5 Rekomendasi Usaha Ternak Ikan 1 Bulan Panen, Peluang Cuan Cepat dengan Modal Terjangkau

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak ikan 1 bulan panen semakin diminati karena menawarkan perputaran modal yang lebih cepat dibandingkan komoditas perikanan lain. Dengan strategi budidaya yang tepat, pembudidaya bisa menikmati hasil dalam waktu singkat sekaligus memenuhi tingginya permintaan pasar ikan konsumsi.

Budidaya ikan air tawar sendiri dikenal sebagai salah satu sektor agribisnis yang menggiurkan. Selain pasarnya luas, teknik pemeliharaannya relatif mudah dipelajari oleh pemula. Bahkan, banyak jenis ikan yang bisa dibudidayakan di kolam terpal sederhana atau lahan terbatas di pekarangan rumah.

Menariknya, perkembangan teknologi pakan dan manajemen kualitas air membuat siklus panen semakin efisien. Dengan memilih jenis ikan yang pertumbuhannya cepat, peluang mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat pun semakin terbuka lebar. Berikut rekomendasi dari Liputan6.com, Sabtu (14/2/2026).

1. Ikan Lele

Clarias gariepinus atau lele dumbo merupakan salah satu ikan paling populer di Indonesia. Lele terkenal tangguh dan mampu hidup di kondisi air dengan kadar oksigen rendah. Media budidayanya pun fleksibel, mulai dari kolam tanah, kolam terpal, hingga ember besar.

Waktu panen lele umumnya berkisar 3–4 bulan sejak penebaran benih. Namun, dalam praktik intensif dengan manajemen pakan optimal, sebagian pembudidaya sudah bisa melakukan panen selektif dalam waktu sekitar 1,5–2 bulan untuk ukuran konsumsi kecil (lele pecel atau lele mini).

Keunggulan lele:

  • Tahan penyakit
  • Padat tebar tinggi
  • Permintaan pasar stabil
  • Modal relatif kecil

Catatan penting: pemberian pakan harus teratur karena lele memiliki sifat kanibal jika kekurangan pakan.

2. Ikan Nila

Oreochromis niloticus atau ikan nila menjadi primadona di industri perikanan. Berdasarkan informasi dari BBPP Kupang dan KKP, nila memiliki daya adaptasi tinggi dan dapat hidup pada kepadatan tebar tinggi maupun kadar oksigen rendah.

Harga ikan nila di pasaran berkisar Rp30.000–Rp40.000 per kilogram dan relatif stabil. Masa panen umumnya 4–6 bulan untuk ukuran 500 gram per ekor.

Menariknya, terdapat varietas unggulan yaitu nila salin yang dirilis melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22/KEPMEN-KP/2014. Nila salin mampu tumbuh lebih cepat di air payau dengan tingkat salinitas hingga 20 ppt. Dalam praktik budidaya intensif, nila salin bisa dipanen sekitar 2,5–3 bulan.

Dalam satu hektare kolam, hasil panen nila salin bisa mencapai rata-rata 3 ton per siklus dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp20 juta per siklus setelah dikurangi biaya produksi.

Bagi pelaku usaha ternak ikan 1 bulan panen, nila bisa menjadi opsi untuk panen sebagian (parsial) pada ukuran kecil jika menggunakan sistem intensif dan pakan berkualitas tinggi.

3. Ikan Mas

Cyprinus carpio termasuk ikan air tawar dengan permintaan stabil sepanjang tahun. Harga jualnya berkisar Rp27.000–Rp38.000 per kilogram.

Menurut DKPP Buleleng, ikan mas siap panen dalam 6–8 bulan dengan bobot 300–400 gram per ekor. Dalam kepadatan 40 ekor per meter persegi, hasil panen bisa mencapai 12–16 kg per meter persegi.

Walaupun bukan kategori 1 bulan panen, ikan mas tetap menarik untuk diversifikasi usaha karena pasarnya luas dan harga relatif stabil.

4. Ikan Patin

Pangasius hypophthalmus atau patin dikenal cepat besar dan memiliki pasar ekspor. Waktu panennya sekitar 6–7 bulan.

Kunci keberhasilan budidaya patin terletak pada kualitas air dan pakan. Semakin besar ukuran ikan, semakin tinggi pula nilai jualnya. Patin cocok bagi pembudidaya yang ingin membangun usaha skala menengah hingga besar.

5. Ikan Gurame

Osphronemus goramy memiliki harga jual tinggi, berkisar Rp45.000–Rp60.000 per kilogram. Gurame sering menjadi menu andalan restoran seafood.

Masa panennya 4–6 bulan dengan bobot ideal 0,5–1 kg per ekor. Tingkat kematiannya rendah dan kebutuhan pakannya tidak terlalu besar dibandingkan beberapa jenis ikan lain.

Strategi Agar Bisa Mendekati 1 Bulan Panen

Secara biologis, sebagian besar ikan konsumsi membutuhkan waktu lebih dari 1 bulan untuk mencapai ukuran layak jual. Namun, konsep usaha ternak ikan 1 bulan panen bisa dilakukan melalui beberapa strategi:

  1. Panen Parsial (Sortir Ukuran Besar): Ikan yang pertumbuhannya lebih cepat bisa dipanen lebih dulu.
  2. Gunakan Benih Ukuran Lebih Besar: Memulai dari benih ukuran 7–9 cm akan memperpendek masa pemeliharaan.
  3. Sistem Bioflok atau Intensif: Memaksimalkan kepadatan tebar dan efisiensi pakan.
  4. Pakan Berkualitas Tinggi: Protein cukup (28–35%) untuk mempercepat pertumbuhan.
  5. Manajemen Kualitas Air: Kontrol pH, suhu, dan kadar oksigen secara rutin.

Dengan manajemen optimal, beberapa jenis seperti lele dan nila bisa mendekati target panen cepat untuk segmen pasar tertentu.

Mengapa Budidaya Ikan Air Tawar Menguntungkan?

Mengacu pada laman DKPP Buleleng (dkpp.bulelengkab.go.id), budidaya ikan air tawar memiliki prospek cerah karena harga jualnya relatif stabil dan permintaan pasar tidak mengenal musim. Komoditas seperti ikan mas, nila, dan gurame memiliki pangsa pasar luas, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun restoran.

Selain itu, menurut jurnal International Journal: Strategies in Developing Freshwater Fish Farming to Prevent Stunting oleh Franchy Ch. Liufeto, budidaya ikan air tawar dapat menjadi solusi strategis dalam menyediakan sumber protein murah dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan memilih ikan yang cepat tumbuh, pembudidaya dapat mempercepat siklus panen dan menekan biaya produksi.

Inilah alasan mengapa konsep usaha ternak ikan 1 bulan panen banyak dicari, terutama oleh pemula yang ingin modal cepat kembali.

FAQ Seputar Ternak Ikan

1. Apakah benar ada ikan yang bisa panen tepat 1 bulan?

Secara umum sulit untuk ukuran konsumsi normal, tetapi panen parsial ukuran kecil bisa dilakukan pada sistem intensif.

2. Berapa modal awal ternak lele skala rumahan?

Untuk kolam terpal kecil 2x3 meter, modal bisa mulai dari Rp1–3 juta tergantung harga benih dan pakan.

3. Ikan apa yang paling tahan penyakit?

Lele dan nila dikenal paling adaptif dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal.

4. Bagaimana cara menekan biaya pakan?

Gunakan pakan berkualitas dengan konversi pakan (FCR) rendah serta kombinasikan dengan pakan tambahan alami.

5. Apakah budidaya ikan cocok untuk pemula?

Sangat cocok, terutama jika dimulai dari kolam kecil agar risiko kerugian lebih terkendali.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|