Apa Bedanya Emas dan Kuningan? Kenali Ciri, Kandungan, dan Cara Membedakannya

3 weeks ago 14

Liputan6.com, Jakarta Emas dan kuningan sering membingungkan karena kemiripan visual mereka yang mencolok, yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan barang-barang dekoratif dan perhiasan imitasi. Meskipun tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam sifat fisik, komposisi bahan, dan nilai ekonomi.

Emas adalah logam mulia langka dengan nilai jual tinggi dan tahan karat, sementara kuningan adalah campuran logam yang lebih murah dan mudah ditemukan, terbuat dari tembaga dan seng. Ketahui beberapa tips untuk memahami secara lebih dalam apa sebenarnya perbedaan emas dan kuningan. Mulai dari aspek visual, berat, sifat magnetik, hingga uji kimia sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

Perbedaan Mendasar Emas vs Kuningan

Emas dan kuningan, meskipun seringkali memiliki tampilan serupa dengan warna kuning keemasan, adalah dua material yang sangat berbeda dalam komposisi, sifat, dan nilai intrinsiknya. Perbedaan mendasar ini menjadi kunci untuk memahami karakteristik unik masing-masing. 

Emas adalah unsur kimia murni dengan simbol Au, dikenal sebagai logam transisi yang padat, lunak, mudah ditempa, dan ulet dengan warna kuning cerah yang menarik.

Berbeda dengan emas, kuningan bukanlah unsur murni melainkan sebuah paduan logam. Kuningan terutama terdiri dari tembaga dan seng. Proporsi seng dalam paduan ini dapat bervariasi, menghasilkan berbagai jenis kuningan dengan sifat mekanik, listrik, dan warna yang berbeda-beda. Ini menunjukkan bahwa kuningan adalah hasil rekayasa manusia untuk menciptakan material dengan sifat-sifat tertentu.

Sifat dasar ini membedakan keduanya secara fundamental. Dengan demikian, emas adalah logam mulia alami, sedangkan kuningan adalah campuran buatan manusia.

Ciri-ciri Khas Emas

Emas memiliki sejumlah ciri khas yang menjadikannya sangat berharga dan diminati di seluruh dunia. Salah satu sifat paling menonjol adalah kelunakannya dan kemudahannya untuk ditempa. 

Satu gram emas dapat ditarik menjadi kawat sepanjang 2.400 meter atau ditempa menjadi lembaran setipis 0,000018 cm. Hal ini menunjukkan betapa luar biasanya sifat ini untuk pembuatan perhiasan dan aplikasi lainnya.

Selain itu, emas juga dikenal memiliki konduktivitas listrik dan termal yang sangat baik. Logam ini sangat tahan terhadap korosi dan oksidasi, menjadikannya pilihan ideal untuk komponen elektronik dan aplikasi yang membutuhkan stabilitas jangka panjang. Emas tidak bereaksi dengan sebagian besar bahan kimia, kecuali dengan aqua regia, campuran asam nitrat dan asam klorida yang kuat.

Emas murni menampilkan warna kuning cerah yang khas dengan kilau metalik yang tinggi. Kepadatannya juga sangat tinggi, mencapai sekitar 19,3 gram per sentimeter kubik, menjadikannya salah satu logam terpadat yang ada. Ciri-ciri inilah yang membuat emas tidak hanya indah, tetapi juga sangat fungsional dan tahan lama.

Karakteristik Kuningan

Kuningan, sebagai paduan tembaga dan seng, memiliki karakteristik yang berbeda dari emas murni dan membuatnya serbaguna untuk berbagai aplikasi. Warna kuningan umumnya kuning keemasan, namun nuansanya dapat bervariasi. 

Nuansa warnanya dapat bervariasi dari merah kecoklatan hingga kuning keperakan tergantung pada proporsi seng yang terkandung di dalamnya, sehingga memberikan fleksibilitas estetika.

Material ini lebih keras dan lebih kuat dibandingkan tembaga murni, meskipun tidak sekuat baja. Kuningan memiliki kemampuan kerja yang baik dan mudah dibentuk, serta memiliki titik leleh yang relatif rendah. Sifat-sifat ini memudahkan proses manufaktur dan pembentukan kuningan menjadi berbagai produk.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, kuningan juga rentan terhadap korosi dalam kondisi tertentu. Ia terutama rentan terhadap korosi di lingkungan yang mengandung amonia atau klorin, yang dapat menyebabkan retak korosi tegangan. Namun, kuningan tetap memiliki ketahanan korosi yang baik terhadap air dan garam, menjadikannya pilihan populer untuk pipa dan perlengkapan laut.

Komposisi Kimia Emas dan Kuningan

Perbedaan paling mendasar antara emas dan kuningan terletak pada komposisi kimianya. Emas adalah unsur kimia murni (Au), yang berarti ia hanya terdiri dari satu jenis atom. Dalam perhiasan, emas sering dicampur dengan logam lain seperti tembaga, perak, atau nikel. Penambahan logam ini bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan, serta untuk mengubah warnanya, dengan kemurnian diukur dalam karat, di mana 24K adalah emas murni 100%.

Di sisi lain, kuningan adalah paduan yang utamanya terdiri dari tembaga (Cu) dan seng (Zn). Proporsi tembaga dalam kuningan biasanya berkisar antara 60% hingga 90%, dengan sisanya adalah seng. Variasi proporsi ini memungkinkan produsen untuk menyesuaikan sifat-sifat kuningan sesuai kebutuhan aplikasi.

Kadang-kadang, unsur lain seperti timbal (Pb), timah (Sn), mangan (Mn), atau aluminium (Al) ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam kuningan. Penambahan ini dilakukan untuk memodifikasi sifat-sifat tertentu, seperti kemampuan mesin atau ketahanan korosi. Komposisi yang beragam ini membuat kuningan menjadi material yang sangat adaptif dan dapat disesuaikan untuk berbagai kegunaan industri.

Cara Membedakan Emas dan Kuningan

Membedakan emas dan kuningan dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana, meskipun beberapa memerlukan kehati-hatian.  

1. Perhatikan Warna dan Kilau

  • Emas: Warna kuningnya cenderung lebih lembut dan tidak terlalu mencolok. Kilauannya tidak berubah seiring waktu.
  • Kuningan: Warna kuningnya biasanya lebih terang, mencolok, dan kadang agak kehijauan. Seiring waktu bisa berubah kusam atau kehijauan karena oksidasi.

2. Uji dengan Magnet

  • Emas asli: Tidak bersifat magnetik. Jika didekatkan dengan magnet, emas tidak akan tertarik.
  • Kuningan: Juga bukan logam magnetik, tetapi banyak produk kuningan yang mengandung logam lain yang bisa tertarik magnet, apalagi jika sudah dicampur bahan lain.

3. Uji Gores (Scratch Test)

  • Goreskan logam pada keramik putih tanpa glasir:
    • Emas asli: Akan meninggalkan goresan berwarna kuning keemasan.
    • Kuningan: Akan meninggalkan goresan berwarna abu-abu atau hitam.

4. Berat dan Kepadatan

  • Emas jauh lebih berat dari kuningan. Jika dua benda seukuran digenggam, emas akan terasa lebih padat dan berat.
  • Bisa juga diuji menggunakan air: logam yang lebih padat (emas) akan tenggelam lebih cepat dan dalam volume air yang sedikit naik.

5. Uji Asam (Asam Nitrat)

  • Emas: Tidak bereaksi terhadap asam nitrat (tidak berubah warna atau berbuih).
  • Kuningan: Akan bereaksi – muncul gelembung, berubah warna, atau bahkan menghitam.

6. Sertifikat atau Cap Karat

  • Emas asli biasanya memiliki cap karat seperti 24K, 22K, 18K, dll.
  • Kuningan tidak memiliki cap semacam ini.
  • Tapi perlu hati-hati, karena cap bisa dipalsukan — selalu beli dari tempat terpercaya.

People Also Ask

1. Apa perbedaan mendasar antara emas dan kuningan?

Jawaban: Emas adalah unsur kimia murni (Au), sedangkan kuningan adalah paduan logam yang terutama terdiri dari tembaga dan seng.

2. Bagaimana cara membedakan emas dan kuningan secara visual atau fisik?

Jawaban: Emas murni sangat lunak dan padat (berat), sementara kuningan lebih keras dan kurang padat. Uji magnet kurang efektif karena keduanya umumnya non-magnetis.

3. Mengapa harga emas jauh lebih mahal daripada kuningan?

Jawaban: Emas adalah logam mulia langka dengan permintaan tinggi sebagai investasi dan perhiasan, sedangkan kuningan adalah logam industri yang lebih umum dan murah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|