- Apa saja jenis pupuk padi yang paling penting untuk hasil maksimal?
- Kapan waktu terbaik memberikan pupuk dasar pada padi?
- Mengapa pupuk KCl penting untuk padi?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pemupukan padi merupakan salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan panen, karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, hingga kualitas gabah yang dihasilkan. Banyak petani sudah menggunakan varietas unggul dan mengelola air dengan baik, tetapi hasil panen tetap belum optimal karena kesalahan dalam memilih jenis pupuk atau waktu aplikasinya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang pupuk padi masih perlu ditingkatkan agar potensi hasil bisa keluar secara maksimal.
Selama ini, pupuk padi sering dipersepsikan sebatas urea atau NPK, padahal kebutuhan nutrisi tanaman padi jauh lebih kompleks dan berubah sesuai fase pertumbuhan. Tanaman padi membutuhkan kombinasi unsur makro dan mikro yang seimbang, mulai dari fase awal tanam hingga menjelang panen. Ketidaktepatan dalam pemberian pupuk, baik dari sisi jenis, dosis, maupun waktu, sering menjadi penyebab padi mudah rebah, terserang hama, atau menghasilkan banyak gabah hampa.
Pemupukan yang baik seharusnya dilakukan secara bertahap, dimulai dari pupuk dasar sebelum tanam hingga pupuk susulan pada fase vegetatif dan generatif. Pola ini bertujuan agar nutrisi tersedia sesuai kebutuhan tanaman, sehingga penyerapan pupuk lebih efisien dan biaya produksi dapat ditekan. Selain itu, pemupukan yang terukur juga membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Berikut Liputan6 merangkum dari berbagai sumber dan hasil wawancara pada Senin (19/1) terkait jenis pupuk padi dari pupuk dasar hingga susulan untuk membantu petani memahami strategi pemupukan yang benar agar hasil panen lebih optimal dan berkelanjutan. Simak selengkapnya.
Pupuk Dasar Organik untuk Menyiapkan Tanah yang Subur
Pupuk dasar organik berperan penting dalam menyiapkan kondisi tanah sebelum padi ditanam karena mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan secara alami. Pupuk ini biasanya diberikan saat pengolahan lahan atau beberapa hari sebelum tanam agar bahan organik sempat terurai. Tanah yang kaya bahan organik akan lebih gembur, mampu menyimpan air, dan mendukung pertumbuhan akar secara optimal.
Jenis pupuk organik yang umum digunakan meliputi pupuk kandang, kompos, dan pupuk hijau dari sisa tanaman. Kandungan bahan organik di dalamnya membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang berperan dalam melepaskan unsur hara. Selain itu, pupuk organik juga berfungsi menekan dampak negatif penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Pemberian pupuk organik secara rutin membuat tanah sawah lebih sehat dan tidak cepat keras. Dengan kondisi tanah yang baik sejak awal, tanaman padi akan lebih mudah menyerap pupuk susulan, sehingga pertumbuhan menjadi lebih seragam dan kuat.
Pupuk Fosfat sebagai Dasar Pertumbuhan Akar dan Anakan
Pupuk fosfat merupakan pupuk dasar penting yang berfungsi mendukung pertumbuhan akar dan pembentukan anakan pada fase awal tanam. Unsur fosfor membantu tanaman beradaptasi setelah pindah tanam dan memperkuat sistem perakaran. Pupuk ini umumnya diberikan bersamaan dengan pupuk organik saat pengolahan lahan.
Jenis pupuk fosfat yang sering digunakan antara lain SP-36 dan TSP yang memiliki kandungan fosfor tinggi. Tanaman padi yang tercukupi fosfor akan membentuk akar yang lebih kuat dan jumlah anakan yang lebih banyak. Sebaliknya, kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan lambat dan jumlah anakan produktif berkurang.
Karena fosfor bersifat lambat tersedia di tanah, pemberiannya sebagai pupuk dasar sangat dianjurkan. Dengan cadangan fosfor yang cukup sejak awal, tanaman padi memiliki fondasi pertumbuhan yang kuat hingga fase berikutnya.
Pupuk Nitrogen (Urea) untuk Pertumbuhan Vegetatif
Nitrogen merupakan unsur utama yang dibutuhkan padi pada fase vegetatif karena berperan dalam pertumbuhan batang dan daun. Urea menjadi sumber nitrogen yang paling umum digunakan oleh petani karena mudah didapat dan cepat diserap tanaman. Pupuk ini biasanya diberikan sebagai pupuk susulan pada awal pertumbuhan.
Pemberian urea harus dilakukan dengan dosis yang tepat karena kelebihan nitrogen dapat menyebabkan tanaman terlalu rimbun, batang lemah, dan mudah terserang hama seperti wereng. Daun memang tampak hijau gelap, tetapi tanaman menjadi rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, aplikasi urea sebaiknya dilakukan bertahap sesuai umur tanaman.
Tanaman padi yang mendapatkan nitrogen secara seimbang akan memiliki daun hijau segar, batang kokoh, dan anakan produktif. Kondisi ini sangat penting untuk menunjang fase pembungaan dan pengisian bulir.
Hal yang serupa juga dilakukan oleh Pak Ahmad, petani asal Gresik. Dalam wawancara yang dilakukan Liputan6.com, Pak Ahmad mengatakan jika pupuk urea menjadi sebuah pilihan olehnya saat menanan padi. Ia juga menjelaskan terkait fungsi dari pupuk urea tersebut,
"Urea itu sumber Nitrogen utama. Fungsinya buat pertumbuhan awal, biar batang tinggi dan daun hijau segar. Kalau di sini, kita biasanya dapat dari kios resmi lewat kelompok tani pakai Kartu Tani untuk yang subsidi. Kebetulan kan di Gresik ada pabriknya langsung, jadi distribusinya lumayan lancar. Tapi kalau yang non-subsidi, kita bisa beli bebas di toko pertanian, cuma ya harganya beda." ujarnya saat diwawancarai oleh Liputan6.com.
Pupuk Kalium (KCl) untuk Bulir Mentes dan Batang Kuat
Kalium merupakan unsur hara kunci dalam fase generatif tanaman padi karena berperan besar dalam pengisian bulir dan ketahanan tanaman. Pupuk KCl yang mengandung kalium tinggi membantu memperkuat batang agar tidak mudah roboh serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Pupuk ini biasanya diberikan menjelang pembentukan malai.
Banyak petani mengabaikan KCl karena harganya relatif lebih mahal, padahal manfaatnya sangat terasa saat panen. Tanaman padi yang tercukupi kalium menghasilkan bulir lebih berisi, berwarna kuning mengkilap, dan memiliki bobot gabah lebih berat. Sebaliknya, kekurangan kalium sering menyebabkan gabah hampa dan hasil panen menurun.
Dengan pemberian KCl yang tepat, kualitas dan kuantitas hasil panen dapat meningkat secara signifikan. Kalium bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal ketahanan tanaman di lapangan.
Lebih lanjut Pak Ahmad juga menerangkan jika pupuk KCI juga merupakan pupuk yang digunakannya saat menanam padi. Ia juga menjelaskan soal dampak dari penggunaan pupuk tersebut.
"Jadi KCl itu singkatan dari Kalium Klorida. Isinya unsur Kalium tinggi, sekitar 60 persen. Kalau Urea tadi buat pertumbuhan daun, si Kalium ini buat kualitas buah dan daya tahan. Dia yang bikin tanaman kuat dari serangan jamur dan nggak gampang roboh kalau kena angin kencang. Paling terasa itu pas panen, padi yang dikasih KCl bulirnya lebih kuning mengkilap dan beratnya mantap. Kalau nggak pakai ini, biasanya banyak padi yang kopong atau hampa." jelasnya.
Pupuk NPK sebagai Solusi Praktis Pemupukan Seimbang
Pupuk NPK mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium dalam satu formulasi sehingga menjadi solusi praktis bagi petani. Pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan tergantung komposisinya. Penggunaan NPK memudahkan petani dalam mengatur nutrisi tanaman secara seimbang.
Formulasi NPK tersedia dalam berbagai rasio yang dapat disesuaikan dengan fase pertumbuhan padi. Pada fase awal, NPK dengan fosfor lebih tinggi mendukung pertumbuhan akar, sedangkan pada fase generatif kandungan kalium lebih dibutuhkan. Pemilihan formulasi yang tepat sangat menentukan efektivitas pemupukan.
Dengan penggunaan NPK yang tepat dosis dan waktu, pertumbuhan padi menjadi lebih seimbang dan efisien. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan penghematan biaya.
Pupuk Mikro untuk Mendukung Produktivitas
Selain unsur makro, tanaman padi juga membutuhkan unsur mikro seperti seng, magnesium, boron, dan besi. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, unsur mikro sangat penting untuk proses metabolisme tanaman. Kekurangan unsur mikro sering menyebabkan gejala pertumbuhan tidak normal yang sulit dikenali.
Pupuk mikro biasanya diberikan melalui semprotan daun atau dicampurkan dengan pupuk lain. Unsur ini membantu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur makro dan mendukung pembentukan malai. Tanaman yang tercukupi unsur mikro akan tumbuh lebih sehat dan produktif.
Pemenuhan unsur mikro menjadi pelengkap penting dalam strategi pemupukan padi modern. Dengan nutrisi yang lengkap, potensi hasil tanaman dapat dimaksimalkan.
Kombinasi Pupuk Organik, Urea, NPK dan KCI
Pengalaman Pak Ahmad, petani padi asal Gresik ini menjadi bukti nyata pentingnya pemupukan seimbang. Dalam wawancara, Pak Ahmad menyampaikan bahwa keberhasilan panennya tidak lepas dari kombinasi pupuk organik, Urea, NPK Phonska, dan KCl. Pupuk organik selalu ia berikan saat olah tanah untuk menjaga struktur tanah tetap gembur.
Yang paling ditekankan oleh Pak Ahmad adalah penggunaan pupuk KCl. Ia merasakan perbedaan nyata pada hasil panen ketika KCl diaplikasikan dengan benar, di mana bulir padi menjadi lebih mentes, berat dan tidak banyak yang hampa.
"Rahasianya itu di pola makan tanaman. Saya nggak cuma pakai satu jenis. Saya pakai campuran NPK Phonska dan Urea. Tapi, kuncinya ada di Pupuk KCl. Banyak petani yang tidak memakai KCl karena harganya lumayan mahal, padahal itu yang bikin bulir padi mentes alias berisi penuh dan nggak gampang kena serangan penyakit. Saya juga selalu tambahkan pupuk organik atau kompos pas awal olah tanah. Biar tanahnya nggak keras karena kimia terus mas." ujar Pak Ahmad.
Pak Ahmad menjelaskan bahwa Urea berperan penting pada awal pertumbuhan untuk memperkuat batang dan daun, tetapi harus diberikan dengan takaran tepat. Menurutnya, kelebihan Urea justru membuat tanaman lemah dan mengundang hama. Oleh karena itu, ia mengatur waktu pemupukan berdasarkan umur tanaman, sekitar 10 hari setelah tanam untuk fase vegetatif dan sekitar 45 hari untuk fase generatif.
"Kebanyakan Urea itu bahaya, nanti daunnya hijau gelap tapi lemes, itu malah mengundang hama wereng datang. Jadi takarannya harus pas. Di umur 10 hari dikasih makan buat pertumbuhan, nah pas umur 45 hari dikasih nutrisi buat buahnya. Ibarat orang hamil, nutrisinya kan harus beda sama waktu bayi." terangnya.
Pengalaman ini menegaskan bahwa keberhasilan pemupukan tidak hanya soal banyaknya pupuk, tetapi keseimbangan jenis dan waktu aplikasi.
Kesimpulan: Kunci Panen Maksimal Ada pada Keseimbangan Pupuk
Dari pembahasan dan studi kasus petani lapangan, dapat disimpulkan bahwa hasil panen padi yang maksimal ditentukan oleh keseimbangan jenis pupuk dan ketepatan waktu pemberiannya. Pupuk organik menjadi fondasi penting, sementara Urea, NPK, dan KCl saling melengkapi sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan hasil tanpa harus menambah luas lahan.
Pemupukan padi bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Dengan memahami fungsi setiap jenis pupuk dan menerapkannya secara tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan dan lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apa saja jenis pupuk padi yang paling penting untuk hasil maksimal?
Pupuk organik, fosfat, nitrogen, kalium, NPK, dan pupuk mikro merupakan kombinasi penting untuk mendukung pertumbuhan dan hasil padi.
2. Kapan waktu terbaik memberikan pupuk dasar pada padi?
Pupuk dasar sebaiknya diberikan saat pengolahan lahan atau sebelum tanam agar nutrisi tersedia sejak awal.
3. Mengapa pupuk KCl penting untuk padi?
KCl mengandung kalium tinggi yang berperan dalam pengisian bulir, memperkuat batang, dan meningkatkan kualitas gabah.
4. Apakah pupuk NPK bisa menggantikan pupuk tunggal?
Pupuk NPK bisa menjadi solusi praktis, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

2 weeks ago
12
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490121/original/066294000_1769999045-Tanaman_Hias_Outdoor_Berdaun_Cantik_dan_Berbunga_Indah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488312/original/062944400_1769746242-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490072/original/088516600_1769994577-Trik_Membersihkan_Tas_Kulit_Sintetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5300711/original/094647300_1753923559-1b4b0aa6-1690-4fb8-90d0-ee91963fae59.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485949/original/081534500_1769571151-Gemini_Generated_Image_9rj4df9rj4df9rj4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488066/original/055673500_1769702746-Arema_FC_Vs_Persijap_Jepara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489839/original/065371100_1769936075-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)