Cara Menanam dan Menumbuhkan Seledri untuk Panen Setiap Hari, Ikuti 6 Langkah Mudah Ini

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Memahami cara menanam dan menumbuhkan seledri sendiri di rumah bisa jadi salah satu cara untuk menghemat pengeluaran. Seledri (Apium graveolens) merupakan tanaman bumbu serbaguna yang menjadi primadona dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari sup hangat hingga tumisan lezat. Memiliki kebun seledri sendiri di rumah menawarkan segudang manfaat, seperti penghematan biaya belanja, jaminan konsumsi seledri organik, serta ketersediaan pasokan seledri segar kapan pun dibutuhkan untuk memperkaya cita rasa masakan Anda. Kemudahan dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri menjadikannya pilihan ideal bagi para pemula yang ingin memulai hobi berkebun.

Seledri dapat tumbuh subur di iklim tropis Indonesia, asalkan Anda mengikuti langkah-langkah kunci seperti memilih varietas tahan panas, menyiapkan media tanam yang tepat, menjaga kelembaban konsisten, dan melakukan pemupukan secara berkala. Panen seledri biasanya siap dalam waktu 80 hingga 100 hari setelah tanam.

Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang akan membimbing Anda langkah demi langkah dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri di lingkungan rumah. Fokus utama panduan ini adalah teknik panen berkelanjutan yang dikenal sebagai metode cut-and-come-again, sebuah strategi cerdas yang memungkinkan tanaman seledri Anda terus berproduksi setelah dipetik. Dengan mengikuti petunjuk ini, Anda bisa menikmati kesegaran seledri hasil kebun sendiri setiap hari. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/2/2026).

Persiapan Awal, Memilih Metode dan Bibit yang Tepat

Langkah krusial pertama dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri adalah menentukan metode tanam yang paling sesuai. Bagi pemula, menanam seledri di polybag atau pot sangat dianjurkan. Metode ini memudahkan kontrol kelembaban dan memungkinkan tanaman dipindahkan saat cuaca ekstrem, seperti hujan deras atau terik matahari berlebihan. Meskipun menanam langsung di tanah kebun berpotensi menghasilkan panen lebih melimpah karena akar lebih leluasa, risiko serangan hama juga lebih tinggi dan memerlukan tanah yang sangat gembur, sehingga lebih cocok untuk pekebun berpengalaman.

Ada beberapa pilihan bibit untuk memulai cara menanam dan menumbuhkan seledri. Anda bisa memulai dari biji, namun metode ini memerlukan proses penyemaian yang cukup lama, sekitar 45–50 hari, sebelum bibit siap ditanam. Pilihan kedua adalah dari sisa batang dapur; cukup gunakan pangkal batang seledri yang baru dibeli (sekitar 5 cm dari bawah) dan rendam dalam air hingga muncul akar baru sebelum dipindahkan ke media tanam.

Alternatif ketiga adalah dari anakan atau rumpun, metode ini merupakan cara paling cepat dengan mengambil anakan dari tanaman seledri dewasa yang sudah memiliki akar. Bagi pemula, sangat disarankan untuk memulai dari anakan atau sisa batang karena prosesnya lebih cepat dan risiko kegagalan lebih rendah. Metode ini memungkinkan Anda melihat hasil lebih cepat dan membangun kepercayaan diri dalam berkebun seledri.

Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur

Media tanam yang ideal untuk cara menanam dan menumbuhkan seledri adalah campuran tanah gembur, pupuk kandang atau kompos, dan arang sekam atau sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Campuran ini memastikan porositas yang baik, sehingga air mudah mengalir dan udara bersirkulasi dengan baik, yang sangat penting untuk mencegah akar busuk.

Pastikan pot atau polybag yang digunakan memiliki lubang drainase yang memadai di bagian bawah dan samping. Lubang drainase ini sangat penting untuk menghindari genangan air yang dapat menyebabkan akar seledri busuk, terutama karena seledri tidak menyukai tanah yang becek.

Media tanam yang gembur dan berdrainase baik akan membantu akar seledri bernapas dan tumbuh optimal. Kondisi ini juga mendukung penyerapan nutrisi yang efisien, kunci untuk pertumbuhan seledri yang sehat dan subur. Dengan media tanam yang tepat, Anda telah menciptakan fondasi yang kuat untuk keberhasilan budidaya seledri di rumah.

Penanaman yang Benar untuk Pertumbuhan Awal

Saat menanam bibit atau anakan seledri, pastikan untuk memberikan jarak tanam yang cukup renggang, minimal 15 cm antar tanaman. Jarak ini penting agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang tanpa bersaing nutrisi. Penanaman yang terlalu rapat dapat menghambat pertumbuhan dan membuat tanaman rentan terhadap penyakit.

Pastikan akar bibit tertutup tanah dengan baik, namun hindari menimbun batang terlalu dalam. Penanaman yang terlalu dalam dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan busuk batang. Posisi tanam yang benar akan memastikan batang seledri mendapatkan sirkulasi udara yang cukup dan mencegah kelembaban berlebih di pangkal batang.

Setelah penanaman, simpan pot atau polybag di tempat yang teduh selama 3–7 hari untuk proses adaptasi. Setelah periode adaptasi ini, tanaman dapat dipindahkan ke area yang mendapatkan sinar matahari yang cukup, minimal 4–6 jam sinar matahari pagi. Proses adaptasi ini membantu tanaman berakar kuat dan siap menghadapi lingkungan baru.

Perawatan Harian untuk Pertumbuhan Optimal

Penyiraman adalah kunci utama dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri. Lakukan penyiraman 1–2 kali sehari, pada pagi dan sore hari, untuk menjaga kelembaban media tanam. Namun, pastikan tidak sampai becek; jika tanah masih lembab pada kedalaman 2 cm, tunda penyiraman.

Seledri membutuhkan sinar matahari yang cukup, minimal 4–6 jam sinar matahari pagi setiap hari. Namun, hindari terik matahari langsung yang berlebihan, terutama saat siang hari, karena dapat menyebabkan daun layu dan menghentikan pertumbuhan. Penempatan yang tepat akan memastikan seledri mendapatkan cahaya yang cukup tanpa terbakar.

Pemupukan susulan penting untuk nutrisi tambahan. Beri pupuk organik cair (misalnya, 1 sendok makan dalam 1 liter air) setiap 2 minggu sekali, atau gunakan pupuk NPK cair/AB Mix. Hindari penggunaan pupuk kimia berlebihan karena dapat membuat daun seledri pahit. Pemupukan teratur akan memastikan seledri tumbuh subur dengan daun yang renyah dan beraroma.

Teknik Panen 'Potong-Terus' untuk Hasil Berkelanjutan

Panen pertama seledri biasanya siap saat tanaman berumur 80–100 hari setelah tanam, atau ketika tingginya mencapai 25–30 cm dan sudah memiliki daun yang lebat. Memanen terlalu dini (batang kurang dari 20 cm) dapat menghasilkan rasa yang pahit. Kesabaran dalam menunggu waktu panen yang tepat akan menghasilkan seledri dengan kualitas terbaik.

Untuk memanen, petik atau gunting tangkai daun bagian luar secara berkala, sisakan daun muda di bagian tengah. Teknik ini dikenal sebagai cut-and-come-again atau potong petik. Metode ini memastikan tanaman dapat terus meregenerasi daun baru, sehingga Anda bisa panen berulang kali dari satu tanaman.

Yang terpenting, jangan mencabut seluruh tanaman atau akarnya. Dengan membiarkan akar tetap hidup, tunas baru akan terus tumbuh setelah dipotong, memungkinkan Anda untuk panen berkali-kali. Interval panen bisa setiap 2 minggu sekali, bahkan bisa setiap hari jika tanaman sudah rimbun dan dirawat dengan baik.

Perawatan Pasca Panen agar Terus Berproduksi

Setelah panen, tambahkan kompos atau media tanam baru ke dalam pot atau polybag agar unsur hara kembali terpenuhi. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan tunas baru dan menjaga kesuburan media tanam. Penambahan nutrisi ini akan memastikan tanaman seledri tetap produktif.

Lakukan penggemburan tanah secara berkala dan bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Penggemburan membantu aerasi tanah, sementara penyiangan gulma mengurangi persaingan nutrisi. Lingkungan tanam yang bersih dan gembur sangat mendukung kesehatan dan pertumbuhan seledri.

Pantau tanaman dari serangan hama. Jika diperlukan, semprotkan pestisida nabati, seperti yang berbahan dasar minyak mimba (neem oil), secara rutin (dua kali seminggu atau minimal seminggu sekali) untuk mencegah hama hinggap. Menjaga kebersihan area sekitar tanaman juga merupakan langkah pencegahan hama yang efektif.

Tips Agar Seledri Tumbuh Subur di Iklim Indonesia

Menanam seledri di iklim tropis Indonesia memang memiliki tantangan tersendiri karena seledri aslinya berasal dari daerah beriklim sejuk. Namun, dengan penyesuaian teknik yang tepat, Anda bisa sukses dalam cara menanam dan menumbuhkan seledri di pekarangan rumah.

  • Atasi panas berlebihan: Jika suhu harian di atas 32°C terus-menerus, daun seledri bisa layu dan berhenti tumbuh. Solusinya adalah menanam di musim hujan atau menggunakan naungan seperti paranet 50% untuk mengurangi intensitas sinar matahari langsung.
  • Kontrol kelembaban: Seledri membutuhkan kelembaban yang stabil tetapi tidak suka tanah becek. Gunakan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah atau siram dengan sprayer agar tanah tidak terlalu basah.
  • Pilih varietas tahan panas: Penting untuk memilih varietas seledri yang cocok untuk iklim tropis. Varietas seperti 'Tall Utah' atau seledri lokal dikenal lebih tahan terhadap panas.
  • Manfaatkan musim hujan: Seledri cenderung tumbuh lebih subur di musim hujan karena kelembaban udara yang tinggi dan kandungan nitrogen pada air hujan yang dapat membuat daun menjadi lebih hijau.

FAQ

Q: Berapa lama seledri bisa dipanen terus-menerus dan kapan waktu panen pertama?

A: Dengan perawatan yang baik, seledri dapat dipanen berkali-kali (hingga 8–10 kali atau bertahan tahunan) karena tunas baru akan terus tumbuh setelah dipotong. Panen pertama biasanya siap saat tanaman berumur 80–100 hari setelah tanam, atau 6-8 minggu jika ditanam dari sisa bonggol.

Q: Apa saja penyebab umum daun seledri menguning atau batang tumbuh kecil?

A: Daun seledri menguning biasanya disebabkan oleh kelebihan air (tanah becek), kekurangan sinar matahari, atau kurangnya nutrisi. Batang seledri yang kecil bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi, media tanam padat, atau jarak tanam terlalu rapat.

Q: Bagaimana cara terbaik memperbanyak seledri bagi pemula, termasuk dari sisa batang dapur?

A: Bagi pemula, disarankan memperbanyak seledri dari anakan rumpun dewasa yang sudah berakar, atau menggunakan pangkal batang sisa dapur (sekitar 5 cm) yang direndam dalam air hingga tumbuh akar baru sebelum ditanam ke media permanen.

Q: Bisakah seledri ditanam di dalam rumah dan bagaimana penyesuaian untuk iklim tropis?

A: Seledri bisa ditanam di dalam rumah asalkan ditempatkan dekat jendela yang mendapatkan sinar matahari cukup (minimal 4 jam sehari) dan menggunakan pot dengan drainase baik. Untuk iklim tropis, atasi panas berlebihan dengan naungan, kontrol kelembaban tanah, pilih varietas tahan panas, dan manfaatkan musim hujan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|