BRI Super League: Ancaman Penutupan Tribun Utara Stadion Dipta Mengintai, Kembang Api Melukai Kameramen Broadcaster

8 hours ago 2

Bola.com, Denpasar - Pesta kembang api dan flare, sempat membuat pertandingan antara Bali United menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam pekan ke-33 di Stadion Dipta terhenti sejenak pada menit ke-90+3, Minggu 17 Mei yang lalu. 

Bahkan tembakan flare tersebut mengarah liar dari tribun utara yang dihuni North Side Boys 12 (NSB12) hingga ke tribun selatan. Beruntung saja saat itu tidak ada suporter yang menghuni tribun selatan.

Imbasnya pun besar. Dalam rekaman video terlihat kameramen broadcaster terkena lemparan kembang api dan dilaporkan terkena lemparan kembang api hingga mengalami luka robek di bagian pelipis.

Melalui akun Instagram resmi, NSB12 menyampaikan permintaan maaf sekaligus memastikan telah memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban.

“Perwakilan kami telah menghubungi bapak yang terkena lemparan kembang api saat bertugas di depan tribun utara. Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” tulis NSB12 dalam pernyataan resminya di Instagram.

Fabio Lefundes menegaskan Borneo FC tidak kehilangan semangat dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026 usai menang 3-2 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sebagai Pembelajaran

Mereka juga mengimbau seluruh suporter agar menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran untuk tetap menjaga keselamatan orang lain saat menciptakan atmosfer pertandingan.

“Fanatik boleh, tetapi akal sehat harus tetap digunakan. Ciptakan euforia tanpa menyakiti orang lain,” lanjut NSB12 dalam pernyataan resminya.

Dengan insiden itu pula, perwakilan NSB12 sudah bertanggung jawab atas insiden tersebut dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan satu sama lain.

Namun masalah tidak selesai sampai disana saja. Komdis PSSI tentu memiliki sudut pandang yang berbeda.

Bali United Terancam Sanksi Lebih Berat

Bali United terancam sanksi yang lebih berat. Selain potensi denda ratusan juta, Serdadu Tridatu itu juga berisiko mendapat sanksi penutupan sebagian tribun stadion jika pelanggaran serupa kembali terjadi.

Ancaman tersebut mengacu pada salinan keputusan Komdis PSSI dalam dua pertandingan kandang sebelumnya saat Bali United menghadapi Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Dalam keputusan itu disebutkan bahwa penggunaan flare, petasan, dan kembang api secara berulang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat. Jika sanksi penutupan tribun penonton diberikan, maka sanksi tersebut mulai berlaku musim depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Media Officer Bali United Alexander Maha Putra Oemanas. Hingga saat ini menurutnya, Manajemen Bali United masih menunggu keputusan resmi dari Komdis PSSI terkait insiden terbaru tersebut.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin PSSI. Untuk bentuk sanksinya sampai saat ini belum kami terima,” ujar Alex.

2 Kali Dijatuhi Sanksi Disiplin

Sepanjang musim ini, Bali United sudah dua kali dijatuhi sanksi disiplin akibat ulah suporter. Saat menghadapi Persebaya Surabaya, klub dikenai denda Rp60 juta setelah pengawas pertandingan menemukan dua flare menyala di tribun stadion.

Lalu saat menghadapi Persija Jakarta, Bali United mendapat hukuman lebih berat berupa denda Rp320 juta dan sanksi dua laga kandang tanpa penonton.

Hukuman itu dijatuhkan setelah terjadi penyalaan belasan flare dan kembang api, serta aksi pelemparan botol dan kursi ke arah lapangan. Insiden terbaru juga memakan korban.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|