Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan dan paparan sinar matahari yang minim seringkali menjadi tantangan utama bagi para pegiat urban farming di perkotaan. Namun, hal tersebut tidak berarti impian memiliki kebun sayur sendiri harus pupus. Dengan strategi yang tepat dan pemilihan jenis tanaman yang sesuai, lahan sempit bahkan area dengan cahaya terbatas sekalipun dapat disulap menjadi kebun produktif yang hijau dan asri.
Berkebun di tengah hiruk pikuk kota menawarkan beragam manfaat, mulai dari ketersediaan sayuran segar, penghematan biaya belanja, hingga menciptakan suasana rumah yang lebih sejuk dan menenangkan. Bersama Widadi (52), Ketua Kampung Wisata Suryatmajan Yogyakarta yang diwawancarai oleh Liputan6 pada Kamis (29/01/2026), artikel ini akan menyajikan informasi seputar 6 tanaman sayur yang cocok untuk lahan kecil perkotaan dan minim sinar matahari. Yuk, simak!
Tanaman Sayur Ikut Bantu Ketahanan Pangan
Menanam sayur di lahan kecil perkotaan bukan sekadar hobi atau hiasan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga. Tanaman sayur yang tepat untuk lahan terbatas, terutama yang toleran terhadap cahaya rendah, memungkinkan masyarakat perkotaan tetap bisa menghasilkan pangan sendiri. Hal ini juga yang ditekankan pada program Lorong Sayur di Kelurahan Suryatmajan Yogyakarta.
"Dari hasil panen itu kan bisa untuk kepentingan warga. Untuk membantu kebutuhan sehari-hari," ujar Widadi.
Ya, berbeda dengan tanaman hias, sayur dapat langsung dikonsumsi, memberikan manfaat gizi, dan menjadi pasokan pangan segar yang rutin dipanen. Dengan begitu, lahan sekecil apapun, balkon, teras, atau pojok halaman, bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kemandirian pangan.
Keunggulan lain dari menanam sayur di lahan terbatas adalah kemampuan tanaman ini untuk berproduksi secara berkelanjutan. Sayuran seperti selada, bayam, kangkung, terong atau sawi dapat dipanen berkali-kali dalam satu periode, sehingga pasokan makanan tetap ada tanpa harus membeli setiap hari.
"Terong kan bisa dipanen 3 kali (dalam sekali tanam). Kemarin habis panen. Tapi habis itu memang harus dicabut diganti baru. Sekarang ini baru saya matikan dulu, besok mungkin setelah puasa baru ditanam (terong) lagi." tambahnya.
Media Tanam yang Tepat untuk Sayuran di Lahan Minim Sinar Matahari
Keberhasilan menanam sayur di tempat minim sinar matahari tidak hanya ditentukan oleh jenis tanamannya. Media tanam yang tepat sangat penting agar akar dapat menyerap nutrisi dan air dengan optimal. Campuran tanah subur, kompos, dan bahan porous seperti cocopeat atau pasir membantu tanaman tetap tumbuh subur, meski cahaya matahari terbatas, serta memudahkan drainase agar akar tidak tergenang. Sebagai contoh, Lorong Sayur Suryatmajan menggunakan media tanam kohe (kotoran hewan), tanah, dan sekam padi yang diambil dari berbagai tempat.
"Kita media tanam itu diambil dari Imogiri, pasar hewan Gamping, terus dari Muntilan, terus dari Prambanan juga. Itu tempat-tempat untuk ngambil bahan-bahan media tanam kita," jelasnya.
Dengan pemilihan tanaman sayur yang sesuai dan penggunaan media tanam yang tepat, pekarangan kecil di perkotaan bisa menjadi “kebun mini” yang produktif. Tanaman sayur yang rutin dipanen tidak hanya menambah ketersediaan pangan keluarga, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat perkotaan tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan mandiri.
Selain itu, kegiatan ini memberi nilai tambah berupa pengalaman edukatif, kegiatan santai, dan lingkungan rumah yang lebih hijau, sehat, dan bermanfaat secara langsung bagi kebutuhan sehari-hari. Dengan kombinasi pemilihan tanaman yang tepat dan perawatan yang konsisten, kebun sayur mini di perkotaan dengan kondisi minim sinar matahari pun dapat menghasilkan panen yang berlimpah. Adapun jenis-jenis tanaman sayur yang bisa Anda pilih untuk ditanam di lahan kecil perkotaan dengan sinar matahari yang minim antara lain sebagai berikut;
1. Sawi
Sawi, atau yang sering disebut caisin, merupakan jenis sayuran daun yang sangat produktif dan menjadi pilihan populer untuk berkebun di rumah karena waktu panennya yang singkat, yaitu sekitar 30–45 hari setelah tanam. Tanaman ini dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan cuaca dan hujan, sehingga dapat ditanam sepanjang tahun. Meskipun mudah dibudidayakan, sawi membutuhkan drainase yang baik dan tidak memerlukan air terlalu banyak, oleh karena itu kondisi akarnya harus diperhatikan agar tidak terlalu lembap.
Proses penanaman sawi dimulai dari penyemaian benih di wadah kecil sebelum dipindahkan ke media tanam permanen. Agar pertumbuhannya optimal, sawi membutuhkan pencahayaan penuh dan penyiraman rutin. Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong pangkal batang setelah daun mencapai ukuran ideal, dan bagian akar yang tersisa di tanah terkadang memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali. Sawi memiliki cita rasa khas yang banyak digunakan dalam berbagai masakan rumahan.
2. Kangkung
Kangkung dikenal sebagai salah satu sayuran dengan pertumbuhan paling cepat, dengan masa panen yang sangat singkat, yaitu sekitar tiga hingga empat minggu atau 21–30 hari sejak ditanam. Karena kemudahan perawatannya, kangkung memiliki tingkat keberhasilan budidaya yang tinggi, bahkan sering digunakan dalam instalasi budidaya dalam ember (budikdamber) karena akarnya dapat tergenang air, menjadikannya pilihan ideal untuk lahan terbatas. Kangkung termasuk sayuran yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
Tanaman kangkung dapat ditanam langsung di tanah maupun di pot atau media tanam yang gembur dan lembap. Kangkung membutuhkan sinar matahari yang cukup dan penyiraman rutin, meskipun tidak terlalu terik. Untuk memperpanjang masa panen, disarankan untuk memetik bagian daun muda dan membiarkan batangnya tetap tumbuh sehingga dapat menghasilkan panen baru dalam waktu singkat. Kangkung sangat populer dan banyak digunakan dalam masakan tradisional Indonesia seperti tumis kangkung.
3. Bayam
Bayam adalah sayuran daun yang terkenal mudah ditanam dan sangat cepat dipanen, umumnya dalam waktu 20–40 hari sejak ditanam. Bayam hadir dalam dua varietas utama, yaitu bayam merah dan bayam hijau, dan mampu beradaptasi dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Tanaman ini tahan panas dan cocok untuk pemula, dapat dibudidayakan di berbagai jenis media tanam, termasuk pot kecil atau planter bag.
Sayuran ini memerlukan sinar matahari sepanjang hari untuk tumbuh optimal dan menghasilkan daun yang hijau segar. Bayam memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, termasuk zat besi dan vitamin K, menjadikannya pilihan sehat untuk konsumsi harian. Seperti kangkung, bayam dapat dipanen secara bertahap dengan memetik daun-daun muda, yang memungkinkan tanaman terus tumbuh dan menghasilkan daun baru selama beberapa minggu.
4. Pakcoy
Pakcoy memiliki tampilan yang mirip dengan sawi, namun secara fisik dapat dibedakan dari batangnya yang cenderung lebih besar dan pendek, serta struktur daunnya yang lebih lebar. Sama-sama merupakan sayuran cepat panen, pakcoy sudah dapat dipanen dalam waktu singkat, yaitu sekitar 25–30 hari setelah semai. Tanaman ini ideal untuk budidaya di lahan sempit atau pot di rumah tangga.
Saat mencapai usia panen, pakcoy akan memiliki bentuk oval melebar dengan tangkai daun yang berwarna hijau cerah. Pertumbuhannya yang cepat dan bentuknya yang ringkas membuatnya menjadi pilihan favorit dalam praktik urban farming. Pakcoy dapat diolah menjadi berbagai masakan tumisan dan sup.
5. Selada
Selada dapat tumbuh subur di iklim panas maupun sejuk, meskipun pertumbuhannya akan lebih optimal di daerah sejuk. Sayuran ini cocok untuk sistem budidaya modern seperti hidroponik, di mana sistem Nutrient Film Technique (NFT) sering digunakan untuk memastikan kebutuhan air dan nutrisi tercukupi secara optimal, menghasilkan panen yang segar dan bebas pestisida. Selada siap panen setelah berumur sekitar 30–35 hari setelah persemaian.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menanam selada adalah waktu panen; selada harus segera dipanen begitu daun bawahnya menyentuh media, karena jika terlambat, daun selada dapat terasa pahit. Pemanenan yang tepat waktu akan memastikan tekstur yang renyah dan rasa yang manis. Selada merupakan komponen utama dalam berbagai hidangan salad dan sandwich.
6. Terong
Terong adalah tanaman pangan yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya, menjadikannya salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Terong memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, antara lain diketahui dapat menurunkan kolesterol darah dan mengandung zat antikanker. Di Indonesia, terong banyak digunakan sebagai lalapan (sayuran segar) atau diolah menjadi sayur.
Terdapat beberapa jenis terong yang populer, seperti terong pipit, terong telunjuk, dan terong ungu, yang sering dibedakan berdasarkan bentuk dan warnanya. Varietas terong ungu modern seperti Milano F1, Antaboga F1, dan Turangga F1 dapat dipanen sekitar 50 hari setelah tanam (HST) dengan potensi hasil panen yang melimpah. Budidaya terong memerlukan persiapan benih dan lahan yang baik.
7. Tomat
Tomat adalah sayuran buah yang sering dibudidayakan dengan sistem hidroponik, menggunakan teknik seperti irigasi tetes (drip irrigation) atau aeroponik. Keunggulan menanam tomat secara hidroponik adalah hasil panen yang melimpah dengan kualitas buah yang lebih baik. Beberapa varietas yang sering dipilih untuk budidaya hidroponik antara lain adalah tomat ceri dan tomat plum.
Meskipun merupakan tanaman buah, tomat termasuk dalam kategori tanaman yang direkomendasikan karena perawatannya yang relatif mudah. Tomat dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan panen yang lebih baik ketika ditanam bersama tanaman pendamping yang tepat. Tomat kaya akan vitamin dan antioksidan, serta memiliki banyak kegunaan dalam masakan.
8. Cabai
Cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang direkomendasikan karena perawatannya yang dianggap mudah dalam budidaya perkebunan skala kecil. Meskipun rentan terhadap hama, cabai sering dibudidayakan dengan teknik tumpang sari atau kebun campur bersama tanaman lain di lahan terbatas, misalnya bersama terong dan tanaman pendamping. Teknik ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan dan meminimalkan kerugian panen.
Dalam praktik kebun campur, tanaman pendamping seperti basil dapat membantu mengusir lalat dan nyamuk, sementara tanaman legum seperti kacang panjang dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan mengikat nitrogen. Penambahan nitrogen alami ini mengurangi kebutuhan pupuk kimia, membantu cabai tumbuh lebih sehat, dan berkontribusi pada hasil panen yang lebih baik dan berkelanjutan. Cabai adalah sumber vitamin C yang baik.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Sayuran apa yang paling cepat panen?
Kangkung, yang dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu (21–30 hari) setelah tanam.
2. Jenis sayuran apa yang paling populer untuk ditanam di lahan sempit seperti itu?
Sayuran daun yang mudah tumbuh dan cepat panen seperti Sawi, Kangkung, Bayam, dan Pakcoy.
3. Selain sayuran daun, sayuran buah apa saja yang umum ditanam?
Beberapa sayuran buah yang ditanam adalah Terong, Tomat, dan Cabai.
4. Apakah ada tanaman yang direkomendasikan untuk pemula?
Ya, Bayam dan Kangkung sangat direkomendasikan karena perawatannya mudah, tahan panas, dan masa panennya sangat singkat.

2 days ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489046/original/047456600_1769778320-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378198/original/006045500_1760220581-irak_-_indo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489576/original/078791800_1769907622-Ansyari_Lubis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489455/original/055722100_1769870330-InShot_20260131_213240929.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5464725/original/068475800_1767702507-IMG-20260106-WA0037.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)