Liputan6.com, Jakarta - Masalah perut kembung sering menjadi tantangan serius bagi peternak ruminansia. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas makan dan menurunkan performa harian ternak. Pemahaman mengenai pakan ternak agar tidak kembung menjadi langkah awal, untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan secara berkelanjutan.
Pengelolaan pakan berperan besar dalam kestabilan proses fermentasi di dalam rumen. Kesalahan pemilihan bahan sering memicu pembentukan gas berlebih. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang pakan ternak agar tidak kembung sangat dibutuhkan, terutama bagi peternak pemula.
Setiap jenis ternak memiliki karakter pencernaan berbeda, terutama sapi, kambing dan domba. Perbedaan tersebut menuntut perhatian khusus pada komposisi ransum harian. Informasi seputar pakan ternak agar tidak kembung membantu peternak menyesuaikan kebutuhan nutrisi, tanpa risiko gangguan perut.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/1/2026).
Memahami Kembung pada Ternak
Masalah kembung pada ternak kerap menjadi perhatian serius bagi para peternak, terutama bagi pemelihara hewan ruminansia seperti sapi, kambing dan domba. Kondisi ini tidak dapat dianggap sepele, sebab perut ternak dapat membesar secara tidak normal akibat penumpukan gas di dalam rumen. Dampaknya tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memengaruhi nafsu makan, aktivitas harian, hingga fungsi pernapasan. Apabila dibiarkan tanpa penanganan tepat, kembung berpotensi menurunkan produktivitas bahkan mengancam keselamatan ternak.
Secara umum, kembung atau bloat terjadi akibat proses fermentasi berlebihan di dalam rumen. Fermentasi tersebut menghasilkan gas dalam jumlah besar, sementara mekanisme pengeluaran gas tidak berjalan secara normal. Akibatnya, gas terperangkap dan menyebabkan tekanan pada dinding perut ternak. Pola pemberian pakan tidak seimbang, kualitas bahan pakan kurang baik, serta pergantian jenis pakan secara mendadak sering menjadi faktor utama pemicu kondisi ini. Melalui pengelolaan pakan terencana dan konsisten, risiko terjadinya kembung dapat ditekan secara signifikan.
Kembung dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu kembung primer (frothy bloat atau wet bloat) dan kembung sekunder (free gas bloat atau dry bloat). Kembung primer terjadi ketika gas terperangkap dalam busa yang stabil di dalam rumen, seringkali disebabkan oleh konsumsi pakan tertentu. Sementara itu, kembung sekunder terjadi karena adanya gas bebas yang terpisah dari ingesta, yang bisa disebabkan oleh penyumbatan saluran pencernaan atau kegagalan eruktasi akibat masalah lain.
Jenis Pakan Ternak Agar Tidak Kembung
1. Hijauan Kering Berkualitas
Hijauan kering seperti rumput kering atau hay memiliki kadar air lebih rendah dibanding hijauan segar, sehingga mampu membantu mengurangi risiko terjadinya fermentasi berlebihan di dalam rumen. Kondisi pakan yang lebih kering membuat proses pencernaan berlangsung lebih stabil dan terkontrol.
Selain itu, hijauan kering berperan penting dalam merangsang aktivitas mengunyah kembali atau ruminasi, sehingga membantu kerja rumen menjadi lebih optimal. Proses tersebut mendukung pelepasan gas secara alami dan menurunkan kemungkinan terjadinya penumpukan gas di dalam perut ternak.
2. Jerami Fermentasi
Jerami yang telah melalui proses fermentasi memiliki tekstur lebih lunak dan lebih mudah dicerna oleh ternak ruminansia. Proses fermentasi membantu memecah serat kasar kompleks menjadi bentuk lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih efisien. Selain meningkatkan kecernaan, jerami fermentasi juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme rumen. Kondisi mikroba yang stabil membantu menekan pembentukan gas berlebih dan mendukung sistem pencernaan ternak tetap sehat.
3. Silase Berkualitas
Silase merupakan pakan hasil fermentasi hijauan melalui proses terkontrol dalam kondisi anaerob. Silase berkualitas dapat menjadi sumber pakan aman dan bergizi bagi ternak apabila proses pembuatannya dilakukan dengan benar. Ciri silase baik ditandai oleh aroma segar, warna alami, dan tidak adanya jamur. Silase dalam kondisi baik membantu menyediakan nutrisi secara stabil tanpa memicu gangguan pencernaan, sehingga risiko kembung dapat diminimalkan.
4. Konsentrat Seimbang
Pakan konsentrat berfungsi sebagai sumber energi dan protein untuk mendukung pertumbuhan serta produktivitas ternak. Pemberian konsentrat perlu dilakukan dalam jumlah terkontrol agar tidak membebani sistem pencernaan. Konsentrat seimbang sebaiknya selalu diberikan bersama hijauan sebagai sumber serat. Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan fermentasi di dalam rumen sehingga energi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa memicu pembentukan gas berlebihan.
5. Pakan Tambahan Serat Kasar
Pakan tambahan serat kasar seperti dedak halus, kulit kacang, atau ampas tebu dapat digunakan sebagai pelengkap ransum harian ternak. Bahan-bahan ini berperan dalam menyeimbangkan tekstur pakan dan membantu memperlancar proses fermentasi di dalam rumen. Serat kasar mendukung aktivitas ruminasi dan membantu mengontrol laju fermentasi, sehingga risiko penumpukan gas dapat ditekan secara efektif.
Cara Pemberian Pakan Agar Ternak Tidak Kembung
Pemberian pakan tidak hanya berkaitan pada jenis bahan yang digunakan, tetapi juga pada pola, waktu, dan jumlah pemberian setiap hari. Kesalahan dalam manajemen pakan dapat memicu gangguan pencernaan dan meningkatkan risiko kembung pada ternak ruminansia. Oleh karena itu, penerapan cara pemberian pakan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan rumen dan kestabilan proses fermentasi.
1. Berikan Pakan Secara Bertahap
Pakan sebaiknya diberikan secara bertahap dan tidak dalam jumlah besar sekaligus. Pemberian bertahap membantu rumen bekerja lebih stabil dan mencegah penumpukan gas secara tiba-tiba. Pola ini juga memberikan waktu bagi mikroorganisme rumen untuk mencerna pakan secara optimal tanpa tekanan berlebih.
2. Dahulukan Hijauan Sebelum Konsentrat
Hijauan sebaiknya diberikan lebih dahulu sebelum pakan konsentrat. Hijauan berfungsi sebagai sumber serat yang membantu merangsang aktivitas ruminasi dan mempersiapkan rumen menerima pakan berenergi tinggi. Langkah ini membantu menurunkan risiko fermentasi berlebihan akibat konsumsi konsentrat dalam kondisi perut kosong.
3. Jaga Konsistensi Waktu Pemberian
Pemberian pakan pada jam yang teratur membantu menjaga ritme kerja sistem pencernaan ternak. Konsistensi waktu membuat mikroorganisme rumen beradaptasi dengan baik dan bekerja secara seimbang. Pola waktu tidak teratur dapat mengganggu proses fermentasi dan meningkatkan risiko kembung.
4. Lakukan Pergantian Pakan Secara Perlahan
Pergantian jenis pakan perlu dilakukan secara bertahap dalam beberapa hari. Proses adaptasi ini memberi kesempatan bagi mikroorganisme rumen untuk menyesuaikan diri terhadap komposisi pakan baru. Perubahan mendadak sering memicu ketidakseimbangan fermentasi dan pembentukan gas berlebih.
5. Perhatikan Jumlah dan Komposisi Pakan
Jumlah pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan ternak berdasarkan usia, bobot badan, dan tingkat aktivitas. Komposisi pakan seimbang antara hijauan, konsentrat, dan serat kasar membantu menjaga fungsi rumen tetap optimal. Pemberian pakan berlebihan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
6. Pastikan Ketersediaan Air Minum Bersih
Air minum bersih berperan penting dalam mendukung proses pencernaan dan membantu pergerakan isi rumen. Ketersediaan air cukup membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan dan mendukung pelepasan gas secara alami.
FAQ Seputar Topik
Apa itu kembung pada ternak ruminansia?
Kembung pada ternak ruminansia adalah kondisi penumpukan gas berlebihan di dalam rumen, salah satu lambung hewan memamah biak, yang terjadi karena proses pengeluaran gas terganggu atau produksi gas terlalu cepat.
Pakan apa saja yang dapat memicu kembung pada ternak?
Pakan pemicu kembung meliputi hijauan leguminosa (seperti alfalfa dan clover), hijauan muda yang masih basah atau berembun, serta konsentrat yang terlalu tinggi atau biji-bijian giling halus.
Bagaimana cara mencegah kembung pada ternak melalui manajemen pakan?
Pencegahan kembung dapat dilakukan dengan melayukan hijauan sebelum diberikan, menghindari pakan basah, tidak membiarkan ternak terlalu lapar, memvariasikan pakan, serta melakukan perubahan pakan secara bertahap.
Adakah bahan tambahan pakan yang dapat membantu mencegah kembung?
Ya, beberapa bahan seperti simethicone, minyak tumbuhan (minyak kelapa/goreng), soda water, dan leguminosa yang mengandung tanin tinggi dapat digunakan sebagai pakan anti-kembung atau bahan tambahan.
Mengapa penting untuk memberikan air bersih yang cukup bagi ternak?
Air bersih yang cukup sangat penting untuk proses pencernaan yang sehat dan membantu mencegah dehidrasi, yang dapat memperburuk kondisi kembung pada ternak.

1 day ago
13
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489046/original/047456600_1769778320-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378198/original/006045500_1760220581-irak_-_indo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489576/original/078791800_1769907622-Ansyari_Lubis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489455/original/055722100_1769870330-InShot_20260131_213240929.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5464725/original/068475800_1767702507-IMG-20260106-WA0037.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)