Cara Menanam Daun Ketumbar dari Biji, 7 Langkah dari Semai hingga Panen Lebat

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam daun ketumbar dari biji merupakan solusi untuk menjaga kualitas masakan. Daun ketumbar, atau cilantro, adalah rempah wajib yang memberikan aroma segar dan rasa khas pada soto, kari, salad, dan hidangan lainnya. Namun, daun ketumbar yang dibeli di pasar seringkali cepat layu, menghambat kreativitas memasak Anda.

Solusi terbaik? Menanamnya sendiri. Dengan mengetahui cara menanam daun ketumbar dari biji, Anda bisa memastikan pasokan daun segar yang siap petik kapan saja, lebih ekonomis, dan bebas pestisida. Meskipun biji ketumbar dikenal keras dan lambat berkecambah, proses menanamnya ternyata sangat mudah jika Anda memahami teknik yang tepat.

Artikel ini akan memandu Anda melalui tujuh langkah praktis, disusun dari sintesis berbagai sumber terpercaya seperti panduan budidaya Andra Farm dan pengalaman praktisi, untuk memastikan keberhasilan panen daun ketumbar segar dari halaman atau pot di rumah Anda. Jadi simak langkah selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (6/2/2026).

1. Pilih & Siapkan Biji Ketumbar dengan Benar

Langkah pertama dan paling krusial dalam cara menanam daun ketumbar dari biji adalah persiapan benih. Jangan gunakan biji ketumbar yang sudah digiling untuk bumbu. Gunakan biji ketumbar kering utuh yang dijual khusus untuk benih. Mengutip panduan Andra Farm, biji ketumbar memiliki masa dormansi yang perlu "dibangunkan" agar perkecambahan optimal.

Ada dua metode utama yang direkomendasikan:

  • Perendaman 24 Jam: Rendam biji dalam air biasa atau hangat selama 24 jam. Metode ini efektif untuk melunakkan cangkang biji.
  • Perendaman 50 Menit: Rendam biji dalam air hangat bersuhu 40-50°C selama 50 menit. Setelah itu, tiriskan dan angin-anginkan. Metode ini lebih cepat dan ditujukan untuk mematahkan dormansi dengan efektif.

Tujuan perlakuan ini adalah untuk melunakkan cangkang biji yang keras, sehingga mempercepat proses penyerapan air dan memicu pertumbuhan kecambah. Tanpa langkah ini, biji bisa membutuhkan waktu sangat lama untuk berkecambah atau bahkan gagal sama sekali.

2. Siapkan Media Tanam & Wadah yang Tepat

Media tanam dan wadah yang baik adalah fondasi untuk pertumbuhan tanaman sehat. Gunakan pot, polybag, atau wadah lain yang memiliki lubang drainase di bagian bawah. Drainase yang buruk adalah penyebab utama kegagalan karena dapat menyebabkan akar busuk.

Untuk media tanam, gunakan campuran yang gembur dan kaya nutrisi. Komposisi ideal yang direkomendasikan adalah tanah : sekam bakar/pasir : kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Campuran ini memastikan aerasi yang baik, drainase optimal, dan ketersediaan nutrisi. Sehari sebelum penanaman, basahi media hingga lembab merata. Pastikan media dalam kondisi gembur, tidak padat, agar akar muda dapat menembusnya dengan mudah.

3. Teknik Menanam (Semai) Biji di Media

Setelah biji dan media siap, saatnya menanam. Berbeda dengan sayuran daun lain, ketumbar lebih baik disemai langsung di wadah permanen karena akarnya sensitif dan tidak menyukai proses pemindahan (transplanting).

Caranya:

  • Taburkan biji yang sudah direndam secara merata di atas permukaan media.
  • Tutup tipis-tipis dengan lapisan media tambahan sedalam 0,5 hingga 1,2 cm. Menanam terlalu dalam akan menyulitkan kecambah mencapai permukaan.
  • Beri jarak antar biji sekitar 3-5 cm agar saat tumbuh nanti tidak terlalu berdesakan dan bersaing mendapatkan cahaya dan nutrisi.
  • Semprot permukaan media dengan air halus menggunakan sprayer agar biji tidak bergeser dan media tetap lembab.

4. Tempatkan di Lokasi & Jaga Kelembaban Awal

Fase perkecambahan membutuhkan lingkungan yang lembab dan stabil. Letakkan pot di tempat yang terang namun teduh, terlindung dari sinar matahari langsung terik dan guyuran hujan. Untuk menciptakan efek rumah kaca mini yang menjaga kelembaban tinggi, tutup wadah dengan plastik bening yang telah diberi beberapa lubang untuk sirkulasi udara.

Jaga kelembaban media dengan menyemprotkan air halus 1-2 kali sehari jika permukaan media terlihat kering. Menurut data dari Andra Farm, biji ketumbar biasanya mulai berkecambah dalam waktu 7 hingga 14 hari. Setelah kecambah muncul biasanya hari ke-7 sampai ke-12, segera buka penutup plastiknya.

5. Perawatan Pasca Kecambah, Penyiraman & Cahaya

Setelah bibit setinggi sekitar 5 cm dan memiliki beberapa helai daun, mereka membutuhkan lebih banyak cahaya. Pindahkan pot ke lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung minimal 4-6 jam sehari. Kekurangan cahaya akan menyebabkan tanaman tumbuh tinggi kurus (etiolasi) dan lemah.

Penyiraman tetap kunci utama. Siram secara rutin untuk menjaga media tetap lembab, namun prinsip "lebih baik kurang air daripada kelebihan air" sangat berlaku. Media yang terlalu basah atau becek akan mengundang penyakit busuk akar. Tanda tanaman kelebihan air adalah daun menguning dari bagian bawah. Sebaliknya, daun yang layu menandakan kekurangan air.

6. Pemupukan & Pengendalian Hama

Untuk mendorong pertumbuhan daun yang lebat dan hijau, berikan nutrisi tambahan. Setelah tanaman mencapai tinggi sekitar 10-15 cm (sekitar 2-3 minggu), beri pupuk cair organik atau pupuk yang kaya nitrogen. Encerkan pupuk sesuai petunjuk kemasan. 

Awasi tanaman dari serangan hama seperti kutu daun atau gejala penyakit seperti bercak daun akibat jamur. Jaga kebersihan area tanam dan pastikan sirkulasi udara baik. Gunakan pestisida atau fungisida alami seperti larutan sabun cair atau bawang putih, hanya jika serangan terlihat, dan selalu ikuti petunjuk penggunaannya.

7. Waktu & Teknik Panen yang Tepat

Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu, di aman daun ketumbar siap dipanen pertama kali saat tanaman mencapai tinggi 10-15 cm, biasanya dalam 3 hingga 4 minggu setelah semai. Untuk memanen, gunakan teknik pot-and-come-again (petik dan tumbuh lagi).

Gunakan gunting bersih untuk memotong daun terluar yang sudah cukup besar, sisakan sekitar 1-2 cm dari pangkal batang. Biarkan tunas tengah (titik tumbuh) dan daun-daun muda di bagian dalam tetap utuh. Dengan cara ini, tanaman akan merespon dengan memunculkan tunas-tunas baru dari ketiak daun yang tersisa, memungkinkan Anda untuk memanen berulang kali selama beberapa minggu ke depan. Memanen seluruh tanaman sekaligus akan mengakhiri siklus hidupnya.

FAQ

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan biji ketumbar untuk tumbuh?

A: Dengan persiapan biji yang tepat (direndam), biji ketumbar umumnya berkecambah dalam 7 sampai 14 hari. Data spesifik dari Andra Farm menunjukkan rentang 7-12 hari. Faktor kesabaran sangat penting pada tahap ini.

Q: Bisakah menanam ketumbar di apartemen (dataran rendah)?

A: Bisa sekali. Meskipun pertumbuhannya lebih optimal di dataran tinggi, ketumbar tetap dapat tumbuh di dataran rendah. Pastikan tanaman mendapat cahaya matahari yang cukup (minimal 4 jam) dan tidak berada di tempat yang terlalu panas. Pertumbuhan mungkin sedikit lebih lambat.

Q: Daun ketumbar saya menguning, apa penyebabnya?

A: Penyebab paling umum adalah kelebihan penyiraman, yang menyebabkan akar membusuk dan daun menguning dari bawah. Solusinya, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan media tidak becek. Penyebab lain bisa jadi kekurangan nitrogen, yang dapat diatasi dengan pemberian pupuk cair organik.

Q: Perlukah merendam biji ketumbar sebelum tanam?

A: Sangat disarankan. Seperti dijelaskan dalam panduan Andra Farm, perendaman bertujuan untuk mematahkan masa dormansi benih (membangunkan benih sekaligus mempercepat berkecambah). Biji ketumbar memiliki cangkang keras yang menghambat penyerapan air, sehingga perendaman sangat mempercepat proses perkecambahan.

Q: Kapankah waktu terbaik untuk memupuk tanaman ketumbar?

A: Mulailah pemupukan setelah tanaman memiliki 4-6 helai daun sejati (tinggi sekitar 5-10 cm). Gunakan pupuk cair organik yang telah diencerkan dan aplikasikan setiap 1-2 minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan daun yang subur dan hijau.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|