Pemberian pakan secara terjadwal membantu sistem pencernaan bebek bekerja lebih efisien dan memastikan ketersediaan nutrisi yang berkelanjutan. Selain itu, jadwal yang konsisten juga menciptakan lingkungan yang stabil bagi bebek, mengurangi potensi stres, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Komposisi Pakan Harus Seimbang Sesuai Kebutuhan Nutrisi
Pakan yang seimbang adalah kunci utama untuk memaksimalkan produksi telur bebek. Bebek petelur memerlukan asupan zat gizi yang lengkap, meliputi protein, energi, vitamin, dan mineral, agar dapat berproduksi secara optimal. Kekurangan salah satu nutrisi dapat menghambat proses pembentukan telur dan menurunkan kualitasnya.
Protein kasar merupakan komponen penting dalam pakan bebek petelur, dengan kebutuhan yang bervariasi sesuai fase pertumbuhan dan produksi. Misalnya, pada masa starter (0-8 minggu), bebek membutuhkan protein kasar sekitar 17-20%, sedangkan pada masa layer (di atas 20 minggu), kebutuhan protein kasar berada pada kisaran 15-18%. Sumber protein dapat berasal dari tepung ikan, bungkil kedelai, atau ampas tahu.
Selain protein, energi metabolisme juga harus terpenuhi, dengan kisaran 2.700 kkal/kg untuk bebek petelur. Vitamin dan mineral, seperti kalsium dan fosfor, juga esensial untuk pembentukan cangkang telur yang kuat dan mencegah kelainan tulang pada bebek. Peternak perlu memastikan bahwa komposisi pakan yang diberikan telah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh bebek petelur.
Bisa Gunakan Bahan Pakan Lokal
Penggunaan bahan pakan alternatif lokal dapat menjadi solusi untuk menekan biaya produksi pakan tanpa mengurangi kualitas nutrisi. Indonesia memiliki beragam bahan pakan lokal yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan bebek petelur. Pemilihan bahan alternatif harus mempertimbangkan ketersediaan, nilai gizi, dan harga yang terjangkau.
Beberapa bahan pakan nabati yang dapat digunakan meliputi dedak padi, jagung giling, ampas tahu, ampas singkong (onggok), dan ampas kelapa. Dedak padi dan jagung giling menyediakan sumber karbohidrat sebagai energi utama, sementara ampas tahu dan ampas kelapa kaya akan protein dan serat. Daun eceng gondok juga dapat menjadi pilihan bahan pakan nabati.
Untuk sumber protein hewani, peternak dapat memanfaatkan tepung ikan, bekicot, keong mas, atau ikan rucah. Bahan-bahan ini dapat dicampur dengan konsentrat atau bahan pakan lainnya untuk menciptakan ransum yang seimbang. Penting untuk memastikan bahan alternatif yang digunakan aman, tidak mengandung residu atau racun, serta tersedia secara berkelanjutan.
Pakan Fermentasi Bisa Jadi Opsi untuk Kualitas Pencernaan yang Sehat
Pakan fermentasi merupakan inovasi yang semakin populer dalam peternakan bebek petelur karena kemampuannya meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisi. Proses fermentasi mengubah senyawa kompleks dalam pakan menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bebek. Peningkatan daya cerna ini memastikan bebek dapat menyerap nutrisi esensial secara lebih efisien, yang krusial untuk mendukung produksi telur.
Manfaat lain dari pakan fermentasi adalah peningkatan nafsu makan ternak karena aroma khas yang dihasilkan dari proses fermentasi. Mikroorganisme baik seperti probiotik yang terlibat dalam fermentasi juga membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan bebek, mengurangi risiko penyakit, dan secara tidak langsung mendukung fungsi reproduksi. Pakan fermentasi juga dapat mengurangi kandungan amonia pada kotoran bebek, menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan sehat.
Bahan-bahan utama untuk pakan fermentasi dapat meliputi dedak padi, jagung giling, ampas tahu, ampas singkong, dan ampas kelapa. Untuk mendukung proses fermentasi, diperlukan penambahan mikroorganisme starter seperti EM4 atau ragi tempe, serta molase atau tetes tebu sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Pemberian pakan fermentasi dapat dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi bebek.
Pemberian Air Minum Bersih Harus Cukup
Air merupakan kebutuhan gizi terpenting bagi unggas, termasuk bebek, sehingga ketersediaan air minum yang bersih dan cukup sangat perlu diperhatikan. Air memiliki peran vital dalam membantu proses metabolisme, pengangkutan zat gizi dalam darah, dan pengaturan suhu tubuh bebek. Kekurangan air dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas telur.
Bebek tidak hanya membutuhkan air untuk minum, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari seperti membasahi kepala dan berendam. Oleh karena itu, peternak disarankan untuk menyediakan tempat minum yang dalam dan selalu memastikan air minum dalam kondisi bersih. Air minum yang terkontaminasi dapat menjadi sumber penyakit dan mengganggu kesehatan bebek.
Penggantian air minum secara rutin dan pembersihan tempat minum adalah praktik penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan alga. Ketersediaan air yang tidak terbatas akan mendukung pencernaan pakan yang optimal dan menjaga hidrasi tubuh bebek, yang pada akhirnya berkontribusi pada produksi telur yang maksimal.
Sesuaikan Jumlah Takaran Pakan Berdasarkan Fase Produksi
Kebutuhan pakan bebek petelur tidak bersifat statis, melainkan berubah sesuai dengan fase produksi telur yang sedang dijalani. Penyesuaian jumlah pakan berdasarkan fase ini merupakan strategi penting untuk efisiensi dan optimalisasi produksi. Pemberian pakan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, sementara pemberian yang berlebihan dapat menimbulkan pemborosan dan masalah kesehatan.
Pada masa awal produksi telur, bebek membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi untuk mendukung pembentukan telur secara intensif. Seiring berjalannya waktu dan penurunan laju produksi, jumlah pakan dapat disesuaikan untuk menghindari kelebihan energi yang tidak diperlukan. Perubahan ransum ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar bebek dapat beradaptasi dengan kualitas ransum yang baru.
Peternak perlu memantau respons bebek terhadap jumlah pakan yang diberikan, termasuk tingkat konsumsi dan kondisi fisik. Jika terjadi penurunan produksi telur atau perubahan perilaku, penyesuaian pakan mungkin diperlukan. Manajemen pakan yang cermat pada setiap fase produksi akan membantu menjaga kesehatan bebek dan memastikan produksi telur yang stabil.
Jangan Sampai Terjadi Kontaminasi Bahan Tak Layak Pada Pakan
Kualitas pakan memiliki dampak langsung pada kesehatan bebek dan produksi telurnya. Pakan yang terkontaminasi jamur atau mikotoksin dapat menyebabkan keracunan, menurunkan pertumbuhan, mengurangi produksi telur, bahkan menyebabkan kematian pada bebek. Bebek sangat sensitif terhadap keracunan aflatoksin, sehingga kadar aflatoksin dalam pakan harus kurang dari 40 μg/kg.
Penyimpanan pakan yang benar adalah langkah krusial untuk mencegah kontaminasi. Pakan harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan berventilasi baik untuk menghindari kelembaban yang memicu pertumbuhan jamur. Usahakan untuk tidak menyimpan pakan lebih dari 14 hari, karena kualitasnya dapat menurun seiring waktu.
Pemeriksaan rutin terhadap bahan pakan sebelum diberikan kepada bebek juga diperlukan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau kontaminasi. Jika ditemukan pakan yang berjamur atau berbau tidak sedap, sebaiknya tidak digunakan. Penambahan pengikat mikotoksin (toxin binder) seperti Freetox dapat membantu mengikat mikotoksin dalam saluran pencernaan bebek, sehingga tidak aktif dan keluar bersama feses.
Pantau Selalu Kesehatan dan Respons Bebek Terhadap Pakan
Pengamatan rutin terhadap kondisi kesehatan dan respons bebek terhadap pakan merupakan bagian integral dari manajemen pakan yang efektif. Peternak perlu secara berkala memeriksa perilaku, nafsu makan, kondisi fisik, dan kualitas telur yang dihasilkan. Perubahan pada salah satu indikator ini dapat menjadi sinyal bahwa ada masalah dengan pakan atau manajemennya.
Bebek lokal memiliki sifat mudah stres terhadap perubahan pakan yang mendadak. Oleh karena itu, setiap perubahan komposisi atau jenis pakan harus dilakukan secara bertahap. Jika terjadi penurunan nafsu makan, diare, atau penurunan produksi telur, peternak perlu segera mengevaluasi pakan yang diberikan dan mencari penyebabnya.
Pencatatan produksi telur harian dan konsumsi pakan dapat membantu peternak dalam menganalisis efektivitas program pakan. Dengan data yang akurat, penyesuaian pakan dapat dilakukan secara tepat waktu untuk menjaga kesehatan bebek dan memaksimalkan potensi produksi telurnya. Lingkungan kandang yang nyaman dan bebas stres juga mendukung efektivitas pakan yang diberikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Berapa kali sehari bebek petelur diberi makan?
A: Bebek petelur umumnya diberi makan dua hingga tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari.
Q: Pakan apa yang membuat bebek cepat bertelur?
A: Pakan yang seimbang dengan protein, energi, vitamin, dan mineral yang cukup dapat meningkatkan produksi telur.
Q: Berapa gram pakan bebek petelur per hari?
A: Dosis pakan yang direkomendasikan untuk bebek petelur adalah sekitar 150 gram per ekor per hari.
Q: Apa saja bahan pakan alternatif untuk bebek petelur?
A: Bahan pakan alternatif untuk bebek petelur meliputi dedak padi, jagung giling, ampas tahu, dan ampas kelapa.
Q: Mengapa air minum penting untuk bebek petelur?
A: Air minum penting untuk proses metabolisme, pengangkutan zat gizi, dan pengaturan suhu tubuh bebek.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489046/original/047456600_1769778320-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378198/original/006045500_1760220581-irak_-_indo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489576/original/078791800_1769907622-Ansyari_Lubis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489455/original/055722100_1769870330-InShot_20260131_213240929.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5464725/original/068475800_1767702507-IMG-20260106-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489504/original/023897900_1769878375-68a8a3b4-169c-4688-bc0e-b2d8da620b69.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)