Penyebab Air Toren Bau dan Cara Mengatasinya

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Masalah penyebab air toren bau dan cara mengatasinya sering kali baru disadari saat air digunakan untuk mandi, mencuci, atau memasak. Bau tidak sedap yang muncul dari toren air bisa sangat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran soal kebersihan air di rumah Anda.

Jika dibiarkan, air toren yang berbau bukan hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami apa saja penyebabnya sekaligus mengetahui langkah penanganan yang tepat agar air kembali bersih dan aman digunakan menurut Liputan6.com, Senin (9/2/2026) berikut.

Penyebab air toren bau

Air toren yang berbau tidak muncul tanpa sebab. Biasanya ada faktor teknis, lingkungan, atau perawatan yang kurang optimal. Dengan mengenali sumber masalahnya, Anda bisa menentukan solusi yang paling efektif.

Berikut beberapa penyebab umum air toren bau yang sering terjadi di rumah tangga.

Penumpukan lumut dan kotoran

Toren yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat menumpuknya lumut, pasir, dan endapan kotoran. Kotoran ini lama-kelamaan membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap. Kondisi ini sering terjadi pada toren yang terkena sinar matahari langsung.

Gas hidrogen sulfida dalam air

Menurut laman Health States, gas hidrogen sulfida menjadi salah satu penyebab air berbau seperti telur busuk. Gas ini biasanya terbentuk dari aktivitas bakteri anaerob di dalam air atau berasal dari sumber air tanah tertentu. Bau khasnya sangat kuat meskipun kadar gasnya rendah.

Toren tidak tertutup rapat

Toren yang terbuka atau penutupnya tidak rapat memungkinkan masuknya serangga, bangkai hewan kecil, dan debu. Bahan organik tersebut dapat terurai di dalam air dan menimbulkan aroma tidak sedap. Selain bau, risiko kontaminasi juga meningkat.

Kualitas pipa dan sambungan yang buruk

Pipa air yang sudah tua, berkarat, atau bocor bisa menjadi sumber bau. Karat dan biofilm yang menempel di dinding pipa dapat mencemari air sebelum masuk ke toren. Akibatnya, bau muncul meskipun toren terlihat bersih.

Air terlalu lama mengendap

Air yang terlalu lama tersimpan tanpa sirkulasi dapat mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau. Toren yang jarang dikuras sangat rentan mengalami masalah ini.

Cara mengatasi air toren bau

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah melakukan penanganan yang tepat. Penanganan sebaiknya disesuaikan dengan sumber bau agar hasilnya maksimal dan tidak berulang.

Berikut beberapa cara mengatasi air toren bau yang bisa Anda lakukan.

Membersihkan toren secara rutin

Kuras dan bersihkan toren minimal setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Gunakan sikat khusus dan air bersih untuk menghilangkan lumut serta endapan kotoran. Pastikan tidak ada sisa kotoran sebelum toren diisi kembali.

Pastikan penutup toren terpasang dengan baik dan tidak retak. Penutup yang rapat mencegah masuknya serangga, hewan kecil, dan kotoran dari luar. Langkah ini sederhana namun sangat efektif menjaga kualitas air.

Mengatasi gas hidrogen sulfida

Jika bau berasal dari gas hidrogen sulfida, Anda bisa menggunakan sistem aerasi atau filter khusus. Aerasi membantu melepaskan gas dari air, sementara filter dapat menurunkan kadar zat penyebab bau. Cara ini sering digunakan pada rumah dengan sumber air tanah.

Memasang filter air sebelum toren

Filter air di jalur masuk toren dapat menyaring partikel kotor, pasir, dan zat organik. Dengan begitu, air yang masuk ke toren sudah lebih bersih dan tidak mudah berbau. Pilih filter sesuai kualitas air di lingkungan Anda.

Menguras air yang terlalu lama mengendap

Jika toren jarang digunakan, sebaiknya buang air lama dan isi dengan air baru. Sirkulasi air yang baik membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Cara ini penting untuk menjaga air tetap segar dan tidak berbau.

FAQ seputar air toren bau

Apakah air toren bau berbahaya untuk kesehatan?

Air toren yang berbau bisa mengindikasikan adanya bakteri atau zat kimia tertentu. Jika digunakan terus-menerus, air tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Sebaiknya segera lakukan pengecekan dan pembersihan.

Seberapa sering toren air perlu dibersihkan?

Idealnya toren dibersihkan setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Frekuensi bisa lebih sering jika air cepat kotor atau berbau. Pembersihan rutin membantu mencegah munculnya masalah bau.

Apakah bau telur busuk selalu disebabkan gas hidrogen sulfida?

Sebagian besar bau telur busuk memang berasal dari gas hidrogen sulfida. Namun, pembusukan bahan organik di dalam toren juga bisa menimbulkan aroma serupa. Pemeriksaan sumber air diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.

Bagaimana cara mencegah air toren bau muncul kembali?

Lakukan perawatan rutin, pastikan toren tertutup rapat, dan jaga kualitas air masuk. Dengan memahami penyebab air toren bau dan cara mengatasinya, Anda bisa mencegah masalah ini sebelum menjadi lebih parah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|