Liputan6.com, Jakarta Sejak manusia mulai menandai batu, kulit kayu, atau kertas, tanda silang sudah hadir sebagai salah satu bentuk visual paling mudah dikenali. Simbol ini hanya terdiri dari dua garis yang berpotongan, namun maknanya bisa berbeda-beda tergantung konteks dan budaya. Dari peta harta karun hingga kotak pilihan di surat suara, tanda silang atau X sign telah menjadi bagian penting dalam komunikasi manusia.
Bahkan, dalam sejarah alfabet dan matematika, huruf X menempati posisi unik. Ia dapat berarti “tidak” atau “salah” dalam ujian, tetapi juga bisa menjadi lambang cinta dalam sebuah surat. Inilah kekuatan tanda silang: sederhana secara bentuk, namun kaya secara makna.
Dalam artikel ini, Liputan6.com akan membahas definisi tanda silang, sejarahnya dari peradaban kuno hingga modern, cara penggunaannya di berbagai bidang, serta beberapa pertanyaan umum yang sering muncul tentang simbol ini, Senin (11/8/2025).
Apa Itu Tanda Silang atau X Sign?
Menurut KBBI (kbbi.kemdikbud.go.id), tanda silang adalah dua garis yang bersilang. Dalam bahasa Inggris, Oxford Advanced Learner's Dictionary mendefinisikannya sebagai simbol X yang dapat memiliki banyak fungsi:
- Melambangkan angka 10 dalam angka Romawi.
- Menunjukkan sebuah ciuman (Love from Kathy XXX).
- Menandai pilihan dalam pemungutan suara.
- Menunjukkan jawaban salah dalam ujian.
- Menandai posisi tertentu pada peta (X marks the spot).
- Menandai batasan usia tontonan (misalnya X-rated movie).
Simbol ini bersifat fleksibel, di satu sisi ia bisa berarti kesalahan atau bahaya, di sisi lain dapat melambangkan kasih sayang atau kepastian lokasi. Fleksibilitas ini menjadikan tanda silang salah satu simbol multimakna dalam berbagai konteks bahasa dan budaya.
Sejarah Tanda Silang
Perjalanan tanda silang dimulai jauh sebelum ia menjadi bagian dari alfabet Latin. Seperti dijelaskan Johanna Drucker dalam Inventing the Alphabet (dikutip FastCompany), huruf X tidak ada dalam alfabet proto-Sinaitic (1900–1700 SM). Akar sejarahnya dapat ditelusuri ke huruf samekh dari alfabet Fenisia sekitar 1050 SM, yang kemudian diadaptasi oleh Yunani menjadi huruf chi (χ). Dari sinilah Romawi mengadopsi bentuk X dalam alfabet Latin, sekaligus menggunakannya sebagai angka Romawi untuk 10.
Selain itu, tanda silang juga muncul dalam konteks prasejarah. Bentuk ini ditemukan pada lukisan gua sebagai tanda buatan manusia, salah satu penanda awal adanya niat atau maksud tertentu. Dalam matematika, huruf X mulai digunakan pada abad ke-17 oleh René Descartes untuk mewakili variabel yang tidak diketahui, sebuah penggunaan yang hingga kini masih bertahan.
Dalam budaya modern, X punya makna yang sangat luas: dari ikon perlawanan (seperti Malcolm X) hingga identitas generasi (Generation X). Ia juga merambah dunia hiburan, teknologi, bahkan branding, misalnya X-Men, Xbox, dan rebranding Twitter menjadi “X” oleh Elon Musk.
Penggunaan Tanda Silang di Berbagai Bidang
Tanda silang digunakan di banyak bidang dengan makna yang beragam, seperti dijelaskan SymbolSage dan Oxford Advanced Learner’s Dictionary:
1. Penanda Kesalahan
Dalam pendidikan, guru menandai jawaban salah dengan X pada lembar ujian. Di dokumen, X digunakan untuk membatalkan atau mengoreksi bagian yang keliru.
2. Simbol Pilihan dan Persetujuan
Pada kertas suara, X menandakan kandidat atau opsi yang dipilih. Dalam survei atau formulir, tanda silang sering digunakan untuk mengonfirmasi persetujuan atau keputusan.
3. Penanda Lokasi
Ungkapan X marks the spot populer dalam peta harta karun fiksi, tetapi juga digunakan dalam dunia nyata seperti penandaan lokasi pendaratan penerjun payung atau titik berdiri aktor di panggung.
4. Simbol Cinta dan Persahabatan
Dalam korespondensi, terutama di negara berbahasa Inggris, X melambangkan ciuman, baik romantis maupun sebagai tanda kehangatan dalam persahabatan. Kombinasi XO berarti hugs and kisses.
5. Tanda Bahaya
Sejak abad ke-19 di Eropa, tanda X dengan latar oranye digunakan untuk menandai zat beracun atau berbahaya. Hingga kini, bentuk ini masih menjadi simbol peringatan di banyak negara.
6. Identitas dan Perlawanan
Malcolm X memilih nama ini untuk menandakan “nama Afrika yang hilang” akibat perbudakan, menjadikannya simbol identitas dan perlawanan.
7. Penggunaan Teknis
Dalam matematika, X mewakili variabel tidak diketahui. Dalam sains, digunakan untuk penamaan inovasi (X-ray, X-plane) atau unsur misterius (Planet X).
Sumber
- KBBI – “tanda silang” – kbbi.kemdikbud.go.id
- Oxford Advanced Learner's Dictionary – “X symbol” – www.oxfordlearnersdictionaries.com
- FastCompany – “How the letter ‘X’ became history’s most mysterious symbol” – www.fastcompany.com
- SymbolSage – “What is the ‘X’ Symbol? 6 Powerful Meanings” – www.symbolsage.com
FAQ tentang Tanda Silang
1. Apakah tanda silang selalu berarti kesalahan?
Tidak. Walau sering digunakan untuk menandai jawaban salah, tanda silang juga dapat berarti pilihan, lokasi, atau bahkan cinta, tergantung konteks penggunaannya.
2. Mengapa X digunakan untuk mewakili variabel dalam matematika?
Penggunaan ini dipopulerkan oleh René Descartes pada abad ke-17, kemungkinan diadaptasi dari terjemahan kata Arab shay-un (“sesuatu yang tidak diketahui”) menjadi huruf Yunani chi (χ), lalu menjadi X dalam alfabet Latin.
3. Apa makna “X marks the spot”?
Ungkapan ini berarti “X menandai lokasi tertentu,” sering digunakan pada peta untuk menunjukkan titik penting, baik dalam fiksi maupun di dunia nyata.
4. Mengapa X digunakan sebagai simbol ciuman?
Teorinya beragam, salah satunya karena pada abad ke-18, orang menandatangani surat dengan X sebagai tanda sumpah atau kasih sayang, lalu mencium tanda tersebut sebagai bentuk komitmen atau kehangatan.
5. Apakah penggunaan X dalam “Xmas” menghapus kata “Christ”?
Tidak. X di sini berasal dari huruf Yunani chi (χ), huruf pertama dari kata Christos (Kristus), sehingga justru merupakan singkatan religius yang sudah digunakan sejak abad pertengahan.