Liputan6.com, Jakarta - Penerapan tips mengurangi kanibalisme ternak jangkrik secara konsisten merupakan fondasi utama bagi peternak untuk menghindari kerugian akibat kematian massal di dalam kandang. Kanibalisme biasanya muncul sebagai respons insting jangkrik saat mereka merasa terancam oleh kondisi lingkungan, kekurangan nutrisi protein, hingga masalah hidrasi yang tidak terpenuhi dengan baik. Dengan memahami teknik pengendalian populasi yang tepat, peternak dapat memastikan setiap ekor jangkrik tumbuh optimal tanpa saling memangsa, sehingga hasil panen tetap melimpah dan berkualitas tinggi sesuai target pasar.
Strategi utama dalam mengelola populasi ini melibatkan konsistensi pemberian pakan, pengaturan suhu yang ideal, hingga penyediaan media persembunyian yang cukup. Menurut Yugo Yunianto, seorang praktisi yang telah menekuni bidang ini sejak 2019, ketepatan waktu adalah segalanya.
"Biasanya yang mati tadi dimakan yang lain. Telat makan juga biasanya tarung, tarung saling makan," kata Yugo Yunianto kepada Liputan6.com.
Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah teknis dan praktis dalam meminimalkan gesekan antar jangkrik di dalam kandang. Dengan menerapkan metode yang benar, jangkrik akan tumbuh lebih sehat, memiliki ukuran yang seragam, dan tentu saja meminimalkan risiko kanibalisme yang sering menghantui para peternak pemula. Mari kita bedah satu per satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif jangkrik dan solusinya.
Strategi Manajemen Pakan untuk Mencegah Kanibalisme
Pakan adalah variabel paling sensitif dalam budidaya jangkrik. Ketika lambung jangkrik kosong, insting bertahan hidup mereka akan memicu perilaku agresif terhadap individu yang lebih lemah atau yang sedang mengalami proses moulting (ganti kulit). Kelaparan bukan hanya soal jumlah pakan, tapi juga soal kesinambungan ketersediaannya di dalam wadah pakan.
Yugo Yunianto menjelaskan bahwa jangkrik yang lapar akan menunjukkan perilaku gelisah seperti mencoba melarikan diri dari kandang.
"Tarung terus ada loncat-loncat. Maksudnya loncat keluar gitu cari makan kan? Ya itu, kalau kita sediaan di situ habis kita tambah, habis kita tambah. Enggak boleh telat," ungkap Yugo di peternakan Yugo Peternak Jangkrik di rumahnya.
Berikut adalah panduan jadwal pemberian pakan yang ideal:
Jangkrik Anakan
Cukup diberikan dua hari sekali karena konsumsi pakan mereka masih relatif sedikit.
Jangkrik Dewasa
Wajib diberikan minimal 2 hingga 3 kali sehari (pagi, sore, dan jika perlu malam hari).
Pengecekan Malam
Lakukan pengecekan rutin pada malam hari karena jangkrik cenderung lebih aktif saat gelap. Jika stok pakan habis, segera tambah tanpa menunggu esok pagi.
Pengaturan Suhu Ruangan yang Ideal
Suhu memiliki korelasi langsung dengan metabolisme dan nafsu makan jangkrik. Jika suhu terlalu dingin, jangkrik akan menjadi pasif dan enggan mencari makan meskipun pakan tersedia di depan mata. Sebaliknya, suhu yang terlalu panas membuat jangkrik stres, lemas, dan pada akhirnya mati, yang kemudian memicu jangkrik lain untuk memakan bangkainya.
Dalam menjaga stabilitas suhu ini, pemilihan material kandang dan atap bangunan sangat menentukan keberhasilan.
"Dingin enggak bagus, panas enggak bagus, yang bagus suhu ya suhu ruangan lah. Di ruangan hangat," ujar Yugo. Beliau menambahkan tips teknis terkait material bangunan: "Atap Asbes atau seng direkomendasikan sebagai bahan atap karena dapat menjaga suhu tetap hangat. Kalau genteng kan dingin."
- Suhu Hangat: Mempercepat pertumbuhan dan membuat jangkrik lebih aktif makan.
- Sirkulasi Udara: Pastikan udara tetap mengalir agar tidak terjadi kelembapan berlebih yang memicu jamur.
- Respon Terhadap Dingin: Jika terlalu dingin, jangkrik hanya akan bersembunyi di sela-sela egg tray dan menghambat pertumbuhan mereka.
Keamanan Kandang dari Predator dan Hama
Selain faktor internal seperti lapar dan suhu, gangguan eksternal dari predator dapat menyebabkan jangkrik stres dan saling tindih, yang berujung pada luka fisik dan kanibalisme. Predator seperti semut, cicak, dan tokek adalah musuh utama yang harus diantisipasi sejak dini dengan perlindungan fisik pada kandang. Pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dari bagian bawah hingga atas kandang agar jangkrik merasa aman.
"Di ujung kandang bisa diberi lakban agar jangkrik tidak bisa memanjat, dan di bagian bawah diberi oli untuk mencegah semut," tamha Yugo.
Selain itu, untuk predator yang lebih besar seperti tokek dan cicak, bisa menggunakan lem tikus atau menutup kandang dengan jaring.
Langkah pengamanan kandang yang efektif:
- Oli pada Kaki Boks Kandang: Mengisolasi kandang dari serangan koloni semut.
- Lakban Licin: Memasang lakban di sisi dalam bagian atas kandang agar jangkrik tidak merayap keluar.
- Jaring Penutup: Memastikan tidak ada celah bagi cicak atau tikus untuk masuk dan memangsa jangkrik secara masal.
Pentingnya Ruang Gerak dan Media Persembunyian
Kepadatan yang terlalu tinggi tanpa didukung oleh media persembunyian yang cukup adalah resep utama kegagalan budidaya. Jangkrik memerlukan ruang pribadi, terutama saat proses pergantian kulit di mana tubuh mereka sangat lunak dan mengeluarkan aroma yang memancing jangkrik lain untuk menyerang.
Penggunaan egg tray atau klaras (daun pisang kering) yang disusun dengan rapi sangat membantu memberikan jarak antar individu. Semakin besar jangkrik, semakin banyak ruang yang dibutuhkan. Jangkrik yang merasa terhimpit akan cenderung lebih agresif dan melakukan aksi kanibalisme sebagai bentuk persaingan memperebutkan wilayah.
Pemisahan Berdasarkan Fase Usia dan Ukuran Tubuh
Dalam ekosistem kandang yang sempit, hukum rimba berlaku di mana yang besar akan memangsa yang kecil. Ketimpangan ukuran tubuh di dalam satu wadah sering kali menjadi pemicu utama aksi kanibalisme, karena jangkrik yang lebih besar akan mendominasi akses pakan dan tidak segan-segan memangsa jangkrik yang pertumbuhannya terlambat. Oleh karena itu, sortir ukuran menjadi langkah preventif yang krusial bagi peternak untuk memastikan distribusi pakan yang merata.
Yugo Yunianto mencatat bahwa jangkrik memiliki karakteristik konsumsi yang berbeda seiring bertambahnya usia, yang jika dicampur akan merugikan jangkrik yang lebih muda. Beliau menjelaskan perbedaan kpaebutuhan tersebut, "Semakin besar semakin boros. Bisa tiga kali sehari. Kalau masih anakan gini ya dua hari sekali. Kan enggak habis." Dengan memisahkan jangkrik berdasarkan kelompok usia, Anda tidak hanya mengurangi risiko kanibalisme tetapi juga bisa melakukan efisiensi pakan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan masing-masing kelompok umur.
Langkah-langkah pemisahan yang efektif meliputi:
- Penyortiran Berkala: Jika terlihat ada perbedaan ukuran yang mencolok (misal ada jangkrik yang tumbuh jauh lebih cepat), segera pindahkan jangkrik "raksasa" tersebut ke kandang lain.
- Keseragaman Bibit: Pastikan telur yang ditetaskan dalam satu kandang berasal dari waktu yang bersamaan agar usia tetasnya seragam.
- Manajemen Ruang: Dengan populasi yang seragam secara ukuran, persaingan memperebutkan egg tray menjadi lebih seimbang dan meminimalkan intimidasi antar individu.
Secara keseluruhan, tips mengurangi kanibalisme ternak jangkrik berpusat pada pemenuhan hak-hak dasar serangga tersebut: perut yang kenyang, lingkungan yang hangat, dan rasa aman dari gangguan luar. Dengan mengikuti jadwal pemberian pakan yang disiplin serta memperhatikan detail teknis seperti penggunaan atap asbes dan pelumasan kaki kandang, produktivitas ternak Anda akan meningkat signifikan.
Potensi Keuntungan dan Analisis Bisnis Ternak Jangkrik
Memahami tips mengurangi kanibalisme ternak jangkrik bukan hanya soal teknis budidaya, melainkan tentang menjaga potensi pundi-pundi rupiah yang dihasilkan. Jangkrik memiliki siklus panen yang relatif singkat dengan pangsa pasar yang stabil, terutama untuk kebutuhan pakan burung berkicau dan ikan hias. Jika manajemen kandang dilakukan dengan benar sehingga tingkat kematian akibat kanibalisme rendah, peternak dapat menikmati margin keuntungan yang sangat menjanjikan hanya dalam hitungan minggu.
Keuntungan ini bisa dihitung secara matematis berdasarkan biaya produksi dan harga pasar yang berlaku. Yugo Yunianto memaparkan rincian estimasi pendapatan dari setiap kotak kandang yang dikelola secara optimal.
"Itu harga jangkrik juga rata-rata Rp30.000 satu kilo. Bisa lebih, kalau mahal bisa nyampe 50. Jadi per kotak kandang ukuran 240 x 120 cm itu rata-rata menghasilkan Rp900.000 selama itu 35 hari.," kata Yugo. Angka ini menunjukkan bahwa perputaran modal dalam bisnis jangkrik tergolong sangat cepat.
Jika dibedah lebih dalam mengenai modal operasionalnya, biaya yang dikeluarkan masih sangat masuk akal dibandingkan dengan hasil panennya. :
"Satu kotak pakan butuh pakan satu karung 370 (50 Kg) sama bibit ee anggap saja Rp100.000. Rp470.000 ya, jadi 430.000 untungnya itu," menurut perhitungan Yugo
Dengan keuntungan bersih hampir mencapai 100% dari modal pakan dan bibit per kotak, tak heran jika budidaya jangkrik menjadi primadona usaha rumahan. Semakin banyak kotak yang dimiliki dan semakin rendah angka kanibalisme yang terjadi, maka keuntungan peternak akan berlipat ganda secara konsisten.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa penyebab utama jangkrik saling makan?
Penyebab utamanya adalah keterlambatan pemberian pakan dan kekurangan nutrisi protein/air.
Berapa kali sebaiknya jangkrik diberi makan?
Untuk jangkrik dewasa, minimal 2-3 kali sehari (pagi dan sore/malam).
Mengapa suhu dingin berbahaya bagi jangkrik?
Suhu dingin membuat jangkrik enggan keluar untuk makan dan menghambat pertumbuhannya.
Bagaimana cara mencegah semut masuk ke kandang?
Oleskan oli atau taruh wadah berisi air/oli di setiap kaki-kaki kandang jangkrik.
Apa fungsi lakban di bagian atas kandang?
Lakban dipasang agar sisi kandang menjadi licin sehingga jangkrik tidak bisa memanjat keluar.

4 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3582786/original/040523200_1632538977-241313979_4501473943230084_3176543145038772813_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057121/original/094312600_1734578345-Screenshot_2024-12-19_101300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491255/original/003300700_1770089294-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492164/original/068823000_1770125289-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Vietnam_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491831/original/082506300_1770107713-buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491679/original/043884100_1770103770-Cucak_Ijo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469568/original/028685500_1768130668-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491576/original/032822800_1770100262-Penataan_Berundak_Tangga_Semen__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5490961/original/008220300_1770034801-20260122AA_GIilberto_SIlva-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492078/original/013036000_1770118922-1000242856.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491990/original/085992100_1770112978-unnamed-51.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510586/original/098300500_1626253938-dedi_kusnandar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491521/original/038351500_1770098566-cara_menanam_kacang_tanah_di_galon.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)