Liputan6.com, Jakarta Menggiring bola rendah atau low dribble merupakan teknik dasar dalam permainan bola basket yang dilakukan dengan memantulkan bola di bawah ketinggian lutut sambil menjaga posisi tubuh tetap rendah. Memahami bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah sangat penting bagi setiap pemain karena teknik ini menjadi fondasi utama dalam mengontrol dan melindungi bola dari upaya perebutan lawan.
Teknik ini membutuhkan koordinasi antara posisi tubuh, kontrol jari-jari tangan, serta pandangan mata yang tetap terarah ke depan selama proses dribbling. Dengan menguasai bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah, seorang pemain bisa bergerak lebih lincah dan menjaga kepemilikan bola di tengah tekanan pertahanan lawan.
Dilansir dari modul pelatihan MasterClass, dribble rendah melibatkan pembentukan pusat gravitasi yang rendah dan aksi pantulan intens yang dikenal sebagai "pounding". Teknik ini memungkinkan pemain mempertahankan kontrol penuh karena bola kembali ke telapak tangan dengan lebih cepat. Pentingnya penguasaan teknik dasar sejak dini juga ditegaskan oleh
Greg Bach dalam buku Coaching Basketball For Dummies, yang menyatakan bahwa penguasaan fundamental dasar—mulai dari dribbling hingga defending—adalah kunci utama yang membangun kenyamanan dan performa jangka panjang seorang pemain di lapangan.
Baca juga: Cara Bermain Basket yang Baik dan Tekniknya
1. Cara Menggiring Bola Rendah dengan Posisi Tubuh yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263024/original/028688600_1781856645-t9i8YYzXUx0td0W6K2xGsUJe5Ov8mIgtm8Osspye.jpg)
Perbesar
Langkah pertama untuk menguasai low dribble adalah membangun sikap tubuh yang benar. Bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah dengan efektif sangat bergantung pada sikap awal pemain sebelum memantulkan bola ke lantai. Posisi tubuh yang tepat menjadi pondasi agar pemain bisa menggiring bola basket secara stabil dan terkontrol.
-
Berdiri dengan kaki selebar bahu: Buka kedua kaki sejajar selebar bahu untuk menciptakan keseimbangan optimal. Pastikan bobot tubuh terdistribusi merata agar tidak mudah goyah saat bergerak.
-
Tekuk lutut dan turunkan pinggul: Tekuk lutut secara rileks untuk membentuk posisi atletis yang siap bergerak, lalu turunkan pinggul sedikit ke belakang. Hal ini memperpendek jarak antara bola dan lantai, sehingga kontrol bola meningkat.
-
Condongkan badan sedikit ke depan: Miringkan tubuh bagian atas sedikit ke arah depan untuk menurunkan pusat gravitasi. Secara umum, pemain sebaiknya menggiring bola pada posisi rendah, yakni di bawah area pinggang atau bahkan di bawah lutut saat menghadapi tekanan defensif, karena dribble rendah merupakan cara efektif untuk mengontrol bola.
-
Letakkan satu kaki di depan sebagai tumpuan: Posisikan kaki dominan sedikit ke depan untuk memberikan keunggulan dalam hal mobilitas. Kaki depan berfungsi sebagai titik tumpu ketika kamu perlu melakukan perubahan arah secara cepat.
-
Arahkan pandangan mata ke depan: Saat menggiring bola, kamu tidak boleh melihat ke bawah—pandangan harus tetap terarah ke atas setiap saat. Dengan mata yang fokus ke depan, kamu bisa membaca situasi lapangan dan melihat apakah ada peluang untuk mengumpan ke rekan setim atau jalur untuk melewati pemain bertahan.
Berdasarkan panduan di BasketballForCoaches, menjaga posisi tubuh tetap rendah di dekat tanah saat menguasai bola sangat krusial karena posisi ini membuat pergerakan pemain menjadi lebih eksplosif. Meskipun pelatih legendaris Bob Knight mengingatkan bahwa dribel tidak boleh disalahgunakan secara berlebihan, penguasaan fundamental low dribble yang matang tetap menjadi kunci utama bagi pemain untuk keluar dari tekanan ketat pemain bertahan.
Baca juga: Menggiring dalam Permainan Bola Basket Berarti Dribbling
2. Teknik Kontrol Tangan Saat Melakukan Dribble Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263035/original/003906200_1781856658-0PZWnI74bMhgXbG4K2w0SIWK2pZyR42PQmDS6eV3.jpg)
Perbesar
Setelah posisi tubuh siap, langkah berikutnya adalah menguasai teknik tangan yang tepat untuk menghasilkan pantulan bola yang terkontrol. Pemain yang ingin memahami bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah perlu menyadari bahwa kontrol jari-jari dan pergelangan tangan menjadi kunci utama keberhasilan setiap pantulan. Kemampuan ini membedakan antara pemain yang menguasai dribbling dan yang belum.
-
Gunakan jari-jari, bukan telapak tangan: Sesuai dengan kurikulum Jr. NBA, bola harus dikontrol menggunakan bantalan jari (fingerpads). Menampar bola dengan telapak tangan akan menghilangkan kontrol arah, sedangkan hanya menggunakan ujung jari yang kaku tidak akan menghasilkan tenaga yang cukup.
-
Dorong bola ke bawah dengan tenaga pergelangan tangan: Pemain perlu mendorong bola ke lantai dengan kekuatan, yakni dengan merentangkan siku dan menghentakkan pergelangan tangan di titik akhir gerakan. Hentakan ini menghasilkan pantulan yang cepat dan tegas sehingga bola kembali ke tangan dalam waktu singkat.
-
Pertahankan pantulan bola di bawah lutut: Jangan pernah mendribble lebih tinggi dari pinggang—idealnya, pantulan bola berada setinggi lutut agar dribble tetap rendah dan terkontrol sehingga sulit bagi lawan untuk merebut bola.
-
Pantulkan bola dengan lembut namun tegas: Hindari memantulkan bola terlalu keras sehingga tidak terkendali, tetapi juga jangan terlalu lemah yang memperlambat ritme. Semakin tinggi dan lambat pantulan dribble, semakin besar risiko kehilangan bola.
-
Latih kedua tangan secara bergantian: Setelah menguasai tangan dominan, mulailah menggunakan tangan yang lebih lemah karena untuk menjadi pemain serba bisa, kamu harus mampu mendribble dengan kedua tangan. Phil Jackson, pelatih legendaris NBA menyatakan, "Tujuanmu adalah penetrasi, membawa bola sedekat mungkin ke keranjang."
Menjaga posisi siku tetap fleksibel di dekat tubuh saat melakukan low dribble sangat krusial. Hal ini senada dengan prinsip pelatihan modern yang menekankan bahwa kontrol bola yang efisien dalam posisi rendah akan memberikan perlindungan maksimal sekaligus kesiapan bagi pemain untuk melakukan perubahan arah secara mendadak.
Baca juga: Tujuan Menggiring Bola Tinggi dalam Bermain Basket
3. Strategi Melindungi Bola dari Lawan Saat Menggiring Bola Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401269/original/073526400_1782283112-12699538-32fd-4f39-94e2-0d9de5a3a267.jpg)
Perbesar
Salah satu alasan utama pemain melakukan low dribble adalah untuk menjaga bola dari jangkauan lawan. Ketika sudah memahami posisi tubuh dan teknik tangan, pemain perlu menerapkan strategi perlindungan bola agar dribble rendah benar-benar efektif saat menghadapi tekanan bertahan. Langkah-langkah berikut menjelaskan bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah sambil menjaga keamanan bola secara optimal.
-
Posisikan tubuh di antara bola dan lawan: Pertahankan posisi agak membungkuk dan letakkan tubuhmu di antara bola dan pemain bertahan, serta jaga bola tetap rendah di dekat lantai, di belakang, dan dekat dengan tubuh. Posisi ini membuat lawan sulit menjangkau bola tanpa melakukan pelanggaran.
-
Gunakan tangan non-dominan sebagai perisai: Tangan yang tidak menggiring bola berfungsi sebagai penghalang alami. Rentangkan lengan tersebut secara legal di sisi tubuh untuk menciptakan jarak dengan pemain bertahan.
-
Jaga bola tetap dekat dengan tubuh: Ketika pemain mendribble bola dengan posisi rendah, sangat sulit bagi pemain bertahan untuk merebut bola tersebut. Semakin dekat bola dengan tubuh, semakin kecil celah yang bisa dimanfaatkan lawan.
-
Ubah arah secara tiba-tiba: Gabungkan dribble rendah dengan change of direction untuk membuat pemain bertahan kehilangan posisi. Jika tekanan defensif terjadi saat pemain ofensif menggiring bola, maka pemain tersebut sebaiknya memutar tubuhnya menyamping untuk melindungi bola dan menjauhkannya dari jangkauan lawan.
-
Variasikan kecepatan dribble: Merujuk Breakthrough Basketball, pemain perlu menyesuaikan ketinggian dribble berdasarkan tujuan dan kondisi sekitar—misalnya, jika dua pemain bertahan menyerbu secara bersamaan, pemain mungkin perlu berjongkok lebih rendah dan mendribble bola setinggi lutut sambil mencari rekan yang terbuka.
Sebagaimana dilaporkan oleh US Sports Camps, mempertahankan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan pemain lebih seimbang, bereaksi cepat, dan melindungi bola dengan efisien. Pentingnya penguasaan fundamental seperti ini juga senada dengan pandangan bintang NBA Draymond Green yang dikutip dari BrainyQuote; ia menekankan bahwa pemahaman mendalam tentang dasar permainan—mulai dari cara mendribel, melakukan pivot, hingga menggunakan tipuan gerakan—merupakan pembeda utama kualitas seorang pemain di lapangan.
Baca juga: Cara Menggiring Bola yang Dibenarkan dalam Basket
Latihan Efektif untuk Menguasai Teknik Dribble Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263036/original/009845700_1781856659-szf6G38ZdFcAUGrSMXODJlAz8uQgjHv0OmdkNvkq.jpg)
Perbesar
Memahami teori saja tidak cukup untuk menguasai teknik menggiring bola rendah. Diperlukan latihan rutin yang konsisten untuk membangun memori otot dan keterampilan dribbling yang mumpuni. Berikut sejumlah drill atau latihan yang bisa dilakukan di rumah maupun di lapangan untuk mengasah kemampuan low dribble secara bertahap.
Mengacu pada Sikana.tv, pemain sebaiknya berlatih mendribble dengan kedua tangan karena tidak selalu bisa menggunakan tangan dominan saat pertandingan, dan salah satu cara berlatih adalah mendribble dua bola secara bersamaan pada posisi serendah mungkin.
-
Latihan Pounding Stasioner: Berdiri di satu titik dengan posisi tubuh rendah, lalu pantulkan bola sekuat dan serendah mungkin menggunakan satu tangan. Latihan ini melatih kekuatan pergelangan tangan dan membangun ritme dribble yang konsisten. Lakukan selama 30 detik per tangan, kemudian ganti.
-
Crossover Rendah: Pindahkan bola dari tangan kanan ke tangan kiri secara bergantian dengan pantulan yang tetap di bawah lutut. Saat berlatih crossover dribbling, jaga bola tetap rendah dan hentakkan ke lantai, lalu tingkatkan kecepatan seiring meningkatnya kemampuan.
-
Dribble Figure Eight: Buka kaki selebar bahu, lalu dribble bola melewati dan mengelilingi kaki dalam pola angka delapan, dan bisa dilakukan dengan dribble rendah setinggi sepatu sebanyak mungkin pantulan. Latihan ini meningkatkan koordinasi tangan dan kelincahan gerakan kaki.
-
Latihan Zig-Zag dengan Cone: Dribble bola melewati barisan kursi atau cone sambil berbelak-belok, dan saat mendekati setiap cone, ganti tangan dribble sambil menjaga bola tetap rendah dan dekat dengan tubuh. Latihan ini mensimulasikan gerakan menghindari lawan di lapangan.
-
Dribble Touch Drill: Setiap pemain membutuhkan bola masing-masing untuk latihan ini—mulai mendribble menyusuri lapangan, dan setiap beberapa pantulan lakukan crossover between-the-legs, lalu sentuhkan tangan ke lantai saat melakukan perpindahan bola. Latihan ini memaksa pemain menjaga posisi tubuh tetap rendah.
-
Latihan Dua Bola Rendah: Pegang dua bola basket sekaligus dan dribble keduanya secara bersamaan pada ketinggian rendah. Latihan ini meningkatkan koordinasi kedua tangan dan mempercepat kemampuan kontrol bola dalam permainan basket.
-
Latihan di Bawah Tekanan Lawan: Ajak rekan berlatih untuk menjadi pemain bertahan pasif saat kamu mendribble rendah. Latihan ini mengajarkan bagaimana cara melakukan menggiring bola rendah di bawah situasi nyata, bukan hanya dalam kondisi latihan tanpa gangguan.
Sebagaimana diungkapkan HoopsKing, menguasai dribble tidak terjadi dalam semalam—dibutuhkan latihan serius—tetapi jika pemain bersedia bekerja keras, hasilnya pasti akan terlihat.
Baca juga: Tujuan Permainan Bola Basket dan Peraturannya
Baca juga: Teknik Shooting dalam Bola Basket
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menggiring Bola Rendah
Apa tujuan utama menggiring bola rendah dalam permainan basket?
Tujuan utama menggiring bola rendah dalam basket adalah melindungi bola dari jangkauan pemain bertahan lawan. Dengan posisi bola yang berada di bawah lutut, lawan membutuhkan usaha lebih besar dan waktu lebih lama untuk menjangkau bola. Selain itu, dribble rendah juga memudahkan pemain melakukan perubahan arah secara cepat tanpa kehilangan kontrol.
Berapa tinggi ideal pantulan bola saat melakukan dribble rendah?
Pantulan bola saat melakukan dribble rendah idealnya tidak lebih tinggi dari lutut pemain. Beberapa pelatih bahkan merekomendasikan ketinggian setinggi sepatu saat mendekati lawan agar bola semakin sulit direbut. Kuncinya adalah menjaga agar bola tetap dalam jangkauan tangan tanpa perlu menundukkan tubuh terlalu dalam.
Apakah menggiring bola rendah hanya untuk pemain profesional?
Tidak sama sekali. Menggiring bola rendah merupakan keterampilan dasar dalam permainan bola basket yang bisa dipelajari oleh pemain di semua level, termasuk pemula. Justru, mempelajari teknik ini sejak awal akan membangun fondasi keterampilan basket yang kuat untuk jangka panjang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8572538/original/098087100_1782527472-6yPKziYt26k0CMMm6XBbbCdb6eoldcmidSOBvgrD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578294/original/027245800_1782536612-It32NIQyhwYD0fbhwQxPIwfV1d2GJbQQpnsTE2m6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8589430/original/085444000_1782555488-lukman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516171/original/033097300_1782441634-B6LSUC6fphmsMfzVaGxSJ7U3qXSQdE2OYpDfOOEj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8580864/original/089651700_1782540867-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516719/original/098019600_1782442247-MHGSDC1JneBJEvlmsjGcnmbUcFHyI94d1Rwt6nfZ.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
