Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan cacing di kamar mandi dengan bahan alami bisa menjadi solusi aman dan efektif saat cacing mulai muncul dari saluran pembuangan, sela lantai, atau area lembap lainnya. Kehadiran cacing biasanya menandakan adanya penumpukan kotoran, genangan air, atau saluran yang tidak lancar sehingga memicu kondisi tidak higienis dan membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman.
Sebagian orang memilih cairan pembersih kimia karena dianggap praktis, padahal bahan alami yang mudah ditemukan di dapur juga dapat membantu mengatasi masalah ini dengan risiko lebih minim, terutama jika kamar mandi digunakan anak-anak atau lansia. Dengan langkah yang tepat dan perawatan rutin, cacing dapat diberantas sekaligus mencegahnya muncul kembali. Berikut cara menghilangkan cacing di kamar mandi dengan bahan alami, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (11/2/2026).
1. Siram Saluran dengan Air Panas untuk Mengganggu Habitat Cacing
Cacing di kamar mandi sering muncul karena kondisi saluran yang lembap dan jarang dibersihkan, sehingga menjadi tempat menumpuknya sisa sabun, rambut, serta endapan dari air kotor. Dalam kondisi seperti ini, cacing bisa berkembang karena ada sumber makanan yang menempel di dinding saluran dan tidak ikut terbawa aliran air.
Persiapan yang diperlukan cukup sederhana, yaitu air panas dalam jumlah cukup, teko atau ember, serta sarung tangan jika diperlukan. Air panas dipilih karena dapat membantu meluruhkan endapan yang menempel di saluran, sekaligus membuat kondisi saluran tidak nyaman bagi cacing yang terbiasa hidup di lingkungan lembap dengan suhu stabil.
Cara melakukannya adalah dengan menuangkan air panas secara perlahan ke lubang pembuangan lantai dan saluran wastafel, lalu diamkan beberapa menit sebelum disiram ulang dengan air biasa. Agar cacing tidak kembali, biasakan menyiram saluran dengan air panas secara berkala dan hindari membuang sisa sabun atau kotoran padat ke saluran tanpa disaring terlebih dahulu.
2. Gunakan Garam untuk Mengurangi Aktivitas Cacing di Area Lembap
Kemunculan cacing di kamar mandi juga sering dipicu oleh genangan air di sudut lantai atau di sekitar saluran pembuangan yang tidak mengalir lancar. Area ini menjadi tempat berkembang karena kelembapan bertahan lama, sementara sisa kotoran dari air mandi menempel di permukaan lantai dan saluran.
Bahan yang perlu disiapkan adalah garam dapur dan air hangat, lalu wadah kecil untuk mencampur. Garam dipakai karena dapat membantu mengurangi kelembapan pada permukaan tertentu, serta membuat lingkungan yang kurang mendukung bagi cacing yang terbiasa hidup di tempat basah.
Cara menggunakannya adalah dengan menaburkan garam langsung ke area yang sering muncul cacing, terutama dekat lubang pembuangan, lalu diamkan beberapa jam sebelum disiram air. Untuk mencegah kemunculan ulang, pastikan lantai kamar mandi tidak dibiarkan basah terlalu lama dan gunakan alat pendorong air setelah mandi agar permukaan cepat kering.
3. Campuran Cuka dan Air untuk Membersihkan Saluran Pembuangan
Cacing di kamar mandi bisa muncul akibat saluran yang menyimpan sisa sabun dan kotoran organik dalam waktu lama. Ketika lapisan ini menumpuk, saluran menjadi tempat yang mendukung munculnya organisme kecil, termasuk cacing, karena tersedia sisa bahan yang bisa terurai.
Bahan yang perlu disiapkan adalah cuka dapur dan air hangat, serta wadah untuk menuang. Cuka digunakan karena dapat membantu membersihkan lapisan yang menempel di dinding saluran dan mengurangi bau yang biasanya muncul dari pembuangan yang kotor.
Langkahnya adalah menuangkan campuran cuka dan air hangat ke saluran, lalu diamkan sekitar 20 hingga 30 menit sebelum disiram air. Agar cacing tidak kembali, lakukan pembersihan saluran secara rutin dan pastikan tidak ada sisa rambut atau sampah kecil yang tertahan di lubang pembuangan.
4. Soda Kue untuk Mengurangi Endapan yang Menjadi Pemicu Cacing
Salah satu penyebab utama cacing muncul adalah endapan licin yang terbentuk dari campuran sabun, rambut, dan sisa kotoran. Endapan ini sering tidak terlihat, tetapi menumpuk di dalam saluran dan menjadi tempat berkembangnya organisme kecil karena kondisi lembap tidak pernah hilang.
Bahan yang diperlukan adalah soda kue dan air hangat, serta sendok untuk menuang. Soda kue digunakan karena dapat membantu meluruhkan endapan yang menempel, terutama jika dipakai secara rutin sebagai bagian dari pembersihan kamar mandi.
Cara penggunaannya dilakukan dengan menaburkan soda kue ke dalam saluran, lalu menyiramnya dengan air hangat secara perlahan agar larutan masuk ke dalam. Agar cacing tidak muncul kembali, pastikan kamar mandi mendapat sirkulasi udara dan bersihkan saluran minimal seminggu sekali agar endapan tidak terbentuk terlalu tebal.
5. Kombinasi Soda Kue dan Cuka untuk Membersihkan Saluran Lebih Menyeluruh
Cacing bisa muncul ketika saluran pembuangan menjadi tempat penumpukan kotoran yang sulit hilang hanya dengan air biasa. Jika saluran jarang dibersihkan, maka sisa sabun dan rambut akan membentuk lapisan yang terus bertambah, lalu menarik organisme kecil untuk berkembang.
Persiapkan soda kue, cuka, serta air panas untuk pembilasan. Kombinasi soda kue dan cuka digunakan karena menghasilkan reaksi yang membantu mendorong kotoran terlepas dari dinding saluran, sehingga kondisi yang mendukung cacing bisa berkurang.
Cara melakukannya adalah menuangkan soda kue ke saluran, lalu menambahkan cuka secara perlahan, kemudian menutup saluran sementara agar reaksi bekerja di dalam. Setelah beberapa menit, siram dengan air panas, lalu ulangi jika diperlukan, dan untuk pencegahan pastikan lubang pembuangan selalu memakai saringan agar rambut tidak masuk ke saluran.
6. Air Perasan Lemon untuk Mengurangi Bau dan Mengganggu Sumber Makanan Cacing
Kemunculan cacing di kamar mandi sering disertai bau dari saluran pembuangan yang jarang dibersihkan. Bau ini biasanya muncul dari sisa organik yang menumpuk, dan kondisi tersebut juga dapat memicu munculnya organisme kecil karena ada bahan yang bisa terurai di saluran.
Bahan yang disiapkan adalah lemon dan air hangat, serta wadah kecil untuk mencampur. Lemon dipilih karena air perasannya membantu membersihkan sisa kotoran ringan dan membuat saluran lebih segar, sehingga kondisi yang mendukung cacing bisa berkurang.
Cara menggunakannya adalah dengan menuangkan air perasan lemon yang sudah dicampur air hangat ke saluran, lalu diamkan sebelum disiram air biasa. Agar cacing tidak kembali, biasakan membersihkan lantai kamar mandi dari sisa sabun yang menempel dan jangan biarkan saluran mengeluarkan bau tanpa dibersihkan.
7. Daun Sirih Rebus untuk Membersihkan Area yang Sering Menjadi Sarang
Cacing sering muncul di kamar mandi karena area tertentu selalu basah, terutama di sekitar sudut lantai, sela keramik, atau dekat lubang pembuangan. Jika kebiasaan membersihkan hanya dilakukan pada permukaan, bagian sela dan sudut bisa tetap menyimpan kotoran yang tidak terlihat.
Bahan yang dibutuhkan adalah daun sirih dan air untuk direbus, lalu wadah untuk menampung air rebusan. Daun sirih digunakan karena air rebusannya sering dipakai untuk membantu membersihkan area yang lembap dan mengurangi bau pada permukaan tertentu.
Langkahnya adalah menyiramkan air rebusan daun sirih ke area yang sering muncul cacing, lalu diamkan sebelum disikat ringan dan dibilas. Agar cacing tidak kembali, bersihkan sudut lantai dan sela keramik secara rutin, karena bagian ini sering menjadi tempat menumpuknya sisa kotoran.
8. Bawang Putih untuk Mengurangi Aktivitas Cacing di Lubang Pembuangan
Penyebab cacing muncul juga dapat berasal dari saluran yang menyimpan sisa makanan atau limbah organik dari wastafel kamar mandi, terutama jika wastafel dipakai untuk membuang sisa minuman atau cairan lain. Saluran yang kotor menjadi tempat berkembang karena kelembapan dan kotoran bertahan lama.
Siapkan bawang putih dan air hangat, lalu haluskan bawang putih sebelum dicampur. Bawang putih digunakan karena aromanya menyengat dan sering dipakai sebagai bahan alami untuk membantu mengurangi gangguan organisme kecil di area rumah.
Cara penerapannya dilakukan dengan menuangkan campuran bawang putih dan air hangat ke saluran, lalu diamkan beberapa saat sebelum dibilas. Agar cacing tidak kembali, hindari membuang sisa cairan yang mengandung endapan ke wastafel, serta bersihkan saringan wastafel secara rutin.
9. Minyak Kayu Putih untuk Mengurangi Kemunculan di Permukaan Lantai
Cacing di kamar mandi tidak selalu muncul dari saluran pembuangan, tetapi bisa juga terlihat di permukaan lantai karena kelembapan tinggi dan adanya kotoran halus yang menempel. Biasanya kondisi ini terjadi ketika kamar mandi jarang mendapatkan udara masuk dan lantai sering dibiarkan basah.
Bahan yang dibutuhkan adalah minyak kayu putih, air, serta kain pel atau lap. Minyak kayu putih digunakan karena aromanya kuat dan bisa membantu mengurangi gangguan organisme kecil di area tertentu jika digunakan pada permukaan yang sering menjadi jalur kemunculan.
Cara penggunaannya adalah mencampurkan beberapa tetes minyak kayu putih ke air pel, lalu gunakan untuk mengepel lantai dan area dekat lubang pembuangan. Agar cacing tidak kembali, buka ventilasi kamar mandi secara rutin dan pastikan lantai tidak lembap sepanjang hari.
10. Sabun Cuci Piring dan Air Hangat untuk Membersihkan Jalur yang Sering Dilalui
Cacing bisa muncul karena ada jalur kotor yang terbentuk dari sisa sabun mandi, sampo, dan endapan yang terbawa air. Jalur ini biasanya terbentuk di sekitar lubang pembuangan atau sudut lantai yang jarang disikat, sehingga menjadi tempat yang mendukung kemunculan organisme kecil.
Persiapkan sabun cuci piring, air hangat, sikat lantai, dan ember. Sabun cuci piring dipakai karena dapat membantu meluruhkan lemak dan endapan yang menempel di permukaan lantai maupun saluran, sehingga sumber yang menarik cacing bisa dikurangi.
Langkahnya adalah mencampurkan sabun cuci piring dengan air hangat, lalu menyikat area lantai, sela keramik, dan bagian dekat saluran pembuangan sebelum dibilas. Agar cacing tidak kembali, lakukan penyikatan berkala pada area yang sering lembap, serta pastikan kamar mandi memiliki pencahayaan dan aliran udara agar permukaan cepat kering.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa di kamar mandi terdapat cacing?
Cacing muncul karena kamar mandi lembap dan saluran pembuangan menyimpan endapan sabun, rambut, serta kotoran yang tidak dibersihkan, sehingga menjadi tempat berkembang.
2. Apakah cacing di kamar mandi berbahaya?
Sebagian besar cacing tidak berbahaya, tetapi kemunculannya menunjukkan kondisi kamar mandi yang kotor dan lembap, sehingga perlu dibersihkan agar tidak memicu masalah lain.
3. Bagaimana cara menghilangkan cacing tanpa obat kimia?
Cara yang sering dipakai adalah menggunakan air panas, garam, cuka, soda kue, lemon, atau bahan dapur lain yang membantu membersihkan saluran dan mengurangi kelembapan.
4. Apakah cuka bisa membunuh cacing di kamar mandi?
Cuka dapat membantu membersihkan saluran dan mengurangi lapisan kotoran yang menjadi tempat cacing berkembang, sehingga cacing lebih mudah hilang jika dilakukan rutin.
5. Bagaimana cara mencegah cacing muncul lagi di kamar mandi?
Pencegahan dilakukan dengan membersihkan saluran secara rutin, memakai saringan pembuangan, mengurangi genangan air, serta menjaga sirkulasi udara agar kamar mandi tidak lembap.

12 hours ago
4

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492838/original/053841400_1770187334-mauro.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499199/original/066118100_1770779193-peter-werkman-rbZYWO5dFOY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449089/original/079857800_1766047209-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469502/original/063049800_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312128/original/050674100_1754905478-selebrasi_Dalberto_Luan_setelah_membobol_gawang_PSBS__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481704/original/059567400_1769142993-Ramainya_penjual_takjil_tanpa_digoreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500024/original/041197600_1770806618-rak_piring_dari_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463859/original/003496300_1767672195-unnamed-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499917/original/095340300_1770800743-interior_rumah_mungil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498499/original/060504900_1770708989-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)