Liputan6.com, Jakarta - Lupa mengeluarkan ikan dari freezer untuk menu makan malam atau kedatangan tamu mendadak seringkali menjadi kendala dalam menyiapkan hidangan. Situasi ini tentu membutuhkan solusi cepat agar ikan beku dapat segera diolah tanpa mengorbankan kualitas dan keamanannya. Untungnya, ada beberapa metode efektif yang bisa diterapkan untuk mencairkan ikan beku dalam waktu singkat.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam 7 tips agar ikan beku cepat cair yang aman, praktis, dan menghasilkan ikan dengan tekstur serta rasa yang tetap optimal. Setiap metode akan dijelaskan langkah-langkahnya, perkiraan waktu yang dibutuhkan, serta kelebihan dan kekurangannya, sehingga Anda bisa memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Penting untuk selalu mengingat bahwa kecepatan dalam mencairkan ikan tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu antara 5°C hingga 60°C, yang dikenal sebagai zona suhu bahaya. Dengan memahami dan menerapkan metode yang tepat, Anda dapat memastikan ikan siap masak tanpa risiko kesehatan.
Jadi simak tips agar ikan beku cepat cair selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/12/2025).
1. Metode Air Dingin Mengalir
Mencairkan ikan beku menggunakan air dingin mengalir merupakan salah satu metode yang paling direkomendasikan karena efisiensinya. Teknik ini tidak hanya cepat, tetapi juga membantu menjaga kualitas tekstur ikan sehingga tetap segar saat dimasak. Metode ini ideal untuk berbagai jenis ikan, baik yang berukuran kecil maupun sedang.
Untuk menerapkan metode ini, pastikan ikan terbungkus rapat dalam kantong plastik kedap udara atau kemasan vakum yang tidak bocor. Jika kemasan asli tidak kedap air, pindahkan ikan ke kantong plastik ziplock dan buang udara sebanyak mungkin sebelum merendamnya. Hal ini penting untuk mencegah ikan menyerap air dan menjadi lembek.
Tempatkan ikan yang sudah terbungkus dalam wadah atau baskom di wastafel, lalu biarkan air keran dingin mengalir perlahan ke dalamnya. Sebagai alternatif, Anda bisa merendam ikan dalam air dingin dan mengganti air setiap 20-30 menit untuk menjaga suhu tetap rendah dan konsisten. Ikan berukuran sedang biasanya akan mencair dalam waktu sekitar 1 jam, sementara potongan yang lebih kecil bisa lebih cepat lagi.
Metode ini menawarkan kombinasi kecepatan dan kualitas terbaik karena air dingin mencairkan ikan lebih cepat daripada udara dingin di kulkas. Pastikan untuk selalu menggunakan air keran biasa yang dingin, bukan air es, dan hindari penggunaan air hangat atau panas sama sekali.
2. Trik Air Garam & Cuka, Cepat Plus Hilangkan Bau Amis
Penambahan garam dan cuka ke dalam air rendaman dapat menjadi solusi ganda saat mencairkan ikan beku. Selain mempercepat proses pencairan, larutan ini juga efektif membantu menetralkan bau amis yang seringkali melekat pada ikan. Metode ini sangat berguna, terutama untuk jenis ikan yang cenderung memiliki bau amis kuat seperti kembung atau tongkol.
Untuk memulai, larutkan 1 sendok makan cuka dan 1 sendok teh garam ke dalam baskom berisi air dingin. Pastikan kedua bahan ini tercampur rata dalam air sebelum ikan dimasukkan. Larutan ini akan menciptakan lingkungan yang membantu memecah es lebih cepat dan mengurangi bau tidak sedap.
Kemudian, masukkan ikan yang masih terbungkus rapat ke dalam larutan air garam dan cuka tersebut. Rendam ikan selama kurang lebih 10-20 menit, lalu periksa apakah ikan sudah mencair sempurna. Waktu yang dibutuhkan bisa bervariasi tergantung ukuran dan ketebalan ikan.
Sebagai tips tambahan, Anda juga bisa mengoleskan cuka encer langsung pada permukaan ikan sebelum proses perendaman untuk hasil yang lebih maksimal dalam menghilangkan bau amis. Metode ini merupakan salah satu tips agar ikan beku cepat cair yang praktis dan memberikan manfaat tambahan.
3. Gunakan Microwave (Mode Defrost), Solusi Darurat Super Cepat
Microwave dapat menjadi penyelamat saat Anda benar-benar terburu-buru dan membutuhkan ikan beku untuk segera diolah. Namun, penggunaan microwave untuk mencairkan ikan harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena berisiko membuat pencairan tidak merata. Bagian luar ikan bisa mulai matang sementara bagian dalamnya masih beku, yang dapat memengaruhi tekstur akhir.
Langkah pertama adalah memindahkan ikan ke piring tahan microwave, terutama jika kemasan aslinya tidak aman untuk alat tersebut. Selanjutnya, gunakan mode defrost pada microwave Anda atau atur daya rendah, sekitar 300W. Pengaturan daya rendah ini penting untuk meminimalkan risiko ikan matang sebagian.
Panaskan ikan dalam interval waktu yang sangat pendek, misalnya 30 detik hingga 2-3 menit. Setelah setiap interval, segera cek kondisi ikan dan balik posisinya agar proses pencairan lebih merata. Lanjutkan proses ini hingga ikan cukup lunak untuk diolah.
Peringatan keras: Ikan yang dicairkan menggunakan microwave harus langsung dimasak setelahnya. Bagian luar ikan yang mulai matang selama proses defrost menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, metode ini tidak disarankan jika Anda ingin menjaga kualitas tekstur ikan secara optimal.
4. Metode 'Bowl-in-Bowl' Air Dingin Tanpa Keran
Metode 'Bowl-in-Bowl' adalah alternatif yang efisien jika Anda ingin mencairkan ikan beku dengan cepat tanpa harus membiarkan air mengalir terus-menerus. Teknik ini lebih hemat air dibandingkan metode air mengalir langsung, namun tetap efektif dalam mempercepat proses pencairan. Ini adalah salah satu tips agar ikan beku cepat cair yang ramah lingkungan.
Untuk memulai, siapkan baskom berukuran besar dan isi dengan air dingin. Kemudian, masukkan ikan yang sudah terbungkus rapat dalam kantong plastik kedap udara ke dalam baskom atau wadah yang lebih kecil. Pastikan kantong ikan benar-benar kedap udara untuk mencegah ikan menyerap air dan menjadi lembek.
Tenggelamkan wadah berisi ikan ke dalam baskom besar yang sudah terisi air dingin. Jika perlu, gunakan pemberat seperti botol atau piring agar ikan terendam penuh di dalam air. Hal ini memastikan seluruh permukaan ikan terpapar suhu dingin secara merata.
Agar suhu air tetap dingin dan efektif mencairkan ikan, ganti air di baskom besar setiap 30 menit. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1,5 jam, tergantung pada ukuran dan ketebalan ikan yang Anda cairkan. Metode ini merupakan pilihan bagus untuk efisiensi air.
5. Persiapan di Kulkas (Bukan Freezer), Untuk yang Lebih Terencana
Meskipun bukan metode tercepat, mencairkan ikan di kulkas adalah cara paling aman dan terbaik untuk menjaga kualitas tekstur serta rasa ikan secara optimal. Metode ini sangat disarankan jika Anda memiliki waktu yang cukup dan dapat merencanakan menu masakan sehari sebelumnya. Proses pencairan yang lambat dan stabil di kulkas meminimalkan risiko pertumbuhan bakteri.
Langkah-langkahnya cukup sederhana. Pindahkan ikan beku dari freezer ke rak bagian bawah kulkas. Jika ikan masih dalam kemasan vakum, buat setidaknya satu lubang kecil pada kemasan atau keluarkan ikan dari kemasan. Ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri anaerobik yang dapat berkembang dalam kondisi tanpa oksigen.
Tempatkan ikan di atas piring atau wadah yang sudah dilapisi handuk atau tisu dapur. Tujuannya adalah untuk menyerap cairan yang mungkin menetes selama proses pencairan, menjaga kebersihan kulkas. Setelah itu, tutup ikan dengan plastic wrap atau masukkan ke dalam wadah tertutup.
Biarkan ikan mencair di kulkas selama 12 hingga 24 jam, tergantung pada ukuran dan ketebalannya. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, ini adalah tips agar ikan beku cepat cair yang paling aman dan direkomendasikan untuk menjaga kualitas. Setelah dicairkan, ikan dapat disimpan di kulkas hingga 24 jam sebelum dimasak.
6. Langsung Masak dari Beku, Skip Proses Pencairan
Dalam beberapa situasi, Anda bisa memasak ikan langsung dari keadaan beku tanpa perlu mencairkannya terlebih dahulu. Metode ini sangat praktis dan menghemat waktu, terutama jika Anda tidak sempat melakukan proses pencairan. Namun, tidak semua metode memasak cocok untuk ikan beku.
Beberapa cara memasak yang cocok untuk ikan beku meliputi memanggang dalam oven, mengukus, merebus (poach), atau memasak dalam saus (braise). Untuk memanggang, Anda mungkin perlu menambahkan waktu memasak sekitar 5-10 menit lebih lama dari resep biasa. Mengukus sangat ideal karena kelembaban membantu proses memasak ikan beku secara merata.
Sebaliknya, beberapa metode memasak tidak disarankan untuk ikan beku. Menggoreng ikan beku bisa menyebabkan cipratan minyak yang berbahaya dan membuat ikan matang tidak merata. Menumis juga sulit mendapatkan tekstur yang baik, sementara membakar langsung bisa membuat bagian luar gosong sementara bagian dalam masih beku.
Saat memasak ikan langsung dari beku, pastikan untuk selalu memeriksa bahwa ikan matang sempurna hingga ke bagian dalam. Suhu internal ikan yang aman untuk dikonsumsi adalah sekitar 63°C (145°F). Ini adalah salah satu tips agar ikan beku cepat cair yang paling efisien waktu.
7. Tips Pendukung & Larangan Mutlak
Untuk memastikan keamanan dan kualitas ikan yang dicairkan, ada beberapa tips pendukung penting yang perlu Anda perhatikan. Pertama, selalu bungkus ikan dengan plastik atau ziplock kedap udara sebelum direndam dalam air. Ini mencegah ikan menyerap air, yang dapat membuatnya menjadi lembek dan merusak tekstur.
Kedua, setelah ikan benar-benar cair, keringkan permukaannya dengan tisu dapur. Permukaan ikan yang kering akan membantu bumbu menempel lebih baik dan mencegah minyak meletup saat digoreng. Ketiga, ikan yang sudah dicairkan harus segera dimasak untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.
Ada beberapa larangan mutlak yang harus dihindari untuk menjaga keamanan pangan. Jangan pernah mencairkan ikan di suhu ruang, karena bakteri berkembang biak sangat cepat pada suhu antara 5°C - 60°C, meningkatkan risiko keracunan makanan. Jangan gunakan air panas atau hangat, sebab ini akan membuat bagian luar ikan matang dan lembek, sementara bagian dalam masih beku, dan suhu hangat adalah zona ideal bagi bakteri.
Terakhir, Jangan membekukan ulang ikan yang sudah dicairkan. Proses pembekuan ulang akan merusak tekstur dan kualitas ikan secara signifikan, serta berpotensi menurunkan keamanan pangannya. Memahami larangan ini adalah kunci dalam menerapkan tips agar ikan beku cepat cair dengan aman.
FAQ
Q: Manakah metode mencairkan ikan beku yang paling cepat dan aman?
A: Metode rendaman air dingin mengalir (atau dengan penggantian air rutin) adalah yang terbaik untuk kombinasi kecepatan (kurang dari 1 jam) dan keamanan kualitas ikan.
Q: Apakah aman mencairkan ikan di microwave?
A: Aman hanya jika Anda segera memasaknya setelah itu. Microwave bisa membuat bagian luar ikan matang sebagian, sehingga harus langsung dimasak untuk membunuh bakteri yang mungkin tumbuh.
Q: Mengapa tidak boleh menggunakan air panas untuk mencairkan ikan?
A: Air panas akan membuat bagian luar ikan matang dan menjadi lembek, sementara bagian dalam masih beku. Suhu hangat juga ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan sangat cepat.
Q: Bisakah ikan yang sudah dicairkan dimasukkan kembali ke freezer?
A: Tidak disarankan. Membekukan ulang akan merusak tekstur dan kualitas ikan secara signifikan, serta berpotensi menurunkan keamanan pangannya. Masak sesuai porsi sekali cair.

1 month ago
24
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3582786/original/040523200_1632538977-241313979_4501473943230084_3176543145038772813_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057121/original/094312600_1734578345-Screenshot_2024-12-19_101300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491255/original/003300700_1770089294-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491884/original/066586900_1770109840-Kanibalisme_Jangkrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492164/original/068823000_1770125289-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Vietnam_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491831/original/082506300_1770107713-buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491679/original/043884100_1770103770-Cucak_Ijo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469568/original/028685500_1768130668-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491576/original/032822800_1770100262-Penataan_Berundak_Tangga_Semen__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5490961/original/008220300_1770034801-20260122AA_GIilberto_SIlva-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492078/original/013036000_1770118922-1000242856.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491990/original/085992100_1770112978-unnamed-51.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510586/original/098300500_1626253938-dedi_kusnandar.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)