7 Cara Ternak Ayam Bangkok Bagi Pemula, Simak Panduan Lengkap untuk Hasil Optimal

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ternak ayam Bangkok kini menjadi peluang usaha menarik bagi masyarakat urban maupun pedesaan. Banyak orang mencari metode praktis untuk memelihara ayam aduan, agar sehat dan tumbuh optimal. Panduan lengkap dan terstruktur sangat dibutuhkan, supaya proses pemeliharaan berjalan lancar. Cara ternak ayam Bangkok menyediakan langkah-langkah penting, mulai dari pemilihan bibit hingga manajemen pakan.

Permintaan pasar terhadap ayam Bangkok juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Ayam ini diminati peternak, hobiis aduan dan kolektor ayam hias. Nilai jual tinggi membuat ternak ayam Bangkok berpotensi menjadi sumber penghasilan signifikan. Dengan perencanaan tepat, pemula dapat menjalankan usaha ternak di rumah, tanpa memerlukan lahan luas. Cara ternak ayam Bangkok menekankan pentingnya perawatan, pakan dan kesehatan agar hasil optimal.

Usaha ternak ayam Bangkok tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pemanfaatan lahan terbatas secara produktif. Aktivitas ini mengajarkan manajemen waktu, perawatan hewan dan perencanaan produksi. Bagi peternak pemula, panduan praktik yang sistematis akan mempermudah adaptasi dan mengurangi risiko kegagalan. Dengan mengikuti cara ternak ayam Bangkok, peluang memperoleh ayam sehat, berkualitas dan bernilai jual tinggi menjadi lebih besar.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/1/2026).

1. Memilih Bibit Unggul

Langkah awal yang paling krusial dalam ternak ayam Bangkok adalah pemilihan bibit yang memiliki kualitas unggul. Pastikan bibit ayam dalam kondisi sehat, aktif bergerak, bulu rapih dan mengkilap, kaki kokoh, serta postur tubuh seimbang dan proporsional.

Pemilihan bibit dari garis keturunan unggul memiliki pengaruh besar terhadap performa ayam, termasuk stamina tinggi, pertumbuhan lebih cepat, daya tahan tubuh yang baik, dan karakter fisik yang optimal. Bibit berkualitas ini juga meningkatkan peluang keberhasilan usaha ternak karena anakan akan mewarisi sifat unggul dari induknya, sehingga lebih siap menghadapi tantangan pemeliharaan dan memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.

2. Menyiapkan Kandang yang Nyaman

Kandang ayam harus dirancang agar nyaman, kering, dan terlindung dari panas ekstrem maupun hujan deras. Ventilasi yang baik penting untuk memastikan sirkulasi udara lancar sehingga ayam tetap sehat dan terhindar dari stres akibat udara pengap. Lantai kandang dapat dilapisi bahan penyerap kelembapan, seperti sekam padi, pasir, atau serbuk gergaji, untuk menjaga kebersihan, mengurangi bau, dan mencegah berkembangnya penyakit. Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah ayam; misalnya untuk ayam dewasa idealnya 1–2 ekor per meter persegi agar setiap individu memiliki ruang gerak cukup, meminimalkan pertarungan, dan mendukung pertumbuhan optimal.

3. Memberikan Pakan Sesuai Umur

Pemberian pakan adalah faktor penentu utama pertumbuhan, kondisi fisik, dan kesehatan ayam Bangkok. Jenis dan jumlah pakan harus disesuaikan dengan umur ayam:

  • Anakan (0–4 minggu): Gunakan pakan starter berkandungan protein tinggi sekitar 22–24% untuk mendukung perkembangan otot, tulang, dan daya tahan tubuh.
  • Remaja (4–12 minggu): Berikan pakan grower protein 18–20% agar pertumbuhan tubuh lebih seimbang dan stamina meningkat.
  • Dewasa (12 minggu ke atas): Gunakan pakan finisher protein 16–18% untuk pemeliharaan energi, daya tahan, dan kondisi tubuh ideal.

Selain pakan utama, tambahkan vitamin dan mineral jika diperlukan. Pastikan pakan selalu bersih dan segar, sementara air minum tersedia sepanjang waktu untuk mencegah dehidrasi dan mendukung metabolisme tubuh ayam.

4. Perawatan Kesehatan Rutin

Kesehatan ayam Bangkok harus dipantau secara rutin setiap hari. Periksa kondisi bulu, kaki, mata, serta perilaku ayam untuk mendeteksi masalah sejak dini. Lakukan vaksinasi sesuai jadwal untuk mencegah penyakit umum, seperti Newcastle, Marek, atau penyakit pernapasan. Kebersihan kandang harus dijaga, minimal dibersihkan 2–3 kali seminggu, termasuk penggantian alas lantai, pembersihan tempat makan, dan pengelolaan kotoran. Lingkungan kandang juga harus bebas dari hama seperti tikus, kutu, atau serangga pengganggu, agar ayam tetap sehat dan produktif.

5. Pemangkasan dan Penataan Lingkungan

Pemangkasan bulu atau kuku pada ayam tertentu dapat dilakukan untuk mencegah cedera selama aktivitas harian atau pertarungan ringan. Perawatan ini juga memudahkan pemeliharaan dan menjaga kebersihan ayam. Lingkungan sekitar kandang harus dijaga bersih dari kotoran menumpuk dan genangan air, karena kondisi lembap meningkatkan risiko penyakit dan menurunkan kesehatan ayam secara keseluruhan.

6. Manajemen Breeding

Jika tujuan ternak meliputi pengembangan usaha atau penjualan anakan, manajemen breeding sangat penting. Pilih pejantan dan betina unggul berdasarkan garis keturunan, kesehatan, dan kualitas fisik. Catat seluruh data induk dan keturunan agar kualitas anak ayam tetap terjaga. Anakan harus ditempatkan di area hangat, menggunakan lampu pemanas agar suhu tetap stabil dan mendukung pertumbuhan awal yang optimal. Breeding yang terencana juga meningkatkan peluang menghasilkan anak ayam sehat dan bernilai jual tinggi.

7. Panen dan Pemasaran

Ayam Bangkok dapat dipanen sesuai tujuan, apakah untuk aduan, hias, atau pedaging. Umumnya panen dilakukan pada umur 4–6 bulan, tergantung kondisi fisik dan pasar. Hasil panen dapat dijual langsung ke hobiis, peternak lain, jasa lomba, atau melalui platform online. Pastikan ayam sehat, memiliki postur baik, dan siap jual agar harga tetap tinggi. Pemasaran yang tepat dan kualitas ayam terjaga akan meningkatkan keuntungan, serta membangun reputasi usaha ternak jangka panjang.

Estimasi Modal Ternak Ayam Bangkok

Modal awal ternak ayam Bangkok tergantung jumlah ayam, jenis kandang, dan fasilitas pendukung. Berikut perkiraan modal untuk skala kecil (~20 ekor ayam):

Bibit Ayam Bangkok

  • Harga per ekor anakan umur 1–2 minggu: Rp50.000 – Rp100.000
  • Total untuk 20 ekor: Rp1.000.000 – Rp2.000.000

Kandang dan Peralatan

  • Kandang sederhana dari kayu dan kawat ram: Rp500.000 – Rp800.000
  • Tempat makan dan minum: Rp150.000 – Rp250.000
  • Lampu pemanas untuk anakan: Rp200.000 – Rp300.000

Total: Rp850.000 – Rp1.350.000

Pakan dan Nutrisi

  • Pakan starter (0–4 minggu): Rp200.000 – Rp300.000
  • Pakan grower (4–12 minggu): Rp300.000 – Rp400.000
  • Pakan finisher (12 minggu ke atas): Rp300.000 – Rp500.000
  • Vitamin dan mineral tambahan: Rp100.000

Total pakan dan nutrisi: Rp900.000 – Rp1.300.000

Obat-obatan dan Vaksinasi

  • Vaksin Newcastle, Marek, dan vitamin kesehatan: Rp200.000 – Rp300.000
  • Estimasi total modal awal: Rp2.950.000 – Rp4.950.000

Estimasi Keuntungan Ternak Ayam Bangkok

Keuntungan tergantung harga jual, umur panen, dan kualitas ayam:

Harga Jual

  • Ayam Bangkok umur 4–6 bulan (untuk aduan/hobi): Rp350.000 – Rp700.000 per ekor
  • Ayam pedaging atau hias: Rp250.000 – Rp500.000 per ekor
  • Pendapatan Potensial untuk 20 Ekor
  • Minimal: 20 x Rp250.000 = Rp5.000.000
  • Maksimal: 20 x Rp700.000 = Rp14.000.000

Keuntungan Bersih

Hitung perkiraan keuntungan bersih: Pendapatan – Total Modal

  • Minimal: Rp5.000.000 – Rp4.950.000 = Rp50.000
  • Maksimal: Rp14.000.000 – Rp2.950.000 = Rp11.050.000

Perlu diingat, angka keuntungan bervariasi tergantung manajemen pakan, kesehatan ayam, kualitas bibit, dan strategi pemasaran. Penjualan ke pasar hobi atau lomba biasanya memberikan margin lebih tinggi dibandingkan penjualan massal ke pedagang lokal.

FAQ Seputar Topik

Apa itu Ayam Bangkok?

Ayam Bangkok adalah jenis ayam aduan yang berasal dari Thailand, dikenal karena reputasinya sebagai petarung unggul dengan tubuh besar, kuat, dan cerdas.

Mengapa ternak ayam Bangkok menjanjikan sebagai bisnis?

Ternak ayam Bangkok menjanjikan karena ayam berkualitas tinggi dapat dijual dengan harga fantastis, bahkan mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah untuk ayam jawara atau unik.

Bagaimana cara memilih indukan ayam Bangkok yang berkualitas?

Pilihlah pejantan dan betina yang sehat, tidak cacat, lincah, memiliki ciri fisik unggul seperti bulu cerah, mata tajam, serta pastikan memiliki trah atau silsilah yang jelas.

Apa saja aspek penting dalam manajemen kandang ayam Bangkok?

Manajemen kandang meliputi penyesuaian ukuran kandang sesuai usia, kebersihan harian dari kotoran dan sisa pakan, ventilasi yang baik, serta penyemprotan disinfektan secara berkala.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|