13 Sampah Dapur yang Tidak Boleh Buat Pakan Ternak, Hindari Risiko Keracunan Akut

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak memerlukan perhatian khusus bagi para peternak guna menghindari risiko keracunan pada hewan. Menurut Badan Karantina Indonesia, pemberian sisa makanan yang sembarangan, terutama yang mengandung bahan hewani yang tidak diolah sempurna, berisiko menyebarkan penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Oleh karena itu, memilah limbah organik sebelum dijadikan pakan tambahan, merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam manajemen kesehatan ternak di lingkungan rumah tangga maupun peternakan rakyat.

Pemahaman mengenai kandungan nutrisi dan zat antinutrisi dalam setiap sisa bahan makanan akan sangat membantu dalam menjaga sistem pencernaan hewan. Melalui pemilihan bahan yang tepat, potensi gangguan metabolisme pada ternak akibat paparan zat kimia atau bakteri patogen dari sisa dapur dapat diminimalisir.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (6/2/2026).

1. Kulit Alpukat dan Bijinya

Menghindari pemberian bagian ini adalah sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak karena mengandung persin yang bersifat racun bagi mamalia dan unggas. Persin dapat menyebabkan kerusakan otot jantung hingga kesulitan bernapas yang fatal bagi hewan ternak yang mengonsumsinya.

2. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bahan ini mengandung senyawa tiosulfat yang dapat merusak sel darah merah pada hewan seperti sapi, kambing, dan kuda. Konsumsi dalam jumlah tertentu akan memicu anemia hemolitik yang mengganggu kesehatan metabolisme ternak secara keseluruhan.

3. Tanaman Kelompok Nightshade (Tomat dan Kentang Hijau)

Bagian batang, daun, dan kentang yang sudah berwarna hijau merupakan sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak karena kandungan solaninnya. Solanin adalah senyawa alkaloid beracun yang menyerang sistem saraf dan pencernaan hewan dengan dampak yang cukup serius.

4. Biji Buah-buahan (Apel, Persik, dan Ceri)

Biji dari buah-buahan ini mengandung senyawa sianogenik yang dapat melepaskan sianida saat dihancurkan di dalam sistem pencernaan. Paparan sianida meski dalam dosis kecil dapat menghambat transportasi oksigen dalam darah hewan ternak.

5. Kulit Jeruk dan Buah Sitrus

Kandungan asam sitrat yang sangat tinggi menjadikan kulit jeruk sebagai sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak dalam jumlah besar. Asam sitrat yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan pH dalam lambung ternak ruminansia dan menyebabkan iritasi pencernaan.

6. Sisa Daging dan Produk Hewani Mentah

Menghindari sisa olahan daging mentah adalah sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak guna mencegah penularan patogen berbahaya. Kementerian Pertanian memperingatkan bahwa limbah sisa restoran yang mengandung daging berisiko membawa virus penyakit menular pada ternak. 

7. Sisa Makanan yang Terlalu Asin (Tinggi Garam)

Memberikan limbah dapur dengan kadar garam tinggi termasuk sampah dapur yang tidak boleh buat pakan ternak karena risiko keracunan ion natrium. Kelebihan garam menyebabkan dehidrasi ekstrem, gangguan syaraf, hingga pembengkakan otak pada ternak seperti babi dan unggas.

8. Cokelat dan Produk Mengandung Kafein

Cokelat mengandung theobromine dan kafein yang sangat beracun bagi sebagian besar hewan ternak karena memengaruhi denyut jantung secara drastis. Gangguan pada sistem saraf pusat akibat bahan ini dapat memicu kejang dan kegagalan fungsi jantung.

9. Sisa Masakan Berlemak Tinggi

Lemak yang berlebihan dari sisa gorengan atau gajih dapat mengganggu mikroflora di dalam rumen hewan ruminansia. Hal ini mengakibatkan proses fermentasi makanan terganggu dan menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi harian.

10. Makanan yang Sudah Berjamur atau Busuk

Sisa makanan yang telah terkontaminasi jamur mengandung mikotoksin yang sangat berbahaya bagi hati dan sistem imun hewan. Pemberian pakan yang busuk dapat memicu keracunan massal yang berdampak pada kematian mendadak di area peternakan.

11. Gula dan Pemanis Buatan (Xylitol)

Gula berlebih dapat menyebabkan kembung akut dan gangguan pencernaan pada hewan ternak seperti sapi dan kambing. Pemanis buatan seperti xylitol bahkan lebih berbahaya karena dapat memicu pelepasan insulin secara mendadak yang berujung pada gagal hati.

12. Ampas Kopi dan Teh

Kandungan alkaloid dan tanin yang tinggi dalam ampas minuman ini dapat menghambat penyerapan protein dalam sistem pencernaan. Jika dikonsumsi terus-menerus, ternak akan mengalami malnutrisi meskipun jumlah pakan yang diberikan sudah mencukupi.

13. Kulit Telur Mentah yang Tidak Diolah

Meskipun kaya kalsium, kulit telur mentah tanpa pemanasan dapat membawa bakteri Salmonella yang menginfeksi saluran pencernaan. Sebaiknya kulit telur direbus atau dipanggang terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam pakan ternak.

FAQ

Apakah kulit pisang aman untuk ternak?

Ya, kulit pisang aman dan bergizi asalkan dalam kondisi bersih dan tidak membusuk.

Kenapa garam berlebih berbahaya bagi ternak?

Garam berlebih memicu keracunan natrium yang merusak sel saraf dan menyebabkan dehidrasi berat.

Bolehkah nasi sisa diberikan ke ternak?

Boleh, namun pastikan nasi belum berlendir/basi dan tidak mengandung bumbu dapur yang tajam.

Apa risiko memberikan makanan berjamur?

Jamur menghasilkan mikotoksin yang dapat merusak organ hati dan memicu kematian pada hewan.

Mengapa sisa daging dilarang bagi ternak ruminansia?

Sisa daging berisiko menyebarkan penyakit menular dan tidak sesuai dengan sistem pencernaan herbivora.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|