10 Ide Jualan Mie Goreng Rp 2.000-an yang Laris Manis, Modal Receh tapi Cuan Bisa Melimpah

1 month ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Usaha mie goreng harga Rp2.000-an masih menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan, terutama di lingkungan sekolah, perkampungan padat penduduk, hingga area kos-kosan. Dengan harga yang terjangkau, mie goreng bisa menjangkau hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Modal kecil yang dibutuhkan juga membuat usaha ini cocok untuk pemula.

Selain bahan bakunya mudah didapat, proses pembuatan mie goreng relatif sederhana dan tidak membutuhkan peralatan mahal. Strategi porsi kecil tapi banyak pilihan juga menjadi daya tarik tersendiri. Pembeli merasa tidak terbebani secara uang, namun tetap puas karena bisa memilih rasa favorit. .

Berikut ini sepuluh ide jualan mie goreng Rp2.000-an yang terbukti diminati pasar dan berpotensi menghasilkan keuntungan konsisten dengan modal receh.

1. Mie Goreng Original Mini

Mie goreng original dengan porsi mini menjadi ide paling dasar namun tetap laris. Rasa gurih khas mie goreng sudah sangat familiar dan disukai berbagai usia. Dengan porsi kecil, biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan rasa.

Menu ini cocok dijual untuk anak sekolah karena harganya ramah di kantong. Tampilan sederhana justru memberi kesan jajanan jujur dan mengenyangkan. Jangan lupa sajikan dalam wadah menarik agar tetap terlihat menggugah selera.

Dengan modal yang stabil dan permintaan tinggi, mie goreng original mini bisa menjadi menu andalan harian. Penjualan biasanya stabil setiap hari sekolah.

2. Mie Goreng Telur Orak-Arik Hemat

Tambahan telur orak-arik sedikit saja sudah cukup menaikkan nilai jual mie goreng. Meski dijual Rp2.000-an, telur bisa dibagi tipis untuk beberapa porsi. Rasa yang lebih gurih membuat pembeli merasa “lebih dapat”.

Menu ini cocok untuk pembeli yang ingin sedikit lebih kenyang. Anak-anak dan remaja biasanya tertarik karena ada tambahan protein. Penjual bisa mengatur porsi telur agar tetap untung.

Dengan teknik memasak cepat, menu ini tidak memperlambat antrean. Cocok untuk jam ramai seperti waktu istirahat sekolah.

3. Mie Goreng Kecap Manis

Mie goreng kecap manis memiliki cita rasa khas yang disukai banyak orang. Rasanya lebih lembut dan manis gurih, cocok untuk lidah anak-anak. Biaya produksinya juga lebih murah karena minim bumbu tambahan.

Menu ini bisa menjadi alternatif bagi pembeli yang tidak suka too spicy. Warnanya yang kecokelatan juga tampak menggoda secara visual. Porsi kecil tetap terasa nikmat.

Biasanya menu ini cepat habis di pagi hingga siang hari. Sangat cocok dijual di lingkungan sekolah dasar.

4. Mie Goreng Pedas Level Mini

Sensasi pedas selalu punya penggemar setia. Mie goreng pedas level mini dapat dibuat dengan sambal racik murah seperti cabai bubuk atau saus pedas. Meski murah, efek pedasnya bikin nagih.

Tingkat kepedasan bisa disesuaikan agar pembeli bebas memilih. Hal ini memberi kesan “custom” meski harganya sangat terjangkau. Strategi ini sering membuat pembeli kembali.

Menu pedas biasanya laku keras di kalangan remaja. Cocok dipadukan dengan branding unik seperti nama level pedas.

5. Mie Goreng Sayur Iris

Menambahkan irisan kol atau sawi tipis bisa membuat mie goreng lebih sehat dan menarik. Sayuran juga relatif murah dan bisa dibeli dalam jumlah besar. Dengan porsi irit, biaya tetap terkendali.

Menu ini sering disukai orang tua yang membelikan jajanan untuk anaknya. Tampilan mie goreng juga jadi lebih berwarna. Nilai gizinya meningkat tanpa menaikkan harga jual.

Ide ini cocok untuk pembeli yang ingin camilan ringan tapi tidak “kosong”. Bisa menjadi menu pembeda dari penjual lain.

6. Mie Goreng Bakso Iris Tipis

Satu butir bakso bisa diiris tipis menjadi beberapa porsi. Dengan teknik ini, mie goreng tetap terasa spesial meski dijual murah. Aroma bakso membuat mie jadi lebih menggugah selera.

Menu ini disukai semua kalangan. Rasanya familiar dan mengenyangkan. Pembeli sering merasa puas meski hanya mengeluarkan Rp2.000-an.

Bakso juga mudah disimpan dan tidak cepat rusak. Hal ini membantu efisiensi operasional penjual.

7. Mie Goreng Sosis Tipis

Sosis merupakan topping favorit anak-anak. Dengan mengiris sosis tipis dan membaginya ke beberapa porsi, modal tetap aman. Rasanya gurih dan aromanya menarik perhatian.

Menu ini cocok ditawarkan sebagai menu “favorit anak”. Penyajiannya pun cepat dan praktis. Warna sosis membuat tampilan mie lebih menarik.

Biasanya menu sosis cepat habis di jam sibuk. Cocok dijadikan menu unggulan.

8. Mie Goreng Minyak Bawang

Mie goreng dengan minyak bawang memiliki aroma khas yang menggoda. Modal bawang relatif murah dan bisa dipakai untuk banyak porsi. Rasanya gurih sederhana tapi nagih.

Menu ini cocok untuk pembeli yang menyukai rasa ringan. Tidak terlalu berat namun tetap nikmat. Sangat pas untuk camilan sore.

Minyak bawang juga bisa dibuat dalam jumlah besar untuk stok. Ini mempercepat proses penyajian.

9. Mie Goreng Kering ala Jajanan Jadul

Mie goreng kering atau setengah kering punya tekstur unik. Sensasi renyah di luar dan lembut di dalam membuatnya berbeda. Menu ini sering memancing rasa penasaran pembeli.

Proses masaknya cepat dan tidak boros bumbu. Porsi kecil pun tetap terasa seru dimakan. Cocok untuk jajanan nostalgia.

Biasanya menu ini laris di lingkungan sekolah dan pasar sore. Anak-anak suka karena teksturnya berbeda.

10. Mie Goreng Cup Mini

Mengemas mie goreng dalam cup kecil meningkatkan daya tarik visual. Kesannya modern meski harganya murah. Cup juga memudahkan pembeli makan sambil jalan.

Ukuran cup bisa disesuaikan dengan porsi Rp2.000-an. Branding sederhana bisa menambah nilai jual. Konsep ini cocok untuk area ramai.

Dengan tampilan rapi, mie goreng terasa lebih “niat”. Ini membuat pembeli tidak ragu meski harganya murah.

Perkiraan Modal dan Tips agar Jualan Mie Goreng Rp 2.000-an Tetap Untung

Dengan modal Rp 120.000–175.000, kamu sudah bisa mulai jualan mie goreng Rp 2.000-an untuk 40–50 porsi. Modal ini mencakup mie kuning satu bal, sayuran, kecap, minyak, bumbu halus, topping sederhana, dan kemasan cup kecil.

HPP per porsi hanya Rp 1.000–1.300, sehingga keuntungan per cup sekitar Rp 700–1.000. Jika laku 50 porsi sehari, kamu bisa membawa pulang Rp 35.000–50.000 per hari,  kecil modalnya, cepat baliknya.

Tips Biar Tetap Untung

  • Belanja mie curah/grosir agar biaya lebih hemat.
  • Gunakan bumbu homemade supaya lebih murah daripada sachet.
  • Pertahankan porsi mini yang konsisten untuk menjaga margin.
  • Belanja mie curah/grosir agar biaya lebih hemat.
  • Gunakan bumbu homemade supaya lebih murah daripada sachet.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah jualan mie goreng Rp2.000 masih menguntungkan?

Ya, jika mengatur porsi dan bahan dengan efisien, keuntungannya tetap stabil.

2. Di mana lokasi paling cocok untuk jualan ini?

Sekolah, depan rumah, area kos, dan pasar sore.

3. Berapa modal awalnya?

Mulai dari Rp100 ribu–Rp200 ribu sudah bisa jalan.

4. Bagaimana cara agar pembeli repeat order?

Jaga rasa konsisten, pelayanan cepat, dan variasikan menu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|