Liputan6.com, Jakarta Sharingan merupakan dojutsu kekkei genkai milik klan Uchiha yang muncul secara selektif di antara anggotanya. Memahami fungsi mata Sharingan menjadi kunci untuk mengenal salah satu kekuatan paling ikonik dalam serial anime Naruto, mengingat kemampuannya yang meliputi penglihatan chakra, penyalinan jutsu, hingga genjutsu tingkat tinggi.
Sharingan dikenal memiliki kemampuan yang sangat beragam, menjadikannya salah satu dojutsu paling kuat di alam semesta Naruto, dengan dua kategori utama: "Eye of Insight" dan "Eye of Hypnotism." Fungsi mata Sharingan tidak sekadar memberikan keunggulan visual, tetapi juga menjadi senjata strategis yang mampu mengubah jalannya pertarungan secara dramatis.
Dilansir dari Narutopedia, Sharingan diakui sebagai salah satu dari "Three Great Dojutsu" bersama Byakugan dan Rinnegan. Kekuatannya berasal dari Rinne Sharingan milik Kaguya Otsutsuki, dan bentuk independennya pertama kali dimanifestasikan oleh Indra Otsutsukii.
Apa Itu Sharingan dan Asal-Usulnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558113/original/019338000_1776406401-ss_e348eeb56a112c85666dffb4aadbc222aa4df888.1920x1080.jpg)
Perbesar
Istilah Sharingan (写輪眼) berasal dari bahasa Jepang yang berarti "Copy Wheel Eye" atau "Mirror Wheel Eye." Nama ini mencerminkan fungsi utamanya yang mampu menyalin dan mengingat teknik apa pun yang diamati penggunanya. Berikut penjelasan mendasar tentang apa itu Sharingan dan bagaimana mata ini bekerja dalam dunia ninja.
Sebagaimana dikutip dari Screen Rant, Sharingan adalah contoh dōjutsu, yaitu jutsu berbasis mata dengan kemampuan khusus yang bisa dipelajari para ninja.
- Definisi Sharingan. Sharingan adalah kemampuan mata warisan genetik (kekkei genkai) yang eksklusif dimiliki klan Uchiha. Berbeda dari jutsu tersembunyi seperti shadow possession, Sharingan adalah kekkei genkai yang tidak bisa dipelajari oleh non-Uchiha.
- Asal-usul ilahi. Asal-usul Sharingan adalah Rinne Sharingan milik Kaguya Ōtsutsuki, antagonis akhir dalam anime, dan Indra Ōtsutsuki adalah orang pertama yang memiliki Sharingan secara terpisah dari dōjutsu lain.
- Julukan "Mata Surga." Sharingan juga disebut "Heaven's Eye" (天眼, Tengan) karena banyaknya kemampuan yang diberikannya kepada pengguna.
- Mata yang mencerminkan perasaan. Dalam lore Naruto, Sharingan dideskripsikan sebagai "mata yang mencerminkan hati" (心を写す瞳, Kokoro o utsusu hitomi).
- Simbol tomoe. Simbol tomoe dalam budaya Jepang memiliki hubungan dengan kuil Shinto dan Buddha yang merepresentasikan energi berputar serta kekuatan kosmis.
- Mekanisme aktivasi. Sharingan terbangun ketika penggunanya mengalami tekanan emosional yang kuat terkait seseorang yang berharga, yang menyebabkan otak melepaskan chakra khusus yang memengaruhi saraf optik dan mentransformasi mata mereka.
Baca juga: 3 Fakta di Balik Klan Uchiha dalam Serial Anime Naruto
Fungsi Utama Mata Sharingan dalam Pertarungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6934790/original/025117900_1779704188-MV5BOTRhNmJmZGUtMTkwMS00ZjFjLTk3MTMtMjViZjk5Yzc3MmZkXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Perbesar
Kemampuan Sharingan menjadikannya salah satu aset paling berbahaya di dunia shinobi. Berdasarkan Game Rant, Sharingan memberikan dua kategori kemampuan luas: melalui Eye of Insight, pengguna dapat melihat chakra dan memanfaatkan persepsi tingkat tinggi; sedangkan melalui Eye of Hypnotism, berbagai genjutsu atau teknik ilusi dapat dilakukan hanya melalui kontak mata. Berikut rincian lengkap fungsi mata Sharingan dalam pertarungan.
- Melihat aliran chakra. Fungsi pertama dan paling mendasar dari mata Sharingan adalah kemampuan melihat aliran chakra di dalam tubuh seseorang. Pengguna dapat mempersepsi aliran chakra, mengidentifikasi apakah seseorang berada di bawah genjutsu, dan chakra terlihat dalam warna yang berbeda sehingga individu dapat dibedakan.
- Persepsi dan prediksi gerakan lawan. Setelah Sharingan matang sepenuhnya dengan tiga tomoe, ia mendapatkan kemampuan untuk hampir memprediksi masa depan dengan memantau serat otot lawan dan memprediksi gerakan berikutnya, memperlihatkan bayangan gerakan lawan selanjutnya.
- Menyalin teknik (copy ability). Fungsi mata Sharingan yang paling terkenal adalah kemampuan mengingat dan menduplikasi teknik ninja apa pun yang pernah dilihat, termasuk ninjutsu, genjutsu, dan taijutsu, kecuali teknik yang memerlukan kekkei genkai tertentu.
- Membaca detail halus. Sharingan memberikan kejernihan persepsi yang luar biasa, memungkinkan pengguna membaca gerakan bibir atau meniru gerakan dengan presisi tinggi. Kemampuan ini sangat berguna untuk intelijen dan strategi di luar pertarungan langsung.
- Hipnosis dan genjutsu. Melalui kontak mata, pengguna dapat menyarankan pikiran dan tindakan kepada target, memaksa mereka untuk membocorkan informasi atau bertindak tertentu. Dalam kasus ekstrem, pengguna Sharingan dapat mengambil kendali penuh atas tubuh target.
- Mengendalikan bijuu. Klan Uchiha sangat terkenal karena menggunakan kemampuan ini pada bijuu (hewan berekor), dan bahkan dapat memasuki alam bawah sadar jinchūriki untuk mengendalikan chakra makhluk tersebut secara lebih presisi.
- Mendukung penggunaan Chidori. Mengacu pada CBR, teknik Chidori dan Lightning Blade memerlukan Sharingan sebagai komponen kunci; setelah Kakashi menerima Sharingan dari Obito, ia menyadari mata itu diperlukan agar jutsu tersebut bisa digunakan dengan aman.
Baca juga: Anime Quotes Keren yang Inspiratif dan Penuh Motivasi
Tingkatan Evolusi Sharingan dari Tomoe hingga Eternal Mangekyou
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3895449/original/087034400_1641376488-Naruto_-_All_PSD_1_-_Landscape.jpg)
Perbesar
Sharingan bukan kekuatan statis; ia berkembang seiring pengalaman emosional dan latihan penggunanya. Sharingan awalnya muncul sebagai satu tomoe (simbol berbentuk koma) di satu mata, lalu berevolusi seiring meningkatnya kemahiran pengguna. Perjalanan evolusi ini menjadi cerminan pertumbuhan emosional dan penguasaan karakter Uchiha dalam serial Naruto.
Pada tahap pertama, Sharingan diaktifkan oleh tekanan emosional, biasanya dimulai dengan satu tomoe di setiap mata. Fungsi mata Sharingan pada level ini masih terbatas pada peningkatan persepsi dasar. Pada awalnya, persepsi yang ditingkatkan oleh Sharingan justru dapat mengganggu timing pengguna, memaksa mereka menyesuaikan gerakan tubuh agar sinkron dengan peningkatan kecepatan reaksi. Dengan dua tomoe, kemampuan melacak objek bergerak cepat dan mengenali genjutsu semakin meningkat. Sementara Sharingan dengan tiga tomoe memberikan kemampuan prediktif penuh dan penyalinan teknik.
Mengutip The Gamer, Sharingan dari Naruto terkenal memiliki beberapa kemampuan paling beragam di anime, dan ketika berevolusi menjadi Mangekyou Sharingan, ia memberikan kekuatan unik yang nyaris mustahil ditangani shinobi biasa. Mangekyou Sharingan hanya bangkit ketika pengguna mengalami trauma kehilangan orang terdekat, mengubah pola tomoe menjadi desain unik bak roda kipas yang berbeda pada setiap pengguna. Namun, penggunaan berlebihan menyebabkan degradasi penglihatan secara bertahap hingga kebutaan.
Puncak evolusi Sharingan adalah Eternal Mangekyou Sharingan, yang dicapai melalui transplantasi mata Mangekyou dari kerabat dekat. Eternal Mangekyou menghilangkan risiko kebutaan sekaligus menjaga dan meningkatkan seluruh kemampuan sebelumnya, memungkinkan pengguna menggunakan teknik kuat tanpa khawatir kehilangan penglihatan. Hanya Madara Uchiha dan Sasuke Uchiha yang pernah mencapai tingkatan langka ini. Di luar itu, Sharingan masih dapat berevolusi menjadi Rinnegan, dōjutsu legendaris yang hanya dimiliki segelintir individu.
Baca juga: Kata-kata Bijak Naruto tentang Kehidupan dan Persahabatan
Teknik Spesial Mangekyou Sharingan dan Kemampuannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4684837/original/049495000_1702457029-Kata-Kata_Pain.jpg)
Perbesar
Mangekyou Sharingan membuka akses ke teknik-teknik destruktif yang unik bagi setiap pengguna. Masing-masing bola mata, bahkan pada individu yang sama, dapat memiliki kekuatan berbeda. Sebagaimana dilaporkan Sportskeeda, kemampuan genjutsu non-tempur Sharingan dianggap sebagai salah satu dōjutsu paling kuat karena dapat mengendalikan kelima indra target secara penuh, sementara persepsi luar biasanya memungkinkan pengguna memprediksi gerakan lawan dengan presisi tinggi. Berikut teknik-teknik spesial Mangekyou Sharingan yang paling dikenal.
- Amaterasu. Amaterasu adalah kekuatan unik yang eksklusif milik Sasuke dan Itachi, menghasilkan api hitam yang terus membakar hingga target benar-benar menjadi abu, tanpa cara lain untuk memadamkannya.
- Tsukuyomi. Tsukuyomi adalah kemampuan Mangekyou Sharingan yang sering digunakan oleh Itachi Uchiha, yang memperlambat persepsi waktu target dan sepenuhnya mendistorsi cara seseorang mempersepsi kenyataan, menambah siksaan psikologis.
- Susano'o. Susano'o dimiliki setiap Uchiha yang memiliki Mangekyou Sharingan di kedua matanya, menghasilkan entitas chakra raksasa di sekeliling pengguna yang dapat bertahan sekaligus menyerang.
- Kamui. Mangekyou Sharingan milik Obito memiliki kemampuan terkuat: mata kanannya memungkinkan dia menteleportasi dirinya sendiri atau orang lain ke dimensi Kamui, sedangkan mata kirinya (yang diberikan kepada Kakashi) dapat menembak dari jarak jauh dan menteleportasi target.
- Kotoamatsukami. Teknik genjutsu milik Shisui Uchiha ini mampu memanipulasi pikiran seseorang tanpa disadari targetnya. Mata kiri Shisui melemparkan genjutsu yang memengaruhi lawan pada tingkat bawah sadar, mengubah memori apa pun yang diperlukan untuk menjalankan perintah; genjutsu ini sepenuhnya tak bisa dipatahkan.
- Kagutsuchi. Teknik milik Sasuke ini memungkinkannya membentuk api hitam Amaterasu menjadi senjata atau perisai, memberikan fleksibilitas serangan dan pertahanan sekaligus.
- Izanagi dan Izanami. Izanagi memungkinkan pengguna mengubah kenyataan untuk waktu singkat, mengubah kenyataan menjadi ilusi dan sebaliknya, sementara Izanami menjebak korban dalam lingkaran tanpa akhir. Penggunaan keduanya menyebabkan kebutaan permanen pada mata yang digunakan, dan karenanya klan Uchiha mengklasifikasikannya sebagai kinjutsu.
Baca juga: Kata-kata Obito Uchiha dalam Serial Naruto
Pengguna Mata Sharingan Paling Ikonik dalam Naruto
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559983/original/073471300_1776654858-MV5BYjZlMWM4YmYtZjBmMS00NjFjLThmNWMtZGUzOGM3YWZiY2JlXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Perbesar
Warisan kekuatan Sharingan dibawa oleh sejumlah tokoh legendaris yang masing-masing menunjukkan kemampuan luar biasa dan versatilitas dōjutsu ini. Mereka tidak hanya memanfaatkan fungsi mata Sharingan secara optimal, tetapi juga mengembangkan teknik unik yang menjadi ciri khas masing-masing. Seperti yang diberitakan Coleyes, Sharingan merepresentasikan kekuatan turun-temurun yang menjadikan klan Uchiha sebagai salah satu keluarga ninja paling ditakuti dan dihormati, dengan dōjutsu kekkei genkai ini tampak sebagai iris merah dengan tanda hitam berbentuk koma (tomoe) yang berputar di dalam mata.
Itachi Uchiha adalah salah satu karakter paling kompleks dalam serial Naruto. Ia menguasai Tsukuyomi, Amaterasu, dan Susano'o pada usia muda, menjadikannya hampir tak terkalahkan. Yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya mempertahankan Sharingan tetap aktif hampir sepanjang waktu dengan konsumsi chakra minimal, bukti penguasaan sempurna atas dōjutsu miliknya.
Sasuke Uchiha memiliki perjalanan evolusi Sharingan yang paling dramatis sepanjang serial. Ia mengawali dengan Sharingan dasar saat pertarungan melawan Haku, kemudian mencapai Mangekyou Sharingan setelah kematian Itachi, dan akhirnya memperoleh Eternal Mangekyou melalui transplantasi mata kakaknya. Di puncak kekuatannya, mata kiri Sasuke bahkan berevolusi menjadi Rinnegan. Madara Uchiha, sebagai ninja pertama yang membangkitkan Eternal Mangekyou Sharingan, menunjukkan tingkat penguasaan tertinggi atas dōjutsu ini. Madara mencapai Eternal Mangekyou Sharingan dengan mentransplantasi mata adiknya dan kemudian mengevolusi Sharingan menjadi Rinnegan.
Kakashi Hatake, yang dijuluki "Copy Ninja," adalah contoh langka shinobi non-Uchiha yang menguasai Sharingan. Meskipun bukan Uchiha, Kakashi menguasai Sharingan transplantasi milik Obito dan menyalin lebih dari 1.000 jutsu; Mangekyou di mata kirinya memungkinkan penggunaan Kamui jarak jauh. Sementara Obito Uchiha memanfaatkan kemampuan Kamui untuk menjadikan tubuhnya tembus terhadap serangan, menjadikannya salah satu pengguna Sharingan paling berbahaya dalam sejarah shinobi.
Baca juga: Cara Menggambar Naruto: Panduan Lengkap untuk Pemula
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mata Sharingan
Bagaimana cara Sharingan pertama kali diaktifkan?
Menurut lore Naruto, seorang ninja harus mengalami emosi intens terkait sahabat dekat untuk membangkitkan Sharingan, baik emosi positif seperti perasaan protektif yang kuat maupun negatif seperti kesedihan atau dendam. Setelah aktivasi pertama, pengguna dapat mengaktifkan dan menonaktifkan Sharingan sesuka hati.
Mengapa Sharingan milik Kakashi tidak bisa dinonaktifkan?
Karena Kakashi bukan keturunan klan Uchiha, Sharingan yang ditransplantasi dari Obito tidak bisa dinonaktifkan secara alami. Penggunaan Sharingan pada non-Uchiha membutuhkan jauh lebih banyak chakra, sehingga Kakashi selalu menutup mata kirinya dengan pelindung dahi untuk menghemat energi saat tidak bertarung.
Apa perbedaan utama antara Sharingan dan Byakugan?
Meskipun keduanya termasuk dalam Three Great Dōjutsu, Sharingan unggul dalam penyalinan teknik, genjutsu, dan kemampuan prediktif, sedangkan Byakugan memiliki jangkauan penglihatan lebih luas (hampir 360 derajat) dan kemampuan melihat titik-titik chakra yang lebih detail. Sharingan tidak sekuat Byakugan dalam melihat tembus objek, tetapi mampu mendeteksi ketidakteraturan chakra. Kedua dōjutsu ini berasal dari garis keturunan klan Ōtsutsuki.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8400310/original/065172800_1782281909-0d6bcd89-b439-44f5-9c4d-9a627f5f8042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062498/original/038920300_1780906901-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578294/original/027245800_1782536612-It32NIQyhwYD0fbhwQxPIwfV1d2GJbQQpnsTE2m6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8589430/original/085444000_1782555488-lukman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516171/original/033097300_1782441634-B6LSUC6fphmsMfzVaGxSJ7U3qXSQdE2OYpDfOOEj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578256/original/056286300_1782536565-dvVPydNbiYcqWraLvYl5S6Byfyasvjvq3oDKEv2V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477079/original/090625300_1687419920-Riset.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737988/original/027942000_1707374607-pexels-skip-class-13548721.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510667/original/040509700_1771834944-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_15.08.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8586726/original/099343900_1782550609-Semifinal_MLSC_All_Stars_12_Kudus_vs_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8580864/original/089651700_1782540867-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263033/original/087599000_1781856655-8e8pXPK9AyN4YYf2AlR1uuV8t5vee2YnmZ9qXqpD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578311/original/035907600_1782536627-YXBa45vDtdEYzgKRrDlPJUU4I5WCZD2XEQ5nGRNe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516719/original/098019600_1782442247-MHGSDC1JneBJEvlmsjGcnmbUcFHyI94d1Rwt6nfZ.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
