11 Usaha Ternak Modal Rp300 Ribu Cepat Balik Modal dan Mudah Dirawat

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak modal Rp300 ribu merupakan langkah awal yang realistis bagi masyarakat yang ingin merintis pendapatan tambahan dari sektor agribisnis skala mikro. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor peternakan rakyat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas yang memiliki siklus panen cepat.

Keberhasilan dalam menjalankan bisnis skala kecil ini sangat bergantung pada ketekunan dalam manajemen kebersihan kandang dan ketepatan pemilihan jenis hewan yang memiliki daya tahan tinggi. Meskipun dimulai dengan anggaran yang minim, potensi pengembangan usaha ini cukup terbuka lebar jika hasil panen diputarkan kembali menjadi modal penambahan populasi.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (6/2/2026).

1. Budidaya Ayam Kampung Skala Rumahan

Memulai usaha ternak modal Rp300 ribu dapat dilakukan dengan membeli sekitar 10-15 ekor bibit ayam (DOC) dan sisa dana digunakan untuk pakan awal. Ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibandingkan ayam ras, sehingga risiko kerugian akibat penyakit dapat lebih ditekan.

2. Ternak Burung Puyuh Petelur

Modal awal dialokasikan untuk membeli bibit puyuh siap bertelur yang harganya relatif terjangkau serta pembuatan kandang bertingkat sederhana dari kayu bekas. Hasil telur puyuh dapat dipanen setiap hari, memberikan arus kas yang cepat untuk menutupi biaya operasional harian.

3. Budidaya Kelinci Pedaging

Memilih sepasang kelinci sebagai usaha ternak modal Rp300 ribu adalah pilihan cerdas karena perkembangbiakannya yang sangat cepat. Kelinci hanya membutuhkan hijauan dari lingkungan sekitar, sehingga biaya pakan dapat diminimalisir secara signifikan setiap bulannya.

4. Ternak Bebek Petelur Skala Kecil

Menjalankan usaha ternak modal Rp300 ribu pada komoditas bebek dapat difokuskan pada pembelian bibit remaja (bayah) dalam jumlah terbatas. Bebek memiliki harga jual telur yang lebih tinggi dan stabil di pasar dibandingkan dengan telur ayam ras biasa.

5. Budidaya Merpati Hias atau Balap

Investasi dalam usaha ternak modal Rp300 ribu ini cukup untuk membeli satu hingga dua pasang merpati dengan kualitas standar. Perawatan merpati relatif mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga sangat cocok untuk lingkungan padat penduduk.

6. Ternak Hamster untuk Pasar Hewan Peliharaan

Hamster memiliki siklus reproduksi yang sangat singkat dan membutuhkan kandang berukuran kecil yang mudah dibersihkan. Pasar hamster masih cukup potensial, terutama di area perkotaan yang memiliki banyak peminat hewan peliharaan mungil.

7. Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber)

Metode ini merupakan usaha ternak modal Rp300 ribu yang sangat efisien karena menggabungkan ternak lele dan tanaman sayuran dalam satu wadah. Biaya tersebut mencakup pembelian ember, bibit lele, dan benih kangkung sebagai produk sampingan yang menguntungkan.

8. Ternak Ikan Cupang Hias

Ikan cupang tidak memerlukan tabung oksigen atau alat aerasi mahal, sehingga modal dapat difokuskan pada indukan yang memiliki corak warna menarik. Budidaya ini dapat dilakukan di dalam wadah bekas atau toples kaca dengan perawatan air yang rutin.

9. Budidaya Ikan Guppy

Ikan guppy memiliki daya tarik pada keindahan ekornya dan sangat mudah berkembang biak dalam waktu singkat di kolam semen kecil. Permintaan pasar terhadap ikan hias jenis ini selalu stabil untuk memenuhi kebutuhan penghobi akuarium.

10. Ternak Jangkrik untuk Pakan Burung

Permintaan jangkrik sebagai pakan tambahan burung kicau sangat tinggi dan stabil di berbagai daerah. Dengan modal minim, wadah berupa kotak kayu atau kardus besar sudah cukup untuk memulai siklus produksi jangkrik hingga panen.

11. Budidaya Maggot BSF

Ternak maggot merupakan solusi pengolahan sampah organik sekaligus menghasilkan pakan alternatif berprotein tinggi bagi unggas atau ikan. Usaha ini hampir tidak memerlukan biaya pakan karena maggot mengonsumsi sisa-sisa limbah dapur dari lingkungan sekitar.

FAQ

Apakah modal 300 ribu cukup untuk pakan?

Cukup untuk tahap awal, namun disarankan mencari pakan alternatif seperti sisa dapur atau hijauan untuk menekan biaya.

Ternak apa yang paling cepat panen?

Ikan lele dan jangkrik adalah pilihan dengan siklus panen yang relatif singkat, sekitar 1 hingga 2 bulan.

Dimana bisa menjual hasil ternak skala kecil?

Hasil panen dapat ditawarkan ke tetangga sekitar, pasar tradisional, atau melalui grup jual beli di media sosial.

Apa risiko terbesar modal kecil?

Risiko utama adalah kematian bibit akibat cuaca, sehingga kebersihan kandang dan pemberian vitamin alami sangat diperlukan.

Apakah perlu izin usaha untuk ternak rumahan?

Untuk skala mikro rumahan biasanya tidak memerlukan izin khusus selama tidak mengganggu kenyamanan tetangga sekitar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|