Liputan6.com, Jakarta - Bau tak sedap pada keset kaki yang tetap muncul meski sudah dicuci sering menjadi masalah di banyak rumah. Keset kaki, yang setiap hari menerima debu, keringat, dan kelembapan, bisa menyimpan bakteri dan jamur yang menyebabkan aroma tidak sedap. Mencuci keset dengan cara biasa sering kali tidak cukup untuk menghilangkan sumber bau ini, sehingga diperlukan teknik dan bahan pembersih yang tepat agar keset benar-benar bersih dan wangi.
Ketahui cara mencuci keset kaki yang tetap bau setelah dicuci dengan metode yang efektif dan praktis. Mulai dari pemilihan deterjen, penggunaan bahan alami seperti cuka atau baking soda, hingga tips pengeringan yang tepat, semuanya dirancang untuk memastikan keset kaki Anda kembali segar, higienis, dan nyaman digunakan setiap hari. Dengan langkah-langkah ini, bau tak sedap bisa diatasi tanpa harus mengganti keset secara berkala.
Penyebab Keset Kaki Bau
Keset kaki berfungsi sebagai garda terdepan penahan kotoran, debu, dan mikroorganisme yang terbawa dari alas kaki, menjadikannya rentan terhadap penumpukan kotoran. Salah satu pemicu utama bau tak sedap yang persisten adalah kelembapan yang berlebihan, terutama pada keset yang diletakkan di area basah seperti kamar mandi. Lingkungan lembap ini menciptakan kondisi ideal bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak, yang pada akhirnya menghasilkan bau apek yang mengganggu.
Selain bakteri, pertumbuhan jamur juga menjadi kontributor signifikan terhadap bau membandel pada keset kaki. Jamur, seperti jamur hitam, sangat menyukai kondisi lembap dan dapat mengeluarkan bau apek atau bau tanah yang khas. Keberadaan jamur ini tidak hanya menimbulkan masalah bau, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti batuk dan sesak napas bagi penghuni rumah.
Penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan secara rutin juga berperan besar dalam masalah bau keset kaki. Jika keset tidak dicuci secara teratur, kotoran dan debu yang menumpuk akan semakin sulit dihilangkan, bahkan setelah pencucian biasa. Hal ini membuat keset tidak hanya kurang higienis, tetapi juga tidak berfungsi efektif dalam menangkap kotoran, sehingga bau tidak sedap terus muncul.
1. Cuci Keset dengan Air Panas
Mencuci keset kaki dengan air panas bisa membantu membunuh bakteri dan jamur penyebab bau yang sering tertinggal meski sudah dicuci biasa. Air panas mampu menembus serat keset lebih dalam sehingga kotoran yang menempel di lapisan dalam bisa terangkat. Sebelum dicuci, alasi wastafel atau ember dengan air panas, rendam keset selama 10–15 menit, lalu gosok perlahan bagian yang kotor.
Selain itu, air panas juga membantu melarutkan sisa sabun, minyak tubuh, dan keringat yang sering menjadi sumber bau. Namun, pastikan keset yang digunakan tahan panas, terutama keset berbahan karet atau sintetis, agar tidak rusak. Setelah direndam dan digosok, bilas keset dengan air bersih hingga tidak ada sisa busa, lalu lanjutkan ke tahap pembersihan tambahan jika perlu.
2. Gunakan Baking Soda untuk Menghilangkan Bau
Baking soda adalah bahan alami yang efektif menyerap bau dan kelembapan. Taburkan baking soda secara merata pada keset kaki kering atau rendam keset dalam larutan air dan baking soda selama 15–30 menit. Baking soda akan menetralkan aroma tidak sedap dan mengangkat kotoran halus yang menempel di serat keset.
Setelah direndam, gosok keset dengan sikat berbulu lembut agar baking soda masuk ke seluruh serat. Bilas keset hingga bersih dan peras perlahan. Dengan rutin menggunakan baking soda, keset kaki tidak hanya bebas bau, tetapi juga terasa lebih segar dan lembut ketika diinjak.
3. Tambahkan Cuka Putih Saat Mencuci
Cuka putih memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang membantu membasmi sumber bau pada keset kaki. Campurkan ½ cangkir cuka putih ke dalam ember berisi air, kemudian rendam keset selama 10–20 menit sebelum dicuci. Cuka bekerja menetralkan bau dan menghilangkan residu sabun atau kotoran yang sulit hilang.
Selain itu, cuka putih aman untuk hampir semua jenis keset dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Setelah perendaman, cuci keset seperti biasa dengan deterjen, bilas hingga bersih, lalu peras dan keringkan. Kombinasi cuka dan pencucian rutin membuat keset kaki lebih higienis dan wangi alami.
4. Pilih Deterjen atau Sabun Khusus yang Efektif
Beberapa jenis deterjen atau sabun standar terkadang tidak cukup untuk membersihkan keset kaki yang sudah bau. Gunakan deterjen dengan formula antibakteri atau sabun yang dirancang untuk kain berbulu tebal. Produk ini mampu menembus serat keset lebih dalam, membunuh bakteri, dan mengangkat kotoran serta minyak tubuh yang menempel.
Saat mencuci, gunakan sikat berbulu lembut untuk menggosok bagian yang paling kotor, seperti tepi atau bagian tengah keset. Setelah dicuci, bilas hingga bersih untuk memastikan tidak ada residu sabun yang tertinggal, karena sisa deterjen juga bisa menjadi sumber bau jika tidak dibersihkan dengan baik.
5. Keringkan Keset dengan Cara yang Tepat
Proses pengeringan keset sangat penting agar bau tidak muncul kembali. Keset yang masih lembap cenderung menjadi sarang bakteri dan jamur. Setelah dicuci, peras keset dengan lembut, jangan diputar atau diperas terlalu keras agar bentuknya tetap utuh. Kemudian keringkan di bawah sinar matahari langsung, karena sinar UV membantu membunuh bakteri penyebab bau.
Jika tidak memungkinkan dijemur di luar rumah, gunakan kipas angin atau pengering udara untuk memastikan keset benar-benar kering. Jangan menggantung keset di tempat lembap atau gelap, karena kelembapan yang tersisa akan membuat bau kembali muncul. Keset yang kering sempurna akan terasa segar, higienis, dan siap digunakan kembali tanpa aroma tak sedap.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kenapa keset kaki tetap bau meski sudah dicuci?
Bau biasanya berasal dari bakteri, jamur, dan kotoran yang menempel di serat dalam keset, yang tidak selalu terangkat dengan pencucian biasa.
2. Apakah air panas efektif menghilangkan bau keset kaki?
Ya, air panas membantu membunuh bakteri dan jamur serta melarutkan kotoran dan minyak tubuh yang menempel di keset.
3. Bahan alami apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau keset?
Baking soda dan cuka putih efektif untuk menetralkan bau, membunuh bakteri, dan membuat keset kembali segar.
4. Apakah jenis deterjen tertentu lebih baik untuk mencuci keset?
Deterjen antibakteri atau sabun khusus untuk kain berbulu tebal lebih efektif mengangkat kotoran dan membunuh bakteri penyebab bau.
5. Bagaimana cara mengeringkan keset agar tidak bau lagi?
Jemur di bawah sinar matahari langsung atau gunakan kipas/pengering udara hingga benar-benar kering agar bakteri dan jamur tidak berkembang.

3 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491442/original/095963800_1770095940-Jenis_Alas_Kandang_Ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491416/original/035691500_1770095531-pangkas_anggur.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460235/original/040236800_1767241080-Metode_Penanaman_dari_Benih_untuk_Stok_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491358/original/045745700_1770093184-Ide_Jualan_Desert_Kelapa_Muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488205/original/002110800_1769741796-Gemini_Generated_Image_icv54qicv54qicv5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4739149/original/012118500_1707476747-Ilustrasi_bunga_wijaya_kusuma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466330/original/017724000_1767842394-Ember_Cat_atau_Bekas_Deterjen_untuk_menanam_seledri__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491757/original/073867100_1770105767-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__15.02.18.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491245/original/001380000_1770088820-sambal_botol2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491220/original/053916100_1770088408-18ef75bc-ea63-4ea6-a09d-ba092612fd23.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483832/original/037145700_1769404446-Fermentasi_Dasar_Kulit_Pisang_untuk_Ruminansia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491475/original/047526200_1770097030-unnamed-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490629/original/039980900_1770018544-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491703/original/048458000_1770104336-hilangkan_bau_kandang_ayam6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491316/original/056981300_1770091023-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491225/original/076544600_1770088664-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491560/original/085963700_1770099813-rumah_atap_mirip3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491395/original/009412000_1770094667-ide_jualan_takjil_jelly.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491186/original/035528600_1770087608-Model_Rambut_Pria_Jambang_Panjang.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)