6 Jenis Rumput yang Bisa Dibudidayakan di Rumah Jadi Sumber Cuan, Wajib Dicoba

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya tanaman kini tidak selalu identik lahan luas atau modal besar. Aktivitas bercocok tanam skala rumahan justru mulai dilirik sebagai peluang ekonomi. Salah satu opsi menarik hadir melalui rumput yang bisa dibudidayakan di rumah jadi sumber cuan. Konsep ini membuka kesempatan usaha praktis untuk berbagai kalangan.

Perubahan gaya hidup juga mendorong banyak orang mencari penghasilan tambahan dari rumah. Pemanfaatan pekarangan kecil bisa memberi nilai ekonomi, apabila dikelola secara tepat. Rumput yang bisa dibudidayakan di rumah jadi sumber cuan menawarkan solusi sederhana berbasis tanaman mudah tumbuh. Hasil panen dapat dimanfaatkan berulang dalam waktu relatif singkat.

Kebutuhan pasar terhadap rumput terus meningkat, baik sektor peternakan, pertamanan, maupun industri kreatif. Kondisi ini menciptakan peluang usaha stabil bagi pelaku budidaya skala kecil. Rumput yang bisa dibudidayakan di rumah jadi sumber cuan menjadi alternatif menarik, tanpa tuntutan teknis rumit. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/1/2026).

Rumput yang Bisa Dibudidayakan

Budidaya rumput di rumah pada saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas pengisi waktu luang semata. Kegiatan ini telah berkembang menjadi peluang usaha rumahan yang memiliki nilai ekonomi nyata.

Beragam jenis rumput bernilai jual tinggi dapat ditanam pada lahan terbatas seperti pekarangan kecil, halaman belakang, maupun area kosong di sekitar rumah. Melalui pengelolaan sederhana dan perawatan tidak rumit, rumput yang bisa dibudidayakan di rumah jadi sumber cuan menarik bagi pemula maupun pelaku usaha kecil yang ingin memperoleh penghasilan tambahan.

Permintaan pasar terhadap rumput tertentu terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Kebutuhan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari peternakan sebagai pakan hijauan, industri pertamanan sebagai elemen lanskap, hingga pemanfaatan rumput tertentu sebagai bahan herbal.

Keunggulan budidaya rumput terletak pada masa panen relatif singkat, kemampuan tumbuh cepat, serta daya adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Faktor-faktor ini membuat usaha rumput skala rumahan semakin diminati dan memiliki prospek jangka panjang.

Rumput juga memiliki tingkat risiko usaha relatif rendah dibandingkan tanaman musiman lainnya. Selama permintaan pasar masih tersedia, hasil panen dapat langsung dipasarkan atau dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri, seperti pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya rumput menjadi usaha fleksibel yang mampu menyesuaikan kapasitas produksi sesuai kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha.

Jenis Rumput yang Bisa Dibudidayakan

1. Rumput Odot

Rumput odot dikenal luas sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak favorit, terutama bagi peternak sapi dan kambing. Teksturnya lembut, mudah dikunyah, serta memiliki kandungan nutrisi cukup baik sehingga mampu mendukung pertumbuhan ternak secara optimal.

Budidaya rumput odot tergolong praktis karena dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan metode stek batang. Proses pertumbuhannya relatif cepat, dan masa panen pertama umumnya dapat dilakukan dalam rentang waktu sekitar 40–50 hari. Kondisi tersebut menjadikan rumput odot sangat potensial dijadikan sumber penghasilan rutin bagi pelaku usaha rumahan.

2. Rumput Gajah Mini

Rumput gajah mini memiliki karakter pertumbuhan cepat serta kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Jenis rumput ini banyak diminati oleh peternak skala kecil hingga menengah karena produktivitasnya cukup baik meskipun ditanam di lahan terbatas.

Selain perawatannya mudah dan tidak memerlukan teknik khusus, rumput gajah mini mampu menghasilkan biomassa hijauan dalam jumlah cukup besar dalam waktu relatif singkat. Hal ini menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pendapatan tambahan.

3. Rumput Setaria

Rumput setaria dikenal sebagai hijauan pakan ternak berkualitas tinggi berkat daya tumbuh kuat dan ketahanannya terhadap pemangkasan berulang. Tanaman ini dapat tumbuh subur di pekarangan rumah selama mendapatkan sinar matahari dan perawatan dasar secara rutin. Keunggulan lain dari rumput setaria terletak pada permintaan pasar yang cenderung stabil sepanjang tahun. Kondisi tersebut menjadikan budidaya rumput setaria berpotensi menghasilkan cuan secara konsisten dalam jangka panjang.

4. Rumput Raja

Rumput raja memiliki ukuran tanaman relatif besar dan dikenal mampu menghasilkan produksi hijauan dalam jumlah melimpah. Meskipun membutuhkan ruang tanam lebih luas dibanding beberapa jenis rumput lainnya, budidaya rumput raja tetap dapat dilakukan dalam skala kecil pada lahan kosong di sekitar rumah. Nilai jual rumput raja cukup tinggi, terutama di wilayah sentra peternakan yang memiliki kebutuhan hijauan pakan dalam jumlah besar. Hal ini menjadikan rumput raja sebagai pilihan menarik bagi pelaku usaha rumput rumahan.

5. Rumput Vetiver (Akar Wangi)

Rumput vetiver atau akar wangi tidak hanya berfungsi sebagai tanaman penahan tanah dan pencegah erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi dari bagian akarnya. Akar vetiver banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri parfum, aromaterapi, serta kerajinan tangan. Budidaya vetiver di rumah dapat menjadi peluang usaha jangka panjang karena masa panennya lebih lama, namun nilai jualnya relatif tinggi dan memiliki pasar khusus yang cukup stabil.

6. Rumput Hias Jepang

Rumput hias Jepang banyak digunakan sebagai elemen utama dalam taman minimalis dan lanskap modern. Permintaan terhadap rumput ini datang dari jasa taman, pengembang properti, hingga pemilik rumah pribadi. Budidaya rumput hias Jepang tergolong mudah dan dapat dilakukan di area terbatas. Nilai jualnya cukup menarik karena biasanya dipasarkan berdasarkan luas area atau per meter persegi, sehingga berpotensi memberikan keuntungan signifikan apabila dikelola secara konsisten.

Cara Memulai Budidaya Rumput di Rumah

Budidaya rumput di rumah dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila dilakukan dengan perencanaan tepat.

  • Langkah pertama adalah menentukan jenis rumput yang ingin dibudidayakan. Pemilihan jenis harus disesuaikan dengan tujuan usaha, lahan yang tersedia, dan permintaan pasar. Misalnya, rumput odot dan gajah mini cocok untuk pakan ternak, sedangkan rumput hias Jepang lebih bernilai jual di sektor taman dan lanskap.
  • Setelah jenis rumput dipilih, langkah berikutnya adalah menyiapkan media tanam. Rumput dapat ditanam langsung di tanah pekarangan, di bedengan, pot besar, atau sistem polybag. Pastikan media tanam subur, gembur, dan memiliki drainase baik agar akar rumput tidak tergenang air. Pengolahan tanah sederhana, seperti menggemburkan tanah dan mencampur pupuk organik, akan meningkatkan tingkat pertumbuhan rumput secara signifikan.
  • Proses penanaman dapat dilakukan melalui stek batang atau bibit rumput. Metode stek batang cocok untuk rumput odot, gajah mini, atau setaria, sedangkan penanaman dari bibit lebih sesuai untuk rumput hias dan vetiver. Pastikan jarak tanam cukup agar rumput dapat tumbuh optimal tanpa saling bersaing. Setelah ditanam, penyiraman rutin menjadi kunci menjaga kelembapan tanah, terutama pada minggu-minggu awal pertumbuhan.
  • Perawatan lanjutan meliputi pemangkasan berkala, penyiangan gulma, dan pemupukan tambahan. Pemangkasan rutin merangsang pertumbuhan hijauan lebih lebat dan menjaga bentuk rumput tetap rapi. Pemupukan organik atau pupuk kandang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, meningkatkan daya tahan rumput terhadap hama, dan mempercepat pertumbuhan. Selain itu, pemantauan rutin terhadap kondisi rumput akan membantu mendeteksi masalah lebih awal, seperti serangan hama atau penyakit.
  • Panen rumput dapat dilakukan sesuai jenis dan kebutuhan pasar. Rumput untuk pakan ternak biasanya dipanen setiap 40–50 hari, sedangkan rumput hias dapat dipotong sesuai ukuran area. Setelah panen, rumput dapat dijual dalam kondisi segar, dijadikan bibit, atau diproses menjadi produk tambahan.

Dengan manajemen yang baik, budidaya rumput di rumah tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas.

FAQ Seputar Topik

Jenis rumput apa saja yang cocok untuk pakan ternak dan bisa dibudidayakan di rumah?

Jenis rumput yang cocok untuk pakan ternak dan bisa dibudidayakan di rumah antara lain Rumput Odot, Rumput Pakchong, Rumput Gajah, dan Rumput Raja. Rumput-rumput ini dikenal memiliki nutrisi tinggi dan pertumbuhan cepat.

Bagaimana potensi rumput hias sebagai sumber penghasilan?

Rumput hias memiliki potensi ekonomi besar sebagai elemen dekoratif dalam pertamanan dan lanskap. Jenis seperti Rumput Gajah Mini, Rumput Jepang, Rumput Swiss, dan Rumput Golf diminati karena karakteristik visualnya yang menarik dan nilai jual tinggi.

Apa saja teknik budidaya rumput skala rumahan yang efisien?

Teknik budidaya rumput skala rumahan yang efisien meliputi pemilihan bibit dari stek batang, persiapan lahan dengan pembersihan gulma dan pupuk kandang, penanaman dengan jarak yang tepat, serta perawatan rutin seperti penyiraman dan pemupukan. Panen dapat dilakukan secara berkala setelah beberapa bulan.

Selain pakan ternak dan hias, ada rumput lain apa yang punya nilai ekonomi?

Selain pakan ternak dan hias, Rumput Vetiver (Akar Wangi) memiliki nilai ekonomi untuk mitigasi erosi, industri minyak atsiri, dan kerajinan. "Rumput" laut juga merupakan komoditas bernilai tinggi untuk industri makanan, obat-obatan, dan kosmetik.

Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk bisnis budidaya rumput rumahan?

Strategi pemasaran yang efektif melibatkan penentuan target pasar (peternak untuk pakan, individu/desainer lanskap untuk hias), menjalin kemitraan, serta memanfaatkan platform daring dan media sosial. Kunci sukses lainnya adalah menjaga kualitas produk, pasokan stabil, inovasi, dan membangun jaringan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|