Liputan6.com, Jakarta - Budidaya jangkrik di rumah menjadi peluang usaha yang semakin diminati karena permintaan pasar terhadap jangkrik sebagai pakan burung, ikan hias, hingga ayam hias terus meningkat. Selain perawatannya relatif mudah, modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar sehingga cocok dijalankan oleh pemula maupun pelaku UMKM rumahan. Dengan manajemen yang tepat, jangkrik dapat dipanen dalam waktu singkat dan menghasilkan perputaran usaha yang cepat.
Keberhasilan ternak jangkrik bukan hanya soal memberi pakan, tetapi juga mengatur kandang, suhu, kepadatan, serta kebersihan lingkungan. Banyak peternak pemula gagal panen karena kurang memahami kebutuhan dasar jangkrik. Padahal, jika teknik budidayanya benar, jangkrik bisa dipanen sekitar satu bulan lebih sedikit. Seperti yang disampaikan Yugo Yunianto, peternak jangkrik dari Klaten, “Kita besarkan sekitar umur 35 hari sudah siap panen. Kadang 35 hari aja sudah siap panen,” sehingga budidaya ini sangat potensial jika dikelola secara konsisten.
1. Memilih Bibit Jangkrik yang Sehat dan Berkualitas
Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya jangkrik karena kualitas bibit akan memengaruhi kecepatan tumbuh dan tingkat kematian selama pemeliharaan. Bibit yang sehat biasanya berasal dari indukan unggul, aktif bergerak, tidak cacat, serta memiliki ukuran yang relatif seragam agar tidak memicu kanibalisme di dalam kandang. Jika bibit sejak awal sudah lemah, maka pertumbuhan akan lambat dan risiko gagal panen semakin besar.
Menurut Yugo, bibit bisa diperoleh dengan dua cara, yakni membuat sendiri atau membeli dari peternak lain maupun online. Ia menjelaskan, “Kadang bikin sendiri, kadang beli. Kalau enggak mau ribet, sekarang di online juga banyak yang jual telur jangkrik.” Cara ini memudahkan pemula yang belum memiliki indukan, sehingga tetap bisa memulai usaha tanpa proses pembibitan yang panjang.
Bagi yang ingin menyiapkan bibit sendiri, Yugo menerangkan bahwa indukan jangkrik disiapkan untuk bertelur di media pasir. “Induknya dari jangkrik ini, kita ambil sekitar 10 kilo, kita taruh satu kotak, lalu dikasih media pasir buat nelur.” Dengan bibit yang sehat dan berasal dari indukan berkualitas, jangkrik akan lebih cepat beradaptasi, pertumbuhannya merata, dan waktu panen bisa lebih singkat.
2. Menyiapkan Kandang yang Nyaman dan Aman
Kandang merupakan tempat hidup utama jangkrik, sehingga kenyamanannya sangat memengaruhi produktivitas ternak. Umumnya kandang dibuat dari kayu atau triplek berbentuk kotak dan diisi dengan egg tray, daun pisang kering, atau pelepah pisang sebagai tempat persembunyian. Media ini berfungsi agar jangkrik tidak stres dan memiliki ruang berlindung yang cukup.
Yugo menjelaskan bahwa media dalam kandang tidak harus mahal. “Buat rumahnya bisa pakai tray telur, bisa juga pakai daun pisang kering, kalau mau ngirit pakai pelepah daun pisang kering.” Media tersebut membantu jangkrik bergerak, bersembunyi, dan mengurangi gesekan antarindividu yang bisa memicu kematian.
Selain desain, kandang harus ditempatkan di lokasi yang aman dari hama seperti semut, tikus, dan cicak. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar kandang tidak pengap. Kandang yang nyaman akan membuat jangkrik lebih aktif makan dan tumbuh stabil hingga mencapai ukuran panen lebih cepat.
3. Mengatur Kepadatan Jangkrik dalam Kandang
Kepadatan kandang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jangkrik karena populasi yang terlalu padat membuat persaingan pakan meningkat dan memicu kanibalisme. Jika ruang gerak sempit, jangkrik menjadi stres dan pertumbuhannya tidak merata sehingga waktu panen menjadi lebih lama.
“Kalau kotak besar ukuran 240 x 120 cm maksimal 5 ons telur jangkrik,” tambah Yugo. Dengan pengaturan ini, populasi tetap seimbang dan jangkrik memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan berkembang.
Kepadatan yang ideal memudahkan peternak dalam mengontrol pakan, kebersihan, serta kesehatan jangkrik. Semakin baik pengaturan populasinya, semakin cepat jangkrik mencapai ukuran optimal untuk dipanen dan menghasilkan bobot yang maksimal.
4. Memberikan Pakan Bergizi dan Teratur
Pakan menjadi faktor utama yang menentukan cepat atau lambatnya panen jangkrik karena seluruh pertumbuhan tubuh bergantung pada nutrisi harian. Umumnya jangkrik diberi pakan berupa konsentrat ayam, bekatul, atau campuran voer yang mengandung protein cukup tinggi.
Yugo menyampaikan bahwa ia menggunakan konsentrat ayam sebagai pakan utama. “Pakannya kita pakai pur ayam atau konsentrat ayam, kadang dioplos sedikit bekatul, tapi tetap lebih bagus kalau pakai pur.” Konsentrat ini membantu mempercepat pertumbuhan dan menjaga kesehatan jangkrik.
Selain pakan kering, jangkrik membutuhkan sumber air dari sayuran atau gedebok pisang. Yugo menambahkan, “Gedebok itu buat pengganti minum, bisa juga sayur-sayuran yang mengandung air.” Pakan harus tersedia setiap hari, karena jika terlambat, jangkrik bisa stres dan meloncat-loncat. “Pakannya harus ada setiap hari, biasanya pagi sama sore, semakin besar semakin boros.” Dengan pakan teratur, pertumbuhan jangkrik menjadi cepat dan merata.
5. Menjaga Kebersihan dan Kelembapan Kandang
Kebersihan kandang sangat menentukan kesehatan jangkrik karena lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit, jamur, dan bakteri. Jika sisa pakan menumpuk terlalu lama, kandang akan lembap dan berbau, sehingga jangkrik mudah stres dan pertumbuhannya terganggu. Oleh karena itu, pembersihan kandang perlu dilakukan secara rutin setiap hari.
Selain kebersihan, kelembapan kandang juga harus dijaga agar tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Kandang yang terlalu kering membuat jangkrik mudah dehidrasi dan tidak aktif makan, sedangkan kelembapan berlebih memicu pertumbuhan jamur. Biasanya peternak menyemprotkan air tipis-tipis di sekitar kandang, bukan langsung ke tubuh jangkrik.
Lingkungan yang bersih dan seimbang akan menciptakan kondisi hidup yang nyaman bagi jangkrik sehingga tingkat kematian bisa ditekan dan pertumbuhan berlangsung lebih cepat. Dengan kandang yang terawat, jangkrik bisa mencapai ukuran panen tanpa hambatan berarti.
6. Meminimalkan Gangguan dan Stres
Jangkrik merupakan hewan yang sensitif terhadap suara keras, getaran, dan cahaya berlebihan sehingga mudah mengalami stres jika lingkungannya tidak tenang. Stres pada jangkrik biasanya ditandai dengan menurunnya nafsu makan, gerakan yang tidak normal, dan pertumbuhan yang melambat. Kondisi ini tentu akan memperpanjang waktu panen jika tidak segera diatasi.
Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di tempat yang sepi, tidak sering dilalui orang, serta jauh dari sumber kebisingan seperti mesin, kendaraan, atau televisi. Cahaya di sekitar kandang juga sebaiknya redup karena jangkrik lebih nyaman hidup di tempat agak gelap. Selain itu, hindari membuka kandang terlalu sering kecuali saat memberi pakan dan membersihkan.
Dengan lingkungan yang tenang dan minim gangguan, jangkrik akan lebih fokus makan dan tumbuh secara alami. Kondisi mental yang stabil ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan panen dan kualitas jangkrik yang dihasilkan.
7. Menentukan Waktu Panen yang Tepat
Waktu panen jangkrik biasanya berkisar antara 30–40 hari tergantung jenis dan kualitas perawatannya. Jangkrik yang siap panen umumnya sudah memiliki ukuran tubuh besar, warna cerah, sayap mulai terbentuk, serta gerakan yang lincah. Jika dipanen terlalu cepat, ukuran jangkrik masih kecil dan nilai jualnya lebih rendah.
Panen sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu jangkrik yang belum siap. Proses pengambilan dapat menggunakan tangan atau saringan halus agar tubuh jangkrik tidak rusak. Penanganan yang baik saat panen juga menjaga kualitas jangkrik tetap segar dan menarik bagi pembeli.
Dengan menentukan waktu panen yang tepat, peternak bisa menjaga kualitas produk sekaligus mempercepat siklus budidaya berikutnya. Semakin baik perawatan sejak awal, semakin cepat pula perputaran usaha jangkrik dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Berapa lama jangkrik bisa dipanen? Umumnya jangkrik siap panen dalam waktu 30–40 hari sejak menetas.
2. Apakah budidaya jangkrik bisa dilakukan di rumah? Bisa, karena tidak membutuhkan lahan luas dan perawatannya relatif mudah.
3. Pakan terbaik untuk jangkrik apa? Voer halus, bekatul, dan sayuran segar seperti sawi atau kangkung.
4. Kenapa jangkrik sering mati mendadak? Biasanya karena kandang lembap, kotor, suhu tidak stabil, atau pakan berjamur.
5. Apakah jangkrik butuh air minum? Tidak langsung, karena kebutuhan air diperoleh dari sayuran segar.

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494374/original/023609800_1770286191-bantal_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494232/original/021854000_1770282008-Kamar_mandi_kecil_bersih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494203/original/027243400_1770280893-hadiah_tanaman_cov.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494148/original/005568100_1770279716-dimsum.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494122/original/047836800_1770279096-Cara_merawat_bonsai_cemara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494077/original/010041100_1770276900-pegangan_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464010/original/088564400_1767676965-gorengan__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493154/original/064002400_1770196137-Budidaya_Tabulampot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494073/original/053956000_1770276785-Menunjukkan_sisa_sabun_di_gelas__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491475/original/047526200_1770097030-unnamed-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493754/original/092150600_1770266481-1de8e231-05da-4a77-bf9f-0c2d07950489.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494065/original/053302700_1770276743-Cara_Agar_Keset_Tidak_Dikencingi_Kucing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904986/original/089636400_1642321633-pexels-zen-chung-5749098_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494011/original/017794000_1770274657-Cara_Menyimpan_Sapu__Pel__dan_Ember_di_Rumah_Sempit.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494230/original/084541800_1770281870-3808af0d-9325-43c1-ba69-642a6d86e427.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494023/original/065691500_1770274808-floor_drain.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493908/original/078176700_1770271630-keset_kamar_mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493810/original/028439100_1770267555-063_2054114585.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494009/original/026102200_1770274555-d1806f11-baad-49a1-8d88-8aa57e0684af.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)