Cara Agar Tikus Tidak Buang Kotoran di Tempat yang Sama, Dijamin Kapok

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara agar tikus tidak buang kotoran di tempat yang sama merupakan kunci utama dalam menjaga kebersihan hunian dari gangguan hama pengerat yang menjijikkan. Fenomena tikus yang selalu kembali ke sudut tertentu bukan tanpa alasan, melainkan karena mereka meninggalkan jejak aroma sebagai penanda wilayah aman bagi kelompoknya. Tanpa penanganan yang tepat, area tersebut akan terus menjadi "toilet" favorit bagi tikus, yang berisiko menyebarkan bakteri berbahaya seperti Salmonella atau Leptospirosis.

Masalah tikus yang sering buang kotoran di titik yang identik sering kali membuat pemilik rumah merasa frustrasi meski sudah dibersihkan berkali-kali. Hal ini terjadi karena sisa urin dan kotoran mengandung feromon yang sangat kuat dan sulit hilang hanya dengan sapuan air biasa, sehingga tikus tetap merasa terundang untuk datang kembali. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang tidak hanya mengusir fisiknya, tetapi juga menghapus jejak biologis yang mereka tinggalkan di sana.

Sebelum membahas solusi, penting untuk memahami perilaku biologis mereka. Tikus adalah hewan yang sangat bergantung pada indra penciuman. Menurut penjelasan dari Fantastic Pest Control, tikus cenderung buang air besar di area yang mereka anggap aman dan sering mereka lalui. Kotoran ini berfungsi sebagai "papan pengumuman" bagi tikus lain bahwa area tersebut memiliki sumber makanan atau perlindungan yang baik. Jejak feromon dalam urin mereka bertindak seperti navigasi GPS yang menuntun mereka kembali ke titik yang sama setiap malam.

1. Sterilisasi Area dengan Benar

Langkah pertama dalam cara agar tikus tidak buang kotoran di tempat yang sama adalah menghapus jejak baunya secara total. Jangan hanya menyapu kotorannya, karena partikel baunya masih tertinggal.

Gunakan Disinfektan Kuat: Gunakan produk pembersih lantai yang mengandung karbol atau pinus. Bau tajam dari karbol sepertimelalui penggunaan Wipol sangat tidak disukai tikus.

Netralisir dengan Cuka Putih: Cuka memiliki tingkat keasaman tinggi yang mampu menghancurkan protein dalam urin tikus. Semprotkan campuran air dan cuka di area tersebut untuk menetralkan bau feromon.

Larutan Pemutih: Jika area tersebut memungkinkan (seperti lantai keramik), gunakan larutan pemutih untuk membunuh kuman sekaligus menghilangkan bau secara instan.

2. Menggunakan Aroma Penolak Alami

Setelah area bersih dan bebas bau asli tikus, langkah selanjutnya adalah menempatkan aroma yang sangat dibenci oleh indra penciuman sensitif mereka.

Minyak Peppermint (Minyak Atsiri): Teteskan minyak peppermint murni pada bola kapas, lalu letakkan di sudut tempat tikus biasa buang kotoran. Bau mentol yang tajam akan membuat tikus merasa terganggu.

Cengkeh dan Kayu Manis: Cengkeh mengandung aroma rempah yang sangat kuat. Anda bisa membungkus beberapa butir cengkeh dengan kain tipis dan meletakkannya di area target.

Bawang Putih dan Merah: Aroma sulfur dari bawang-bawangan adalah pengusir alami. Mengiris bawang dan meletakkannya di area tersebut bisa menjadi solusi sementara yang efektif.

Bubuk Lada Hitam atau Cabai: Taburkan bubuk lada atau cabai di sekitar area. Saat tikus mencoba mengendus, bubuk ini akan mengiritasi hidung mereka dan membuat mereka enggan kembali.

Kapur Barus (Kamper): Meletakkan kapur barus di area tertutup seperti lemari atau gudang sangat efektif karena bau kimianya yang menyengat menutupi semua bau lainnya.

Tikus tidak akan buang kotoran di sana jika mereka tidak bisa mencapainya.

Tutup Celah Dinding: Gunakan semen atau wol baja untuk menutup lubang kecil. Tikus bisa masuk melalui celah sekecil koin, jadi pastikan tidak ada lubang yang tersisa.

Pasang Lampu Terang: Tikus menyukai kegelapan. Jika suatu sudut sering dijadikan tempat pembuangan, cobalah memberikan pencahayaan lebih di area tersebut. Cahaya terang akan membuat tikus merasa terekspos dan tidak aman.

Gunakan Alat Ultrasonik: Meskipun efektivitasnya bervariasi, alat pengusir tikus ultrasonik dapat mengganggu pendengaran tikus dan membuat mereka menjauhi area tertentu.

4. Manajemen Makanan dan Kebersihan

Tikus hanya akan menetap jika ada suplai makanan. Pastikan Anda melakukan hal berikut:

  • Simpan semua makanan dalam wadah tertutup rapat (kaca atau plastik keras).
  • Jangan biarkan tempat sampah terbuka di malam hari.
  • Bersihkan sisa makanan hewan peliharaan segera setelah mereka selesai makan.

5. Memanfaatkan Predator Alami

Kehadiran kucing di rumah adalah cara paling alami. Bau dari urin kucing (meskipun kita tidak menciumnya) mengandung zat yang memberi sinyal bahaya kepada tikus. Hal ini secara otomatis akan membuat tikus mencari tempat lain untuk bersembunyi dan buang kotoran.

6. Gunakan Amonia Cair (Simulasi Bau Predator)

Tikus sangat takut pada bau amonia karena aroma ini identik dengan urin predator besar (seperti kucing atau anjing).

Cara Pakai: Campurkan dua sendok makan deterjen, seperempat gelas air, dan dua cangkir amonia biasa. Letakkan dalam mangkuk kecil di area yang sering dikotori. Tikus akan mengira ada predator yang menandai wilayah tersebut dan mereka akan menjauh.

7. Taburkan Serbuk Belerang

Belerang memiliki bau khas yang sangat mengganggu sistem pernapasan tikus.

Cara Pakai: Taburkan sedikit serbuk belerang di celah-celah lantai atau sudut ruangan yang menjadi tempat favorit tikus. Tikus tidak akan berani mendekat apalagi membuang kotoran karena bau belerang memberikan sinyal "lingkungan beracun" bagi mereka.

8. Pasang Lembaran Aluminium Foil

Tikus memiliki telinga yang sensitif dan bantalan kaki yang halus. Mereka sangat membenci tekstur dan suara yang dihasilkan oleh aluminium foil.

Cara Pakai: Tutupi area yang sering dikotori tikus dengan aluminium foil. Saat tikus menginjaknya, suara gemerisik dan sensasi permukaannya yang tidak stabil akan membuat mereka stres dan lari seketika.

9. Manfaatkan Daun Sirih atau Daun Mint Segar

Jika Anda tidak memiliki minyak esensial, menggunakan tanaman asli jauh lebih efektif karena aromanya lebih konsisten.

Cara Pakai: Remas-remas daun sirih atau daun mint hingga aromanya keluar, lalu letakkan di tempat tersebut. Zat aktif dalam daun sirih berfungsi sebagai antiseptik sekaligus pengusir hama alami yang sangat tajam bagi tikus.

Konsistensi adalah kunci. Tikus adalah hewan yang keras kepala. Jika Anda hanya membersihkannya sekali tanpa memberikan aroma penolak, mereka akan kembali. Gunakan kombinasi pembersihan mendalam dengan bahan alami seperti peppermint atau cuka untuk memastikan cara agar tikus tidak buang kotoran di tempat yang sama ini berhasil secara permanen.

FAQ Seputar Kotoran Tikus

Apakah kotoran tikus berbahaya jika tersentuh?

Ya, sangat berbahaya karena dapat menularkan bakteri Salmonella dan virus berbahaya lainnya. Selalu gunakan sarung tangan saat membersihkannya.

Kenapa tikus suka buang kotoran di sudut ruangan?

Sudut ruangan memberikan perlindungan karena tikus merasa lebih aman saat punggung mereka menempel pada dinding saat sedang diam.

Berapa lama aroma peppermint bertahan untuk mengusir tikus?

Biasanya aroma ini bertahan sekitar 1-2 minggu. Anda harus mengganti kapas yang telah ditetesi minyak secara rutin.

Apa tanda tikus sudah pergi dari area tersebut?

Tidak adanya kotoran baru selama 3 malam berturut-turut serta hilangnya bau urin yang tajam.

Bahan dapur apa yang paling ampuh mencegah tikus kembali?

Cuka putih dan bubuk lada hitam adalah kombinasi terbaik karena baunya sangat menyengat bagi tikus.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|