8 Jenis Tanaman Rambat yang Bisa Rusak Tembok, Ketahui Cara Mengatasinya

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman rambat di tembok sering kali menjadi pilihan utama bagi pemilik rumah di Indonesia untuk menciptakan kesan asri dan sejuk. Kehadiran vegetasi pada fasad bangunan memang efektif menurunkan suhu ruangan, namun tanpa pengetahuan yang tepat, ada jenis tanaman rambat yang bisa rusak tembok yang justru bisa menjadi ancaman serius bagi ketahanan fisik rumah Anda. Banyak orang tergiur dengan estetika dinding hijau tanpa menyadari bahwa sistem perakaran tertentu mampu menembus pori-pori semen.

Di iklim tropis seperti Indonesia, pertumbuhan tanaman sangatlah cepat karena paparan sinar matahari dan kelembapan yang tinggi. Tanaman dengan akar pelekat (rootlets) atau sulur yang kuat dapat masuk ke celah-celah retak rambut pada dinding, yang seiring waktu akan membesar dan melemahkan struktur plesteran. Hal ini sering kali baru disadari saat tanaman mulai rontok atau ketika pemilik rumah berniat melakukan pengecatan ulang.

Penting bagi Anda untuk memahami karakteristik biologis setiap tanaman sebelum menanamnya langsung pada dinding permanen. Kerusakan yang ditimbulkan bisa bervariasi, mulai dari cat yang terkelupas, noda permanen yang sulit hilang, hingga infiltrasi air ke dalam struktur dinding yang memicu pertumbuhan jamur di dalam ruangan. Berikut adalah daftar tanaman yang perlu diwaspadai agar estetika taman Anda tidak mengorbankan keamanan bangunan.

1. Dolar Rambat (Ficus pumila)

Jenis tanaman rambat yang bisa merusak tembok satu ini merupakan yang paling populer sekaligus paling berisiko di Indonesia. Dolar rambat memiliki akar adventif yang mengeluarkan zat perekat organik yang sangat kuat untuk menempel pada permukaan vertikal. Di daerah tropis yang lembap, pertumbuhan akar ini menjadi sangat agresif dan mampu mencengkeram dinding dengan sangat dalam.

Risiko utama dari tanaman ini adalah kemampuannya merusak lapisan cat dan plesteran dinding. Ketika Anda mencoba mencabut tanaman yang sudah tua, akar-akarnya biasanya akan tertinggal dan menyatu dengan pori-pori semen. Jika dipaksa ditarik, lapisan luar tembok sering kali ikut terkelupas, meninggalkan bekas bopeng yang sulit diperbaiki hanya dengan cat ulang.

Selain itu, jika dinding rumah Anda memiliki retakan kecil, akar dolar rambat akan masuk ke dalamnya dan membesar seiring pertumbuhan tanaman. Tekanan dari akar yang membesar ini dapat memperparah keretakan struktur. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memberikan pembatas atau media rambat khusus seperti kawat jika tetap ingin menanamnya.

2. English Ivy (Hedera helix)

English Ivy memang memberikan nuansa klasik ala Eropa, namun tanaman ini sangat invasif jika ditanam di tanah Indonesia yang subur. Tanaman ini menggunakan akar udara kecil untuk memanjat permukaan apa pun, termasuk kayu, bata, dan beton. Kelembapan tinggi di Indonesia membuat akar-akar ini tetap aktif dan terus mencari celah untuk menempel lebih kuat.

Bahaya laten dari Ivy adalah kemampuannya menahan kelembapan di antara daun dan dinding. Hal ini menciptakan mikroiklim yang sangat basah pada permukaan tembok, yang dapat mempercepat pelapukan semen dan tumbuhnya lumut serta jamur di sisi dalam ruangan. Jika dinding Anda terbuat dari bata ekspos atau batu alam, Ivy dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur pengikat antar bata.

Proses pembersihannya pun sangat melelahkan dan merusak. Akar yang tertinggal pada dinding sering kali membutuhkan bahan kimia khusus atau pengamplasan berat untuk dihilangkan. Penggunaan Ivy sebaiknya dihindari pada bangunan dengan plesteran yang sudah tua atau yang memiliki nilai sejarah tinggi karena risiko kerusakan strukturalnya.

3. Wisteria (Wisteria sinensis)

Jenis tanaman rambat yang bisa merusak tembok ini memang memiliki bunga ungu yang sangat menawan, namun batangnya adalah ancaman nyata bagi struktur rumah. Berbeda dengan tanaman kecil, Wisteria tumbuh menjadi batang kayu yang sangat besar, berat, dan kuat. Di Indonesia, wisteria memerlukan perawatan ekstra agar bisa berbunga, namun pertumbuhannya tetap bisa menjadi liar.

Batang wisteria yang melilit dapat dengan mudah mematahkan pagar besi, merusak talang air, hingga mengangkat atap jika dibiarkan merambat ke bagian atas bangunan. Kekuatan lilitannya menyerupai ular sanca yang dapat mencekik media rambatnya. Jika dibiarkan menempel langsung pada pilar atau tembok, tekanan dari pertumbuhan diameternya bisa menyebabkan keretakan yang signifikan.

Selain beratnya yang luar biasa, wisteria juga cenderung mencari celah terkecil di bawah genteng atau celah dinding untuk masuk. Hal ini bisa menyebabkan kebocoran pada atap saat musim hujan karena genteng yang terangkat atau retak. Disarankan hanya menanam wisteria pada pergola mandiri yang terbuat dari material baja atau kayu keras yang sangat kokoh.

4. Trumpet Vine (Campsis radicans)

Tanaman dengan bunga berbentuk terompet berwarna oranye ini dikenal sangat tangguh dan tumbuh dengan sangat cepat. Trumpet vine menggunakan akar udara untuk memanjat, yang secara fisik mirip dengan kaki seribu yang mencengkeram permukaan tembok. Di lahan yang luas, tanaman ini bisa tampak cantik, namun pada area perumahan, ia bisa menjadi bencana bagi eksterior rumah.

Akar-akar kecil ini sangat mahir mencari retakan atau celah pada struktur bangunan. Begitu masuk ke dalam celah, akar tersebut akan membesar dan bertindak seperti baji yang membelah struktur dinding secara perlahan. Selain itu, tanaman ini juga dikenal sangat invasif melalui sistem akarnya di dalam tanah, yang bisa merusak pipa air atau pondasi jalan setapak jika ditanam terlalu dekat.

Banyak pemilik rumah menyesal menanam Trumpet Vine karena perawatannya yang melelahkan. Tanaman ini harus dipangkas secara agresif setiap beberapa bulan agar tidak menutupi jendela atau merusak kabel listrik di sekitar rumah. Jika Anda tinggal di Indonesia dengan curah hujan tinggi, pertumbuhan tanaman ini akan semakin sulit dikendalikan.

5. Virginia Creeper (Parthenocissus quinquefolia)

Sebagai jenis tanaman rambat yang bisa merusak tembok, Virginia Creeper sering kali disalahpahami sebagai tanaman yang aman karena warnanya yang indah saat berganti musim. Tanaman ini menempel menggunakan bantalan berperekat di ujung sulurnya. Meskipun tidak sekuat akar dolar rambat, zat perekat yang dihasilkan dapat meninggalkan noda permanen pada dinding beton dan kayu.

Bantalan perekat ini sangat sulit dihilangkan setelah tanaman dicabut. Selain merusak estetika, Virginia Creeper memiliki pertumbuhan yang sangat masif yang bisa menutupi seluruh fasad rumah dalam waktu singkat. Ketebalan daunnya dapat memerangkap kelembapan di balik tanaman, yang memicu kerusakan cat rumah melalui pengelupasan dan penggelembungan (bubbling).

Risiko lainnya adalah berat beban vegetasi saat musim hujan. Daun yang basah akan menambah beban pada dinding rumah, yang jika tidak didukung oleh struktur yang kuat, bisa mengakibatkan kerusakan pada elemen dekoratif dinding. Tanaman ini juga sering menjadi sarang bagi serangga dan hewan kecil karena rimbunnya dedaunan yang menempel rapat ke tembok.

6. Climbing Hydrangea (Hydrangea anomala)

Tanaman ini populer karena bunganya yang cantik dan kemampuannya tumbuh di area yang kurang cahaya matahari. Namun, climbing hydrangea memanjat dengan akar udara yang sangat melekat kuat. Pada dinding kayu, tanaman ini adalah musuh utama karena akarnya dapat menembus serat kayu dan menyebabkan pembusukan akibat kelembapan yang terperangkap.

Pada tembok semen, akar-akarnya dapat masuk ke dalam pori-pori halus dan memperbesar risiko keretakan. Proses pertumbuhan tanaman ini relatif lambat pada awalnya, namun begitu akarnya mapan, ia akan tumbuh dengan sangat kuat dan sulit untuk dikendalikan tanpa merusak permukaan tempatnya menempel.

Bekas akar yang menempel biasanya akan tetap terlihat meskipun tanaman sudah mati, memberikan kesan dinding yang kotor dan tidak terawat. Jika ingin menanam hydrangea jenis ini di lingkungan tropis, pastikan ada jarak antara media rambat dengan struktur utama bangunan untuk mencegah kontak langsung dengan dinding.

7. Boston Ivy (Parthenocissus tricuspidata)

Mirip dengan saudaranya, Virginia Creeper, Boston Ivy sering digunakan untuk memberikan kesan rumah klasik di daerah pegunungan Indonesia yang dingin. Namun, daya rekatnya sangat luar biasa berkat organ penghisap di ujung sulurnya. Tanaman ini secara efektif "memaku" dirinya ke permukaan dinding, yang membuatnya sangat sulit dilepaskan tanpa membawa serta lapisan semen.

Bahaya utama dari Boston Ivy adalah kecepatan tumbuhnya yang luar biasa dalam mencari sumber cahaya. Tanaman ini dapat merambat ke dalam sela-sela jendela, bingkai pintu, hingga masuk ke bawah lisplang atap. Tekanan yang dihasilkan dari pertumbuhannya dapat merusak struktur kayu yang lunak dan mempercepat pelapukan material bangunan yang terpapar secara konstan.

Meskipun secara estetika sangat menawan, biaya restorasi dinding yang tertutup Boston Ivy selama bertahun-tahun bisa sangat mahal. Pemilik rumah harus melakukan pemlesteran ulang dan pengecatan total untuk mengembalikan kondisi dinding seperti semula. Penggunaan tanaman ini harus melalui pertimbangan matang mengenai perawatan jangka panjang.

8. Bougainvillea (Bunga Kertas)

Meskipun tidak memiliki akar perekat, jenis tanaman rambat yang bisa merusak tembok ini merusak melalui duri dan berat batangnya. Bougainvillea adalah tanaman yang sangat umum di Indonesia, namun jika dibiarkan merambat liar pada dinding tanpa penyangga, duri-durinya yang tajam dapat menggores dan merusak lapisan cat rumah secara masif saat tertiup angin.

Batang Bougainvillea yang sudah tua akan mengayu dan menjadi sangat berat. Tanpa teralis yang memadai, tanaman ini sering kali roboh dan menarik bagian-bagian tembok atau pagar yang menjadi sandarannya. Selain itu, akarnya sangat kuat dan bersifat ekspansif, yang berisiko meretakkan trotoar di depan rumah atau merusak struktur bawah dinding jika ditanam terlalu mepet dengan pondasi.

Kelemahan lainnya adalah banyaknya sampah daun dan bunga kering yang jatuh. Jika tanaman merambat hingga ke area atap, sampah organiknya bisa menyumbat talang air, menyebabkan air meluap dan merusak plafon rumah. Pengelolaan Bougainvillea memerlukan pemangkasan rutin dan sistem penopang yang terpisah dari dinding utama rumah.

FAQ

Tanaman apa yang paling cepat merusak tembok?

Dolar rambat (Ficus pumila) karena akar perekatnya sangat agresif masuk ke pori-pori semen.

Apakah semua tanaman rambat berbahaya bagi dinding?

Tidak, tanaman dengan sulur melilit (seperti Melati Irian) relatif aman asal disediakan media rambat terpisah.

Bagaimana cara mencegah kerusakan tembok akibat tanaman?

Gunakan kawat baja atau teralis yang diberi jarak minimal 10 cm dari permukaan tembok.

Apakah English Ivy cocok untuk iklim Indonesia?

Bisa tumbuh, namun sangat berisiko membuat tembok lembap dan berjamur karena kelembapan tropis.

Bagaimana cara menghilangkan bekas akar di tembok?

Biasanya harus menggunakan sikat kawat, cairan kimia pembersih, atau dikerok lalu diplester ulang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|