Fungsi Tanda Petik Tunggal, Ketahui Contoh dan Penggunaannya Lengkap

3 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta Tanda petik tunggal adalah salah satu tanda baca penting dalam Bahasa Indonesia. Meski tak sepopuler tanda petik ganda, tanda baca ini memiliki fungsi spesifik. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk mengapit petikan di dalam petikan lain.

Dalam dunia tulis-menulis formal, penggunaan tanda petik tunggal juga digunakan untuk memberi arti dari sebuah kata asing atau istilah khusus. Hal ini membuatnya banyak digunakan dalam karya ilmiah, jurnalistik, dan literasi akademik. Penggunaan tanda petik tunggal seringkali diatur dalam kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Melansir dari ejaan.kemendikdasmen.go.id, tanda petik tunggal (‘…’) memiliki dua fungsi utama: mengapit petikan dalam petikan dan mengapit makna kata atau ungkapan yang belum umum. Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang tanda petik tunggal melansir dari berbagai sumber, Senin (4/8/2025).

Apa Itu Tanda Petik Tunggal?

Tanda petik tunggal (‘…’) merupakan tanda baca yang digunakan dalam konteks penulisan untuk dua fungsi utama. Pertama, untuk mengapit kutipan yang terdapat dalam kutipan lain. Kedua, untuk mengapit makna kata, terutama kata dari bahasa asing atau istilah lokal.

Menurut buku Sari Kata Bahasa Indonesia dan EYD oleh Poppy Ayu Lestari (2014), tanda petik tunggal adalah bagian dari sistem tanda baca yang membantu menjaga kejelasan kutipan dan penekanan makna. Dalam teks akademik dan berita, penggunaannya harus tepat agar tidak menimbulkan ambiguitas atau kesalahan interpretasi.

Melansir dari situs resmi ejaan.kemendikdasmen.go.id, tanda petik tunggal sangat dianjurkan digunakan untuk menyisipkan arti atau penjelasan, seperti pada kata: retina ‘dinding mata sebelah dalam’, atau money politics ‘politik uang’. Dengan begitu, pembaca bisa memahami konteks istilah tanpa perlu membuat kalimat panjang.

Fungsi Tanda Petik Tunggal

Tanda petik tunggal memiliki beberapa fungsi dalam konteks kebahasaan, khususnya dalam penulisan formal dan akademik:

Mengapit kutipan dalam kutipan

Penggunaan ini membantu membedakan antara kutipan utama dan kutipan tambahan yang terdapat di dalamnya.

Mengapit makna istilah asing

Umumnya digunakan dalam teks akademik untuk menjelaskan arti kata asing atau lokal yang tidak familiar.

Memberikan makna khusus atau idiomatik

Misalnya, ‘panjang tangan’ untuk menyebut seseorang yang suka mencuri.

Memisahkan istilah teknis dalam penulisan ilmiah

Cocok digunakan untuk menjelaskan istilah medis, teknologi, atau kebudayaan.

Membantu struktur penulisan tetap rapi

Dalam penulisan jurnalistik atau karya ilmiah, petik tunggal menghindari tumpang tindih kutipan.

Menurut ejaan.kemendikdasmen.go.id, struktur kutipan bersarang seperti ini harus ditaati guna menjaga kejelasan isi tulisan. Dalam penulisan artikel ilmiah atau jurnal, ini krusial agar pesan tersampaikan tanpa disalahpahami.

Penggunaan Tanda Petik Tunggal dalam Kalimat

Penggunaan tanda petik tunggal sangat penting dalam berbagai jenis tulisan, dari esai akademik hingga artikel berita. Berikut beberapa contoh penggunaannya secara tepat:

Mengapit kutipan dalam kutipan:

  • “Guru bertanya, ‘Apa kamu bilang “tidak tahu” kepada ibu kamu?’”
  • “Aku mendengar suara ‘kring-kring’ tadi,” ujar Yuni.

Mengapit makna kata atau istilah:

  • Retina ‘dinding mata sebelah dalam’.
  • Noken ‘tas khas Papua’.
  • Lockdown ‘karantina wilayah’.

Menurut penjelasan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penggunaan ini membantu struktur kalimat menjadi lebih rapi, terutama dalam konteks ilmiah atau narasi yang kompleks. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan petik tunggal untuk kutipan langsung tanpa adanya kutipan utama, yang seharusnya memakai tanda petik ganda.

Contoh Tanda Petik Tunggal dalam Kalimat

Contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam penulisan sangat beragam dan membantu pembaca memahami konteks. Berikut beberapa contoh praktis:

  • “Saat itu dia bilang, ‘Jangan lupa bilang “terima kasih” ke tamunya.’”
  • “Pak RT bilang ‘jangan lupa iuran 17 Agustusan’ tadi pagi saat ke rumah.”
  • Ayah membawaku oleh-oleh noken ‘tas khas Papua’ dari Jayapura.
  • Kakak tertular Covid-19, oleh karena itu ia harus menjalani self-quarantine ‘karantina mandiri’ sampai sembuh.
  • Anak itu adalah siswa tercerdas ‘paling cerdas’ di kelasnya.

Dalam jurnal  Kusmawati (2021), disebutkan bahwa penulisan akademik wajib mengikuti standar PUEBI agar hasil tulisan memiliki kredibilitas. Salah satu kesalahan umum adalah mengganti fungsi petik tunggal dan petik ganda secara tidak konsisten.

Sumber Referensi 

  • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) – ejaan.kemendikdasmen.go.id
  • Lestari, Poppy Ayu. Sari Kata Bahasa Indonesia dan EYD (2014)
  • Jurnal karya Kusmawati (2021)
  • Situs Kemendikbudristek – www.kemdikbud.go.id

FAQ tentang Tanda Petik Tunggal

1. Apa itu tanda petik tunggal?

Tanda petik tunggal (‘…’) adalah tanda baca yang digunakan untuk mengapit kutipan di dalam kutipan atau menjelaskan arti sebuah istilah.

2. Apa bedanya tanda petik tunggal dan tanda petik ganda?

Tanda petik ganda (“…”) digunakan untuk kutipan utama, sedangkan petik tunggal (‘…’) digunakan untuk kutipan dalam kutipan atau makna istilah.

3. Kapan harus menggunakan tanda petik tunggal?

Gunakan saat mengutip ujaran di dalam kutipan lain atau menjelaskan istilah asing, idiom, atau kata dengan makna khusus.

4. Apakah tanda petik tunggal bisa digunakan untuk judul?

Tidak disarankan. Judul umumnya menggunakan huruf miring atau tanda petik ganda untuk penegasan, bukan petik tunggal.

5. Di mana saya bisa melihat pedoman resmi penggunaan tanda petik tunggal?

Kamu bisa mengakses pedoman resmi melalui situs ejaan.kemendikdasmen.go.id, bagian dari Kemendikbudristek.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|