Liputan6.com, Jakarta - Jangan mencuci telur sebelum disimpan di kulkas menjadi anjuran penting yang sering diabaikan dalam kebiasaan dapur sehari-hari. Telur memang menjadi bahan makanan yang praktis dan hampir selalu tersedia di rumah, sehingga banyak orang ingin memastikan tampilannya bersih sebelum disimpan agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Namun, kebiasaan mencuci telur sebelum masuk kulkas justru dapat menimbulkan risiko tersembunyi. Telur memiliki lapisan pelindung alami yang berfungsi mencegah bakteri masuk ke bagian dalam, dan lapisan ini bisa rusak saat telur dicuci, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi dan mempercepat penurunan kualitas telur. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (10/2/2026).
Kebiasaan Mencuci Telur yang Terlihat Sepele tapi Berisiko
Bagi banyak orang, mencuci telur sebelum disimpan adalah hal yang otomatis dilakukan. Alasannya sederhana, yaitu supaya telur tampak bersih, tidak menjijikkan saat disentuh, dan terasa lebih aman saat nanti digunakan. Terlebih jika telur dibeli dari pasar tradisional atau peternak, sering kali masih ada sisa jerami, debu, atau kotoran ayam yang menempel di permukaannya.
Masalahnya, kebiasaan ini sering dilakukan tanpa memahami struktur alami cangkang telur. Kulit telur bukanlah permukaan yang benar-benar tertutup rapat. Di dalamnya terdapat ribuan pori-pori kecil yang berfungsi untuk pertukaran udara. Ketika telur dicuci, terutama dengan air dingin atau air mengalir deras, pori-pori tersebut bisa terbuka dan menjadi jalur masuk bagi air serta mikroorganisme dari permukaan.
Akibatnya, telur yang tampak bersih dari luar justru lebih rentan rusak dari dalam. Dalam kondisi kulkas yang lembap, bakteri yang berhasil masuk akan berkembang lebih cepat. Selain itu, telur yang lapisan pelindungnya rusak juga lebih mudah menyerap bau makanan lain di kulkas. Inilah mengapa kebiasaan mencuci telur yang terlihat sepele ternyata menyimpan risiko besar terhadap keamanan dan kualitas telur di rumah.
Mengenal Lapisan Pelindung Alami Telur
Setiap telur segar sebenarnya dilapisi oleh lapisan tipis transparan yang disebut bloom atau cuticle. Lapisan ini terbentuk secara alami saat telur dikeluarkan oleh induk ayam. Meski tidak terlihat jelas oleh mata, fungsinya sangat penting sebagai benteng pertama perlindungan telur.
Lapisan bloom bekerja dengan menutup pori-pori halus pada cangkang telur. Pori-pori tersebut sebenarnya diperlukan untuk pertukaran gas, tetapi jika terbuka terlalu lebar, bakteri seperti Salmonella bisa masuk dengan mudah ke bagian dalam telur. Dengan adanya cuticle, jalur masuk bakteri menjadi terhambat sehingga telur tetap aman meskipun disimpan dalam waktu cukup lama.
Selain mencegah bakteri, bloom juga membantu menjaga keseimbangan kelembapan di dalam telur. Lapisan ini memperlambat penguapan air dan gas dari dalam telur sehingga putih dan kuning telur tidak cepat berubah teksturnya. Telur yang lapisan bloom-nya masih utuh biasanya memiliki putih telur yang lebih kental dan kuning telur yang lebih kokoh.
Ketika telur dicuci, apalagi menggunakan sabun atau direndam air, lapisan bloom bisa terangkat atau rusak. Tanpa perlindungan tersebut, pori-pori cangkang menjadi lebih terbuka. Perbedaan suhu antara telur dan air bahkan dapat menyebabkan bakteri “terhisap” masuk ke dalam telur. Inilah alasan ilmiah mengapa telur yang belum dicuci justru lebih aman untuk disimpan dibanding telur yang sudah dibersihkan terlalu dini.
Dampak Negatif Mencuci Telur Sebelum Penyimpanan
Sebelum menyimpan telur, penting memahami bahwa mencuci terlalu awal bukan hanya soal kebersihan visual, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas dan keamanan pangan. Berikut beberapa dampak negatif yang jarang disadari.
1. Meningkatkan Risiko Kontaminasi Bakteri
Saat lapisan bloom hilang, pori-pori cangkang menjadi terbuka. Kondisi ini memudahkan bakteri dari permukaan, air, atau tangan masuk ke bagian dalam telur. Bakteri tersebut bisa berkembang tanpa terlihat dari luar, sehingga telur tampak normal tetapi sebenarnya sudah tidak aman dikonsumsi.
2. Memperpendek Umur Simpan Telur
Air yang menempel setelah pencucian meningkatkan kelembapan di permukaan telur. Lingkungan lembap merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Akibatnya, telur yang dicuci akan lebih cepat rusak dibanding telur yang disimpan dengan lapisan alaminya masih utuh.
Proses pencucian dapat mengganggu keseimbangan gas di dalam telur. Kantung udara bisa membesar lebih cepat sehingga putih telur menjadi encer dan kuning telur mudah pecah saat diolah. Dari segi tekstur, telur jadi kurang segar.
4. Membuat Telur Mudah Menyerap Bau Kulkas
Cangkang telur yang lapisannya rusak lebih mudah menyerap aroma dari makanan lain seperti bawang, ikan, atau durian. Akibatnya, telur bisa berbau aneh meskipun belum dimasak dan memengaruhi rasa masakan.
5. Meningkatkan Risiko Jamur di Permukaan Cangkang
Jika telur tidak dikeringkan sempurna setelah dicuci, sisa air dapat memicu tumbuhnya jamur halus di permukaan cangkang. Jamur ini bisa menjadi sumber kontaminasi tambahan saat telur dipecahkan.
Cara Membersihkan Telur yang Benar Jika Terlihat Kotor
Meski tidak dianjurkan mencuci telur sebelum disimpan, ada kondisi tertentu ketika telur memang terlihat sangat kotor. Dalam situasi ini, membersihkan telur tetap boleh dilakukan, asalkan caranya benar agar tidak merusak kualitas telur. Berikut cara membersihkan telur yang bisa diterapkan:
1. Lap Kering Terlebih Dahulu
Jika kotorannya ringan, gunakan kain bersih, tisu, atau sikat halus untuk menggosok permukaan telur secara perlahan. Cara ini membantu menghilangkan debu dan sisa jerami tanpa merusak lapisan bloom yang masih menempel.
2. Gunakan Air Hangat Jika Terpaksa Mencuci
Bila kotoran sulit dibersihkan, gunakan air hangat yang suhunya sedikit lebih tinggi dari suhu telur. Air hangat membantu mencegah bakteri masuk ke pori-pori akibat perbedaan tekanan suhu.
3. Jangan Merendam Telur
Merendam telur membuat air masuk melalui pori-pori cangkang. Cukup bilas singkat sambil digosok perlahan, lalu segera angkat agar air tidak terlalu lama kontak dengan permukaan telur.
4. Hindari Sabun atau Deterjen
Penggunaan sabun dapat meninggalkan residu kimia di cangkang dan merusak lapisan alami telur. Jika perlu, cukup gunakan air bersih tanpa bahan tambahan.
5. Keringkan dengan Segera dan Menyeluruh
Setelah dicuci, keringkan telur memakai tisu atau kain bersih sampai benar-benar tidak lembap. Telur yang masih basah akan lebih cepat terkontaminasi saat disimpan.
6. Gunakan Lebih Cepat
Telur yang sudah dicuci sebaiknya dikonsumsi lebih dulu dibanding telur yang belum dicuci, karena umur simpannya lebih pendek.
Teknik Menyimpan Telur di Kulkas agar Lebih Awet dan Aman
Menyimpan telur tidak bisa asal taruh di kulkas. Teknik yang tepat akan menjaga kesegaran, rasa, serta keamanan telur lebih lama.
1. Simpan dalam Karton Aslinya. Karton membantu melindungi telur dari benturan, menjaga kelembapan, serta mencegah telur menyerap bau makanan lain di kulkas.
2. Letakkan di Bagian Dalam Kulkas. Hindari pintu kulkas karena suhunya sering berubah akibat dibuka-tutup. Bagian dalam kulkas memiliki suhu yang lebih stabil untuk telur.
3. Posisi Ujung Runcing di Bawah. Posisi ini menjaga kantung udara tetap di atas sehingga kuning telur tidak cepat menempel ke cangkang dan kualitasnya tetap baik.
4. Jauhkan dari Makanan Beraroma Tajam. Telur mudah menyerap aroma seperti bawang, durian, atau ikan. Menyimpannya dalam wadah tertutup membantu menjaga rasa tetap netral.
5. Jangan Menyimpan Telur yang Pecah. Telur pecah mudah terkontaminasi bakteri. Jika ada yang retak, sebaiknya langsung digunakan atau dibuang.
6. Terapkan Sistem FIFO (First In First Out). Gunakan telur yang lebih lama disimpan terlebih dahulu agar tidak ada telur yang terlalu lama mengendap dan rusak.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Apakah telur harus dicuci sebelum dimasak?
Ya, cucilah telur tepat sebelum digunakan, bukan saat disimpan.
2. Berapa lama telur awet di kulkas?
Sekitar 3–5 minggu jika disimpan dengan benar.
3. Apakah telur kotor boleh langsung masuk kulkas?
Boleh, asalkan tidak basah dan tidak pecah.
4. Kenapa telur menyerap bau kulkas?
Karena cangkangnya berpori dan mudah menangkap aroma sekitar.
5. Apakah telur yang mengapung masih aman?
Biasanya tidak, karena menandakan telur sudah tidak segar.

11 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498979/original/059605800_1770734286-walsh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495422/original/073242600_1770369479-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498914/original/028104800_1770727977-Mihailo_Perovic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4767650/original/079589500_1709992233-20240309IQ_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta_02.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497399/original/013667300_1770627230-Pertimbangkan_Pompa_Dorong_jika_Ketinggian_Tidak_Mungkin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498690/original/099855300_1770714744-interior_ruangan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489814/original/017529000_1769933678-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498724/original/060007400_1770715312-pohon_jeruk_imlek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496666/original/011294000_1770565561-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3322568/original/053082800_1607839178-fly-5694227_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498681/original/013358500_1770714366-jeruk_di_halaman_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4970194/original/009634900_1729043589-IMG-20241016-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936592/original/061339600_1645054091-brady-rogers-ZGRB8TMT6zQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498899/original/035021600_1770726809-Kamara.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5498896/original/098561900_1770725927-Persija_vs_Arema.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498646/original/088746700_1770713533-pipa_vertikulur7a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315861/original/016856500_1755174118-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__55_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498550/original/028025600_1770710691-kreasi_tutup_botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)