:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343934/original/045195500_1788926281-2148488493.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Semut termasuk hama yang paling sering muncul di halaman rumah maupun kebun. Serangga kecil ini datang berkoloni, bergerak cepat, dan sulit diberantas hanya dengan disapu atau disemprot air. Tak heran, banyak orang mencari cara mengusir semut dari tanaman yang aman namun tetap efektif digunakan setiap hari.
Kehadiran semut di tanaman bukan sekadar mengganggu pemandangan. Mereka kerap melindungi kutu daun yang menghisap cairan batang dan daun, sehingga tanaman jadi lemah dan pertumbuhannya terhambat. Semut juga bisa merusak akar saat membuat sarang di dalam pot atau media tanam.
Untungnya, ada beberapa cara mengusir semut dari tanaman yang bisa dicoba dengan bahan-bahan yang mungkin sudah ada di dapur. Mulai dari kayu manis sampai tanah diatom, berikut lima trik yang bisa langsung dipraktikkan di rumah yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026).
1. Taburkan Kayu Manis di Sekitar Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343935/original/039395500_1788926282-2148426077.jpg)
Perbesar
Kayu manis dikenal punya aroma tajam yang tidak disukai semut. Bubuk ini bisa ditaburkan langsung di permukaan tanah sekitar batang tanaman untuk membuat area tersebut terasa asing bagi semut yang biasa lewat.
Menurut EarthKind, semut tidak menyukai aroma kayu manis karena kandungan cinnamaldehyde di dalamnya mengganggu jejak feromon yang mereka pakai untuk bernavigasi, sekaligus membuat semut merasa tidak nyaman saat bersentuhan dengannya. Inilah sebabnya menaburkan kayu manis di jalur semut bisa membuat mereka enggan melintas lagi.
Cara pakainya cukup sederhana. Taburkan kayu manis membentuk lingkaran di sekitar pangkal batang atau area yang sering dilalui semut. Ulangi penaburan setiap beberapa hari sekali, terutama setelah tanaman disiram atau terkena hujan, karena aroma kayu manis mudah pudar saat basah.
2. Manfaatkan Ampas Kopi Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782575/original/058841900_1782891705-pexels-nguyendesigner-36871230.jpg)
Perbesar
Ampas kopi bekas seduh juga sering dipakai sebagai pengusir semut alami. Aromanya yang kuat dipercaya bisa mengacaukan jejak kimia yang ditinggalkan semut untuk saling berkomunikasi.
Semut tidak menyukai aroma kuat yang dihasilkan kopi karena bisa mengganggu jejak aroma yang mereka gunakan untuk bernavigasi, sehingga menaburkan ampas kopi di sekitar kebun bisa membuat semut mencari tempat lain yang lebih tenang. Sayangnya, efek ini bersifat sementara karena semut bisa saja kembali lewat jalur berbeda.
Cara memakainya, keringkan dulu ampas kopi setelah diseduh, lalu taburkan tipis-tipis di permukaan tanah pot atau area sekitar tanaman yang sering didatangi semut. Selain mengusir semut, ampas kopi kering juga bisa menambah unsur hara pada tanah seiring waktu.
3. Semprotkan Larutan Cuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343936/original/045093400_1788926283-2149383646.jpg)
Perbesar
Cuka menjadi salah satu bahan rumahan paling populer untuk mengusir semut karena baunya yang menyengat dan sifatnya yang asam. Larutan ini bekerja dengan cara mengganggu jejak feromon yang dipakai semut untuk menemukan jalan pulang ke sarang.
Semprotan cuka yang diencerkan bisa mengganggu sementara jejak feromon yang dipakai semut untuk berpindah antara sumber makanan dan sarangnya. Akan tetapi, trik ini hanyalah solusi sementara untuk masalah ini, seperti yang dijelaskan oleh University of Minnesota.
Untuk mengusir semut dengan larutan cuka, Anda perlu mencampurkan cuka putih dan air dengan perbandingan sama rata terlebih dahulu, lalu masukkan ke botol semprot. Semprotkan pada tanah di sekitar tanaman, hindari mengenai bagian daun secara langsung agar tidak merusak jaringan tanaman yang sensitif terhadap asam.
4. Taburkan Tanah Diatom di Sekitar Akar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343937/original/092020500_1788926283-63b0ecf4-0110-408f-a9e6-f7cc1007affc.jpg)
Perbesar
Tanah diatom atau diatomaceous earth adalah bubuk halus dari fosil ganggang purba bernama diatom. Berbeda dari bahan lain yang sekadar mengusir dengan aroma, tanah diatom bekerja secara fisik langsung pada tubuh semut.
Saat hama merayapi bubuk ini, partikelnya menempel di kaki dan tubuh semut, masuk ke sela-sela sendi, lalu melekat pada bagian luar tubuh atau eksoskeleton mereka. Tekstur tajam pada tingkat mikroskopis inilah yang membuat lapisan pelindung tubuh semut rusak sedikit demi sedikit.
Taburkan tanah diatom tipis-tipis di sekitar pangkal tanaman atau jalur yang biasa dilalui semut. Pilih jenis food grade agar aman digunakan di sekitar tanaman konsumsi, dan taburkan ulang setelah hujan karena bubuk ini kehilangan efektivitasnya saat basah.
5. Semprotkan Minyak Esensial Peppermint
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343938/original/085134200_1788926284-38019.jpg)
Perbesar
Minyak peppermint punya aroma mint yang tajam dan dipercaya efektif membuat semut menjauh dari area yang disemprot. Aromanya bekerja mirip cuka, yaitu menutupi jejak kimia yang biasa dipakai semut untuk saling memberi tanda.
Kandungan utama dalam minyak peppermint, termasuk menthol, bisa bertindak sebagai zat yang mengiritasi sekaligus fumigan alami, sehingga saat semut bersentuhan langsung dengan uapnya, hasilnya bisa berupa pengusiran sekaligus melemahkan semut tersebut. Namun efeknya tidak permanen karena senyawa dalam minyak esensial mudah menguap.
Campurkan sekitar 10-15 tetes minyak peppermint murni ke dalam segelas air, kocok rata, lalu semprotkan ke tanah sekitar tanaman atau jalur semut. Ulangi penyemprotan setiap beberapa hari, terutama di area yang sering terkena matahari langsung sehingga aroma lebih cepat hilang.
Tips Tambahan Mencegah Semut Kembali ke Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343939/original/032307500_1788926286-30128.jpg)
Perbesar
Selain lima trik di atas, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan supaya semut tidak terus-menerus datang ke tanaman. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan sehari-hari.
- Kendalikan Kutu Daun Lebih Dulu: Semut sering datang karena tertarik pada cairan manis yang dihasilkan kutu daun, jadi atasi kutu daun agar semut kehilangan alasan untuk berkumpul di tanaman.
- Jaga Kebersihan Area Sekitar Tanaman: Sisa makanan manis, buah jatuh, atau tanah lembap yang kotor bisa mengundang semut, jadi bersihkan area pot dan kebun secara rutin.
- Pangkas Bagian Tanaman yang Bersentuhan dengan Tanah: Daun atau ranting yang menyentuh tanah bisa jadi jalan masuk semut menuju batang, jadi pangkas bagian yang terlalu rendah.
- Periksa Media Tanam Secara Berkala: Sarang semut kadang tersembunyi di dalam pot, jadi cek media tanam sesekali untuk memastikan tidak ada koloni yang bersarang di dalamnya.
- Ganti Bahan Alami Secara Rutin: Aroma dari kayu manis, kopi, atau minyak esensial mudah memudar, jadi jadwalkan penaburan atau penyemprotan ulang agar efeknya tetap terjaga.
Pertanyaan Seputar Cara Mengusir Semut dari Tanaman
Apakah semut bisa merusak tanaman secara langsung?
Semut jarang memakan bagian tanaman secara langsung, tetapi mereka bisa merusak akar saat membuat sarang di dalam pot dan memperparah serangan kutu daun yang mereka lindungi.
Bahan alami apa yang paling cepat terlihat hasilnya?
Cuka dan minyak peppermint biasanya memberi efek paling cepat karena aromanya langsung mengganggu jejak semut, meski efeknya tidak bertahan lama dan perlu diulang.
Apakah cara alami ini aman untuk semua jenis tanaman?
Sebagian besar bahan seperti kayu manis dan ampas kopi tergolong aman, tetapi cuka sebaiknya tidak disemprotkan langsung ke daun karena sifat asamnya bisa merusak jaringan tanaman yang sensitif.
Berapa lama tanah diatom bekerja mengusir semut?
Tanah diatom butuh waktu, karena bekerja dengan merusak lapisan luar tubuh semut secara perlahan hingga akhirnya semut mati kehabisan cairan tubuh.
Kenapa semut terus kembali meski sudah disemprot bahan alami?
Semut bisa mencari jalur baru untuk menghindari area yang beraroma tidak disukainya, sehingga pencegahan sumber makanan dan kebersihan area tetap perlu dilakukan bersamaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7827192/original/059396700_1780646740-pepaya_ok.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/935366/original/093229200_1437707966-diet-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344100/original/037951000_1788933397-Studio_RRI_Bukittinggi__1950_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3235202/original/094020600_1599811327-11_September_2020-3_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335018/original/094825600_1787908281-01M13P51EGF6JFZB8NDY3HYZ56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543189/original/087971600_1775018379-kecil_tanpa_lemari_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343977/original/059390500_1788929315-bc74e11a-e771-4436-89e3-edaa9067688a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298770/original/077637300_1784181491-c825071d-5ecf-4e01-a44e-cd86cf353e44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343959/original/048572900_1788928435-ChatGPT_Image_9_Sep_2026__11.32.55.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339268/original/070752600_1788409221-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552768/original/070287300_1775827619-Ubi_Jalar__Ipomoea_batatas_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343842/original/082207300_1788921866-Moussa_Sidibe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337067/original/070468400_1788231218-89c47730-5e05-456b-8e5e-a5619dd4b941.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337107/original/073405200_1788232529-7815d958-b800-4269-9861-793a1fa9181c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329587/original/026849100_1787285439-aPwbq9h34ODkljE7Fceks4CnJlNsSbwzr7GioCcb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310232/original/060540000_1785310828-600a9f69-4cd8-4820-8d81-ef52afa03ffd.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)