Liputan6.com, Jakarta - Lidah buaya menjadi tanaman hias yang semakin populer karena perawatannya mudah dan manfaatnya yang melimpah. Mengetahui cara menanam lidah buaya di pot kecil adalah solusi tepat bagi Anda yang memiliki lahan terbatas namun ingin menikmati keindahan dan khasiat tanaman ini.
Menanam lidah buaya di pot kecil sebenarnya tidak memerlukan teknik khusus yang rumit. Dengan pemilihan media tanam yang tepat dan perawatan rutin, lidah buaya dapat tumbuh subur bahkan dalam wadah berukuran kecil. Teknik penanaman yang benar akan membuat lidah buaya tumbuh optimal dan menghasilkan daun tebal berisi gel.
Pastikan Anda memahami setiap langkah penanaman agar tanaman dapat berkembang dengan maksimal di pot kecil Anda. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (06/02/2026).
Memilih Pot yang Tepat untuk Lidah Buaya
Pemilihan pot menjadi langkah awal yang krusial dalam menanam lidah buaya. Meskipun menggunakan pot kecil, pastikan ukurannya minimal 15-20 cm dengan kedalaman yang cukup untuk pertumbuhan akar. Pot tanah liat atau terakota menjadi pilihan terbaik karena memiliki pori-pori yang membantu sirkulasi udara dan penyerapan air berlebih.
Lubang drainase di bagian bawah pot sangat penting untuk mencegah akar membusuk akibat genangan air. Pilih pot dengan minimal satu lubang drainase berdiameter 1-2 cm agar air dapat mengalir dengan lancar. Hindari pot plastik tanpa lubang karena dapat menyebabkan kelembaban berlebih yang merugikan tanaman.
Warna pot juga perlu dipertimbangkan terutama jika ditempatkan di area yang terkena sinar matahari langsung. Pot berwarna terang lebih disarankan karena tidak menyerap panas berlebihan yang dapat merusak sistem akar lidah buaya. Pastikan pot memiliki berat yang stabil agar tidak mudah terjatuh saat tanaman mulai tumbuh besar.
Menyiapkan Media Tanam yang Ideal
Media tanam yang tepat menentukan keberhasilan pertumbuhan lidah buaya di pot kecil. Campurkan tanah kebun, pasir, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1 untuk menciptakan media yang gembur dan kaya nutrisi. Pasir berfungsi meningkatkan drainase sehingga air tidak menggenang di dalam pot.
Tambahkan sedikit arang sekam atau perlit untuk memperbaiki aerasi tanah dan mencegah pemadatan. Media tanam yang terlalu padat akan menghambat pertumbuhan akar dan membuat tanaman sulit menyerap nutrisi. Pastikan pH tanah berkisar antara 6-7 yang merupakan kondisi ideal untuk lidah buaya.
Sebelum digunakan, sterilkan media tanam dengan menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2-3 hari. Proses ini membantu membunuh bakteri, jamur, dan hama yang mungkin bersarang dalam tanah. Media tanam yang bersih akan mengurangi risiko penyakit pada tahap awal pertumbuhan.
Proses Penanaman Lidah Buaya di Pot Kecil
Mulailah dengan mengisi pot menggunakan pecahan genteng atau kerikil di bagian dasar sebagai lapisan drainase. Tambahkan media tanam hingga setengah bagian pot, lalu buat lubang kecil di tengah untuk menempatkan bibit lidah buaya. Pastikan lubang cukup dalam untuk menampung seluruh sistem akar tanaman.
Ambil bibit lidah buaya yang sudah memiliki akar atau anakan dari tanaman induk yang sehat. Bersihkan akar dari tanah lama secara perlahan dan periksa apakah ada bagian yang busuk atau rusak. Potong bagian akar yang tidak sehat menggunakan gunting steril untuk mencegah penyebaran penyakit.
Letakkan bibit di tengah lubang dengan posisi tegak, lalu timbun dengan media tanam hingga menutupi akar sempurna. Tekan tanah secara perlahan di sekitar pangkal batang agar tanaman berdiri kokoh dan tidak mudah goyah. Sisakan jarak 2-3 cm dari permukaan pot untuk memudahkan penyiraman tanpa tumpah.
Teknik Penyiraman yang Benar
Lidah buaya termasuk tanaman sukulen yang menyimpan air di daunnya sehingga tidak memerlukan penyiraman terlalu sering. Siram tanaman hanya ketika media tanam terasa kering saat disentuh, biasanya 1-2 kali seminggu tergantung kondisi cuaca. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman mati.
Gunakan air bersih dalam jumlah secukupnya hingga merembes keluar dari lubang drainase di dasar pot. Hindari menyiram bagian tengah roset daun karena dapat menyebabkan pembusukan pada titik tumbuh tanaman. Sebaiknya siram di sekeliling pangkal batang agar air meresap merata ke seluruh media tanam.
Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman karena kelembaban udara yang tinggi sudah cukup untuk kebutuhan tanaman. Perhatikan tanda-tanda kelebihan air seperti daun yang menguning atau menjadi lembek. Jika terjadi, segera hentikan penyiraman dan pindahkan pot ke tempat yang lebih kering dan berangin.
Penempatan dan Pencahayaan Optimal
Lidah buaya membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh subur namun tidak menyukai paparan langsung sepanjang hari. Tempatkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari pagi selama 4-6 jam, seperti dekat jendela atau teras rumah. Sinar matahari pagi lebih lembut dan tidak akan membakar daun tanaman.
Hindari menempatkan pot di area yang terlalu teduh karena dapat membuat tanaman tumbuh memanjang dan kurus mencari cahaya. Lidah buaya yang kekurangan cahaya akan memiliki daun yang tipis, pucat, dan mudah rebah. Rotasi pot setiap 2 minggu agar semua sisi tanaman mendapat paparan cahaya merata.
Jika ditanam di dalam ruangan, pastikan ventilasi udara cukup baik untuk mencegah kelembaban berlebih. Gunakan lampu grow light sebagai tambahan pencahayaan jika sinar matahari alami kurang mencukupi. Suhu ideal untuk pertumbuhan lidah buaya berkisar antara 15-30 derajat Celsius dengan kelembaban udara sedang.
Pemupukan dan Perawatan Rutin
Berikan pupuk organik cair yang telah diencerkan setiap 4-6 minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan optimal. Pilih pupuk dengan kandungan nitrogen rendah karena lidah buaya tidak memerlukan nutrisi berlebih seperti tanaman hias lainnya. Pemupukan berlebihan justru dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan.
Aplikasikan pupuk pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu panas untuk menghindari stress pada tanaman. Siram tanah terlebih dahulu sebelum memberikan pupuk agar nutrisi dapat diserap dengan baik oleh akar. Hindari memupuk saat musim hujan karena pupuk akan mudah tercuci dan terbuang percuma.
Lakukan pemangkasan daun yang menguning, kering, atau rusak secara berkala untuk menjaga penampilan dan kesehatan tanaman. Bersihkan debu yang menempel pada daun menggunakan kain lembab agar proses fotosintesis berjalan maksimal. Periksa secara rutin kondisi tanaman untuk mendeteksi hama atau penyakit sejak dini.
Mengatasi Masalah Umum Saat Menanam
Daun lidah buaya yang berubah kecoklatan biasanya disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebihan atau kekurangan air. Pindahkan pot ke lokasi yang lebih teduh dan tingkatkan frekuensi penyiraman secara bertahap hingga tanaman pulih. Hindari perubahan lokasi yang terlalu drastis karena dapat membuat tanaman stress.
Akar busuk merupakan masalah serius yang sering terjadi akibat penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk. Keluarkan tanaman dari pot, potong bagian akar yang busuk, dan biarkan mengering selama 1-2 hari sebelum ditanam kembali dengan media tanam baru. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai.
Serangan hama seperti kutu putih atau tungau laba-laba dapat diatasi dengan menyemprotkan larutan sabun insektisida alami. Campurkan satu sendok teh sabun cuci piring dengan satu liter air, lalu semprotkan pada bagian yang terserang setiap 3 hari. Isolasi tanaman yang terinfeksi agar hama tidak menyebar ke tanaman lain.
FAQ
1. Berapa lama lidah buaya tumbuh besar di pot kecil?
Lidah buaya membutuhkan waktu 6-12 bulan untuk tumbuh besar di pot kecil dengan perawatan yang tepat.
2. Apakah lidah buaya bisa ditanam tanpa sinar matahari langsung?
Lidah buaya tetap bisa tumbuh di tempat teduh namun pertumbuhannya akan lebih lambat dan daunnya kurang tebal.
3. Seberapa sering harus menyiram lidah buaya di pot kecil?
Siram lidah buaya 1-2 kali seminggu atau ketika media tanam sudah terasa kering saat disentuh.
4. Apakah pot kecil bisa menghambat pertumbuhan lidah buaya?
Pot kecil tidak menghambat pertumbuhan asalkan memiliki drainase baik dan tanaman dipindah ke pot lebih besar saat sudah terlalu besar.
5. Pupuk apa yang bagus untuk lidah buaya di pot kecil?
Pupuk organik cair atau pupuk NPK dengan kandungan nitrogen rendah paling cocok untuk lidah buaya.
6. Bagaimana cara memisahkan anakan lidah buaya dari induknya?
Lepaskan anakan yang sudah memiliki akar sendiri dengan memotong menggunakan pisau tajam steril di bagian pangkalnya.
7. Apakah lidah buaya di pot kecil perlu diganti tanahnya?
Media tanam sebaiknya diganti setiap 12-18 bulan sekali untuk menjaga kesuburan dan mencegah penumpukan garam mineral.

8 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495699/original/087407300_1770395606-IMG-20260206-WA0103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4779617/original/036087100_1710997991-20240321BL_Pengambilan_Sumpah_WNI_Cyrus_Margono_10.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495694/original/058179800_1770395231-IMG-20260206-WA0061.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495664/original/012532800_1770390287-PSJ02234.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495424/original/073309000_1770369689-1001912126.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487859/original/027277700_1769680869-Lakukan_Pengendalian_Hama___Penyakit_dengan_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495441/original/065691700_1770370772-Cara_membersihkan_filter_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495505/original/005602900_1770373062-PSIM_V_PERSIS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447115/original/003159000_1765948624-Gemini_Generated_Image_z1kf6mz1kf6mz1kf.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458414/original/095279200_1767078866-milomir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495369/original/008785000_1770367341-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495296/original/090491300_1770364232-Tanaman_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468953/original/075305800_1768037861-borneo_fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495331/original/089320000_1770365129-ular.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495033/original/063751100_1770352230-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4850575/original/083890800_1717327227-WhatsApp_Image_2024-06-02_at_16.39.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443441/original/030682100_1765689642-unnamed_-_2025-12-14T120743.838.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495282/original/022398500_1770363206-Cara_Membersihkan_Kotoran_Kucing.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418282/original/089534600_1763613709-unnamed_-_2025-11-20T113804.508.jpg)